![Re [Life] : Incarnation](https://asset.asean.biz.id/re--life----incarnation.webp)
Perjalanan hari pertama.
Setelah meninggalkan desa Halm dan menuju kota Yuma yang jaraknya 34 km dari desaku. Aku tidak tahu tepatnya, tetapi kira-kira 6 hari lamanya dengan kereta kuda. Perjalanan masih tetap aman karena kami belum memasuki area hutan.
Perjalanan hari kedua.
Kami menyusuri hutan yang rindang, dengan beberapa pencuri yang menyerang. Para pencuri itu sepertinya membangun markas di sekitar sini jadi, aku memutuskan untuk membunuh mereka semua. Selama penyerangan aku juga mencoba beberapa gaya serangan yang sama seperti di game yang aku mainkan.
Yang membuatku terkejut adalah diantara pencuri tersebut ada beberapa orang yang diculik. Salah satunya seorang elf, dengan Rambut biru langit yang panjangnya hingga punggung. Matanya tertutup oleh kain, dan mulutnya juga tertutup kain untuk mencegah dia bersuara.
"Hm? Seorang elf?"
Aku bergumam kepada diriku melihat penampakan itu. Dia bereaksi dengan ucapan ku dan terkejut, reaksi terkejut itu kemudian berganti menjadi reaksi gemetar.
"Mmm...! Mn!!"
Dia mencoba mengatakan sesuatu, tetapi karena mulutnya tertutup kain kata-katanya menjadi tidak jelas. Aku menghiraukannya dan mulai melepas kain yang diikat di mata dan mulutnya.
"Bwah.... Jangan sentuh aku!"
sambil terlihat lega dapat berbicara, dia berteriak ke arahku. Nadanya sedikit gemetar, dan matanya sedikit berkaca-kaca.
"Tenanglah, aku bukan musuh mu, aku datang menyelamatkanmu."
Aku berusaha menenangkan elf tersebut, tetapi sepertinya mustahil tanpa bukti. Dia terus saja melawan setiap aku ingin memegangnya.
"Apa boleh buat."
Ucapku yang kemudian berdiri dan menuju ke arah lain, dimana ada beberapa orang yang diculik.
Di dalam gua tersebut, ada 6 orang termasuk elf tadi yang diculik. Aku tidak tahu motif mereka, setidaknya aku sudah membunuh mereka.
"Yosh, dengan begini kalian bebas."
Ucapku setelah melepas semua ikatan mereka. Mereka semua berasal dari ras yang berbeda. Sepasang manusia yang artinya 2 orang manusia, 1 laki laki dan 1 perempuan. 2 orang perempuan dan 1 laki laki dari ras Pantherian, 1 perempuan elf.
"Terima kasih banyak. Apakah anda mengalahkan mereka semua?"
Tanya salah satu laki laki dari ras manusia.
"Lebih tepatnya aku membunuh mereka, apakah ada yang salah?"
"Tidak, mereka itu sebenarnya buronan. Terima kasih sudah meringankan pekerjaan saya."
Laki laki tersebut membungkuk bersamaan dengan sang perempuan. Badannya lumayan besar untuk seorang perempuan.
"Ah tidak, aku hanya kebetulan lewat. Sebelum itu aku akan melepaskan tali elf itu."
Ucapku kemudian berjalan ke arah elf itu, lalu melepaskan tali yang mengikat tangannya.
"Ah..."
Sang elf yang tadinya terlihat tidak mempercayaiku menatapku dengan pipi yang merah.
"Ada apa?"
Karena tatapan itu, aku bertanya kepadanya.
"Te....Terima kasih..."
Dia mengucapkannya dengan suara yang semakin mengecil.
"Sama-sama."
__ADS_1
Ucapku membalasnya. Sepertinya dia malu karena salah sangka terhadapku. Karena mendengar jawabanku, wajahnya telah memerah lalu menunduk. Aku menghiraukannya dan kemudian kembali kepada 2 orang tadi. Mereka telah lengkap dengan armor besi, di kanan atas dekat dada mereka terdapat sebuah lambang.
"Apakah itu armor mu? Dan lambang di armor mu itu bukankah lambang kerajaan?"
"Ya, kami berdua berasal dari ibukota kerajaan saat ini kami akan menuju kota Yuma, tetapi di tengah perjalanan kami berdua diserang."
Ucapnya sambil menyarungkan pedangnya di pinggang.
Ibukota Asma terletak jauh di utara kota dari kota Yuma, walaupun begitu kenapa orang dari ibukota mau jauh-jauh ke kota Yuma? Apalagi tanpa prajurit dan pengawal!?
"Apakah ada alasannya sampai ke kota kecil Yuma tanpa pengamanan?"
"Kami berdua ini sedang melakukan perjalanan untuk mengawasi para bangsawan kota. Kami mengecek keadaan kota dengan menyamar. Armor ini hanya untuk di luar kota, dan ketika kami akan masuk kami akan menyimpan armor ini."
Laki laki tersebut sepertinya berusia 20 tahun, dan perempuan disampingnya sepertinya 1 tahun lebih muda.
"Jadi begitu."
Sambil mengucapkannya, elf tadi mendekat.
"Ada apa?"
"Aku ingin tahu namamu..."
Dia sedikit menunduk malu dengan ucapannya, tangannya sedikit disembunyikan, dan wajahnya sedikit memerah.
"Luke, namaku Luke. Namamu?"
"Zena."
"Kalau begitu salam kenal Zena."
Aku kemudian mengajaknya untuk bersalaman. Walaupun dia sedikit ragu, dia menanggapi tanganku.
"?"
"Nama saya adalah Sera. saya adalah kesatria kerajaan yang menjadi mata-mata."
Kesatria Sera mengucapkannya dengan sedikit menunduk. Aku terkejut ketika tengah bingung dengan ucapan Zena sang elf.
"Ah! Kalau begitu Mohon bantuannya."
"Kalau begitu giliran saya, nama saya saat ini adalah Yu. seorang mata-mata yang bekerja dibawah kerajaan."
Dia mengucapkannya dengan sigap. Armor nya telah tertutup sebuah jubah hitam.
Nama palsu ya? Wajar saja dia seorang mata-mata kerajaan, tidak mungkin menyebut nama aslinya kan?
"Ok, kalau begitu mohon bantuannya."
Aku kemudian berbalik.
"Ah, kalian bertiga! Kalian belum menyebutkan nama kalian kan?"
Seorang Phanterian laki laki, berambut merah. Dengan badan yang sedikit macho, seperti seorang petualang menjawab.
"Namaku Heis! Terima kasih menyelamatkan kami bertiga."
Dia baik, tidak seperti penampilannya yang kasar.
"Namaku Stella, aku adiknya."
Perempuan Phanterian di sebelahnya berkata dengan nada lembut. Rambutnya berwarna pink Sakura, dengan mata sedikit tajam. Tubuhnya seikit lebih kecil dari kakaknya Heis.
__ADS_1
"Aku pacar Heis, Shion. Terima kasih telah menyelamatkan kami bertiga."
dia membungkukkan badanya. Rambut kuningnya sepanjang bahu, dan *********** yang besar sedikit bergoyang karena gerakannya.
"Hm. Apakah kalian bertiga petualang?"
"Ya, saat sedang menjalankan quest, kami diserang oleh kawanan serigala. Lalu setelah kami berhasil melawannya, ada beberapa orang yang datang menyerang setelah kami kelelahan."
Heis mengucapkannya dengan wajah kecewa.
Aku tahu quest mu akan gagal bukan? setidaknya khawatir lah kepada nyawa kalian bertiga.
"Aku tidak tahu apa yang akan mereka perbuat jika aku tidak membantai mereka sih, tapi ya... Jujur saja aku sedikit lelah karena perbuatanku....."
Ucapku dengan suara merendah. Mataku sedikit kabur... Pendengaran ku menjadi samar samar... Ada apa ini... Tubuhku juga kehilangan kendali....
"...."
"Luke! Bertahanlah!"
Suara seseorang berteriak sangat keras. Aku tidak tahu apa yang terjadi tetapi tubuhku tidak bisa bergerak....
...****************...
Aku terbangun di sebuah pangkuan. Pahanya sangat halus bahkan aku sangat nyaman dengan bantal paha ini... Sambil sedikit membuka mataku, aku kemudian sepenuhnya tersadar.
"Uh..."
"oh! Luke! kamu sudah bangun ya!"
Aku mendengar suara seorang pria tua. Sepertinya dia Paman Kai.
"Luke, ada apa denganmu? kenapa tiba tiba pingsan?"
Suara seorang wanita? Zena?
Saat aku mengarahkan pandanganku ke atas, mataku bertatapan dengan orang yang memangku ku.
"Hm...? Dimana?"
"Kita sudah di luar gua loh."
"Hm? Zena?"
"Ya, aku loh."
Benar, dia seorang gadis elf yang aku selamatkan tadi... lalu dimana yang lainnya? Dari pangkuannya, aku dapat melihat langit yang sepenuhnya sudah gelap dengan taburan bintang.
Elf memang cantik, tubuhnya indah, namun *********** kecil. menurut orang-orang, mereka para elf sangat jarang menyukai orang dari ras lain bahkan rasnya sendiri karena umurnya yang panjang membuatnya tidak ingin terburu-buru memiliki keturunan.
"Ugh!"
Sangat sakit... benar benar merepotkan! Karena para penjahat itu tubuhku tidak dapat bergerak!
"Jangan memaksakan dirimu. Istirahatlah di pangkuanku untuk sementara."
Dia mengelus kepalaku. Ada apa dengannya? Apakah dia jatuh cinta denganku? Sepertinya dia ingin menumbuhkan benih cintanya.
"Baiklah, maaf kalau merepotkan mu..."
Aku kembali menutup mataku. Maaf paman Kai, aku tidak menjelaskannya karena pingsan... Mungkin sudah dijelaskan oleh mereka?
Continue....
__ADS_1