
Nayra sangat senang karena akhirnya bisa berbicara dengan Naura meski hanya lewat chat, walaupun keduanya harus berpura-pura saling tidak mengetahui satu sama lain bahwa sebenarnya mereka lah yang membalas pesan. Bukan Raka atau pun Pak Desta.
Setelah selesai fitting baju, Nayra dan yang lainnya pergi makan bersama. Dan kali ini raut wajah Nayra tampak berbinar, bahkan ia terus tersenyum setelah bertukar pesan dengan Naura.
"Kamu keliatannya senang banget setelah chat sama papa," tukas Raka yang ikut merasa senang.
"Hem," jawab Nayra.
"Memangnya orang tuamu belum pernah telfon, Nay?" tanya Bu Mita.
"Sudah, Tante," jawab Nayra meski sebenarnya mereka tidak ada yang menghubunginya.
"Syukurlah kalau begitu, apa mereka bisa datang di pernikahanmu nanti?"
"Aku belum tahu," jawab Nayra dengan lirih, binar di wajahnya bahkan sedikit redup.
"Nggak apa-apa," sambung Pak Aditya saat menyadari perubahan raut wajah Nayra. "Mereka hanya butuh sedikit waktu, Nay, aku yakin suatu hari nanti orang tua dan kakak kamu akan datang menemui kalian."
"Aamiin." Nayra mengaminkan dengan cepat, sebab memang itu yang selalu ia minta selama ini.
...🦋...
Bu Irna mengajak Naura ke mall karena memang sudah lama sekali mereka tidak meluangkan waktu bersama seperti ini.
__ADS_1
Bahkan, ibu dan anak itu juga meluangkan waktu untuk menonton bioskop.
Saat menonton film romance itu, Bu Irna teringat dengan Nayra karena Nayra tidak begitu tertarik dengan film romansa, berbanding terbalik dengan Naura yang memang hobi membaca atau menonton kisah romansa. Nayra lebih suka menonton film biografi, thriller atau semacamnya. Persis seperti ayahnya.
Setelah nonton film, Naura mengajak sang ibu makan karena ia sudah merasa lapar.
"Makan di mana ya, Ma?" tanya Naura sembari merapikan rambutnya yang ia rasa sedikit berantakan.
"Di mana aja, Mama sudah lapar," kekeh Bu Irna.
"Di tempat biasa aja lah, Ma," saran Naura kemudian.
Ibunya pun hanya mengangguk patuh.
"Ma?" panggil Naura pada sang ibu yang berjalan di depannya.
"Apa?" sahut Bu Irna.
"Mama duluan aja, ya. Aku ada perlu sebentar," kata Naura.
Bu Irna memicingkan matanya pada Naura, menatap putrinya itu dengan curiga membuat Naura tertawa. "Aku cuma mau liat baju di sana tuh, Ma, sebentar aja kok," ujarnya.
"Ya udah, Mama ikut," kata Bu Irna.
__ADS_1
"Nggak usah lah, nggak mau beli juga. Emm ... bajunya mirip yang ada di butik aku, aku cuma mau periksa bahannya."
"Oke deh, Mama tunggu di restauran tempat biasa."
Naura mengangguk, ia pun segera bergegas ke butik yang memajang pakaian pengantin itu.
Naura memperhatikan bahan, ukuran dan setiap detail lainnya. Gaun itu terlihat cantik dan pasti cocok dipakai wanita hamil karena potongannya yang akan membuat tubuh terlihat tetap ramping.
"Lalu kenapa kalau baju ini cocok buat Nayra? Apa perduli ku?"
Naura berdecak, ia pun melangkah keluar dari butik tersebut. Namun, baru dua langkah ... kini ia sudah kembali masuk.
"Ada yang bisa saya bantu, Bu?" tanya karyawan butik tersebut.
"Bisa melakukan pengiriman ke Australia?" tanya Naura.
"Bisa, Bu."
"Berapa lama?"
"Service Express estimasi waktu 3-5 hari kerja, Bu. Untuk Service Economy 5-7 hari."
...🦋...
__ADS_1