![Re [Life] : Incarnation](https://asset.asean.biz.id/re--life----incarnation.webp)
Sekarang adalah 4 bulan dari kejadian itu. 3 bulan yang lalu aku telah sah menikah dengan Zena. Kami memutuskan untuk tetap tinggal di desa Halm. Pekerjaanku sekarang adalah penjaga desa dengan gaji yang tidak banyak. Dulunya ayah juga merupakan penjaga desa. Namun sekarang dia telah menjadi petani dan aku menggantikan posisi itu. Terkadang aku berburu untuk makan malam ketika aku memiliki waktu luang yang banyak.
"Hari ini juga panas seperti biasanya...."
Ucapku mengeluh di depan pagar.
Di dekat pagar itu terdapat pohon yang teduh, jadi aku memutuskan untuk beristirahat di sana. Sambil nerlindung di tengah teriknya matahari, aku membuka bekal makan siang yang dibuat oleh Zena sebelum aku berangkat pagi ini. Aku berjaga hingga sore dan ketika malam aku akan bergantian dengan yang lain.
"Oh, Roti sandwich untuk hari ini, ya?"
Sambil mengatakannya aku kemudian memakannya.
Rasa slada, tomat, daging, dan roti bercampur bersama saus mayones yang aku temukan saat melihat barang dagangan para pedagang. Aku memutuskan membeli 4 botol untuk stok.
Beberapa saat kemudian, salah satu warga desa yang bernama Jude mendekat dengan anak perempuannya yang masih berusia 5 tahun. Sambil menggandeng tangannya dan berjalan bersamaan di sampingnya.
"Oh, Sedang bersantai? Luke?"
Dia menyapaku saat aku sedang ingin melahapnya.
"Oh! Paman Jude. Ya, aku sedang istirahat."
Aku kemudian melambaikan tanganku dengan senyuman lalu meletakkan sandwich ku.
"Haha, tidak perlu sungkan. Makanlah selagi ada waktu untuk beristirahat."
Ucapnya yang kemudian ikut duduk di sebelahku. Putrinya duduk di pangkuannya sambil menengok kanan dan kiri melihat sekelilingnya. Namanya Pina.
"Hey, Pina. Sapa kak Luke itu."
Sambil mengelus kepalanya dengan lembut dia mengatakannya.
"Halo, kak Luke!"
Ucapnya dengan polos lalu mendongak melihat ayahnya.
"Hai, Pina."
Aku menyapanya yang kemudian disusul tepukan pelan Jude. Pina yang merasa senang kemudian tersenyum dan kembali melihat sekelilingnya.
__ADS_1
"Sepertinya hari ini juga cukup tenang ya."
Ucap Jude sambil mengelus Pina dalam pangkuannya.
"Yah, lebih baik tenang. Aku tidak ingin ada sesuatu yang merepotkan datang..."
Sambil terus menggigit sandwich buatan Zena aku mengucapkannya.
"Haha, sepertinya kamu belum berubah juga sejak menikah."
Sambil mengejekku dia tertawa dengan senang.
"Yah, bagaimanapun sesuatu yang merepotkan tetaplah merepotkan."
Aku mengucapkannya sambil meneruskan istirahat makan siangku. Walaupun beristirahat, aku juga mengawasi sekitarku. Terkadang Meli akan datang ketika dia tidak memiliki tugas rumah bersama Zena.
"Kelihatannya kamu menikmati pekerjaan ini ya."
"Hm? Tentu saja ini lebih mudah daripada menjadi petualang. Tetapi sebenarnya, ini juga tidak mudah."
"Haha, aku mengerti itu."
Sambil tertawa dia menjawabnya.
Sambil menunjuknya, dia mengucapkannya di pangkuan Jade dengan senang.
"Oh, kupu-kupu yang indah."
Sambil memujinya dia kembali mengelus kepalanya.
Dia adalah orang tua yang baik. Terkadang memanjakan putrinya dan terkadang menyuruhnya mengerjakan pekerjaan rumah untuk membantu ibunya. Walaupun dia berharap bahwa Pina bisa menjadi petualang, dia tetap menyayanginya.
"Memanjakan putrimu ya paman? Haha."
Aku mengucapkannya sambil sedikit mengejek lalu tertawa.
"Benar! Aku tidak memiliki pekerjaan jadi aku memutuskan untuk memanjakan putriku ini, haha."
Pekerjaannya adalah sebagai sekretaris desa. Jadi dia hebat dalam perhitungan uang dan lain sebagainya. Soal negosiasinya juga tidak kalah bagus. Biasanya dia bekerja turun ke lapangan jika diperlukan tetapi karena hari ini tidak ada kegiatan yang khusus dia memutuskan untuk bersantai bersama putrinya.
__ADS_1
"Bagus untuk memperdalam hubungan keluarga."
Ucapku melanjutkan.
"Haha, kamu mengerti ya, anak muda?"
Sambil mengejekku dia kembali tertawa.
Sementara aku membalasnya dnegan tertawa, aku juga memakan sandwich nya. Karena Zena membuatkannya lebih, aku memberikannya kepada Jude. Dia kemudian membaginya menjadi dua dan memberikannya kepada Pina.
Sementara dengan senang menerimanya, dia mengucapkan terima kasihnya kepadaku dan memakannya. Terlihat ceria di pangkuan ayahnya.
"Hm, buatan istrimu memang enak."
"Benarkah? Haha, mungkin itu kelebihan menjadi petualang?"
Aku menjawabnya dengan canggung.
Dengan itu, kami akhirnya mengobrol bersama hingga waktu pergantian telah tiba. Jade membangunkan Pina yang tertidur di pangkuannya dan berpamitan kepadaku untuk pulang. Aku kemudian menunggu pergantian penjaga.
"Hm..."
Sambil berjalan menuju pagar aku kemudian disapa oleh seseorang yang merupakan penggantiku.
"Hei, kamu sudah boleh pulang. Sekarang giliranku!"
Ucapnya sambil melambaikan tangannya.
"Oke!! Terima kasih!"
Aku kemudian segera berpisah dan kembali ke rumah.
"Aku pulang."
Sambil membuka pintu rumah.
"Selamat datang kembali!"
Secara bersamaan menjawab ucapanku. Sambutan hangat oleh Zena dan Meli. Ah... Suasana ini....
__ADS_1
Sementara mereka menyambutku. Aku terdiam untuk beberapa saat. Aku bahkan tidak berpikir akan menjadi orang tua... Bahkan seorang istri aku juga tidak memikirkannya sebelumnya. Ini keluarga ku, aku akan melindungi senyuman keluarga ku untuk selamanya.
Continue....