Rahim Nayra Untuk Naura

Rahim Nayra Untuk Naura
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru


__ADS_3

Mungkin egois, tetapi Nayra sudah tak punya pilihan lain. Untuk melangkah mundur pun tak bisa, jadi ia memilih melanjutkan langkahnya bersama Raka.


Kakak ipar yang yang kini telah menjadi calon suami nya, ayah dari calon anak nya.


Nayra dan Raka sepakat takkan membahas masa lalu lagi setelah pertemuan terakhir mereka dengan Naura.


Sementara Naura pun memutuskan hal yang sama, meski masih sulit bagi nya untuk menerima fakta pahit dalam hidup nya. Namun, ia harus tetap melangkah, membuka lembaran baru dalam hidup nya. Apalagi setelah ia mengingat apa yang telah Nayra katakan pada nya di pertemuan terakhir mereka, adik kembar nya itu seolah mengingatkan kembali dosa-dosa yang telah Naura lakukan selama ini.


Naura mencoba menata hidup nya kembali sesuai yang dia inginkan, ia juga membeli sebuah apartemen yang tak jauh dari butik nya.


Naura tak hanya belajar untuk melupakan pria yang ia cintai, tetapi ia juga berusaha melupakan Nayra dengan cara keluar dari rumah di mana ada banyak sekali kenangan bersama sang adik di sana.


Sementara orang tua si kembar pun mencoba mengikhlaskan apa yang terjadi, mencoba tak mengungkit lagi apa yang telah terlewat dalam hidup mereka.


Meskipun pada kenyataan nya ini sangat lah tidak mudah, terutama untuk Bu Irna, apalagi sampai sekarang Nayra tidak pernah sekalipun menghubungi nya.


Dulu, ia memang melontarkan kata-kata yang sangat tidak pantas untuk Nayra, bahkan dalam amarah ia mengatakan sudah menganggap putri nya mati. Namun, sekarang ia sangat menyesali itu dan ia sangat ingin kembali pada masa itu untuk menarik kembali kata-kata nya.


Namun, penyesalan itu sudah sangat terlambat sekarang.


Berbeda dengan orang tua si kembar, orang tua Raka justru sangat bahagia menanti kelahiran cucu pertama mereka. Bahkan, beberapa nama dan hadiah sudah mereka siapkan untuk Nayra dan Raka yang kini sudah tinggal di Australia dan sebentar lagi mereka akan menikah di sana.


"Aku kangen masakan Bi Jum deh," kata Nayra yang saat ini sedang menikmati steak daging yang di masak oleh Raka.


Hari ini sudah malam dan sekarang sudah pukul setengah satu pagi, tetapi Raka harus memasak karena bumil itu ingin makan steak.


"Memang nya masakan calon suami kamu ini nggak enak?" tanya Raka sedikit kesal. Sudah beberapa hari ini Nayra terus saja mengatakan merindukan masakan Bi Jum, padahal Raka selalu memberikan makanan yang lezat dan sehat untuk wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri nya itu.


"Jangan salahkan aku, Raka, anak kamu yang lebih suka masakin Bi Jum," balas Nayra. "Kenapa kita nggak bawa Bi Jum aja ke sini?"


"Sayang, Bi Jum itu 'kan punya keluarga juga. Keluarga nya nggak kasih izin dia kerja ke tempat yang jauh kata nya." Nayra hanya merengut mendengar jawaban Raka. "Nanti aku tanya Bi Jum deh resep masakin dia, okey?"

__ADS_1


"Nggak akan sama rasa nya meskipun resep nya sama," rengek Nayra.


"Astaga, mood manja nya kambur," kekeh Raka. Ia duduk di samping Nayra kemudian mengecup pipi wanita itu yang mulai tembem. Bagaimana tidak? Berat badan Nayra sudah naik sekitar lima kilo, tubuh nya pun memang sudah jauh lebih gendut dan itu membuat ia terlihat sangat cantik di mata Raka.


"Raka, kaya nya aku mau diet deh," ucap Nayra sembari mendorong piring nya yang masih menyisakan dua potong steak.


Yeah, kata nya masakan Raka tidak enak tapi apapun yang di masak pria itu tidak pernah tidak habis saat di makan Nayra.


"Diet bagaimana? Kamu lagi hamil masa mau diet, Nay? Nanti bayi kita lapar lho," seru Raka.


"Aku gendut banget, nanti aku jelek pas kita nikah."


Lagi-lagi Nayra merengek manja, hal ini terjadi setiap hari dalam berbagai kesempatan dan juga alasan. Nayra yang dulu Raka lihat sangat kalem, anggun, tidak banyak bicara, rupanya sangat bisa bersikap manja seperti anak-anak dan Raka sangat menyukai itu.


"Nggak akan, Sayang, kamu cantik banget lho," puji Raka dengan tulus. Di mata nya, Nayra memang selalu cantik.


"Masa? Aku hampir naik lima kilo," keluh Nayra.


Nayra tersipu dan senyum samar terlihat di bibir nya, ia pun kembali menarik piring nya kemudian melahap sisa steak nya sampai habis.


"Kata nya lebih enak masakan Bi Jum," goda Raka.


"Aku lapar," rengek Nayra. "Aku boleh minta satu hal lagi nggak?"


Tentu Raka langsung mengangguk. "Aku ingin sandwich, Raka."


Raka melongo, baru beberapa detik yang lalu Nayra ingin diet karena gendut dan sekarang wanita itu ingin sandwich?


Dulu, Raka akan bertanya apakah Nayra tidak kenyang? Namun, sekarang ia hanya mengangguk patuh pada apapun yang diinginkan calon istri nya itu sebab mood Nayra bisa berubah dalam sekejap jika Raka salah mengucapkan satu patah kata saja.


"Baiklah, tunggu sebentar," kata Raka.

__ADS_1


Nayra langsung tersenyum sumringah kemudian berkata, "Aku jadi makin jatuh cinta deh sama kamu, Sayang," ucap nya yang membuat Raka tertawa kecil.


"Kamu cuma mengungkapan cinta saat aku bersedia menuruti apapun mau kamu, dasar nakal."


"Sudah aku bilang anak kamu yang mau, bukan aku," bantah Nayra.


Ia bangkit dari kursi nya setelah itu ia mendekati Raka sambil memegang perut nya yang sudah lebih buncit bahkan Nayra mulai merasakan pergerakan janin nya itu.


Namun, sampai saat ini mereka tidak tahu dan sengaja tidak mencari tahu jenis kelamin anak mereka. Biarkan itu menjadi kejutan tersendiri nanti nya.


"Raka, aku tiba-tiba ngantuk," rengek Nayra sambil menyenderkan kepala nya di pundak Raka yang sedang membuat sandwich. "Cepetan dong, nanti aku ketid__ hmmph."


Raka yang sudah kesal dan gemas akhirnya membungkam mulut wanita itu dengan mulut nya, membuat tubuh Nayra langsung menegang.


Ini memang bukan ciuman pertama mereka, setiap hari Raka selalu memberikan ciuman mesra di bibir nya tetapi tetap saja Nayra selalu terkejut saat calon suami nya itu mencium nya tanpa izin seperti ini.


"Sabar, Sayang," ujar Raka sambil terkekeh saat menyadari raut wajah terkejut Nayra.


"Kamu kebiasaan banget deh," gerutu Nayra seolah kesal padahal hatinya berdebar.


Setelah sandwich nya siap saji, Nayra langsung memakan nya dengan lahap sementara Raka hanya memandangi wanita itu sambil tersenyum.


Setelah kenyang, Raka membawa Nayra ke kamar yang mereka tempati bersama saat ini.


Namun, meskipun tidur dalam satu kamar, satu ranjang bahkan Nayra selalu memeluk Raka dengan erat. Tak sekalipun Raka mengajak wanita itu bercinta meski sebenarnya Raka sangat menginginkannya.


Bahkan, terkadang Raka harus melampiaskan hasratnya itu seorang diri di kamar mandi saat Nayra sudah terlelap.


Dia tidak akan bercinta dengan Nayra sampai wanita itu meminta nya.


...🦋...

__ADS_1


__ADS_2