![Re [Life] : Incarnation](https://asset.asean.biz.id/re--life----incarnation.webp)
Setelah sedikit memandangi wajah tidur mereka berdua, aku menolehkan pandanganku ke arah yang berlawanan. Dari belakang tubuhku, aku kemudian berbalik dan melihat rombongan prajurit kemari. Tanah sedikit bergetar karena derap mereka.
"Tidak kusangka, mereka akan datang secepat ini... Eh? Tunggu... Bukannya..."
Aku kemudian melihat kembali dengan teliti. "Lambang kerajaan?" Adalah pertanyaan yang muncul di benakku. Para prajurit itu memakai armor lengkap dengan simbol kerajaan di armor dada sebelah kiri.
"Eh!? Jangan-jangan.... Pasukan kotanya...."
Aku menahan perkataan ku dan terus memandangi prajurit itu. Terlihat sekilas dari tempatku. Seorang Makhluk iblis? yang muncul di sisi kanan dan kiri dekat hutan.
"Makhluk iblis?"
Ucapku bertanya pada diriku sendiri. Aku tidak tahu apa yang mereka rencanakan. Yang pasti aku tidak ingin hidupku terlibat pada hal merepotkan yang menyebabkan Zena dan Meli harus ikut atau harus melarikan diri.
.
.
.
.
.
Sang prajurit telah melihat dari kejauhan Kemah para warga, tetapi mereka tidak menyadari bahwa para warga ini digunakan sebagai jebakan oleh makhluk iblis.
"Oh!?"
Para prajurit senang dengan apa yang mereka lihat di depan mereka. Sementara sang perempuan meneteskan air mata bangga karena berhasil menyelamatkan nyawa orang-orang.
Mereka tidak tahu bahwa makhluk iblis akan menyerang jika mereka mendekat ke para warga. Tetapi hal itu tidak terpikirkan, mereka dengan senang terus melangkah hingga akhirnya sampai.
Mereka tampak senang karena perjalanan mereka tidak sia-sia. Tapi, dilain sisi, serangan telah menunggu. Mereka telah sampai di dekat perkemahan warga dan kemudian sedikit berbincang bincang kepada beberapa warga serta memberikan makanan bantuan dari kerajaan. Para warga senang dan menerima semua bantuan tersebut.
"Terima kasih!!"
Ucap salah satu warga. Dia menjadi senang dan kemudian membagikannya kepada seluruh keluarganya. Kebahagiaan menerpa hingga membuat seluruh warga kota menjadi senang.
"Dengan begini, kita akan berpindah ke area yang lebih jauh. Semuanya! Setelah makan siang ini kalian akan ikut dengan kami!"
Teriak sang kapten. Mereka semua mengangguk dengan senang lalu segera memasak bantuan yang diberikan. Namun itu hanyalah kesenangan sementara. Semuanya telah direncanakan oleh pasukan makhluk iblis.
.
.
.
.
"Dengan begini mereka akan berpikir bahwa semuanya sudah aman. Tetapi itu salah, kita akan bersiap menyerbu."
Ucap salah satu komandan dari pasukan A. Sesuai rencana, mereka telah berpecah menjadi 2 pasukan. Pasukan A bertugas mengintai dan menyergap, sedangkan pasukan B akan bersiap membantu pasukan A.
Semuanya telah siap di posisi dan kemudian sang komandan mengacungkan tangannya dengan telapak tangan menghadap ke depan.
"...."
Para makhluk iblis memperhatikannya dengan fokus lalu, telapak tangannya kembali diturunkan sebagai isyarat untuk menyerang. Para makhluk iblis kemudian mengangguk satu sama lain dan segera berlari dari persembunyian.
__ADS_1
"Hya!!!"
Mereka berlari dengan mengarahkan pedang mereka ke depan Sehingga mereka dapat menerobos dengan mudah.
Sang kapten dari kerajaan segera menoleh dengan panik mendengar suara teriakan yang sangat keras disertai derap langkah yang menyusul.
"Ap-!? Semuanya!! Bersiap untuk penyerangan!"
Sang kapten berteriak dan mengangkat pedangnya. Namun itu terlambat. Seluruh pasukan yang bertugas telah terbunuh dengan cepat dan pasukan makhluk iblis yang menyerbu berhasil menerobos.
Sang kapten yang melihat keadaan itu segera menuju medan tempur tetapi sebelumnya dia berkata kepada perempuan prajurit kota yang ia sembuhkan.
"Bawalah mereka semua ke tempat yang jauh."
"Tapi! Bagaimana dengan–"
Sebelum sempat melanjutkannya, sang kapten memejamkan matanya lalu menggelengkan kepalanya.
"Ini perintah langsung dari komandan kerajaan dan keegoisanku semata. Jika aku memang tidak kembali maka, segeralah melapor kepada raja sertakan juga kami semua yang sedang menekan para makhluk iblis ini."
Setelah mengatakan semua itu dia berbalik tanpa rasa takut melangkah maju lalu menarik pedangnya dengan gagah berani.
"Setidaknya biarkan ini menjadi akhir dari hidupku yang tidak berguna ini."
Lanjut sang kapten lalu tersenyum berani. Dia telah membuang ketakutannya dan bersiap untuk mati. Perempuan itu menangis, lalu terduduk sambil meratapi kepergian sang kapten yang kemudian bertarung dan mengalahkan beberapa makhluk iblis bersama para prajurit.
"Semuanya!! Komandan memberi perintah! Ikuti aku kemanapun aku pergi!!"
Setelah menegarkan hatinya dan mengelap matanya dari air mata, dia mengatakannya. Dia tidak ingin mereka mati sia-sia karenanya.
...****************...
Ucapku dari jauh yang sedang melihat gerak-gerik mereka dari pohon tempat Zena dan Meli tertidur. Aku menyaksikan semua kejadian itu, dan ucapan perempuan itu. Sepertinya dia adalah prajurit kota yang selamat ya...? Pikirku dalam hati. Tetapi aku segera beralih dari itu.
"Tcih!! Sial!"
Aku segera berbalik dan mendekat ke Zena yang tertidur.
"Zena, Oi, bangunlah. Para pasukan iblis kembali menyerang."
Ucapku Sambil menggoyangkan badannya.
"Hmng...? Luke? Ada apa...?"
"Bukan waktunya, cepatlah siapkan pedangmu, kita akan segera berpindah."
"Eh? Ada apa?"
Zena masih dalam keadaan setengah sadar tetapi dia berusaha untuk berdiri.
"Tidak ada waktu, aku akan menggunakan sihir orisinil milikku."
"Eh?"
Sementara sudah berdiri tetapi masih bingung, Aku mengucapkan [Storage]. Lalu barang barang tersebut menghilang dan masuk ke dalam ruang dimensi.
"Oke, aku akan menggendong Meli."
Aku segera mengikat kedua pedangku di pinggangku, lalu menggendong Meli di punggungku.
__ADS_1
"!? Luke, mereka juga menyerang dari belakang!"
Sambil menggoyangkan bahuku yang baru saja berbalik.
"!? Sial!"
Aku segera menggendong Meli dengan cepat lalu berlari sambil menggandeng tangan Zena dengan terburu-buru.
"Kemana kita akan pergi?"
Sambil menoleh ke arahku.
"Kita akan masuk ke rombongan dan meminta bantuan mereka."
Ucapku Sambil berlari.
"Sial!! Mereka semakin mendekat."
Lanjutku setelah menoleh ke arah pasukan makhluk iblis itu.
"Hmng.. Papa... Kenapa anginnya bertiup sangat kencang? Dan lagi kenapa banyak suara kaki?"
"Oh, jangan menoleh ke belakang oke?"
Ucapku sambil sedikit terengah-engah. Aku tidak mengganti mode bernafas ku sama sekali...
"Memangnya kenapa..?"
"Ah, itu..."
"Kita sedang dikejar oleh pasukan jahat, mereka sangat menyeramkan jadi jangan menoleh, ok?"
Zena yang tangannya sedang ku pegang mengucapkannya sambil berlari.
"Hm? Baiklah."
Gadis yang penurut... Aku senang dia tidak menoleh... Banyak darah mengalir dari wajah dan badan mereka.. Sebenarnya apa yang mereka lakukan sebelumnya? apakah mereka tidak membersihkan dirinya dahulu?
Oh! Sudah dekat!
Kami kemudian segera mendekat ke arah prajurit itu.
"Permisi! Aku memiliki laporan baru! Pasukan makhluk iblis telah datang dari arah berlawanan."
Ucapku tanpa memikirkan kondisiku.
"Apa katamu!?"
"Pasukan jahat datang~?"
Ucap Meli dengan nada kekanak-kanakannya.
Para warga segera menjadi panik dan berbisik "Apa yang harus kita lakukan?" "Bagaimana ini...?" Mereka menjadi takut akan semua itu.
"Sial... Mereka terlalu cepat menyerang... Tidak ada kesempatan untuk lari, ya...?"
Sang Prajurit menggigit tangannya dengan frustasi.
Apa keputusannya? Pikirku dengan panik dan melihat Zena yang sedang kebingungan. Apa yang harus kami lakukan jika kita harus melawan? Apakah aku dapat melindungi keluarga ku? Ataukah aku harus mengorbankan nyawaku? Beberapa pertanyaan muncul dari benakku. Beberapa pertanyaan membuatku takut akan hal itu dan membuat tanganku gemetar.
__ADS_1
Continue....