![Re [Life] : Incarnation](https://asset.asean.biz.id/re--life----incarnation.webp)
Aku menepuk punggung Zena dengan perlahan lalu mengikuti gerakannya yang terjatuh. Pedangku telah aku ikat pada kedua pinggangku karena Meli berada di punggungku.
"Tahanlah sebentar. Kita akan sampai."
Karena ini adalah kenyataan, sangat mustahil menggunakan sihir teleportasi. Nyatanya tidak ada sihir teleportasi di dunia ini.
Di game memang ada, tetapi tidak di dunia ini. Sihir tersebut tidak pernah ada dan tidak ada seorang pun yang mengetahui sihir itu.
"Hup..."
Akhirnya aku menggendongnya sama seperti waktu itu. Gendongan putri yang kembali aku lakukan demi mencapai daerah aman. Matanya ditutup rapat rapat olehnya. Nafasnya menjadi tidak teratur.
Dia trauma dengan darah? ucapku dalam hati. Aku tidak tahu apa masalahnya, yang terpenting aku harus membawanya.
Aku kemudian melaju sedikit cepat melewati rombongan orang-orang dari hutan. Tampak tatapan mereka seperti kelelahan dan takut yang bercampur menjadi satu. Anak-anak digendong dan tampak kelelahan serta kelaparan. Keadaan ini sangat menyedihkan bagi mereka.
...****************...
Di sisi lain kota, sang raja iblis misterius itu tengah mempersiapkan pasukannya. Kekuatan tempurnya telah meningkat drastis. Semua makhluk iblis yang ia kumpulkan berkumpul menjadi satu.
"Kuhahahaaa!!"
Dia tertawa di atas kursi takhta yang diangkat 2 pasang makhluk iblis di bawahnya.
"Kekuatan kita telah bertambah!!"
Suaranya bergema hingga seluruh hutan. Sekarang ini pasukannya akan datang dalam 5 jam. Seluruh pasukan kota dan petualang telah menunggu. Mereka tidak tahu apa yang akan menimpa mereka.
...****************...
Sementara aku meletakkan Zena yang lemas akibat trauma nya yang kambuh, Meli telah terbangun dari tidurnya dan melihat sekitarnya dengan bingung.
"Dimana ini?"
Ucapnya sambil masih terlihat bingung.
"Kita sudah berada di tempat yang berbeda loh."
Aku menjawabnya lalu duduk di dekat Zena yang telah menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
"Hm?"
Meli kemudian mendekat lalu duduk di sela yang ada diantara aku dan Zena. Dia lalu meluruskan kakinya lalu menyandarkan kepalanya ke badan Zena dengan wajah bahagianya lalu kembali tertidur.
"Benar-benar melelahkan bagimu, ya?"
Ucap Zena yang kemudian ikut tertidur dibawah rimbunnya pohon dan hembusan angin menerpa.
Aku meletakkan Zena dan Meli tidak jauh dari para warga di bawah pohon yang besar dan lebat. Karena aku merasa seperti mereka berdua sedikit kedinginan karena angin yang berhembus, aku memberikan kain yang agak besar lalu menyelimuti mereka.
"Kalian berdua seperti menikmatinya ya...?"
Ucapku yang kemudian berdiri sambil mendesah kan nafasku dengan lelah sambil melihat mereka berdua.
...****************...
Di kota, para prajurit dan petualang sedang berjuang keras melawan pasukan makhluk iblis yang dipimpin langsung oleh raja iblis atau mungkin lebih tepatnya manusia yang mengaku sebagai raja iblis?
"Hoi!! Jangan gentar! Kita akan mendapat bantuan dari pasukan kerajaan! Kita hanya perlu menahannya!"
Teriak salah satu prajurit dengan keras. Para prajurit dan petualang sedikit gentar akan jumlahnya yang melebihi perkiraan. "Sepertinya para makhluk iblis ini telah menerima beberapa bantuan." Adalah kata yang diucapkan oleh salah satu prajurit dengan pelan.
"Serang!!!!"
"Uohh!!!"
Para prajurit dan petualang menanggapinya dengan suara yang tidak gentar. Suasananya memanas dan mereka bertempur dengan semangat yang membara.
__ADS_1
Suara dentuman, benturan besi, sorakan semangat, teriakan ketakutan, erangan kesedihan, erangan kesakitan bercampur dalam satu tempat. Kota Yuma telah menjadi medan perang.
"Wahaha, manusia, lemah!"
Ucap salah satu iblis dengan nada angkuh sambil mengayunkan cakarnya yang panjang.
"Sial! Kekuatan mereka sangat besar!"
Ucap salah satu petualang yang melawan makhluk iblis tersebut. Sambil mengelap keringatnya dia membuang ludahnya ke samping.
"Haha! Kamu lah yang lemah!"
Makhluk iblis itu mengucapkannya dengan sangat amat angkuh hingga auranya keluar.
Para makhluk iblis terus menekan pasukan kota dan terus menerobos masuk ke kota. Mereka yang menahan pasukan makhluk iblis hanya menantikan datangnya bantuan dari kerajaan yang akan datang dalam 1 hari lagi. Mereka harus bertahan hingga 1 hari lamanya.
.
.
.
.
Pasukan dari kerajaan telah tiba tetapi pasukan kota telah tersapu habis oleh makhluk iblis. Kota yang tadinya dipenuhi bangunan, telah rata menjadi tanah gersang. Beberapa pohon yang masih berdiri terlihat hangus karena terbakar. Pasukan kerajaan yang melihat kondisi itu tercengang terutama kapten mereka.
"Apa yang terjadi? Apakah kita terlambat?"
Terdengar bisikan itu diantara para prajurit.
Beberapa mengatakan "Yang benar saja..." atau bahkan "Tidak ada yang tersisa..?" Mereka bahkan gentar setelah melihat itu. namun, sesuatu bergerak dari dalam puing-puing itu.
*Krek.
Sebuah kayu yang telah patah terdengar bergerak dan muncul sebuah tangan dengan banyak luka darah pada tangan itu.
Sang kapten segera bergerak bersama dengan 2 pengawalnya dan segera membantu. Seorang perempuan dengan baju yang dipenuhi darah, rambutnya juga kusut tertimbun puing-puing. Tangannya penuh dengan luka akibat tertimbun.
Seluruh prajurit kemudian terkejut dan saling berbisik kembali.
"Cepat bawa prajurit penyembuh!!"
Sang kapten dengan cepat berteriak dan seluruh pasukan terdiam. Mendengar ucapan itu, salah satu perempuan dengan armor lengkap maju dan mendekat ke sang kapten.
"Hadir!"
Ucapnya.
"Cepat obati dia!"
Sang kapten segera memberi perintah.
"Baik!"
Dia dengan segan mengobati wanita itu dengan sihir penyembuh [Recovery]. Seketika luka di seluruh tubuhnya menghilang dan kembali seperti sedia kala. Wajahnya yang suram berubah menjadi lebih cantik.
Seluruh prajurit sedikit terkejut tetapi berusaha untuk tetap diam.
"Aku... Sembuh...?"
Dia kemudian melihat seluruh badannya yang telah sembuh. Prajurit perempuan itu kemudian memberikan sebuah handuk besar untuk menutupi tubuhnya.
Sang kapten kembali mendekat.
"Apa yang terjadi? Cepat laporkan."
Tanpa basa-basi, sang kapten langsung memberikan pertanyaan kepada perempuan itu.
__ADS_1
"...."
Dia tidak bisa mencerna pertanyaan sang kapten.
"Huft... Baiklah, apa yang terakhir kali kamu lakukan?"
Sang kapten mengetahuinya dan mengganti pertanyaannya.
"Kami diserang, kemudian..."
Dia mengeluarkan air dari kedua matanya. Menetes melewati pipinya dan kemudian jatuh.
"Para pasukan makhluk iblis terlalu kuat, sehingga kami tidak sanggup menahannya dalam waktu 1 hari..."
"Hou, kamu seorang prajurit juga ya?"
Sang perempuan rupanya adalah seorang prajurit kota.
"Ya, kami ditugaskan bersama petualang untuk menahan makhluk iblis hingga bantuan tiba..."
"Lalu semuanya lenyap dalam sekejap?"
"Ya... Walaupun kami hanya meminta bantuan petualang S-rank hingga A-rank yang paling rendah. Kekuatan kami tidak cukup..."
Dia kemudian mengelap air matanya yang terus mengalir.
"Keja bagus, Laporan mu akan kami sampaikan kepada yang mulia."
Sang kapten berbalik lalu kemudian sang prajurit penyembuh menundukkan kepalanya dan kembali ke barisan.
"Ah! Tetapi para warga selamat. Setidaknya bawa mereka juga.."
Ucapnya.
"Hm? Kalau begitu tunjukkan lokasinya."
Dia kemudian kembali berbalik.
"Baiklah."
Sang perempuan berjalan dan sang kapten memberi aba-aba kepada barisan untuk mengikuti mereka berdua.
.
.
.
.
Tampak dari jauh seorang makhluk iblis memata-matai pasukan itu. Di kemudian berbalik ketika melihat mereka mulai berjalan masuk ke hutan.
dia kemudian berlutut di sebuah singgasana kayu di depannya.
"Baiklah, katakan."
Ucapnya. Sambil sedikit mengangguk dia membuka mulutnya.
"Para pasukan sepertinya akan mengambil para warga. Apakah kita akan menyergap mereka?"
"Hm...? Menyergap ya? Baiklah, bagi pasukan kita menjadi 2."
Sang makhluk iblis mengangguk.
"Pasukan pertama akan menunggu di dekat sana. Lalu ketika pasukan pertama menyergap, pasukan dua akan ikut masuk dari belakang mereka."
Sebuah rencana tersusun dan kemudian dia tertawa. Semua makhluk iblis terlihat senang dan kemudian sedikit berpesta.
__ADS_1
Continue....