Rahim Nayra Untuk Naura

Rahim Nayra Untuk Naura
Bab 58 - Hidup Masing-masing


__ADS_3

"Hai, Ra?"


Naura yang saat ini sedang berbincang dengan salah satu pelanggannya langsung menoleh ketika mendengar suara Nita.


"Hai, Nit," sapa Naura dengan senyum lebar di bibirnya.


"Ada acara nggak?" tanya Nita sembari mendekati Naura.


"Nggak ada, kenapa?" Naura balik bertanya sembari mengambil salah satu tas bermerk untuk ditunjukin pada customer nya itu.


"Yang ini bagus banget, baru datang dari Paris," ujar Naura pada customernya yang tampak dari keluarga kaya.


"Wow, aku suka desain dan warna nya," sahut sang pelanggan.


Nita yang melihat temannya itu sedikit sibuk akhirnya memutuskan untuk menunggu Naura selesai sambil melihat-lihat barang di butik.


Akhir-akhir ini Naura memang tampak berbeda dalam melayani pelanggan butiknya, dulu hanya sesekali atau hanya orang tertentu yang Naura layani secara langsung. Namun, sejak bercerai dari Raka, Naura seolah selalu mencari kesibukan dengan berbagai cara.


Setelah selesai melayani pelanggan nya, Naura menghampiri Nita yang sedang melihat beberapa tas.


"Banyak yang baru lho, Nit," kata Naura. "Baru datang dari Paris."


"Bagus-bagus banget, sampai aku bingung mau pilih yang mana." Nita mengambil salah satu tas yang berwarna hitam dengan model klasik.


"Yang ini bagaimana?" tanya Nita.


"Bagus, kaya nya kamu juga belum punya tas yang model klasik." Naura mengambilkan tas yang sama tetapi dengan warna yang berbeda. "Kamu pilih deh yang mau mana, aku kasih diskon 25%."


Mata Nita tentu berbinar mendengar apa yang dikatakan oleh Naura. "Ih, kamu baik banget deh, Ra," kata Nita girang.


"Hari ini aku beli tas sama baju deh, tapi baju santai," ujar Nita.


"Oke," sahut Naura sambil terkekeh. "Oh ya, kenapa tadi kamu nanya aku sibuk apa nggak?"


"Aku mau ngajak kamu makan siang ke restoran jepang yang baru buka itu, katanya enak loh makanan nya. Rame lagi," papar Nita dengan semangat.


"Astaga, kalau soal makanan kamu nggak pernah mau ketinggalan, Nit."


"Iya dong, kita hidup butuh makan dan kita makan untuk hidup."

__ADS_1


Naura langsung tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh temannya itu, ini memang bukan yang pertama kalinya Nita selalu bersemangat saat ada restoran yang baru buka. Dia pasti akan mengajak Naura makan di sana sepuas nya.


"Iya, nanti kita ke sana saat jam makan siang," kata Naura sambil melirik jam tangannya, masih jam sepuluh pagi.


"Nanti rame banget, Ra, sekarang aja, ya," bujuk Nita. "Kamu juga pasti belum sarapan."


Memang benar, Naura belum sarapan. Sejak tinggal sendiri, waktu makannya tidak teratur. Dulu, saat menjadi istri Raka, selalu ada yang menyiapkan sarapan dan ia selalu makan bersama dengan Raka. Begitu juga saat tinggal dengan orang tua nya.


Namun, setelah tinggal sendiri, Naura sering malas makan.


"Ya udah deh, ayo."


...🦋...


Raka menemani Nayra memeriksa kandungan nya, mereka sangat senang karena perkembangan janin nya sangat baik.


Tak lupa Dokter juga mengingatkan agar Nayra mengkonsumi makanan yang sehat dan menghindari makanan siap saji.


Tentu saja Raka sudah memastikan apa yang dikonsumsi Nayra hanya makanan yang baik.


Setelah memeriksa kandungan nya, Raka membawa Nayra jalan-jalan karena selama ini wanita itu hanya di rumah saja.


"Sayang, kamu punya nama impian nggak buat anak kita nanti?" tanya Raka.


"Apa?" Raka bertanya dengan antusias.


"Bobo." Jawaban Nayra itu membuat Raka langsung melongo.


"Jelek amat, Nay, masa anak kita mau dikasih nama Bobo?" pekik Raka.


Nayra tertawa melihat raut wajah Raka yang terlihat sangat lucu di matanya.


"Sebenarnya itu bukan nama buat anakku," kata Nayra. "Tapi untuk hamster, dulu aku pengen rawat hamster yang gemuk dan mau aku kasih nama Bobo, tapi nggak boleh sama mama."


"Astaga," gumam Raka.


Keduanya pun tertawa bersama, sampai akhir nya Nayra tidak sengaja melihat sepasang saudara kembar identik yang sedang makan es krim bersama.


Satu es krim untuk dua orang, Nayra tersenyum melihat anak-anak itu yang mengingatkan pada masa kecil nya.

__ADS_1


Dulu ia dan Naura juga sering membeli satu es krim dan mereka menikmatinya bersama.


Apa kabar kakaknya itu sekarang?


"Sayang?" Raka melambaikan tangannya di depan Nayra karena wanita itu terlihat melamun. "Nay?"


"Eh- iya, kenapa?" tanya Nayra gelagapan.


"Kamu kenapa? Kamu capek? Mau pulang?"


Nayra menoleh, dia menatap Raka lekat-lekat.


Pria ini dulu adalah kakak iparnya dan sekarang menjadi calon suaminya, itu semua menyebabkan dia harus hidup seperti wanita sebatang kara padahal orang tuanya masih lengkap bahkan ia punya seorang kakak.


"Kenapa, Sayang?" tanya Raka sekali lagi, ia tampak cemas dengan perubahan raut wajah Nayra.


"Aku pulang." Nayra langsung bergelayut manja di lengan Raka, bahkan ia menyenderkan kepalanya di lengan pria itu.


Raka pun langsung merangkul pundak wanita itu dengan lembut, bahkan sesekali ia mengecup pelipis Nayra dengan mesra.


"Kapan mama kamu mau ke sini?" tanya Nayra kemudian.


"Mungkin dua atau tiga hari lagi, soalnya papa lagi sibuk banget katanya," papar Raka. "Kenapa, Sayang? Kamu mau sesuatu dari rumah?"


"Aku cuma kangen sama mama kamu." Nayra menjawab sambil tersenyum samar.


Sebenarnya, ia merindukan sang ibu dan sekarang hanya dari ibunya Raka lah Nayra dapat merasakan kasih sayang seorang ibu. Rasa rindu pada ibu kandungnya sedikit terobati saat ia berbicara dengan Bu Mita.


Raka pun mengerti rasa rindu yang dipendam Nayra pada orang tua nya selama ini.


"Nanti kita telfon Mama, ya," ujar Raka.


"Hem," jawab Nayra mengangguk pelan.


Sementara di sisi lain, Bu Irna sedang membuka kembali album foto lama keluarganya.


Ia tersenyum saat melihat foto Nayra dan Naura yang sangat lucu, kebersamaan mereka dulu adalah hal paling inah dalam hidup Bu Irna. Saat mereka bermain bersama, bertengkar, baikan dan terkadang saling mendiamkan tetapi pasti berakhir dengan pelukan dann mereka akan kembali bermain dan belajar bersama.


Namun, sekarang kebersamaan seperti itu takkan terjadi. Setelah drama panjang, hinaan, luka dan air mata. Sedikit saja cahaya harapan seolah tak ada dalam hidup mereka.

__ADS_1


"Apakah kalian akan tetap berpisah seperti selamanya?"


...🦋...


__ADS_2