
Susuai janji, Xianlie menemani Rijin untuk pergi ke toko pakaian milik Rijin. Kedua nya berpenampilan begitu sederhana, seperti seorang penduduk desa yang sewajar nya. Xianlie mengenakan baju panjang bewarna biru muda dan silver, dia menguncir kuda rambut hitam legam nya tanpa meletakan satu pun jepitan rambut. Sementara Rijin, dia memilih untuk mengenakan sebuah pakaian merah polos dengan rambut di ikat setengah tanpa jepitan.
Walaupun berpenampilan sederhana, mereka terlihat sangat elegan nan cantik rupawan. Namun tidak dipungkiri banyak mata memandang remeh pada mereka, meski di kekaisaran ANMING sudah menetapkan kesetaraan akan tetapi pikiran masyarakat sulit diubah tidak semudah mengubah hukum.
"Nona, apakah kau akan membeli beberapa bangunan itu? apakah kau yakin, siapa yang akan mengurus nya nanti. itu sangat banyak." Tanya Rijin tidak yakin dengan keputusan Xianlie.
"Kenapa tidak, dilihat dari perkembangan zaman sekarang, kita membutuh kan banyak nya uang agar hidup tersanjung. Menjadi kuat saja tidak akan cukup," Jawab Xianlie.
"Memang nya apa tujuan kau ingin menjadi kaya? hidup dengan sederhana saja pasti akan membuat kita bahagia." Tanya Rijin lagi merasa tidak setuju dengan pendapat Xianlie.
"Ck, jika aku tidak bisa menjadi kaya, nanti orang-orang akan memandang rendah diri mu! begitu saja tidak tahu!" Jawab Xianlie ketus lalu berjalan terlebih dahulu meninggal kan Rijin di belakang nya.
Rijin tersenyum malu saat mendengar pernyataan Xianlie.
"Nona melakukan ini demi diri ku? dia sangat lucu." Gumam nya terkekeh.
Rijin menyusul langkah Xianlie, dan akhir nya mereka berjalan berdampingan menuju toko pakaian, dengan lima belas langkah lagi akan sampai.
...- singkat cerita -...
Akhir nya mereka hampir mendekati toko pakaian itu, dari jauh mata memandang terlihat keadaan toko itu begitu ramai oleh pelanggan wanita maupun pria. Rijin tersenyum mengembang disaat diri nya melihat toko yang begitu sukses sekarang.
"Kau bahagia?" Tanya Xianlie melirik Rijin dengan senyum kecil nya.
"Sangat!" Jawab Rijin cepat kepada Xianlie.
Mereka berjalan maju menuju ke toko Rijin lalu melihat banyak sekali para wanita memperebuti berbagai macam model pakaian,
" jangan ambil bajuku ambil yang lain! kau dengar atau tidak! dasar sialan kau!" Maki salah satu wanita disana mempeributi pakaian bersama gadis lain nya.
"Aku melihat nya dulu, apa-apaan kau ingin merebut begitu saja!" Jawab gadis lain nya tidak mau kalah.
"Gadis ini memang harus diberi pelajaran!"
"Nona, tolong jaga sikap di toko ini. Jika tidak ingin membeli, segera tinggal kan toko ini!" Kali ini karyawan di toko itu mulai membuka suara nya, dia begitu kesal dengan tingkah dua wanita didepan nya.
"Diam!" Suruh kedua nya pada sang karyawan.
Seketika sang karyawan terdiam setelah mendengar sentakan dari dua orang wanita itu.
"Nona, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Rijin dengan ekspresi kalut.
__ADS_1
Xianlie melihat pada Rijin dan kemudian berkata, "Ini adalah toko mu! keputusan ada ditangan mu Rijin." Jawab Xianlie, dengan pandangan begitu percaya pada Rijin.
Rijin mengangguk mengerti dan kemudian berjalan maju ke arah dua wanita yang sedang bertengkar itu.
Sang kryawan melihat kedatangan Rijin, Rijin memberi tanda (pergi) kepada nya. Karyawan itu pun mengangguk lalu undur diri dari sana.
"Maaf, nona-nona ini apakah perlu bantuan?" Tanya Rijin.
Mereka menoleh secara bersamaan, pandangan mereka seketika berubah menjadi dingin setelah melihat sosok Rijin yang begitu sederhana.
"Cih, memang nya apa yang bisa rakyat rendahan seperti mu lakukan untuk kami! Pergi lah, urusi urusan mu sendiri!" Maki si gadis kiri pada Rijin.
"Wanita ini!" Teriak Xianlie kesal didalam hati karena wanita itu telah berani memaki Rijin.
"Nona, saya adalah pemilik dari toko pakaian ini! Saya sudah berbaik hati ingin menolong dan membantu memecahkan masalah, jadi bekerja sama lah dan katakan apakah kalian membutuh kan bantuan!" Tegas Rijin berbicara keras.
"Ck, lancang sekali rakyat rendahan ini meninggikan suara kepada ku! asal kau tahu, aku ini adalah bangsawan terhormat!"
"Lagian, kau ini hanya mengacau! mana ada seorang yang begitu kumal dan sederhana memiliki toko pakaian berkualitas tinggi! rendahan akan tetap menjadi rendahan."
Mereka terus memaki Rijin, entah mengapa kedua nya menjadi akur dan berhenti berkelahi. dan malah bekerja sama menjatuh kan Rijin.
Rijin mengepal tangan, dia kesal dengan dua gadis didepan nya ini. Dia melihat pada baju yang sedang dipegang oleh dua orang gadis itu dan kemudian merampas nya dan melempar ke lantai.
"Ini kah yang kalian perebut kan! lihat lah seperti apa aku menghancurkan nya!" Teriak Rijin habis kesabaran dan menunjuk-nunjuk baju itu lalu menginjak nya dengan sekuat tenaga.
Semua mata memandang ke arah Rijin, mereka berbisik dengan keberanian yang muncul pada Rijin. Xianlie menimbul kan seringaian puas, dan kemudian melihat tangan lalu mulai membuka suara.
"Sial! kalian sudah membangun kan singa yang sedang tertidur." Ucap nya dengan nada mengejek.
"Wah, berani sekali dia! Pasti harga baju itu sangat mahal mengingat jika baju itu terbuat dari satin berkualitas tinggi. huh, habis lah dia!"
"Seperti nya dia benar-benar pemilik toko ini, lihat saja betapa berani diri nya merusak pakaian yang begitu mahal!"
Para pengunjung disana, masing-masing memberikan pendapat mereka. Entah baik atau buruk, Rijin sama sekali tidak memperdulikan lagi.
"Apa yang kau lakukan! Sekarang aku tidak ada tanggung jawab lagi, kau yang harus ganti rugi." pekik wanita kanan begitu emosi. huh dia sangat kecewa karena tidak bisa mendapat kan pakaian yang iya ingin kan.
"Jalan* ini, sudah berani mengaku sebagai pemilik toko, malah berulah lagi dengan merusak pakaian yang begitu mahal! kau benar-benar tidak meninggal kan muka terhadap pemilik toko!" Umpat wanita kiri, berniat jahat dengan mendorong tubuh Rijin
Hampir jejak tangan itu pada bahu Rijin, namun tangan kokoh milik Xianlie tiba-tiba saja merampas pergelangan wanita kiri dan kemudian menyembunyikan Rijin di belakang nya.
__ADS_1
Sorot mata itu begitu tajam memandang tangan sampai wajah sang wanita, wanita itu menelan air ludah nya entah mengapa namun dia benar-benar merasa ketakutan saat melihat wibawa gadis didepan nya.
"Si-siapa ga-gadis ini! jangan ikut campur." Ucap nya berusaha menghilangkan rasa takut namun dengan nada gagu.
Xianlie semakin mengencangkan tangan nya, dan memutar tangan wanita itu sehingga wanita itu berbalik kebelakang, semua orang kaget menyaksikan kekejaman Xianlie.
"AKHHHHH." Pekik si wanita kesakitan.
"Telinga ini, bukan kah sudah mendengar jika dia adalah pemilik toko! Apakah otak ini begitu cepat lupa? Atau, maukah aku mengingat kan nya kembali, hmmm!" Ucap Xianlie nyaris berbisik, dia semakin mengencang kan tangan nya.
"AKHHH, LEPASKAN AKU.. AKU TAU, AKU TAU." Jerit wanita itu kesakitan merasakan sensasi tulang yang sudah mulai retak.
"Kejam sekali!"
"Dia sangat keren!"
"Dia hanya ingin membela teman nya"
"Dia sangat kuat, tidak seperti wanita yang hanya bisa menunjukan air mata!!!"
"Aku ingin seperti dia."
"Bagus sekali, kalau perlu putus kan saja tangan wanita itu!"
Semua orang lagi-lagi memberikan pendapat dan cacian mereka, sementara gadis sebelah kanan memilih untuk mundur karena tidak ingin mencari masalah pada Xianlie.
"Le-lepas kan! kau tidak tahu kan siapa aku!" Ucap wanita itu dengan menjerit.
"Mau kau bangsawan, tuan putri, anak dewa sekali pun, aku tidak peduli!" Jawab Xianlie penuh penekanan, lalu mendorong tubuh wanita itu sehingga tersungkur ke lantai.
"Hey kau! Cepat tendang wanita ini keluar!" Titah Xianlie pada karyawan wanita yang sedari tadi berdiri mengamati dari jauh.
Karyawan itu mengangguk patuh lalu berjalan menuju sang wanita.
"Sialan kau, lihat saja aku akan mengadukan ini pada keluarga ku!" Ancam nya.
"Aku menunggu mu disini." Jawab Xianlie, meladeni ancaman sang wanita.
- and -
...BAGIAN 47 TELAH SELESAI, SEE YOU...
__ADS_1