Rahim Nayra Untuk Naura

Rahim Nayra Untuk Naura
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian


__ADS_3

Raka mengucapkan janji suci pernikahan dengan sangat lancar dan penuh keyakinan, membuat Nayra begitu tersentuh apalagi tatapan pria itu tak pernah beralih sedikitpun dari nya.


Nayra menangis haru, tak menyangka kini ia telah sah menjadi istri dari Raka. Tak menyangka kini ia akan menjalankan sebuah pernikahan yang sebenarnya tak pernah ia impikan selama ini.


Kedua orang tua Nayra dan kedua orang tua Raka juga terlihat sangat bahagia, dan ini sama-sama untuk yang kedua kalinya mereka menyaksikan anak mereka bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan.


Namun, di balik kebahagiaan itu masih ada beban tersembunyi dan kecemasan dalam diri Bu Irna dan Pak Desta. Bagaimana jika kelak Raka juga meninggalkan Nayra?


Lalu bagaimana dengan hubungan persaudaraan Nayra dan Naura?


Bagaimana jika nanti mereka kembali akan menghadapai masalah besar jika Naura masih tak bisa menerima kenyataan pahit ini?


"Sekarang kamu istri ku, kau tahu itu?" lirih Raka sembari menyeka air mata Nayra dengan lembut.


"Aku tahu," sahut Nayra sambil tersenyum tipis.


"Kita akan membangun rumah tangga bersama, membesarkan anak bersama dan kita akan terus melangkah bersama sampai maut yang memisahkan kita."


Raka menggenggam tangan Nayra, mengecupnya dengan lembut. "Aku sangat mencintaimu, Nayra, aku mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini."


"Aku rasa cintamu sedikit bercampur obsesi, Sayang," kekeh Nayra saat ia mengingat bagaimana Raka seolah memaksakan cinta nya pada Nayra.


"Apapun itu, aku mencintai mu dan aku hanya ingin hidup bersama mu," seru Raka dengan tegas.


Ia menangkup pipi Nayra kemudian memberikan ciuman lembut di permukaan bibir pengantin nya itu. Nayra memejamkan mata, meresapi ciuman hangat rangat Raka yang seolah terasa sampai ke relung hati nya.


"Sayang," bisik Raka tepat di depan bibir Nayra. "Sampai sekarang kamu nggak mengungkapkan perasaan mu, kamu menunggu apa lagi?"


Wajah Nayra bersemu merah saat Raka kembali menagih ungkapan cinta Nayra, sebab wanita itu memang belum pernah sekalipun menyatakan cinta pada Nayra.

__ADS_1


"Nanti," bisik Nayra kemudian mengecup bibir Raka sekilas.


"Nggak, aku mau dengar sekarang, Sayang," rengek Raka.


"Nanti aja, kalau kita udah berdua di kamar," ucap Nayra malu-malu yang membuat Raka terkekeh.


"Selama ini kita selalu berdua di rumah, di kamar dan kemana-mana juga selalu berdua," dengus Raka.


"Aku tahu, tapi sekarang status kita berbeda, Raka, ini akan lebih spesial."


"Kamu benar, Sayang, status kita sekarang berada dalam pernikahan Impian kita."


"Aku rasa pernikahan impian mu karena sebenarnya ini sama sekali bukan pernikahan impian ku."


Raka melongo mendengar apa yang di katakan oleh wanita yang kini telah resmi menjadi istri nya, sementara Nayra justru meringis melihat raut wajah.


"Nayra, kamu_"


Ucapan Raka harus terhenti karena salah satu rekan kerja nya mengganggu. "Tamu kita memang sedikit tapi mereka juga perlu kita urus," kekeh Nayra sambil mengedipkan mata yang membuat Raka berdecak.


Namun, Nayra ada benar nya juga. Di moment ini mereka harus memberikan waktu pada keluarga mereka dan beberapa teman dekat Raka yang datang.


"Selamat, Nak," ucap Bu Irna yang langsung memberikan pelukan hangat untuk Nayra. "Semoga pernikahan kalian langgeng, di penuhi kebahagiaan selalu."


"Aamiin."


Nayra membalas pelukan sang ibu dengan manja, berbeda dari biasa nya. Bahkan Bu Irna dapat merasakan perbedaan cara peluk Nayra, membuat ia kembali teringat bahwa bagaimana pun juga Nayra adalah seorang anak yang pasti ingin di manja oleh sang ibu apalagi di saat seperti ini.


Raka pun hanya bisa tersenyum dan menatap sang istri dengan penuh haru, bukan hanya karena ia berhasil menikahi Nayra tapi ia terharu melihat kerinduan di mata Nayra pada sang ibu.

__ADS_1


Raka tahu, penyebab renggang nya hubungan Nayra dan ibu nya sebenarnya adalah dirinya sendiri. Namun, Raka tak bisa memikirkan hal lain selain membawa Nayra pergi dari orang-orang yang berpotensi menekan dan menyakitinya.


"Selamat menempuh hidup baru, Sayang," ucap Pak Desta dengan begitu tulus meski sorot mata nya menampilkan sesuatu yang berbeda. Bagaimana tidak?


Dengan mengucapkan selamat atas kebahagiaan yang Nayra, itu sama saja mengucapkan selamat atas rasa sakit Naura apalagi putri sulung nya itu pasti belum bisa melupakan Raka.


"Terima kasih, Pa."


Nayra langsung memeluk sang Ayah dengan erat, bahkan air mata kembali menetes begitu saja. "Semoga pernikahan ku tidak membuat Naura terus memusuhi ku," bisik nya yang hanya di dengar oleh sang Ayah.


"Tidak akan," sahut Pak Desta meyakinkan. "Dia memberikan mu gaun pernikahan, arti nya dia merestui pernikahan mu, Sayang."


Nayra hanya mengangguk penuh harap. "Semoga anak yang akan kamu lahirkan ini membawa kebahagiaan bukan hanya untuk kamu, tetapi juga untuk Naura."


"Pasti," jawab Nayra dengan tegas. "Ini juga akan menjadi anak nya, Pa, aku janji."


Pak Desta menghapus air mata Nayra, sambil tersenyum ia berkata, "Berhenti menangis, Nay, sudah saat nya kamu tersenyum dan tertawa sekarang. fase yang penuh air mata sudah kamu lewati dengan baik, Nak. Jadi sekarang kamu tidak perlu lagi menangisi masa lalu."


Nayra hanya mengangguk sambil tersenyum tipis, ia menarik napas dan sekali lagi memeluk sang ayah sebelum ia bergantian memeluk mertua nya.


"Nayra." Bu Mita melempar senyum. "Mulai sekarang panggil nya Mama, ya?" pinta nya yang langsung membuat Nayra tertawa kecil.


"Iya, Ma," sahut nya.


"Sayang, Mama cuma minta satu hal sama kamu ...." Bu Mita menggenggam tangan Nayra. "Jujur, Nak, itu adalah pondasi utama dalam sebuah pernikahan. Apapun yang terjadi, apakah akan membuat suami mu menangis atau tertawa. Kamu harus jujur, mengerti?"


Nayra mengangguk mengerti.


"Papa juga cuma minta satu hal sama kamu, Raka!" seru Pak Desta. "Jangan pernah berpaling dari Nayra apapun yang terjadi, ancaman Papa yang tadi itu sangat serius."

__ADS_1


"Aku tahu, Pa," sahut Raka. "Aku janji akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Nayra, aku tidak akan berpaling dari nya."


__ADS_2