Rahim Nayra Untuk Naura

Rahim Nayra Untuk Naura
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Perjuangan Nayra tak sia-sia saat Dokter menyatakan bahwa kini Naura telah keluar dari masa kritis. Setiap tetes darah yang didonorkan oleh Nayra untuk sang kakak menjadi sangat berarti bahkan menjadi penyelamat.


Meskipun masih ada harga yang harus Nayra bayar Ketika kesehatan nya sendiri di pertaruhkan. Namun, setelah selesai melakukan transfusi darah Dokter langsung memberikan penanganan intensif untuk Nayra.


"Kenapa wajah mu di tekuk begitu?" tanya Nayra pada sang suami yang memang terlihat tegang sejak tadi.


"Aku benar-benar takut, Nay," lirih Raka dengan tatapan yang berubah sendu. "Aku nggak bisa tenang sejak kamu masuk ke ruang pemeriksaan sampai akhirnya kamu__"


"Sayang!" Nayra langsung menyela ucapan Raka. "Sekarang aku di sini, baik-baik saja." Nayra membelai pipi Raka dengan lembut dengan tangan nya yang terasa dingin.


"Tapi kamu juga jadi harus dirawat begini," pungkas Raka sambil mengusap pipi Nayra. Istrinya itu tampak lemas dan pucat apalagi darah yang diambil pasti cukup banget.


"Setidaknya aku masih hidup, Sayang," kekeh Nayra. Ia mengecup punggung tangan Raka dengan mesra kemudian berkata, "Terima kasih banyak sudah mengizinkan aku melakukan nya."


"Aku sangat terpaksa," tandas Raka yang seketika membuat Nayra meringis,


"Aku tahu," lirihnya.


Tak berselang lama, Bu Irna dan besannya masuk ke ruang rawat Nayra dengan membawa Baby Al yang sudah tidur pulas.


Kedua wanita paruh baya itu tampak sangat mencemaskan Nayra, tetapi mereka juga merasa bangga dengan apa yang dilakukan oleh Nayra, pengorbanan yang tulus.


"Bagaimana keadaan kamu, Sayang?" tanya Bu Mita.

__ADS_1


"Aku sangat baik, Ma, jangan khawatir," tegas Nayra sambil tersenyum lebar.


"Tapi kamu pucat banget, Nay," sambung Bu Irna. "Dokter bilang kamu harus dirawat dua atau tiga hari untuk memastikan kamu benar-benar sehat.


"Aku tahu kok, Ma, mereka cuma perlu memberikan ku beberapa vitamin dan manambah cairan ke dalam tubuhku."


"Tapi apa cukup?" tanya Raka tiba-tiba. "Baby Makan dari kamu, Sayang. Apa untuk sementara kita berikan susu formula saja untuk Baby Al?"


"Nanti kita konsultasi ke Dokter, mereka pasti tahu apa yang harus mereka lakukan," kekeh Nayra agar sang suami tak terus mencemaskannya.


"Oh ya, Ma, bagaimana keadaan Naura dan papa? Apa sudah ada kemajuan?"


"Dokter bilang Naura berhasil melewati masa kritisnya," jawab Bu Irna yang langsung membuat Nayra mengucapkan puji syukur. "Tapi papa masih sama," tambah Bu Irna dengan lirih.


"Kamu benar, Sayang."


...🦋...


Sementara di sisi lain, Arsen menjaga Naura sendirian. Ia menggenggam tangan wanita itu dengan erat, sambil tersenyum dia berkata, "Ternyata hukum alam itu nggak bisa kita rubah ya, Ra."


"Saudara pasti saling membutuhkan tak perduli apakah mereka saling membenci, saling marah atau sebagainya. Tapi pasti akan ada satu titik di mana kita sangat membutuhkan mereka lebih dari apapun."


Arsen terkekeh, mengingat kembali cerita Naura yang mengatakan betapa ia membenci Nayra yang telah merebut suaminya padahal di sisi lain Naura juga tahu semua itu berawal dari kesalahannya sendiri.

__ADS_1


"Dan sudah hukum alam, tak ada yang sempurna di dunia ini. Jika kita mengejar kesempurnaan, maka kita akan semakin kekurangan."


Arsen menghela napas berat, mengingat kembali hubungan nya dengan Naura selama ini. "Padahal aku mendekati kamu karena aku kasihan lho sama kamu, tapi kenapa sekarang aku merasa__"


Ucapan Arsen terhenti saat ia merasakan jari Naura bergerak, ia menatap tangan wanita itu yang kini membalas genggaman tangan Arsen.


"Astaga! Kamu hidup, Ra? Usaha Nayra berhasil!" pekik Arsen girang apalagi saat ia melihat Naura tampak berusaha membuka mata.


"Aku akan panggil Dokter!"


...🦋...


Hari ini si kembar akan tamat, teman-teman.


Jangan lupa mampir ke cerita baruku.


Mengejar Butiran Tasbih Cinta-Nya


*Genre islami tapi bukan poligami kok meski ceweknya ada dua.


Sampai ketemu di sana, ya*.


__ADS_1


__ADS_2