Rahim Nayra Untuk Naura

Rahim Nayra Untuk Naura
Bab 67 - Malam Yang Indah


__ADS_3

"Kamu bilang itu bukan pernikahan Impian kamu, kenapa Sayang?" Raka memeluk Nayra dengan mesra dari belakang, ia menghirup aroma manis yang menguar dari tubuh sang istri. "Kamu nggak bahagia menikah sama aku?" tanya Raka, bahkan suara pria itu terdengar merengek manja.


"Aku tidak pernah bermimpi menikahi suami kakak-"


"Shht!" Raka menyela, ia tak mau kata-kata itu terucap lagi dari bibir Nayra.


Saat ini keduanya sudah berada dalam kamar yang selama ini mereka tempati bersama, tetapi suasana nya terasa sangat berbeda dari biasa nya apalagi karena kamar ini di dekorasi layak nya kamar pengantin.


Dengan seprei putih, taburan bunga segar, lilin di beberapa sudut ruang dan cahaya lampu yang tamaram.


"Padahal aku sangat mencintai mu, Nayra, ini adalah impian ku." Raka mengecup leher Nayra yang jenjang, membuat wanita itu melenguh lirih.


"Aku juga mencintai mu, Raka," sahut Nayra yang seketika membuat kedua bola mata Raka melotot sempurna.


Ia langsung memutar tubuh sang istri hingga menghadap nya. "Katakan sekali lagi, Sayang," pinta Raka dengan wajah yang berbinar.


Nayra mengaku pipi Raka, membelai rahang nya yang sedikit di tumbuh bulu-bulu halus. Manambah kesan seksi dan maskulin dari sang suami.


"Aku mencintaimu, Raka." Nayra berkata penuh penekanan, ketulusan dan keseriusan.


Jantung Raka berdebar kencang, hati nya berbunga-bunga mendengar ungkapan cinta sang istri yang selalu ia tunggu-tunggu itu.


"Aku sangat mencintaimu," ulang Nayra sambil tersenyum manis.


"Kenapa nggak dari dulu, hm?" Raka menarik tangan Nayra yang masih setia membelai pipi nya, ia mengecup telapak tangan Nayra dengan mesra berkali-kali. "Aku selalu menunggu di setiap hembusan napas ku, Sayang."


Nayra terenyuh mendengar ungkapan hati Raka yang selalu seperti itu, bagaimana bisa ia menolak cinta dari pria seperti nya?


"Entahlah, masih ada beberapa beban dalam hati ku sampai aku nggak bisa mengungkapkan perasaan ku dengan gamblang, Raka," tutur Nayra dengan jujur.


Beban yang ia simpan dalam hati nya memang sangat berat, sampai menghalangi dia untuk mengucapkan kata cinta pada Raka. Padahal, selama ini perlakuan Nayra sudah menunjukan betapa ia mencintai dan membutuhkan Raka. Namun, kata-kata cinta tetap tak mampu ia ucapkan karena masih ada nya rasa bersalah terhadap kedua orang tua dan kakak nya.


Akan tetapi, kini semua nya sudah jauh lebih baik. Cahaya restu dari keluarga nya sudah mulai terbit bahkan terlihat meski tak begitu jelas.

__ADS_1


"Aku tahu, aku mengerti perasaan mu," kata Raka.


Yeah, seperti biasa. Pria itu akan selalu mengerti perasaan Nayra. Akan selalu memahami apa yang di simpan wanita itu.


"Sekarang semuanya sudah jauh lebih baik, hm?" Raka membelai pipi Nayra dengan lembut, perlahan jari nya itu menyentuh bibir Nayra yang memang sudah ia kecup beberapa kali tapi ia tak pernah merasa puas dan bosan.


"Sayang, aku sungguh menginginkan nya sekarang," lirih Raka dengan suara yang terdengar parau. "Aku hampir mati menahan nya selama ini," ungkap nya sambil meringis. Raut wajah pria itu sudah berubah, bahkan tatapan nya pun mulai sayu dan berkabut.


Sementara Nayra hanya bisa menunduk malu, meski ia bukan perawan bahkan ia sudah lama tinggal bersama Raka layak nya suami dan ia sekarang sedang mengandung, tetap saja rasanya berbeda. Ada desiran tak biasa dalam hati nya.


"Apa kamu pernah menginginkan ku?" tanya Nayra, entah karena penasaran \ atau hanya sekedar menggoda.


"Bukan pernah, tapi selalu." Raka mengernyit, seolah menahan sesuatu. Bahkan, napas pria itu sudah memburu membayangkan ia akan kembali bercinta dengan Nayra. Kali ini dalam keadaan yang sangat berbeda, sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai.


"Lalu kenapa kamu tidak pernah melakukan nya? Aku selalu bersama mu selama ini." Pernyataan Nayra itu membuat Raka sedikit terkejut.


"Apa kamu akan mengizinkan ku?" tanya Raka dengan suara rendah.


Ingin bercinta?


Tentu saja Nayra pernah beberapa kali menginginkan itu karena dorongan hormon kehamilan nya dan mungkin dia akan memberikannya jika Raka meminta. Namun, tentu ia tak bisa memperlihatkan itu atau Raka akan berfikir buruk tentang nya.


"Aku sangat menginginkan nya, Sayang, tapi aku nggak berani mengajak mu bercinta. aku takut nanti kamu berfikir aku hanya mementingkan hasrat," ungkap Raka yang membuat Nayra kembali terenyuh.


"Kamu sangat mencintai ku, hm?" Nayra menarik wajah Raka kemudian memangut bibir suami nya itu tanpa permisi.


Awal nya Raka terkejut dengan penyerangan tiba-tiba itu, apalagi selama ini Nayra tak pernah melakukan nya. Namun, tentu Raka takkan menyia-nyiakan kesempatan seperti ini.


Satu tangan Raka menarik pinggang Nayra, menekan tubuh wanita itu ke tubuh nya sementara tangan yang lain menekan tengkuk Nayra untuk memperdalam ciuman nya.


...🦋...


Naura tak dapat membendung air mata nya melihat foto pernikahan Raka dan Nayra yang di posting di akun media sosial Bu Mita.

__ADS_1


Naura tidak tahu apakah air mata itu untuk melampiaskan rasa sakit hatinya pada Raka atau justru terharu karena Nayra mengenakan gaun yang ia kirim untuk nya.


Bahkan, ada satu foto Nayra yang sedang menghadap cermin sambil memegang gaun yang ia pakai. Seolah Nayra sangat menyukai gaun itu.


"Ck!" Naura berdecak kesal, ia melempar ponsel nya kemudian merangkak naik ke atas ranjang.


Awal dari hidup Nayra adalah akhir dari segala nya untuk Naura, akhir dari harapan nya untuk kembali pada Raka. Akhir dari semua angan-angan untuk bahagia bersama dengan pria yang sangat ia cintai sampai detik ini.


Bahkan, mungkin ini adalah akhir dari persaudaraan nya dengan Nayra.


Naura mengambil bantal, ia menutup wajah nya sendiri kemudian berteriak sekencang mungkin untuk melampiaskan apapun yang membuat dada nya kini terasa begitu sesak.


Naura menangis sejadi-jadi nya di balik bantal itu, ia menjerit sekuat tenaga. Seolah air mata dan suara jeritan nya itu bisa membawa pergi luka nya.


...🦋...


Sementara di sisi lain, Raka dan Nayra kini asyik memdu kasih. Menyatu dalam perasaan cinta dan gairah yang begitu dalam dan menggebu, kedua nya merasa bebas, beban telah terangkat.


Kedua nya tak lagi ragu untuk mengungkapkan cinta itu lewat sentuhan tangan, bibir, dan suara lenguhan juga rintihan mesra dari kedua nya.


Jiwa mereka pun menyatu dengan sempurna, seperti penyatuhan tubuh mereka yang kini bermandikan keringat dan mengkilap meski AC kamar itu menyatu.


Kedua nya saling menatap penuh cinta juga gairah yang bercampur menjadi satu. Napas mereka terengah, memburu dan mereka tersenyum penuh kepuasan.


"Aku mencintaimu, Sayang, aku sangat mencintaimu." Ungkapan cinta tak pernah lupa Raka ucapkan setiap kali ia memasuki sang istri, pelan tetapi dapat membuat Nayra melayang.


"Aku mencintaimu, Raka, Sayang."


...🦋



...

__ADS_1


__ADS_2