Re [Life] : Incarnation

Re [Life] : Incarnation
Rahasia Kota Yuma


__ADS_3

"Aku dengar kota Yuma mengadakan beberapa ritual yang melanggar perintah dewa."


Ucap paman Url.


"Melanggar?"


"Mereka mengubah ras mereka secara paksa sesuai keinginannya, bahkan ada yang mengatakan ada yang hampir kehilangan nyawanya ketika ritual berlangsung."


Lanjut paman Url.


"Uh..."


Zena yang mendengarnya seperti sudah cukup dengan itu.


"Bisa kita lanjutkan ketika sudah sampai?"


Ucapku kepada paman Url.


"Hm, baiklah."


Dia mengangguk seolah dapat membaca suasana. Sementara itu Zena menutup mulutnya seolah tidak percaya.


Aku mendekat dan menepuk kepalanya dengan lembut.


"Tidak perlu khawatir, tidak akan terjadi apa-apa yang mengancam nyawanya kok."


Ucapku tersenyum sambil terus menepuk lembut kepalanya.


"Terima kasih..."


Dia kemudian memelukku dengan erat.


"Eh!? Ah..! Ini.... Kita berada di luar..."


Aku dengan panik mencoba melepaskannya.


"Masa muda ya? Hahaha."


Paman Url tertawa senang melihatnya.


"Ah!!"


Zena melompat dan tersipu malu.

__ADS_1


Dalam perjalan kami saling bertukar cerita, bercanda gurau, bahkan kami sudah seperti kakek dan cucu? Dia terlihat seperti kakek yang berusaha keras.


.


.


.


.


Kami sampai pada pedesaan terdekat. Karena kami sampai di malah hari, kami menunggu di sebuah batang kayu dengan api unggun sebagai penghangat. Paman Url pergi untuk melaporkan kepada kepala desa apa yang terjadi selama dia berburu. Sementara Zena duduk termenung di sebelahku. Aku yang melihatnya dengan pikiran kosong kemudian menyentuh ujung tangannya.


"Oh, ah..."


Dia yang terkejut segera melihat ke arahku denga tersenyum yang kemudian dilanjutkan dengan kepalanya yang di sandarkan ke bahu ku.


"Cobalah untuk tidur."


Ucapku sambil menepuk pahaku.


"Bolehkah?"


Dia bertanya ketika aku berkata demikian. Dengan anggukan ringan aku membalasnya diiringi senyuman. Dia kemudian menaruh kepalanya ke pahaku dan aku mengelus kepalanya. Dengan perlahan matanya tertutup. Wajah tidurnya Dihias oleh wajah bahagianya.


"...."


Paman Url kemudian duduk di sebelahku sambil berbicara demikian.


"Yah, Begitulah."


Aku menjawabnya dengan singkat.


"Huft...."


Paman Url menghembuskan nafasnya setelah menghisap rokok tebalnya.


"Bagaimana kelanjutan dari cerita tadi?"


"Hm? Masih ingin melanjutkannya?"


Paman Url menanyakannya sebagai bukti bahwa itu bukanlah cerita yang enak didengar.


"Ya."

__ADS_1


Ucapku tegas.


"Huft.... Baiklah, Akan aku lanjutkan."


Dengan beberapa hembusan rokok dia melanjutkan cerita siang tadi.


"Menurut kabar yang terjadi....."


Kota Yuma merupakan kota penelitian. Dikatakan bahwa kota itu dipimpin oleh Bangsawan yang gila dalam riset dan penelitian. Dalam penelitian itu mereka (Seluruh peneliti termasuk bangsawan gila itu) mencoba mengubah peraturan mutlak milik para Dewa. Dengan mengubah takdir dan ras mereka secara paksa. Namun dalam beberapa percobaan mereka gagal dikarenakan sesuatu yang kurang. Dikatakan penelitian tersebut adalah ilegal, sebagian besar rakyat mungkin tidak tahu apa yang terjadi tetapi beberapa bangsawan dan klien dari pasar gelap mengetahui itu. Bisa dibilang ini adalah penelitian tabu. Dalam pasar gelap di kota Yuma sendiri terdapat budak yang sengaja ditangkap untuk menjadi bahan percobaan.


Dan dari kabar itu, aku terkejut bahwa ternyata selama ini Zena adalah target selanjutnya untuk dibuat percobaan itu. Paman Url hanya menduganya karena mereka menyebut 'Seorang Elf berambut biru, dan seorang petualang' atau begitulah yang di dengar paman Url. Alasan mereka mencarinya adalah 'kekuatan sihir yang spesial dan mampu mengatasi kegagalan sebelumnya. mendengar kata 'sebelumnya' aku teringat saat Meli menangis karena kedua orang tuanya yang meninggal. Aku kira mereka meninggal karena peperangan, ternyata bukan... Sepertinya mereka korban dari penelitian itu. Hanya Meli yang tidak mengetahuinya. Banyak rahasia dari kota Yuma yang disembunyikan. Perang waktu itu merupakan pengalihan supaya korban penelitian tersebut tidak terlihat. Mereka sangat hebat dalam pengalihan.


"Lalu yang terakhir, mereka mungkin mmasih melanjutkannya dan masih mencarinya."


Lanjut paman Url yang bercerita sedemikian panjangnya.


"....."


Aku yang menyimak ceritanya terdiam sementara.


"Huft... Mungkin terlalu berat buatmu..."


Ucapnya sambil menghembuskan nafasnya dan mengeluarkan asap rokoknya.


"Hm... Aku sedikit mengerti apa yang terjadi..."


Aku merenung sambil berpikir. Tanganku bergerak dengan sendirinya dan terus mengelus kepala Zena.


"Huft... Tidak banyak mengetahuinya..."


Paman Url kembali berkata-kata sambil mengeluarkan asap rokoknya.


"Paman, jika dengan desa Halm, sejauh apakah desa ini dari sana?"


"Hm? oh, desa halm... Mungkin sekitar 10 hari berjalan menggunakan kaki? Ada apa?"


"Uh... oh, aku ingin kesana, apakah ada transport? Berapa lama jika menggunakan kereta kuda?"


Kemungkinan tidak terlalu jauh jika menggunakan kereta kuda.


"Hm? Oh kira-kira 7 hari untuk kereta kuda. Kalau biasanya beberapa pedagang akan kesana untuk membeli bahan baru."


"Hm...."

__ADS_1


Mungkin besok aku akan mencari pedagang yang akan ke desa Halm...


Continue.....


__ADS_2