Re [Life] : Incarnation

Re [Life] : Incarnation
Kisah Elf Misterius


__ADS_3

Dahulu kala sebelum terbentuknya kota Erefu, wilayah ini merupakan salah satu bagian dari kerajaan sihir kuno. Di waktu yang sama, seorang elf muda yang cantik merupakan seorang selir di kerajaan tersebut. Ketika itu hari-hari damai tanpa ada sedikitpun badai dan bencana.


Suara burung yang berkicau menambah suasana tenang di siang yang teduh. Tetapi tak lama kemudian, datanglah seorang pelayan dengan tergesa-gesa menyerahkan gulungan kepada sang selir.


"Nona! Aku mendapat sebuah surat dari wilayah pusat!" Katanya yang kemudian dengan hormat menyerahkan gulungan.


Ketika gulungan di ambil, dia kemudian berkata, "Terima kasih, kau boleh pergi."


"Baik nona." Ucap pelayan itu dengan lugu dan kembali berjalan menuju ruang lainnya.


Sambil dibukanya gulungan itu perlahan, dia mengelus perutnya yang buncit karena tengah mengandung anaknya yang berusia 4 bulan. Tertulis di surat bahwa,


"Nona selir. Kami dari wilayah pusat dengan resmi mengusir anda dikarenakan sebuah tindakan yang membahayakan 'Raja'. Kekuatanmu yang mengundang banyak monster menjadi kuat ketika mengandung, itulah alasan mengapa kami ingin mengasingkan anda dari tempat ini...."


Belum sempat selesai membacanya, dia dengan geram menutup gulungan itu dan segera berteriak, "Kepala pelayan! Kepala pelayan!"

__ADS_1


"Ya, nona. Apa yang bisa saya bantu." Ucap kepala pelayan itu dengan sedikit menunduk dan memejamkan matanya. Rambutnya putih, beserta kacamata yang hanya memiliki 1 buah di mata kirinya menambah kesan wibawa.


"Siapkan aku kereta! Aku akan segera menghadap sang raja!" Sambil menyerahkan surat itu kepada kepala pelayan yang menerimanya dengan perlahan.


"Baik nyonyaku! Segera saya siapkan." Ucapnya yang kemudian berjalan keluar ruangan.


Sang selir kemudian segera menutup pintunya dan berganti pakaian dibantu dua pelayan di dekatnya. Dia terus berpikir, 'apa alasan sebenarnya ia diasingkan?' Setelah berpikir keras akhirnya ia selesai berganti dan tepat setelah itu kepala pelayan kembali dan mengetuk pintunya lalu berkata, "Nyonyaku, kereta sudah siap."


Dengan cepat kedua pelayan tadi segera membukakan pintu itu dan membiarkan sang selir berjalan. Sang kepala pelayan membimbingnya hingga masuk ke kereta.


Singkat cerita, beberapa hari kemudian dia sampai di wilayah pusat dengan selamat. Anehnya wilayah itu sepi tanpa ada kehidupan disekitarnya. Tak kian lama, kuda mendengus ketakutan dan akhirnya lepas, sang kusir yang terkejut terjatuh dan terluka sehingga tidak bisa berdiri.


"Nuhehehehe! Sang selir!! Aku diberitahu oleh sang raja untuk mengutukmu!" Ucap sang penyihir dengan nada melengking.


"Apa katamu! Sang raja tidak akan berani menyakiti ku!" Ucapnya membantah.

__ADS_1


"Aku tidak paham dengan itu... Tapi janji adalah janji! Nuhahahahaha!" Sambil terus tertawa dia mengangkat tangannya yang menbawa tongkat sihir. Sebuah formasi lingkaran sihir terbentuk dan dengan segera petir turun menyambar seluruh wilayah kerajaan.


Setelah beberapa saat semua kembali normal dan sang selir tidak mendapatkan apapun kecuali ia yang mendapat rambut hitam dan pendek. Dikatakan bahwa kutukan itu kemudian berlanjut pada keturunannya. Karena kekesalannya terhadap sang raja ia dengan lantang mengucapkan, "Wahai penghuni kerajaan! Siapa pun yang telah memberiku kutukan! Aku akan bersumpah! Setiap Elf yang hidup! Setiap orang yang tamak dan egois! Setiap orang yang jahat! Hari ini aku dikutuk! Parasku yang xantik telah dirampas oleh raja kalian! Pada hari ini aku Murka!"


Seketika dia mengucapkan sebuah lantunan mantra dan keluarlah sebuah formasi lingkaran sihir yang amat besar hingga cukup untuk membasmi seluruh wilayah kerajaan itu.


Kota yang sepi tanpa penduduk kembali menjadi sangat ramai dan penuh kepanikan, Beberapa orang yang panik mencoba menyerangnya namun digagalkan oleh sihir lainnya yang melindungi penggunanya selama merapal.


"Akan kuhancurkan seluruh kerajaan busuk ini!"


Dan kemudian terjadilah ledakan sihir terbesar pada zaman itu. Diketahui bahwa keturunan di kota erefu adalah keturunan dari high elf lain yang tidak sengaja menemukan wilayah ini. Untuk Alvin sendiri, dipastikan dia adalah keturunan sang selir yang murka. Beberapa teori penelitian mengatakan bahwa dari bangunan reruntuhan, itu adalah kerusakan sihir. dan kerusakannya tidak hanya kerusakan kecil karena kesalahan tetapi berdampak besar seperti disengaja. Kini, hanya tersisa 1 elf terkutuk yang masih ada di kota Erefu.


Suatu misteri yang belum terpecahkan adalah "Mengapa sang raja mengirimkan penyihir untuk mengutuk sang selir?" dan "Mengapa sang selir memiliki sihir yang begitu besar hingga dapat menghancurkan seluruh kerajaan?"


semuanya adalah misteri. Untuk Alvin ada kemungkinan dia adalah keturunan terkutuk walupun memang demikian yang seharusnya dipercaya oleh peneliti kota Erefu. Jika "Bagaimana peneliti itu tau?" jawabannya adalah "dari potongan rambut yang ditemukan tidak membusuk dan berwarna hitam." Belum diketahui apa kemampuan pasti sang selir namun, jika dilihat kekuatannya bukanlah memanggil monster mendekat.

__ADS_1


Hingga saat ini legenda itu terus menjadi misteri dan masih diteliti hingga menjadi terkenal dikalangan masyarakatnya....


Continue....


__ADS_2