![Re [Life] : Incarnation](https://asset.asean.biz.id/re--life----incarnation.webp)
Aku dan Zena tercengang melihat penampakan orc lord yang seharusnya muncul 1 kali dalam 5 tahun. Sama seperti di gamenya, Orc lord hanya muncul dalam event yang diadakan 5 tahun sekali.
"Ka-Kalian! Me-menyingkir, dari situ!"
Seseorang mengucapkannya dengan terbata-bata. Asap debu yang terkena angin sedikit menghilang. Terlihat seorang dengan jubah hitam menahan kepalan tangan orc lord sambil membelakangi kami dari jauh. Di belakangnya terlihat Nina yang sedang pingsan.
Ada apa dengan situasi ini!?
Aku kemudian mencabut kedua pedangku dari sarung pedang yang berada di punggungku. Zena mengangguk pelan lalu mengeluarkan pierce dari sarungnya.
Nama lain dari lance sendiri adalah Pierce. Aku mengingatnya saat kami berdua membeli pedang di toko senjata.
*Dash!
Aku meluncur dengan membawa 2 pedang yang masing-masing beratnya sama di kedua tanganku. Setelah sedikit mendekat aku melompat dan menginjakkan kakiku pada Yu yang sedang menahan orc lord sebagai tumpuan.
Aku menghempaskan seluruh tenagaku pada kaki untuk segera melayang dan mendekati wajah orc lord dan menusukkan kedua pedangku pada kedua matanya.
*Screp!!
Darah keluar dengan deras membasahi bajuku. Aku tidak memperdulikannya dan segera mencabut pedangku kemudian turun untuk menjaga jarak.
*Grua!!! "Sakit!!! Manusia lemah, Kurang ajar!!"
Dia menggeram kesakitan saat aku menusuknya. Dia kemudian mundur dengan kedua tangannya menutupi kedua matanya.
Aku kembali ke samping Zena. Sambil menoleh, Aku mengangguk. Dia kemudian membalasnya dengan tersenyum dan mengangguk.
*Dash!! *Dash!!
Aku kembali meluncur dengan kecepatan penuh bersamaan dengan Zena. Dia meluruskan piercenya sejajar dengan bahunya yang sedikit dicondongkan ke depan.
Aku kemudian memulai serangan pembuka dengan menggores kulit babi raksasa itu menggunakan kedua pedangku. Pedang mithril sangat tidak efektif untuk pertarungan yang hanya mengandalkan kelincahan, sedangkan pedang hitam ini sangat efektif untuk pertarungan dengan mengandalkan kecepatan.
Pedang hitam ini dapat menyesuaikan beratnya. Seperti jika aku memberikan beberapa sihir kedalamnya pedang ini seakan menerimanya dan menjadikannya ringan. Sungguh pedang yang efektif ya...
*Grua!!! "Sakit!!!"
Dia kembali meggeram ketika aku menggores kulit kakinya yang tidak tertutup armor. Dia lalu mengayunkan tangannya secara sembarangan karena matanya telah terluka.
*Bdom! *Bdom!! *Bdom!!!
Sekali lagi debu menghalangi penglihatan kami (Aku dan Zena.), karena itu kami berdua memutuskan untuk menjaga jarak. Para prajurit yang melihat itu hanya berdiam. Yu yang telah mengamankan Nina juga tercengang. Apakah mereka terkejut melihat orc lord yang mengamuk, atau karena aku dan Zena yang berhasil menggoresnya? Pikirku saat sedikit menoleh.
*Swooosshh...
__ADS_1
Angin berhembus, sekali lagi debu menghilang dan orc lord kembali menutup kedua matanya menggunakan tangannya.
*Dash!! *Dash!!
Aku dan Zena kembali melakukan serangan pertama dan terus menggoreskan pedang kami berdua sebelum orc lord sempat menutup kedua matanya. Terkadang tebasanku meleset dan hanya mengenai armor besinya.
Mataku terhenti pada goresan pertama tadi. Terlihat tidak terlalu dalam.
"Sial! Terlalu dangkal!"
ucapku saat melihat bekas goresan itu. Sepertinya memang harus menggunakan sihir. Aku menghentikan tebasan dan kembali mundur. Zena yang melihatnya ikut berhenti dan mundur. Orc lord kembali mengaum dan mengibaskan kedua tangannya.
*Grua!!! *Bdom!! *Bdom!! *Bdom!!
"Ada apa?"
Ucapnya.
"Lukanya terlalu dangkal, sepertinya mustahil hanya dengan pedang."
Ucapku yang sedikit kesal melihat fakta harus menggunakan sihir. Aku tidak bisa menggunakan sihir serangan, sebaliknya aku bisa menggunakan sihir pertahanan. Dibutuhkan kekuatan sihir dari penyihir level 200 untuk mengalahkannya di game. Tetapi di sini aku tidak pernah mendengar kata 'level' itu sendiri.
"Aku akan mencobanya."
"Itu terlalu berbahaya!"
"Meskipun kamu hanya akan pingsan tetapi janganlah bertindak gegabah, bisa saja saat Mp mu habis dia masih bisa berdiri."
Lanjutku.
"Tapi..."
"Kesehatanmu juga penting."
Sambil sedikit melemaskan lenganku. Orc lord adalah musuh yang tangguh ya...
"Ba-baiklah."
Zena membalasnya dengan sedikit terkejut lalu tersipu malu.
"Oke, sekali lagi!"
Ucapku yang kemudian segera berlari menuju orc lord. Sambil mengisi sihir pada pedang hitam yang perlahan mengeluarkan sinar semu berwarna ungu muda. Seiring dengan berjalannya waktu, cahaya itu semakin terang dan akhirnya menyelimuti seluruh bilah pedang.
Gerakan ku semakin ringan, aku meninggalkan pedang mithrilku kepada Zena sebelumnya. Aku melakukan ini karena melihat wajah Zena yang imut pada saat perang? Tidak, bukan itu, ini karena aku ingin mengalahkannya dalam 1 kali tebasan.
__ADS_1
Aku kemudian segera membuat sihir [shield] dengan bentuk horizontal dan membuatnya sebagai tumpuan untuk melompat. Sedikit lebih dekat dengan bagian leher, aku mengulanginya hingga naik ke leher. Tampak lengannya menutupi sebagian lehernya karena telapak tangannya yang menutupi bagian matanya.
Aku membuat sihir [shield] kembali. Tetapi kali ini aku membuatnya di bawah kakiku dan menghadap vertikal. Kakiku menyentuh sebuah shield tak terlihat dan aku menghempaskannya sehingga aku terlempar mengarah ke lehernya.
Posisi badanku sedikit dicondongkan dan pedang hitamku aku dekatkan dengan leher. Bilahnya tepat berada didepan leherku seakan bersiap menebas sesuatu yang keras. Tangan kiriku membantu mendorong pada bagian bilah yabg bersinar ungu terang.
Seketika pedang menembus lengannya dan berlanjut ke lehernya. Setelah sedikit lebih dalam, darah keluar dari tebasan itu. Aku terlempar karena tekanan darahnya yang tinggi, tetapi aku berhasil mendaratkan kakiku di atas tanah, sedangkan badan orc lord itu terjatuh seperti bangunan roboh.
*Bdoommm!!
Asap debu kembali menerpa, tangan orc lord telah putus dan terpisah dari tubuhnya. Darah terus mengalir hingga di sekitar mayatnya darahnya menggenang. Sementara itu aku mengganti mode bernafas ninja menjadi normal. Sangat melelahkan terus menahannya. Penglihatanku sedikit kabur, tubuhku melemas, kakiku tidak sanggup menopang tubuhku, bahkan tubuhku tidak bisa digerakkan.
Kelemahan seorang Swordman ketika berada di game adalah ketika karakter terlalu lama menggunakan mode : bernafas ninja, stamina mereka akan terus terkuras. hal itu menyebabkan karakter akan berhenti menyerang untuk beberapa saat. itu adalah kerugian memilih job swordman. Job ini akan efektif jika kita memiliki item yang memiliki efek menambah damage serangan, atau debuff untuk meningkatkan serangan. Kekurangannya adalah sihir untuk menyerang sangat jarang digunakan karena memiliki damage yang kecil. semakin besar damagenya maka akan semakin cepat pertempuran selesai. Itu adalah moto dari job swordman. Intinya jangan sampai terlalu lama bertempur menggunakan job Swordman.
Mungkinkah Mpku habis...?
*Bruk!!
Tubuhku ambruk seperti seorang yang sangat kelelahan hingga tidak bisa bergerak, ini terasa seperti mengantuk tetapi tubuhmu tidak bisa bergerak, seperti pingsan tetapi tubuhmu dapat merasakan apa yang ada di sekitarmu.
Uh.. Stamina dan Mpku habis... Aku tidak bisa melakukan apapun selain berdiam diri...
.
.
.
.
"Yang Mulia, pasukan terpenting kita telah kalah."
Sang bawahan mengucapkannya kepada atasannya. Dia menunduk sambil melaporkan kejadiannya.
"Apa katamu!? Siapa yang mengalahkan orc lord!?"
Sang atasan mengamuk. Dia telah kecewa karena itu, dia bahkan tidak dapat menerima kematian komandan tempur mereka. Dia segera bangkit dari singgasananya lalu turun dengan angkuh. Dia kemudian mengambil pedang dari penasihatnya dan dengan segera menebas kepala makhluk iblis itu.
*Syuuut.. *Scrash!!
Darah kemudian berterbangan. Kepalanya terlempar dan badannya terjatuh. Sambil menghentakkan pedangnya dia kemudian kembali menyarungkannya. Dia kembali ke singgasananya dan berkata.
"Makhluk rendahan, jangan sombong karena kemenanganmu."
Sambil terkekeh. Dia kemudian mengambil sebuah gelas yang sudah berisi anggur dan meminumnya hingga tidak menyisakan setetes pun. Rencana balas dendam apa yang disusun?
__ADS_1
Comtinue....