REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 1 : Chapter 12 : PERLAWANAN RIJIN


__ADS_3

...-12-...


Mata Rijin membesar, mulut nya terkunci. Dia tidak bisa menjawab setiap lontaran perkataan tajam wanita didepan nya. Detakan jantung itu bejalan begitu laju, seakan ingin sekali pecah saat itu juga.


Sang wanita didepan Rijin terus saja mengomel dan berbicara dengan nada tinggi pada Rijin. Dengan kasar tangan itu mendorong Rijin hingga terjatuh kelantai.


BRUKK


Suara hantaman keras terdengar. Rijin tersungkur dengan telapak tangan menyentuh lantai. Dengan cepat Rijin menoleh pada wanita yang mendorong diri nya.


"Aku benar benar tidak sengaja melakukan itu, percayalah. Aku mohon pada mu jangan seperti ini." Ujar Rijin sedikit memekik karena tak menduga jika diri nya akan didorong oleh wanita didepan nya.


"Wah, gadis bajingan ini sudah melakukan kesalahan tapi masih berani berbicara kasar pada ku? Kau mau cari mati?" Ujar wanita itu melotot kan mata pada Rijin. Dia sangat marah pada Rijin karena telah memecahkan Vas milik nya yang sangat mahal itu.


Rijin bangun dan menepuk kedua tangan nya, karena terkena debu dilantai yang sekarang dia pijaki. Dengan segala keberanian yang dia punya, dia akhir nya menatap tajam pada si pemilik toko itu.


"Aku mengaku jika diri ku salah. tapi kau... kau tak berhak memperlakukan diriku seperti ini! Lagi pula, ini bukan lah sepenuh nya salah ku! Orang bodoh mana yang mau meletakan barang yang yang sangat rapuh ini di tempat yang biasa dilewati banyak orang, tanpa perlindungan satu pun. Dan kau bilang jika Vas ini mahal bukan? lalu mengapa barang mahal seperti ini bisa diletak di tempat rawan itu?" Tegas Rijin yang kali ini sudah tak bisa berdiam diri. Dia kesal karna wanita didepan nya, telah mendorong diri nya hingga terjatuh.


Dia menunjuk nunjuk wanita didepan nya dengan kasar, pada saat berbicara.


"A-apa maksut mu? APAKAH GADIS SIALAN INI TELAH MENUDUH JIKA DIRI KU SENGAJA MELETAK KAN VAS GIOK INI, DITEMPAT SEMBARANGAN? BERANI SEKALI KAU!" Ujar wanita itu masih membela diri. yang awal nya gagu, namun menyentak kemudian.


Rijin sangat kesal dan tak lagi mengenal sopan dihadapan wanita itu. Tatapan mata nya begitu tajam dan menunjuk kearah kain kain yang telah dia ambil tadi.


"Awal nya, aku kemari ingin membeli beberapa kain dari mu. Tapi tidak disangka ini bisa terjadi. Baiklah, cepat katakan berapa harga dari vas milik mu ini?" Tegas Rijin menanyakan sebuah harga dari Vas tersebut.

__ADS_1


Wanita didepan nya tersenyum begitu sinis. Dia memandang Rijin dari atas sampai bawah seolah telah meremehkan keadaan Rijin. Dibola mata Rijin, tergambar begitu jelas seseorang yang sedang meremehkan diri nya. Rijin ingin sekali menampar wanita itu! Namun Rijin sadar jika wanita di depan nya itu jauh lebih tua dari nya. Dia masih mengingat sebuah batasan dan tak akan mungkin melakukan hal tersebut.


"Jangan pernah memandang ku seperti itu! Aku menanyakan berapa harga dari vas milik mu ini, namun mengapa kau tak menjawab juga pertanyaan ku?" Ujar Rijin, kali ini menurunkan nada bicara nya.


"Jika kau mampu! Bayar semua kerugian ini sebanyak 5 ribu keping emas! Harus dibayar sekarang, atau tidak aku akan memanggil keamanan kemari!"Tegas Wanita itu lagi, sambil memandang remeh kearah Rijin.


Rijin terdiam sejenak. Kening nya mengerut sambil memikir kan sesuatu.


Wanita didepan nya sedang tersenyum begitu sinis. Dia menertawakan keterdiaman Rijin.


"Tidak mampu, bukan? Baiklah, aku akan berbaik hati padamu. Cepat berlutut dan jilat sepatu ku! Selepasnya, aku akan menganggap jika hutang mu akan lunas." Ujar nya tersenyum remeh sambil mengangkat satu kaki nya dan menyodor kan kaki nya pada Rijin.


Rijin memicing pada wanita didepan nya. "Wanita ini! Semakin dibiarkan semakin semena mena! Tapi , apakah aku gunakan saja harta yang diberi oleh putri? Ah tidak.... aku tidak enak hati pada putri. T-tapi jika tidak dibayar, wanita ini pasti akan semena mena pada ku." Batin Rijin, bimbang. Dia dilema antara ingin menggunakan atau tidak.


"Cepat jilat sepatu ku! Tunggu apa lagi?" Suruh wanita itu pada Rijin.


Dia terdiam dan mengunci mulut nya. "Sial! apakah dia seorang Zhànshì? Apakah aku salah sasaran?" Batin wanita itu kalut saat melihat Rijin yang sedang mempersiap kan Koin milik nya.


Rijin sangat serius dan sibuk menghitung kepingan emas sebanyak 5 ribu keping. Sesekali dia bergumam dan memaki wanita didepan nya.


"T-ti-tidak usah, nona. Aku hanya bercanda saja tadi... v-vas ini sebenarnya tidak ada harga nya. Aku telah berbohong." jelas wanit itu melambai lambai kan tangan pada Rijin.


Rijin melihat wanita itu dengan kebingungan. Dia menggaruk kepala nya itu. Wanita di depan nya itu terlihat seperti orang bodoh yang kehilangan jati diri.


"Maksut nya?" Tanya Rijin benar benar bingung dengan perubahan sikap wanita didepan nya.

__ADS_1


"Ah tidak. Aku hanya sedang bercanda. Baiklah, sekarang toko ku ini sedang tutup. silah kan datang lain waktu." Ujar nya dengan nada sopan lalu mendorong pelan Rijin agar keluar dari toko milik nya.


Rijin heran dan pasrah saat tubuh nya didorong paksa keluar dari dalam toko itu.


"Silah kan datang lain waktu." Ujar wanita itu tersenyum lalu dengan cepat menutup toko nya.


"T-tapi....." Singkat Rijin yang sedang berdiri di depan toko yang sudah ditutup itu


"Ada apa dengan nya, aneh sekali." Gumam Rijin bingung sambil sesekali mengetuk pintu toko tersebut


...-kediaman phoenix-...


Didalam Kediaman Phoenix, terlihat jika Xianlie sedang mengobati anak laki laki itu. didalam sebuah ruangan megah dengan segala perlengkapan pengobatan.


Xianlie sedang membersihkan noda darah di mulut sang anak, menggunakan kain basah.


Dengan telaten dia mengoles ramuan obat yang telah dia buat, kepada memar yang diderita anak itu. Anak laki laki itu merintih kesakitan saat tak sengaja Xianlie menekan dibagian memar nya.


"Kak, ini sangat sakit." keluh anak itu menghentikan pergerakan Xianlie.


Xianlie akhir nya lebih melembut kan pergerakan nya itu dan kemudian dia berdiri hendak mengambil sesuatu di lemari pendek di ujung ruangan. Dia membawa sebuah nakas berisikan segelas air dan pil herbal yang telah diracik oleh nya.


Xianlie menyerahkan nakas itu pada sang anak yang sedang duduk di sofa ruangan. Wajah nya masih saja begitu datar dan sikap yang dingin bagai bongkahan es yang sangat besar.


Anak laki laki itu bingung lalu mengambil nakas tersebut, begitu saja.

__ADS_1


"Minum pil itu. Luka mu harus segera sembuh sebelum kau dipulang kan kerumah mu!" Ketua Xianlie dan kemudian duduk, mengawasi pergerakan anak itu.


...BAGIAN 12 TELAH SELESAI, SILAH KAN TINGGAL KAN JEJAK...


__ADS_2