Re [Life] : Incarnation

Re [Life] : Incarnation
Dunia Baru


__ADS_3

"Ah.... lelahnya...."


Gumam Ku sambil membuka pintu rumahku.


Namaku Hans, seorang pegawai negeri di sebuah kementrian. Biasanya aku pulang pada sore hari, tetapi karena pekerjaan hari ini cukup banyak, aku pulang sedikit lebih lambat dari biasanya.


"Sepertinya nanti malam tidak ada kegiatan.."


Biasanya setelah pulang aku akan mandi, lalu makan malam, setelah itu tinggal memastikan apakah ada kegiatan atau tidak. Aku juga merupakan seorang gamer mmorpg yang aku mainkan di pc milikku.


Nama karakter yang aku gunakan adalah Luke. Jobnya adalah swordman. Dalam game, aku adalah pemain peringkat 5 teratas. Aku juga seorang solo player, aku sangat jarang bermain party bersama teman. Ras yang aku gunakan adalah manusia.


"Sepertinya aku akan bermain game hingga larut... sekalian besok hari libur."


Aku segera menuju ke kamar mandi.


"Ah.... segar. Seperti kembali hidup setelah terkena air ini..."


Sambil mengusap usap rambutku menggunakan Shampo.


Dalam game mmorpg itu sendiri terdapat beberapa ras yang dapat dipilih oleh player. Ras itu terdiri dari Elf, Dwarf, Demon, Manusia, Phanterian, Dragonkin dan Beastman lainnya. Tujuan game ini adalah mencegah kebangkitan dari Raja Iblis. Ras beastman terdiri dari manusia setengah hewan sama seperti phanterian dan dragonkin, namun tergolong ras yang tidak begitu terkenal.


Untuk ras Demon, mereka berbeda dari Klan Iblis. Klan Iblis adalah makhluk sihir, dan biasanya mereka berkelompok dengan tujuan membangkitkan Raja Iblis.


"Ah... aku tidak memiliki sesuatu untuk dimakan..."


Setelah mandi, aku segera mengecek makanan di dalam kulkas. Sepertinya malam ini aku harus makan dengan mie instan.


Game mmorpg yang aku mainkan bernama World War Online atau biasa disingkat WWO. Levelku 350, sedangkan untuk pemain peringkat 1 dia berlevel 500. Untuk menaikkan level di dalam game ini cukup sulit, pemain harus melawan beberapa iblis. Game ini merupakan game pay to win, walaupun bisa dibilang harganya murah untuk membeli item.


"Mie Instan memang yang terbaik...."


Aku meletakkan mie yang aku buat di meja dekat pc. Sambil menghidupkan pc aku duduk dan mulai memakan mie instan tersebut. Setelah memakannya habis sambil memainkan game, aku segera menuju dapur untuk mencuci piringku.


"Huft...."


Aku menghela nafas, lalu kembali ke meja pc ku untuk melanjutkan permainanku. Selama beberapa jam, mataku terasa berat. Aku melihat pada jam di dinding atas pc ku.


"Masih jam segini kenapa sudah berat mataku..."


Aku mengusap usap mataku, lalu mematikan pc ku untuk tidur.


"Aku rasa sudah cukup untuk hari ini."


Sambil berdiri aku menuju ke kamar mandi untuk menggosok gigiku. Suasananya sangat sepi, Ruangan yang aku pakai adalah dapur, ruang tidurku, ruang tengah untuk bermain game, dan kamar mandi.


Setelah itu, aku segera masuk ke dalam kamarku. Sambil menutup pintu kamarku aku memejamkan mataku untuk sementara, lalu kemudian berjalan ke arah tempat tidur.


"Tempat tidur adalah yang terbaik."

__ADS_1


sambil mengucapkannya aku segera memejamkan mataku.


...****************...


aku terbangun karena suara berisik yang aku dengar. Terdengar samar samar, tetapi terlihat jelas.


"Lihat, bayi kita terlahir dengan sehat!"


Suara pria itu sangat bahagia.


"Huft.... huft... huft... sayang, mari kita beri nama bayi kita."


Suara wanita itu terdengar terengah-engah.


Karena suara itu aku membuka mataku lebar-lebar. terlihat seorang pria yang sedang menggendongku. Dia memiliki wajah yang lumayan tampan.


"Wawa... Uwa.... Uwa.... Uwa... (Tunggu! bukannya aku berada di kamarku!?)."


"Oh, maafkan aku... kamu ketakutan ya..."


Pria itu segera menurunkan aku dan menaruhnya di samping seorang wanita cantik. Nafasnya masih terengah-engah seperti pada mulanya.


"Uwa.... uwa... uwa.... (Tunggu bukan itu maksudku!!)."


"Ara, lihat anak kita menangis..."


Walaupun aku berbicara, suaraku masihlah seperti seorang bayi yang hanya bisa menangis. Setidaknya aku harus menunggu hingga umurku 4 tahun.


...****************...


Kini aku telah berumur 4 Tahun. Dari apa yang aku dengar, nama ayahku adalah Chrome, dan nama Ibuku adalah Lucia. Mereka berdua adalah warga di desa kecil bernama Halm, juga seorang mantan petualang.


"Luke, Ayo bangun..."


Seseorang membangunkan ku dengan suara lembut.


"uhn.... ah... ibu, selamat pagi..."


"ya, selamat pagi Luke."


Sambil membuka mataku, aku kemudian duduk lalu mengusap mataku.


Namaku di kehidupan Kedua ku ini adalah Luke. Entah itu kebetulan tetapi aku percaya, dunia ini adalah dunia WWO. Aku membaca beberapa buku di rumahku, sepertinya itu adalah buku tentang petualang.


"Sarapan sudah siap loh, ayah juga sudah berangkat."


"Baiklah...."


Aku segera menuju ruang makan. Terdapat satu piring berisi sebuah kentang rebus. Kami semua biasanya sarapan dengan kentang rebus, karena harga daging sangatlah mahal. Kota juga jauh dari sini.

__ADS_1


...****************...


Kini aku telah berumur 15 tahun. Di dunia ini, umur 15 tahun sudah dianggap dewasa. Cita-citaku adalah menjadi petualang. Ayah dan ibuku juga merupakan mantan petualang. Untuk ayahku merupakan mantan S-rank, dan ibuku adalah A-rank.


"Tetapi, tidak terasa anakku sudah sebesar ini ya..."


"Yah... Waktunya berjalan cukup cepat ya..."


Saat ini kami sedang merayakan hari terakhirku di desa Halm ini.


"Ahaha... Sepertinya memang begitu ya..."


Ucapku sambil sedikit tertawa.


Menurut cerita ayahku, petualang memiliki 6 tingkatan. Untuk tingkatan pemula biasanya adalah E-rank, dan quest yang bisa diambil oleh rank itu hanyalah mencari tanaman obat. Untuk menaikkan E-rank menjadi D-rank, kami para petualang E-rank harus menerima quest mencari tanaman obat sebanyak 10 kali quest.


Jika quest tersebut terpenuhi, maka petualang itu akan meningkat menjadi D-rank. Quest D-rank sendiri sudah meningkat, yang sebelumnya hanya mencari tanaman herbal atau obat, pada D-rank kamu bisa menerima quest perburuan.


"Saat berangkat nanti, jaga dirimu ya nak."


Sambil mengambil piring milik ayah, ibu mengucapkannya.


"Tentu saja, ayah dan ibu juga jaga diri kalian."


Ucapku sambil meminum segelas air.


Pada kenaikan, kamu juga akan di test cara bertarung mu oleh Guild Master sebagai bukti, bahwa kamu bisa menghadapi monster yang menyerang. Tetapi jika kamu gagal, maka kamu tidak akan naik rank hingga kamu bisa menggunakan senjata, walaupun tidak ada yang mengajari.


"Kalau begitu sana tidur. Besok kamu harus berangkat pagi-pagi loh."


Ucap ibu sambil mencuci piring milik ayah.


"Kalau begitu, selamat malam ibu dan ayah."


setelah mengucapkannya, aku segera meninggalkan kedua orang tua ku yang masih di ruang makan kamarku.


"huft... besok aku harus meninggalkan desa ya..."


aku bergumam pada diriku sendiri.


Besok aku berangkat bersama paman Kai. Paman Kai adalah seorang pedagang yang kebetulan lewat di desaku. Tujuannya adalah Kota terdekat dari desa Halm, kota Yuma.


Kota Yuma sendiri merupakan kota yang lumayan besar. Wilayah desa Halm dan kota Yuma sendiri berada di kerajaan Asma. Wilayah desa Halm berada di dekat perbatasan dengan kekaisaran.


"Aku tidak sabar mencoba gaya bertarung ku di kota nanti..."


sambil bergumam, aku kemudian terlelap dalam kegelapan.


continue....

__ADS_1


__ADS_2