Re [Life] : Incarnation

Re [Life] : Incarnation
Serangan Orc Lord


__ADS_3

"Oh, hebat juga kamu Sera."


Ucapku saat melihat Sera yang kembali mendekat ke arahku. Dengan pedangnya yang berat diseret di tanah.


"Aku sedikit lega... Lagipula aku memang dari awal memiliki dendam kepada makhluk iblis. Jadi aku sangat bersemangat saat diberikan misi ini."


Ucapnya.


"Ah, kalian berdua. Terima kasih telah datang menyelamatkan kami."


Ucap sang komandan. Dia sedikit menunduk memberikan hormat kepada kami berdua.


Saat aku ingin melanjutkan ucapan ku, aku terhenti karena getaran yang sangat amat besar. Seperti gempa tapi juga seperti derap langkah raksasa.


*Bdung!! *Bdung!!


"Ada apa ini?"


Sang kapten yang merasakan getaran kebingungan."


"Ap-!? Hiat!"


Sera yang terkejut segera menebas sebuah anak panah yang datang dari depan.


"Tcih! Sangat berbahaya tadi."


Lanjutnya.


"!?.... Besar...."


Aku terkejut dengan makhluk iblis satu ini. Sangat besar!! Bentuknya menyerupai babi dengan tubuh manusia, dia memakai armor lengkap. Pastinya itu sangat merepotkan karena armor kecil saja sangat sulit menggoresnya apalagi sebesar ini. Sesaat getaran berhenti saat dia berhenti.


"Hmph! Manusia lemah, Matilah!!"


Begitulah ucapannya.


Tangannya mengepal lalu ditariknya keatas bahunya dan meluncurkannya kearah aku, Sera, dan komandan itu.


"Apa-apaan itu!? Bukankah terlalu besar!?"


Sera mengucapkannya dengan sangat terkejut. Bahkan sang kapten tidak bergerak.


Aku harus bagaimana!?


Tinjuan terus melaju hingga akhirnya semakin dekat. Lalu ketika tinju itu akan menyentuh kami, angin deras melewati kami dan langsung mengarah ke kepalan tangan itu.


*Swoshhh!!!


Angin kuat berhembus ketika kepalan itu terhenti, terlihat Master sedang menahannya menggunakan kepalan tangan juga.


"Kukh! Tidak, aku, sangka... Orc lord..."


Ucap master dengan nada kewalahan.


"Orc lord!?"


Sang kapten berteriak terkejut, lalu disusul dengan Sera. Orc lord?


Seekor monster unik? Adalah isi pikiranku. Aku tidak terlalu mengerti, lagipula aku tidak pernah diberi tahu.


"Kalian...! Segeralah meminta, bantuan!"


Suaranya makin tidak tahan. Sial! Aku harus bagaimana!


"Baik!"


Sera segera berlari menggapai kuda, dan sang komandan mengumpulkan pasukan. Sementara aku hanya terdiam karena bingung.


.


.


.


.


Aku duduk di sebelah Zena. Sedangkan Meli berada di antara Zena dan Yuni.


"Sepertinya sangat enak."


Ucapku lalu mengambil satu dari empat sandwich itu.

__ADS_1


"Sangat enak, papa!"


Ucap Meli menanggapi ku sambil memakannya.


"Hm! Benar, ini sangat enak!"


Ucapku sambil mengunyah nya.


"Itu berlebihan, tidak seenak itu..."


Zena mengatakannya dengan malu sementara itu Yuni tertawa.


"Tetapi ini bahkan lebih enak daripada saat aku membelinya..."


Ucapku memandangi sandwich itu. Sandwich itu adalah buatan Zena kemarin. Saat itu aku yang membantunya membuat saat di tenda.


"Ngomong-ngomong, kondisi di sana bagaimana ya..? Aku penasaran..."


Ucap Yuni sambil memasukkan sisa sandwich nya ke mulutnya.


"Firasat Ku juga tidak enak..."


Ucapku sambil memakan sandwich di tanganku.


Apa yang sebenarnya terjadi? Seperti ada yang mengganjal pikiranku. Aku sedikit melamun karena pikiranku.


Zena yang memandangiku, sedikit khawatir lalu memanggilku.


"Luke, ada apa?"


Dia menyentuh tanganku yang aku letakkan di rumput. Sekarang tanganku ditindih oleh tangannya.


"Tidak, tidak apa-apa."


Ucapku tersenyum lalu kembali memakan sandwich.


Angin berhembus tenang melewati kami. Sejuk...


Akhirnya kami menghabiskan waktu dengan bersantai bersama. Yah... Aku menikmatinya...


...****************...


"Nina! Jangan, diam saja!"


"Tcih! Memang merepotkan!"


Sebuah aura ungu muda keluar menyelimuti tubuhku karena kemarahan ku. Semua amarahku meluap karena master yang menahan serangan itu kewalahan. Tekanan angin kencang disekitar ku. Kepribadianku seperti berubah, dan suaraku juga berubah.


Seketika aku bergerak dengan cepat lalu memukul orc lord itu dengan satu kali tinjuan yang membuatnya terpental mundur.


Aku terus menyerangnya tanpa berhenti hingga itu sama seperti serangan beruntun. Tangannya yang keras melindungi armor dadanya dengan tegar. Tanpa disadari dia terlalu kuat.


"Nina! Jangan gunakan itu!!!"


Aku menghiraukan master yang mengatakannya dan terus memukulinya. Seluruh prajurit memperhatikan pertarungan ku.


"Sial! Sangat keras!"


Sambil terlihat kesal aku terus menghantamnya. Seolah serangan itu tenggelam, kulitnya hanya bergetar sebentar lalu kembali tenang. Begitu seterusnya.


Apa-apaan dengan kekerasan ini!? ucapku dalam benakku. Rambutku telah benar-benar mengambang karena aura yang aku keluarkan.


*Dug-dug!


Ugh! Suara detak jantungku terasa sangat keras sehingga aku menghentikan serangan bertubi-tubiku.


*Dug-dug!


Suara itu kembali terdengar. Ada apa dengan tubuhku!?


"Ugh!?"


Aku kemudian memegang jantungku sambil menahan rasa sakit dari jantungku. Rasanya seperti ditekan.


*Brugh!


Aku terjatuh. Auraku menghilang, rambutku kembali jatuh, suaraku kembali, dan kepribadianku kembali. Sebaliknya, kesadaran ku mulai melemah, semuanya menghitam, mataku menjadi berat. Sial!!


...****************...


Seketika angin deras menerjang saat aku sedang menikmati sandwich ku. Angin tersebut mengandung Mp yang kemudian bertebaran disekitar.

__ADS_1


*Swoosshh...


"Anginnya sangat deras...."


Ucapku sambil menutupi mataku dari debu.


"Anginnya aneh....?"


Meli mengucapkannya. Dia adalah yang menyadari pertama kalinya.


"Apa maksudmu Meli?"


Tanya Yuni di sebelahnya.


"Anginnya membawa kekuatan sihir?"


"Kekuatan sihir? Anginnya?"


Zena kemudian juga memulai merasakan angin tersebut.


Itu adalah kemampuan khusus dari ras elf. Mungkin karakteristiknya lebih cenderung pada elf?


"Eh? Kamu tidak akan bisa mengerti loh? Kecuali kamu adalah elf."


Ucap Yuni yang menjelaskannya.


"Dia memiliki darah elf kok."


Ucapku sambil memakan sandwich.


"Eh!?"


Dia terkejut.


"Benar! Ini adalah kekuatan sihir!?"


Zena memotong sambil mengucapkannya.


"Eh!? Bagaimana!?"


"Zena adalah elf, wajar kamu tidak tahu, aku memberinya sihir ilusi."


Ucapku menjelaskannya sambil memakan sandwich terakhir.


"Luke, sepertinya ini dari medan tempur."


Zena kemudian mengucapkannya setelah mengulang 'Detect magic'.


Salah satu skill unik dari elf 'Detect magic' merupakan sebuah skill yang memungkinkan mu untuk mendeteksi sihir di area itu. Jujur aku mengetahuinya dari ayahku saat masih kecil.


"Medan tempur!?"


Ucapku setelah mendengar ucapan Zena.


"Ya, Sepertinya aku mendapat sebuah sihir kuat di sana."


"Zena, Kita akan ke sana! Yuni, tolong jaga Meli."


Aku kemudian segera berdiri yang kemudian disusul Zena. Aku mengganti mode bernafas biasa menjadi mode bernafas ninja lalu segera menggendong Zena seperti seorang putri dan langsung menghilang ke hutan.


"Cepatnya..."


Kata itu dikeluarkan oleh Yuni saat melihatku menghilang. Aku mendengarnya sedikit. Dia juga sedikit kagum. Meli bahkan memujiku secara berlebihan.


.


.


.


.


Aku melihat asap debu beterbangan di depanku. Sebuah padang rumput dengan sebuah bayangan besar. Ketika asap debu itu menghilang aku melihat babi besar dengan tubuh manusia.


""Orc lord!?""


Suaraku dan Zena bertumpang tindih karena pemandangan itu.


Orc lord adalah monster tipe terkuat dalam WW Online sebelum raja iblis. Hanya bisa dilukai dengan sihir atau benda sihir seperti pedang sihir atau serangan sihir. Health, damage, dan defends orc lord sangatlah tinggi. belum lagi skill unik nya yang membuat debuff pada dirinya sendiri. Debuff itu membuat damagenya bertambah sebesar 10% dan membuat defendsnya bertambah sebesar 5%.


Kami berdua tercengang melihat pemandangan itu. Seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan...

__ADS_1


Continue...


__ADS_2