![Re [Life] : Incarnation](https://asset.asean.biz.id/re--life----incarnation.webp)
Ketika aku hendak kehabisan seluruh tenagaku, Kemudian sebuah Lingkaran sihir muncul tepat di tanah depanku. Aku tidak dapat mengerti tetapi seseorang itu memiliki tanduk dan berpakaian sangat eksentrik. Dia kemudian bingung dengan situasinya dan melihat ke arahku Dia melihat dengan tatapan kacau, tetapi aku tidak bisa lengah dan harus melindungi Zena...
"Oi, Apa yang kamu lakukan?"
Dia bertingkah seolah dia tidak melihat suasana.
"Hah?"
Ras Iblis? Bertanduk?
dia melihat sekelilingnya dengan tatapan aneh.
"Seorang manusia? Dengan elf? Anak-anak?"
"Tch! Dasar makhluk terkutuk!"
Dengan cepat sang kesatria berlari menerjang menuju punggung orang itu.
Ugh!
Aku dengan erat memegang erat pedangku dan berusaha melindunginya, namun...
*Ctak!
"Hah?
Alih-alih menusuk, pedang itu hanya sanggup menyentuhkan ujungnya.
Sang kesatria yang bingung kembali mundur dengan cepat.
"..."
Orang itu hanya terdiam dan berbalik.
"Serangan?"
Tanya orang itu.
"Sigh! Dasar monster!"
Dia kembali menyerang dengan membabi buta, tapi orang itu hanya terdiam dan menerima semua serangan itu. Setelah beberapa saat dia menjentikkan jarinya, dan angin kencang berhembus dari tangannya.
"Uaghhh!!!"
Sang kesatria dengan zirah beratnya terhempas jauh hingga tak terlihat lagi.
"Ha..."
Aku melepas kuda-kudaku dan berlari menuju Zena. Memeluknya bersama Meli yang sedikit bergetar karena ketakutan.
"Emh.. Maaf mengganggu, bisakah kamu menjelaskan semuanya?"
__ADS_1
Orang itu dengan sedikit singkat bertanya kepadaku.
"Ini Medan perang. Kupikir wajar saja kamu tidak tahu."
Aku melepas pelukanku dan menjawabnya.
"Oh? Sangat tidak menyenangkan bukan... Datang disaat tengah perang tanpa persiapan..."
Dia terlihat kecewa dengan keadaannya. Lagipula, kau itu siapa? Tiba-tiba muncul dengan lingkaran sihir aneh itu..
"Ah, Aku Satou, emh.. sebut saja aku pengembara.."
Ucapnya sambil sedikit tersenyum kecut.
"A-ah, aku Luke, Dan dia istriku... Anak angkatku Meli... Yah.. Kamu menyelamatkan kami..."
"Hm.. Ketidaksengajaan. Aku juga tidak berpikir akan sampai di Medan perang."
Dia melihat sekelilingnya dan kemudian berjalan menuju sebuah air mancur.
"Hm.. Kota yang lumayan kaya walaupun tidak memiliki kekuatan tempur. Kekuatan ekonomi yang hanya bergantung pada perdagangan kah..."
Dia menganalisa sekitarnya seolah dia paham tentang kerajaan, walaupun aku tau juga tapi aku tidak terlalu suka melakukannya.
"Ah- maaf, kebiasaan kerja."
Dia berbalik dengan perlahan sambil tertawa karena sikapnya.
"Hm? Tentu, kemana kita akan pergi? Aku baru sampai bukan?"
Dia bertanya kepadaku yang juga baru sampai di kita ini...
"Aku akan mengantar kalian ke tempat yang aman!"
Ucap seorang anak dengan rupa seperti perempuan (laki-laki).
"Hm? Eh.. Sangat jarang menemui yang seperti ini."
Satou mendekat dan melihat dari dekat elf itu.
"Maaf, tapi bisakah kita bergegas?"
Aku dengan segera merespon agar dapat dihantakannya ke tempat aman itu.
"Eeem.."
Dia mengangguk kecil dengan sedikit takut.
"Uat, maaf aku tidak bermaksud membuatmu takut."
Dengan segera Satou menjauh.
__ADS_1
Dengan demikian, perjalan ke tempat aman pun dimulai, kami bercerita tentang keseharian namun, seperti apa yang kudengar, Satou adalah makhluk dunia lain, dan juga seorang inkarnasi. Itu sangat hebat untuk bisa menjelajah, belum lagi dirinya adalah raja iblis. Aku kurang paham dengan kata raja iblis, namun dari apa yang ku lihat, dia hanyalah seorang yang penuh kasih sayang. walau terkadang dia sedikit menyeramkan ketika sesuatu yang amat berlebihan terjadi.
Kata raja iblis itu mungkin akan menjadi nyata ketika seseorang yang dia cintai tersakiti? Dia akan mengamuk menjadi-jadi ketika itu terjadi? atau apa maksud dari raja iblis itu? Dia memutuskan untuk tetap diam tentang gelarnya.
"Hwah... Sangat lelah untuk bisa memakai sihir sebanyak itu hanya untuk berpindah dunia..."
Saat ini dia sedang memeluk sebuah bantal buatan Zena dengan erat.
Tentu saja bukan? Melewati batas dunia dan melawan hukum dewa? Seperti sebuah penyusup yang masuk tanpa diketahui, itulah posisi dia saat ini. Walaupun dia terlihat sangat santai.
"Bagaimana kau masuk ke dunia ini tanpa diketahui dewa penjaganya?"
Aku membuka sebuah percakapan dengan sebuah pertanyaan yang sangat ingin kukatakan padanya.
"Hm? Kalau itu aku tidak mengerti. Layar didepanku sepertinya mengalami bug yang membuatku tidak bisa melihat deskripsi nya dengan jelas."
Dia menjawabnya dengan tangan yang tampak menyentuh udara.
"Layar? Seperti sebuah menu?"
"Ya, seperti itu."
Dia kemudian dengan segera menggulingkan badannya ke samping dengan perlahan. Di sisi lain, para anak-anak sudah tidur karena suasana malam yang membosankan bagi anak kecil.
"Hm... Ngomong-ngomong, tentang istrimu, Zena bukan?"
Dia dengan posisi tubuh miring bertanya.
"Ya, dia Zena, ada apa dengannya?"
"Hoamm... Sepertinya ada sesuatu yang spesial.."
Sebelum menyelesaikan katanya dia tertidur pulas.
"...."
Zena merenung melihat Satou yang mengatakan "Spesial" dan berpikir dengan keras arti kata itu.
"Ha... Pria yang aneh.. Kuharap dia tidak bertemu dengan hal-hal yang merepotkan.."
"Sudahlah, sebaiknya kita tidur saja... Semua akan aman karena ada dia yang sepertinya tidak terlihat serius..?"
Zena berkata seperti dia mengetahui sesuatu.
"Hm? orang itu bisa berjaga sambil tidur? Raja iblis memang beda.."
Dengan segera aku memejamkan mata yang sudah berat dan melepaskan semua beban hari ini.
Hari diakhiri dengan damai, tanpa serangan dan tidak ada gangguan malam itu.
Continue..
__ADS_1