REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 3 : chapter 53 : Flashback kisah hidup Xianlie #4


__ADS_3

Terlihat kasim tertinggi di kekaisaran kuantong sedang berlari bersama dua orang tabib keistanaan.


Raut wajah mereka begitu cemas, mereka bahkan sudah melupakan keanggunan dari seorang bangsawan karena sangkin cemas nya. “Cepat lah,” suruh kasim itu pada kedua tabib.


“Apa yang terjadi, mengapa kaisar bisa terkena racun api?” Tanya salah satu tabib sambil berlari


“Aku tidak tahu, keadaan kaisar sangat memprihatinkan. dia sekarat!” Jawab Kasim.


Mereka berlarian kedalam dan tidak Luput dari pandangan bingung para pelayan yang berlalu lalang.


“Kenapa, apakah ada masalah mendesak?” Tanya seorang pelayan pada rekan nya.


“Shutt, jangan campuri urusan majikan!” Tegur sang rekan takut akan ketahuan oleh orang.


...[Kediaman raja]...


Begitu tertutup dan penuh para prajurit berjaga. pintu ruangan dijaga oleh dua prajurit bersamaan hewan spirit best berbentuk kumpalan asap neraka.


Datang dua orang prajurit dan satu kasim lalu dengan cepat memasuki ruangan.


Diperlihat kan disana, Mujeng sedang terbaring dengan kondisi yang sangat mengerikan.


Dia tidak menggunakan baju, sehingga memperlihat kan sebuah urat menjalar yang sedang dimakan api.


Dia tidak henti meringis kesakitan, hal itu lebih sakit sehingga sang pengidap memilih untuk mati saja dari pada harus tersiksa seperti itu.


“Akhhh... sakit sekali,” Pekik Mujeng gelisah sambil memukul-mukul dada nya yang sesak.


Tabib istana sudah mulai melakukan pemeriksaan, mereka sangat terkejut melihat kondisi raja Mereka.


Dengan takut mereka mulai memeriksa pergelangan tangan, untuk melihat kondisi denyut nadi ditangan Mujeng.


“Apa...” Gumam tabib itu membesarkan dua kelopak mata nya.


“Ada apa, apa yang terjadi,” Tanya kasim begitu panik


Masih belum ada jawaban, kedua tabib saling memandang lalu melihat pada Mujeng yang sudah tidak sadarkan diri.


“Belum pasti, tapi aku curiga jika kaisar terkena sebuah racun api,” Jawab si tabib ragu.


“R-racun api? tapi, bukan kah racun api hanya berada di bukit bua susu? sedang kan kaisar tidak pernah pergi kebukit bua susu,” Ucap si kasim begitu kaget.


“Ini belum pasti, kami harus melakukan pemeriksaan nya sekali lagi. Saudara, kita akan melakukan akupuntur pada kaisar,”


“Baiklah, ini adalah jalan satu-satu nya yang bisa diambil.”


Mereka mulai mempersiap kan semua kebutuhan yang diperlukan. Berusaha.

__ADS_1


“Kaisar, aku harap kau akan baik-baik saja,” Gumam si kasim begitu berharap.


Ruangan hening tanpa suara, kedua tabib berusaha untuk pokus dan hampir selesai dengan akupuntur yang mereka lakukan pada Mujeng.


Dengan ragu-ragu tabib berbicara, dia terlihat linglung sambil melihat sebuah kertas yang terbuat dari pohon persik surga


Kertas itu bewarna hitam lalu terbakar dengan cepat menjadi abu.


Kasim membesarkan mata nya, tidak menyangka yang terjadi di depan mata nya.


“Tidak salah lagi, ini adalah racun api tingkat 10. Sudah tidak ada harapan,” Ucap sang tabib dengan pasrah.


Dek...dek... dek


“Tidak.... ini tidak bisa dibiarkan! Tabib, aku mohon. tolong, tolong selamat kan kisar,” Ucap si kasim dengan memohon.


Dia berlutut berkesimpuh di lantai dan memegang kaki tabib itu, dia rela menjatuhkan harga diri nya.


“Aku mohon,, demi dewa aku mohon pada mu. tolong selamat kan kaisar,”


“Sebenarnya, masih ada harapan.. namun mengingat waktu yang begitu singkat, aku rasa harapan itu hanya berpeluang kecil bisa berhasil.”


“Apa, apa yang harus dilakukan?” Desak kasim itu.


“Mengambil akar mawar emas di hutan pebukitan bua susu. Itu adalah salah satu obat yang bisa membantu, tapi...”


“Sangat berbahaya, apalagi...manusia biasa tidak akan bisa menembus pertahanan bukit bua susu. Bukit bua susu sudah disegel oleh dewi, dan hanya orang tertentu yang bisa masuk.. dan, dan manusia yang tinggal disana lah yang bisa keluar masuk kedalam bukit bua susu.”


“A-apa, jadi apakah kita memerluka bantuan orang dalam agar bisa mengambil akar emas itu?”


“Tidak bisa. sudah aku katakan, sudah tidak ada harapan! Tunggu sampai besok, dan lihat apakah kondisi kaisar masih ada perubahan atau tidak.”


...[malam hari tiba]...


Langit sudah menggelap, keadaan Mujeng semakin parah.


Hal ini sudah sampai ditelinga Xianmin dan juga Mine, namun hanya Xianmin yang terlihat sedang mengkhawatir kan Mujeng.


Mine lebih memilih untuk tidur dikediaman dan menikmati mimpi indah nya.


Xianmin berlari dengan panik menuju kediaman raja, tak lupa diri nya ditemani oleh lima pelayan dan juga satu kasim yang selalu setia berada disamping nya.


“Ayah, apa yang terjadi pada ayah?” Ucap Xianmin sambil menangis pilu.


Para tabib dan juga kasim yang sedang berjaga tidak menjawab pertanyaan Xianmin


Mereka diam seribu bahasa sambil menunduk kan kepala mereka.

__ADS_1


“Tolong jawab aku!” Ucap Xianmin lagi dengan mendesak pada mereka.


“Tidak ada harapan,” Akhir nya kasim membuka suara dan membocorkan kebenaran pada Xianmin.


Dek


“Tidak mungkin kan,” gumam Xianmin menjatuh kan diri nya kelantai.


“Putri, apa yang kau lakukan,”


“Tidak putri jangan begini, kaisar pasti akan selamat,”


Para pelayan yang menemani Xianmin, berusaha menenang kan nya.


Air mata berjatuhan begitu deras, Xianmin sudah tidak bisa apa-apa lagi.


“Tidak mungkin kan, ayah harus selamat! aku tidak mau kehilangan ayah,” Ucap Xianmin pilu


“Putri, sudah tidak ada harapan. Kaisar terkena racun api, dan racun api sangat berbahaya bagi tubuh. Saya tidak tahu, apakah akan ada harapan atau tidak,” ucap tabib khawatir


“Ra-racun api... bagaimana bisa..” Gumam Xianmin


“Tidak bisa, aku harus bertindak,”


“Tolong, tolong biarkan kami berdua saja. aku mohon. aku ingin menghabiskan waktu dengan ayah, aku mohon pada kalian,” Pinta Xianmin memohon pada para tabib dan kasim.


Awal nya mereka tampak enggan, namun mereka sangat prihatin dengan kekhawatiran Xianmin dan akhir nya mereka menyetujui hal tersebut.


Mereka keluar dari sana, termasuk para pelayan dan juga kasim setia Xianmin.


Xianmin menutup pintu rapat-rapat, dia membelakangi tubuh dan melihat pada Mujeng dengan tatapan nanar.


“Cih, mati ya mati saja. Jangan menyusah kan! jika kau sudah mati... maka tahta akan menjadi milik ku!”


Dia berkata sinis dengan seringaian jahat, Xianmin melangkah anggun lalu perlahan-lahan tangan nya merogoh sebuah botol giok di saku baju nya.


Perlahan dia mengangkat botol giok itu lalu mengarahkan didepan wajah nya, seringaian kembali muncul


“Racun pelebur jiwa.. terbuat dari minyak mayat dan bisa menghabisi mu dalam sekejab!”


“Ck, ck, ck.. kau sangat kasihan! tenang saja, setelah aku memberi mu penawar ini maka kau akan kehilangan rasa sakit untuk seumur hidup mu,”


Dia membuka penutup botol giok itu, lalu dengan perlahan diri nya mencoba mengarahkan botol itu kearah mulut Mujeng


_and_


...BAGIAN 53 TELAH SELESAI, SEE YOU...

__ADS_1


__ADS_2