![Re [Life] : Incarnation](https://asset.asean.biz.id/re--life----incarnation.webp)
Sebuah pohon hidup selama ratusan tahun yang kini telah menjadi pusat dari kota perdagangan Erefu. Dipercaya pohon ini telah melindungi kerajaan itu dari semua marabahaya mulai dari serangan monster, perburuan budak, hingga invasi kerajaan lain. Bahkan dipercaya bahwa pohon ini adalah pohon sakti nan keramat yang dipuja puja oleh para penduduk elf. Suatu ketika ada sebuah teori yang menyebutkan bahwa pohon tersebut memiliki sangkut paut dengan mana yang mengalir di seluruh dunia.
Teori tersebut menyebutkan aliran mana tersebutlah yang menyebabkan ras Elf memiliki umur yang sangat panjang dibanding ras lain seperti dwarf, Phanterian/beast, iblis, dan manusia. Karena keunikannya tersebut, pohon tersebut menjadi sebuah hal yang sangat dilindungi oleh mereka, bahkan sang raja menempatkan prajurit untuk menjaga pohon tersebut. Pohon tersebut terkenal dengan sebutan 'the great tree' juga disebut 'the source'.
.
.
.
.
Hari hari berjalan seperti biasa dengan kesibukanku sebagai raja yaitu mengurus dokumen dokumen penting yang sangat amat membosankan, belum lagi urusan makanan yang akhir akhir ini sedikit menurun penghasilannya. Yah apapun itu.
"Yang mulia, makan pagi sudah siap, mohon segera ke ruang makan, yang lainnya menunggu anda."
Ucap salah satu pelayan yang sedang bertugas. Baiklah mari kita mulai hari ini dengan rutinitas.
"Selamat pagi, Yang mulia!" Ucap beberapa maid yang menyapaku sembari memberi hormat.
Ketika sampai di meja makan, aku bertemu dengan sang ratu 'Eleonore', bersama anakku yang bernama Thalien La Erefu. Kami sedikit mengobrol sembari sedikit melepaskan stress yang terbendung dalam diriku.
Sore harinya, terdengar suara ledakan yang disusul dengan prajurit yang lari memberitahuku tentang sebuah serangan dari kekaisaran.
"Yang mulia! Harap beri perintah evakuasi! Kekaisaran menyerang dengan beberapa pasukan!"
"Bagaimana keadaannya?"
"Baik! Belum ada korban jiwa untuk saat ini!"
"Lakukan evakuasi secepatnya, tekan pasukan kekaisaran lalu pukul mundur mereka. Jika bisa jangan bunuh mereka."
"Baik! Yang mulia! Segera dilaksanakan!"
Ucap prajurit itu dengan hormat lalu kembali keluar ruangan. Ada apa lagi sore ini? Menambah kerjaanku dan aku sangat geram dengan perbuatan kekaisaran, apa mereka melakukan dekrit karena dewa Chronos masih belum ada tanda akan menyerang?
Aku sedikit khawatir dengan kejadian ini, setidaknya jangan sampai ada penduduk yang tewas...
.
__ADS_1
.
.
.
Pagi hari sebelum serangan dimulai, aku melakukan aktifitas seperti biasa, setelah makan siang, aku segera menuju ke tempat pelatihan negara dan di tempat itu aku bertemu dengan seseorang yang mengenakan jubah dan tudung yang sedikit mencurigakan, Tujuanku disini adalah berlatih sekuat tenaga, mencari bawahan yang kuat, lalu mengadakan kudeta, melengserkan ayahku, dan menjadikanku raja baru secepatnya.
"Hei, bukankah kamu tertarik untuk menjadi raja baru?"
Ucap orang itu mendekat.
"Hmph! Apa mau mu?"
"Kekeke, aku hanya ingin memberimu sesuatu agar kamu bisa menjadi raja dengan lebih cepat!"
Ucapnya samar samar.
"Hou? Benarkah itu? Apa yang kamu tawarkan untukku menjadi raja baru?"
"Tentu saja bawahan, dan juga bubuk ini."
"Dengan ini kamu akan membuat raja menjadi sibuk dan kamu dapat melakukan pemberontakan dengan lebih efisien, kekeke!"
Hm... Mencurigakan....
"Tch! Baiklah! Aku terima, kapan bantuan itu akan datang? Dan apa yang sebenarnya kamu inginkan?"
"Simpel, seorang elf dengan rambut biru bersama seorang manusia bodohnya!"
Ucapnya.
"Oh? Aku tidak mengenalnya, terserahlah, urusanku selesai, lakukan semua mu!"
Yang kemudian pria aneh itu berjalan dengan senangnya. Hah! Dengan ini aku akan memenangkan takhta! Tunggu saja kamu raja tua!
"Tuan Muda! Apa yang akan anda lakukan disini? Disini adalah tempat sakral."
Hm... Prajurit...?
__ADS_1
"Emh... Emh.. Aku hanya ingin berdoa."
Ucapku sambil menggelengkan kepala.
"Baiklah jika itu mau anda."
Mereka membukakan pintu untukku masuk dan kemudian menutupnya rapat rapat. Di dalam pohon kehidupan terdapat sebuah batang di tengahnya dan sepertinya aku haru menaburkannya disitu.
"Oke, jadilah berguna untukku."
Yang kemudian setelahnya aku keluar dari ruangan itu untuk segera pergi.
.
.
.
.
"Yang mulia!"
Seseorang mengetuk pintu dengan paniknya. Sekarang apa setelah serangan tadi? bukankah aku mengutus prajuritku untuk mengatasinya?
"Masuklah, jelaskan apa yang ingin kamu sampaikan!"
"Yang mulia! Pohon Dunia menunjukkan gejala yang aneh! Seakan layu dan daunnya berjatuhan!"
Ucapnya sambil membungkuk.
Mustahil! *Deg! Apa!? Makhluk kuat? Apa ini? Biarlah dahulu!
"Baiklah mari kesana dahulu."
Akhirnya kami sampai di dalam pohon Dunia yang hampir sekarat. Oh, Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi? Mulai dari penyerangan kekaisaran, makhluk kuat yang berada di kerajaan ini, dan pohon Dunia yang semakin sekarat. Apakah ini akhir dari kerajaan ini? Tidak, aku harus berpikir bagaimana caranya agar negara ini selamat! Aku adalah raja dan aku harus bertanggung jawab!
Karena Sulit untuk menemukan informasi dari perpustakaan biasa, aku akhirnya pergi ke perpustakaan terlarang untuk mencari tau bagaimana cara menghidupkan kembali pohon Dunia yang semakin sekarat. Ketika tengah mencari buku, aku menemukan buku silsilah keluarga Kerajaan ini dari awal berdirinya hingga ke aku sendiri. Namun, aku menemukan hal janggal pada garis keturunan ini, terdapat tempat kosong di leluhur pertama. Dan ketika aku melihatnya secara seksama, nama 'Meli' muncul dengan sedikit pudar. Apakah ini sihir?
Seketika itu juga, aku memerintahkan semua prajurit untuk memukul mundur pasukan kekaisaran, juga mencari seseorang bernama Meli di kerajaan ini.
__ADS_1
Continue....