Re [Life] : Incarnation

Re [Life] : Incarnation
Penjaga Wilayah Perbatasan


__ADS_3

Singkat cerita, kami berhasil menemukan pedagang yang akan melintasi desa halm. Dia meminta biaya awal yang tidak begitu mahal, sekitar 20 bronze. Uangku tersisa 34 bronze (sisa berburu 5 koin perak atau sekitar 50 bronze yang kemudian dikurangi untuk membeli beberapa peralatan sekitar 16 bronze). Lalu ketika dalam perjalanan, kami berdua dihadapkan dengan monster.


Walaupun bisa dibilang monster itu mudah, tetapi untuk jaga malam bisa dibilang berat. Pasalnya disamping harus menjaga kereta, kami juga harus menjaga kuda ketika bermalam. Tentu saja itu menarik perhatian beberapa monster terdekat yang kelaparan. Sudah beberapa hari berjalan menyusuri jalan setapak dan penuh guncangan, akhirnya kami sampai di dekat desa. Mungkin bisa dibilang desa yang hancur.


Asap bekas api yang membakar desa masih terlihat, itu menandakan bahwa api belum lama padam atau kemungkinan ada yang menyalakan api unggun. Walaupun saat ini kami sudah dekat, dan sudah terlihat asap yang berasal dari desa, kami tidak mendekat karena keputusan pedagang ini meminta untuk bermalam dan tidak melanjutkan perjalanan.


"Sebenarnya lebih baik kita bergegas.."


Gumamku yang tengah bersandar di sebuah batu besar dengan tanganku yang kusilangkan kebelakang untuk dijadikan bantal.


Makan malam kali ini adalah ikan bakar tanpa bumbu, karena pedagang mengatakan ingin berhemat. Sebenarnya pedagang yang kami tumpangi hanya melewati desa Halm. Tidak peduli seperti apa desanya, dia hanya melewati.


.


.


.


.


Malam berlalu, kini sang mentari bersinar kembali. Sambil membuka mataku, aku melihat Zena berada di pangkuanku.


"...."


Karena belum sepenuhnya terbangun, aku hanya terdiam dan mencoba mencerna apa yang tengah aku lakukan. Sambil menengok kanan dan kiri, tidak ada monster sedikitpun di sini.


Ketika hampir meletakkan tangan di kepala Zena, dia terbangun lebih dahulu.


"Hup!"


Bukannya terbangun dia malah berpindah posisi dan memeluk perutku. apa yang dia lakukan?


"...."


Aku memandangi Zena dengan pandangan dingin.


"A-a, apa?"


Setelah beberapa saat dia nelepaskan pelukannya.


"Tidak, hanya berpikir sesaat."


Ucapku menghela nafas.


"Hmph!"


Dia duduk lalu menggembungkan pipinya. Oh dia marah?


"Hawn.. Pagi-pagi sudah romantis, anak muda memang beda..."


Ucap pedagang itu sambil menguap. Ah, dia iri...


"...."


Aku terdiam terhadap ucapan pedagang itu.


"Ayo bersiap, kita akan langsung melanjutkan perjalanan ini"


Ucap pedagang itu yang kemudian menuju tempat dia biasa mengemudi. apa dia tidak perlu mencuci mukanya terlebih dahulu?


"Hyau!?"


Aku kemudian dengan segera menggendong ala putri Zena sambil mengeluarkan suara aneh, lalu berjalan masuk menuju gerobak yang tidak terlalu penuh dengan barang.


Dengan begini, perjalan kembali dimulai, kami semakin dekat dengan desa Halm. Ketika semakin dekat, beberapa prajurit kerajaan sepertinya berhasil menguasai medan perang dan memukul mundur prajurit kekaisaran. sepertinya si maniak bertarung juga terpaksa mundur karena perintah dari atasannya.


Dibanding jenderal, atasannya adalah ahli strategi. Jika dia menantangnya maka dia akan diberi hukuman. Aku sendiri tidak terlalu paham hirearki di kekaisaran. Jika biasanya hirearki akan digambarkan dengan tingkat paling tinggi.


[Raja/Kaisar] -> [Putra mahkota (Putri/Pangeran)] -> [Duke] -> [Marquis] -> [earl] -> [Viscount] -> [Baron] -> dibawahnya biasanya terdapat jenderal, untuk kesatria biasanya atas perintah raja dan melindungi keluarga kerajaan atau bangsawan. sedangkan untuk prajurit mereka biasanya dipimpin oleh jenderal yang kemudian dibawahnya ada ahli strategi. Biasanya untuk perang atau memperluas kerajaan dan melindungi kerajaan dari serangan musuh. <- (kurang lebih seperti itu.)

__ADS_1


Dibanding Prajurit, jumlah kesatria lebih sedikit, karena biasanya kesatria disamping melindungi keluarga kerajaan dan bangsawan mereka biasanya juga ditugaskan sebagai pasukan dalam negeri. kalau di dunia lamaku sebut saja polisi.


"Oh, Sepertinya sebentar lagi kita akan berpisah, seperti yang direncanakan, kamu akan membayar bukan?"


Ucap pedagang itu dengan nada sedikit lesu.


"Ya, seperti kesepakatan waktu itu."


Sambil menjadi tumpuan Zena yang kembali tertidur, aku menjawabnya dengan santai.


Beberapa saat kemudian kami turun dari kereta, Zena yang setengah sadar sedikit sempoyongan. Kemudian aku mengeluarkan sejumlah uang dan memberikan kepada pedagang itu. Seperti yang direncanakan harga awal adalah 20 bronze. Aku memberikannya dan kemudian kami berpisah.


beberapa prajurit terlihat sedang berkemah. Ketika aku berjalan mendekat mereka melihat kami. Beberapa bergumam, "Oh wanita cantik!" atau "Elf!!" dan lain sebagainya.


"Permisi.."


Aku yang menyapa seorang prajurit yang sepertinya sedang mengawasi latihan pedang.


"Ya? Apa yang kamu lakukan di tempat seperti ini?"


Sang prajurit bertanya dengan sedikit kasar kepadaku.


"Aku Luke, petualang A rank. Dia Zena B rank."


Ucapku.


"Apa yang dilakukan petualang di perbatasan ini?"


Sang prajurit tetap bertanya dengan kasar.


"Aku akan menjelaskan semuanya jadi bisakah aku bertemu dengan pimpinanmu?"


Sang prajurit tampaknya paham, dan dia dengan segera memberi perintah untuk istirahat lalu berjalan menunjukan jalannya.


"Ketua!! Ada yang ingin berbicara kepadamu!!"


Ucap sang prajurit.


Ucapnya dari sebuah tenda.


"Mereka petualang!! Dia meminta bertemu dengan ketua, mereka pasti punya penjelasan terkait ini!"


Sang prajurit terus menjelaskan tetapi si 'ketua' keras kepala terus menolaknya dengan keras.


"Biar aku yang tangani."


Ucap seorang dengan armor yang hanya memakai armor dada.


"Wakil ketua!"


"Sudah kubilang panggil aku Alberd! Ha... Sudahlah lupakan, aku akan membujuknya jadi tunggulah saja."


Ucap Wakil ketua, atau mungkin akan kupanggil Alberd? Sopankah memanggil seseorang tanpa ijin?


Dia masuk ke tenda dan beberapa saat kemudian dia keluar.


"Jadi? Silahkan masuk. Kamu yang disana! Terus lanjutkan pelatihan."


"Baik pak!"


"Tanggapan yang bagus...."


Dia kemudian melirik kepada kami berdua.


"Masuklah."


Dan dengan cepat dia menghilang kedalam tenda. Kami pun menuruti perintahnya dan masuk.


"Jadi? Apa yang ingin kalian jelaskan?"

__ADS_1


Beberapa saat sebelum kami sempat mengenalkan diri, sang ketua menyodorkan pertanyaan seolah tak peduli terhadap kami.


"Pertama, perkenalkan. Saya Luke, anak dari Chrome dan Lucia sang petualang legendaris."


Ucapku sambil membungkuk sedikit.


Satu lagi soal jabatan, [Kesatria kehormatan] merupakan gelar yang diberikan kepada rakyat yang ikut berkontribusi sebagai prajurit walaupun tidak terdaftar di prajurit. Mereka biasanya diberi tugas khusus dan diberi kewenangan khusus. Tidak seperti kesatria yang hanya bisa dalam negeri, kesatria kehormatan biasanya juga bisa berperang di medan perang. Ketika seseorang menerima jabatan ini, mereka diperbolehkan masuk ke sebuah kota tanpa biaya masuk.


"Apa!? Chrome dan Lucia!?"


Sang wakil ketua (Alberd) terkejut.


"Hoh... Menarik..."


Sang ketua mulai meladeni kami.


"Pertama, saya akan menyampaikan kabar duka. Sangat disesalkan, kedua orang tua saya gugur ketika mencoba melindungi wilayah perbatasan ini."


"Hm... Aku turut berduka... Itu sangat disayangkan kalau akan mendengar kabar itu."


Sang ketua kemudian menunjukkan sedikit hormat kepada kami.


"Saya sangat berterima kasih atas pengertiannya. Lagipula ada pepatah mengatakan 'Seberapa kuatnya kamu, ketika jumlah berbeda, maka takdir berkata lain.' Maka tidak bisa dipungkiri akan seperti ini."


"Hm..."


"Selanjutnya saya akan menyampaikan penjelasan saya. Disini orang tua saya berpesan untuk tetap menjaga wilayah perbatasan ini, namun saya gagal. Saya sungguh meminta maaf sedalam dalamnya."


Ucapku sambil sedikit membungkuk.


"Tidak bisa dipungkiri. Kekaisaran menyerang tanpa deklarasi perang. Kami juga baru saja mendengar rumor bahwa perbatasan diserang, jadi kami segera mengambil tindakan atas perintah yang mulia."


Sang Ketua menjelaskan demikian. Sementara itu, wakil ketua (Alberd) berdiri tegap di samping ketua menghadap ke arah kami.


"Beberapa warga yang selamat mereka sepertinya belum jauh, apakah anda akan mengejar mereka dan membantu pengungsian? Bila berkenan, saya bisa membantu membujuk mereka. Walaupun mungkin saya tidak bisa ikut untuk berperang, setidaknya saya bisa membujuk mereka."


"Kenapa tidak?"


Sang ketua mengucapkannya dnegan tegas.


"Itu karena istri saya dan anak saya.."


Aku menjawabnya dengan penuh percaya diri.


"Hm... Lalu? Apa hubungannya?"


"Aku memilih untuk mati demi melindungi mereka, bukan mati untuk kerajaan. Jika, Kerajaan berada di ambang kehancuran, maka saya akan segwra pergi."


Ucapku yang telah meneguhkan hatiku.


"Apa kau gila!? Kamu telah tumbuh di kerajaan, setidaknya berikan kontribusi terhadap kerajaan! Mengapa kamu malah memilih untuk kabur!? Bukankah lebih baik untuk tetap melindungi tanah kelahiranmu!?"


"Alberd! Cukup! Biarkan dia menjelaskan!"


"Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa saya lahir di kerajaan, namun, saya tetap akan berteguh pada pemikiran saya."


"Alasannya?"


"Itu karena kemampuan saya tidak sebanding dengan orang tua saya. Mungkin saya kuat jika melawan prajurit kekaisaran. Namun, saya tidak cocok melawan orang yang telah berpengalaman dalam berperang. Ketika melawan monster dibandingkan melawan manusia, maka melawan monster adalah yang termudah."


Hanya menghindari masalah merepotkan... Aku tidak berniat menjadi bangsawan atau semacamnya, aku hanya menghidar. Jika terjadi apa-apa pada Zena, jantungku bisa berhenti, aku tidak ingin seperti itu. Walaupun sebenarnya itu mudah mengalahkan mereka, jika jumlah seimbang maka itu adalah kemenangan bagi kerajaan.


"Hm.. Baiklah, bujuk mereka, kami akan membantu mereka mengungsi sementara aku akan mengirim salah satu prajurit untuk melapor kepada Yang mulia."


"Baik, saya akan segera mengejar."


Yang kemudian aku tutup dnegan hormat dan keluar bersama dengan Zena.


Continue....

__ADS_1


*Note : Maaf semuanya, ceritanya berhenti agak lama karena saya juga sibuk. Kali ini akan saya lanjutkan lagi jadi terima kasih telah membaca dengan antusias, jika anda suka silahkan like, jika ingin mendukung maka silahkan vote atau berigift, jika ada sesuatu yang ingin disampaikan silahkan komentar. Terima kasih.


__ADS_2