Re [Life] : Incarnation

Re [Life] : Incarnation
Sebuah Kebetulan yang Direncanakan? (2)


__ADS_3

"Ah... Pagi Meli."


Zena membalas sapaan Meli dan kemudian kembali memasak.


"Mama, aku mau mandi dulu, jadi papa dan mama tunggu disini ya."


"Baiklah. Aku akan menunggu."


Ucapku membalas Meli. Dia kemudian segera menuju kamar untuk mengambil bajunya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Dia menutup pintunya.


Kamar mandi itu sebenarnya menggunakan ember untuk tempat air, karena rumah ini menggunakan sumur, jadi airnya diambil dari sumur. Kami harus mengangkut air sebanyak-banyaknya.


"Hah..."


Aku meletakkan kepalaku di meja dan menyangga kepalaku dengan tanganku sambil memandangi Zena. Rambut birunya yang diikat terkena cahaya matahari membuat mataku terpikat.


"Hei... Jika kamu malas-malasan begitu kamu akan mengantuk loh.."


Zena mengucapkannya setelah sedikit melirikku.


"Eh-Ah yah..."


Aku kemudian berdiri dan mendekat kearahnya lalu memeluknya dari belakang. Menyandarkan kepalaku ke bahu Zena. Dia kemudian membalasnya dnegan mengusap pipiku dengan lembut. Matanya sedikit di pejamkan dan sedikit menyandarkannya di kepalaku.


"Kamu ini... Tadi sudah aku manja tapi sekarang malah minta lagi..."


"Habisnya, kamu sangat cantik ditemani, aku jadi terpesona..."


"Ahaha... Alasanmu bagus ya..."


Dia membiarkanku selama beberapa menit lalu aku melepaskannya secara perlahan.


"Sekarang energi ku sudah pulih."


Sambil duduk aku mengucapkannya.


"Kamu ini... Tapi tidak buruk juga..."


Dia kemudian mendekat dan berbisik.


".... Nanti malam aku ingin saat Meli sudah tidur."


Lalu dia kembali memasak makanannya dan saat itu Meli keluar dari kamar mandi dengan baju yang di bawanya.


"Aku kembali!"


Ucapnya sambil melompat keluar dari kamar mandi lalu duduk di kursi untuk sarapan. Kami bertiga sarapan dengan tenang. Tanpa ada suara bising mengganggu, hanya ada suara burung dan angin yang bertiup tenang.


"Hari ini sangat tenang..."


Ucapku yang kemudian menguap.


"Papa masih saja mengantuk ya...?"

__ADS_1


"Iya... Sarapan ini juga enak... Ditambah suasana ini jadi tambah mengantuk..."


Aku kemudian menyangga kepalaku dengan tanganku.


"Papamu itu memang begitu loh, kalau pagi dia pasti kelihatan mengantuk, ahahaha."


Zena mengucapkannya dengan sedikit tertawa.


"Wah... Mama, ceritakan lebih banyak tentang papa!"


Meli dengan mata berbinar mengucapkannya. Dan akhirnya Zena menceritakan seluruh kejadian saat pertama ia bertemu. Walau beberapa bagian dihilangkan sih...


...****************...


Sekarang aku sedang berjalan menuju ke kota untuk mencari pekerjaan. Uang ku menipis... Sebelumnya aku sudah meminta Zena untuk menjaga Meli, dan aku mencari uang, untuk kebutuhan kami bertiga.


"Huam.... Aku ingin tidur..."


Sambil menguap aku berjalan menuju guild petualang.


"Disini ramai juga ya, apalagi pagi-pagi begini..."


Sambil menengok ke kanan dan ke kiri, Aku melihat beberapa pedagang melakukan aktifitas jual beli kepada beberapa pembeli.


"Aku ingin membeli beberapa makanan..."


Aku kemudian menuju sebuah kedai Daging bakar yang ditusuk seperti sate tetapi bumbunya hanya garam dan beberapa rempah rempah. Akhirnya aku membeli 5 tusuk. Aku memakan 2 tusuk, dan sisanya akan aku simpan untuk Zena dan Meli.


*Kring *Kring


"Selamat datang."


Sang resepsionis menyapaku.


Sekarang ini aku sudah berada di dalam guild dan akan memilih quest yang cocok dan hadiah yang lumayan.


"Aku akan mengambil ini, hm....? Wyvern? Hm.. aku akan mengambilnya."


Aku mengalihkan pandanganku ke quest pemusnahan wyvern dan mengambilnya. Lalu menyerahkannya ke nona resepsionis.


"Aku ambil ini."


"Eh-Ah! Silahkan tunggu sebentar."


Nona resepsionis terkejut melihat quest yang aku ambil dan segera memproses quest itu.


"Baik, silahkan..."


Quest itu sepertinya bukan untuk E-rank ya? Apa aku menyerah saja...?


"Apakah aku boleh mengambilnya?"


"Semua orang bisa mengambilnya, jika anda bisa melawannya maka rank anda akan naik ke C-rank."

__ADS_1


Hm... Begitu ya...


"Kalau begitu, aku akan ambil."


Aku kemudian segera mengambil quest itu dan berbalik.


Letak quest itu disampaikan dari desa terdekat bernama desa Baruma. Kata penduduk sekitar, seekor wyvern bersarang di dekat gunung belakang desa itu.


Karena lokasi yang tidakterlalu jauh itu aku memutuskan untuk kembali ke rumah dan meminta ijin kepada Zena.


"Aku pulang."


Ucapku sambil membuka pintu rumah.


"Hm? Cepat ya..."


"Tidak, aku hanya pulang untuk meminta izin kok."


"Hm? Izin?"


Zena kemudian melihatku yang sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Apa maksudmu izin?"


"Aku akan pergi menjalankan quest tapi itu ada di desa Baruma."


"Baruma? Quest macam apa?"


"Katanya, akhir-akhir ini wyvern ada di desa itu, jadi mereka mengajukan quest untuk membunuh wyvern itu. Dan juga, sudah ada korban di sana. Satu orang mati, dan beberapa orang terluka."


Mendengar itu, Zena terdiam dan menunduk sejenak.


"Kalau begitu, kami berdua akan ikut."


Dia kemudian tersenyum melihatku.


"Eh!? Tunggu! Itu terlalu berbahaya!"


Aku menjadi panik karena ucapannya.


"Tenang, aku akan membantumu."


"..."


Aku terdiam sementara karena desa itu terancam. Seharusnya dia tetap di sini selama aku pergi dan menjaga Meli bukan...?


"Aku tidak akan meninggalkanmu. Walaupun keadaan berbahaya, aku akan ikut. Meli akan aku titipkan ke warga desa itu jadi tenanglah."


"Ah... Baiklah..."


Aku menjawabnya dengan pasrah dan kemudian kami semua bersiap. Setelah semuanya siap kami berangkat menuju desa itu dengan berjalan kaki. Kira-kira kami akan sampai dengan waktu tempuh 9 jam dari rumah ini.


Continue....

__ADS_1


__ADS_2