
...-27-...
...- ruangan utama kerajaan kuantong -...
Mujeng sedang terdiam dengan pemikiran diotak nya, sangat berpikir keras sekali dia menerka-nerka sosok yang begitu kuat, yang telah membantu kekaisaran ANMING.
Disana terdapat para jendral dan para kasim untuk melayani. Pandangan mereka terarahkan posisi bawah, karena tak mampu menahan atmosfer kekuatan aura, Mujeng.
"Apakah ada pesan!." Tanya nya, seolah harus dijawab mutlak.
"Ada yang mulia," Jawab salah satu jendral melirik pada jendral lain nya. "pesan itu terukir di kulit sang korban." lanjut nya lagi melihat pada, mujeng.
Dengan begitu cepat iris mata itu melihat pada jendral yang sedang berbicara. Dia bangkit dari duduk nya, lalu mendekat kesana.
"Apa yang tertulis? Apakah ada kata tersembunyi disana?." Tanya mujeng begitu penasaran.
Para jendral saling lirik dan kemudian ada salah satu lagi yang berbicara.
"Potongan kulit yang di ukir, sudah di ambil oleh tabib rumah sakit kerajaan. Sebentar lagi, tabib itu akan datang menyampai kan pesan." Jawab jendral itu.
"siapa orang ini? aku harus mencari tahu dan menyingkir kan penghalang itu!." bisik hati Mujeng.
...- kembali, di kekaisaran ANMING -...
Setelah melakukan perjalanan pulang, mereka berdua memutuskan untuk mendatangi perbatasan antara kerajaan anming dan kerajaan kuantong. Ditakutkan jika terjadi penghianatan atau kelalaian yang disengajai.
Xianlie dan Eng sudah akan mendekati Perbatasanan tersebut. Namun dari jauh nya mata memandang, mereka melihat sebuah grombolan seperti dua orang majikan dan gerombolan budak berantai mengikuti di belakang.
Mereka berdua berjalan menghampiri lima orang penjaga perbatasan. Pandangan datar Xianlie melihat pada salah satu dari mereka telah diam diam mengambil sekantong koin yang di ulurkan oleh si dua orang majikan tadi.
Xianlie meninggal kan Eng di belakang, lalu berjalan menghampiri si penjaga yang tak bertanggung jawab ini. Tangan putih mulus nya itu bergerak menyentuh bahu sang penjaga.
Si penjaga sedikit kaget dan menoleh pada, Xianlie. "Siapa gadis ini?" Tanya nya begitu dingin.
Xianlie hanya diam, masih dengan iris mata yang memandang kearah sekantong koin yang dipegang oleh si penghianat ini.
"Apakah enak, menerima suapan seperti ini?" Tanya Xianlie begitu dinging bagai setetes es tanpa kehangatan.
__ADS_1
Si pria itu awal nya tak mengerti apa yang di ucap kan oleh Xianlie. Namun dia sadar, diri nya baru saja menerima sebuah suap masuk. Dia menjadi salah tingkah dan dengan cepat menyembunyikan sekantong koin itu di saku celana nya.
"A-apa urusan nya dengan mu? cepat menyingkir lah kau gadis sialan." Usir nya pada Xianlie dan mendorong tubuh Xianlie. Untung saja Xianlie memiliki pertahan yang cukup kuat, atau tidak dia bisa saja jatuh.
Si pria itu tertegun mendapati Xianlie yang masih berada di posisi awal, saat diri nya sudah mendorong. Xianlie membersih kan bahu nya yang sudah dipegang oleh si penghianat itu lalu tersenyum begitu devil.
"Aku adalah utusan dari kaisar Bouchun, dan sekarang aku sudah menangkap siapa disini yang telah berkhianat." Gumam nya pelan sehingga hanya pria itu lah yang mendengar.
Pria itu tak berani berucap dan menunduk arah bawah. Namun terdengar celotehan dari dua majikan tadi, memarahi si pria karena begitu lama membuka kan portal perbatasan.
"Hey cepat buka penghalang ini! Kereta kuda ku ingin lewat!." Tegas nya memandang tajam si pria.
Xianlie menoleh pada sang pembicara lalu dia berjalan kearah 4 penjaga yang terpisah.
Xianlie berdiri dihadapan mereka lalu menunjukan sebuah plakat hitam, sehingga membuat mereka terkejut dan jantung mereka berdetak lebih kencang. Mereka terjatuh, dan berlutut hormat pada Xianlie.
Tentu nya mereka sudah mendengar rumor, jika jendral besar mereka adalah seorang gadis berusia belasan tahun. Tak heran jika mereka bisa percaya begitu cepat
"Tutup semua akses!! Lakukan dengan cepat!!." Titah nya mutlak.
Mereka berlarian menutup semua akses, pergerakan mereka sangat cepat seolah seperti dikejar oleh hantu. Xianlie menghela nafas sangat kasar.
Eng, berjalan mendekat pada si penghianat itu lalu segera membuka pedang dari sampulnya. walaupun menggunakan topeng ia terlihat seperti seorang yang tidak bisa di ganggu pergerakannya, begitu tidak bisa diganggu gugat!
Slassss
Kepala pria itu melayang ke udara. Mata pedang yang begitu tajam dan dingin ini, kini sudah memandikan darah segar. Xianlie memandang dingin kepala pria itu.
Dia berjalan mendekat kesana, dan mengambil kepala itu dengan menarik rambut nya. Sungguh dingin sekali sikap itu, sehingga orang orang yang ada disana menjadi hening dan takut untuk berbunyi.
Xianlie menancap kan kepala itu pada tiang pembatas portal, lalu memandang pada ke empat penjaga lain nya. "Ini adalah peringatan dari ku!! Jika ada yang berani melanggar peringatan ini, maka bersiap lah untuk menyusul!." Kata nya, tidak ingin diganggu gugat.
Eng, terdiam dan melihat sang adik dengan begitu lekat. Dia merasakan sebuah kedinginan di hati sang adik, seolah hati itu sudah membeku saat menghadapi seseorang. Bibir nya mengerucut lalu berdecis, "Dia sangat menyeram kan." Decis nya.
Sementara itu, sang penyusup dengan segera melarikan diri. Mereka berputar arah kembali ke kekaisaran kuantong. Xianlie tidak berniat untuk mengejar, jika dia mengejar dia sama saja masuk kedalam jebakan lawan.
"Begitu bodoh." gumam nya.
__ADS_1
"Perbatasan, sudah ditangani. Sekarang apa rencana mu?" Tanya Eng pada Xianlie.
"Kembali, aku ingin menemui Rijin. Sudah lama aku berpisah dengan nya."
"Rijin? memang nya kemana dia?"
"pergi kesuatu tempat."
"Hmmmm aku tidak sabar bertemu dengan nya."
"Mau apa?"
"Tidak, hanya ingin kenalan saja, apa tidak boleh."
"Tidak boleh!! dia masih kecil."
"Cih!."
Mereka berjalan pulang, dan tiba tiba menghilang begitu saja seolah tertelan sesuatu. Angin berhembus kencang menggoyang bambu dan pepohonan, di tempat Xianlie dan Eng yang tadi nya berdiri
"Sulit untuk kita menembus pertahanan."
"Tapi setidak nya kita tahu, siapa jendral besar itu!."
...- pertengahan kota anming -...
"Adik, kau begitu gegabah. Kau membongkar identitas mu begitu saja." Ujar Eng sedikit kecewa.
"Aku ada alasan yang kuat. Tidak perlu khawatir, semua nya pasti akan berjalan lancar." Jawab Xianlie yang kali ini tersenyum mengembang.
Eng tertegun melihat senyuman itu.
"Tumben sekali kau tersenyum." Kaget Eng.
"Tentu saja, karena sebentar lagi aku akan berjumpa dengan Rijin. Sudah lah berhenti bertanya." Gegas Xianlie.
Eng menggeleng heran pada sang adik nya ini. Dia begitu penasaran pada sosok Rijin yang mampu membuat sang adik bertekuk lutut.
__ADS_1
"Rijin.... sepuluh tahun lalu kau terlihat begitu manis, seperti apa rupa mu sekarang." Gumam nya penasaran.
...BAGIAN 27 TELAH SELESAI, JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK...