REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 2 : chapter 49 : menyetujui tantangan Meiling


__ADS_3

Meiling begitu jengkel karena merasa Xianlie dan Rijin telah mempermain kan diri nya.


Dia mencoba untuk berdiri sambil memegangi perut nya yang sakit.


Pandangan tajam itu terarah pada Xianlie, Xianlie hanya diam melihat reaksi Meiling yang akan di tunjukan kepada nya.


Rijin mulai khawatir melihat Meiling yang terlihat begitu marah dan bisa saja dia berbuat nekat terhadap Xianlie, Meiling mendekat kan wajah nya kepada wajah Xianlie, mata tajam bak elang itu memandang bola mata Xianlie dengan sangat dalam.


"Kita buktikan, siapa yang akan menjadi pemaisuri masa depan! Kau... atau aku..., tapi yang pasti nya akulah yang akan menjadi pemaisuri di kekaisaran ANMING. Lihat saja, dua minggu lagi akan diadakan pemilihan permaisuri dan selir di kerajaan, aku akan mempermalukan mu disana." Ucap nya penuh penekan lalu menusuk-nusuk bahu Xianlie menggunakan jari nya dengan sangat kasar.


Rijin marah melihat itu, dia mendorong mundur meiling dari dekat Xianlie.


"Jangan sentuh nona ku, kau ini kurang ajar ya." Kesal Rijin buka suara.


Xianlie hanya menikmati perhatian yang diberi oleh Rijin, namun dia takut jika Meiling akan berprilaku kasar pada Rijin.


"kau...


"Baiklah, akan ku terima tantangan mu." Ucap Xianlie memotong ucapan Meiling.


"Nona, tapi." Bisik Rijin membesarkan mata nya karena kaget dengan pernyataan Xianlie.


"Hahahah, bagus lah tapi kau juga harus sadar diri! Kau itu bukan siapa-siapa, jadi jangan bermimpi untuk menjadi permaisuri di kerajaan." Ucap nya begitu sombong dengan ekspresi sinis. Xianlie melihat itu ingin sekali tertawa terbahak-bahak, bagaimana dia bisa mencalon kan diri sebagai pemaisuri di kerajaan, sedangkan diri nya adalah adik dari kaisar Tirani yaitu Eng.


"Aku akan melihat perjuangan mu itu! oh ya, jika kalah jangan nekat untuk menaiki ranjang kaisar, itu begitu memalukan." Umpat Meiling lalu melangkah pergi keluar dari toko pakaian Rijin.


Wajah yang awal nya tersenyum sinis kini berubah menjadi suram, dia memegang perut nya karena rasa sakit yang masih membekas.


"Keparat, perut ku sangat sakit karena satu serangan dari nya, dia bukan lah lawan yang bisa diremeh kan. Aku harus berhati-hati dan memikirkan cara agar bisa mengalah kan wanita itu, atau tidak dia akan melangkah satu langkah dari ku!" Gumam nya memikirkan berbagai cara untuk bisa mengalah kan Xianlie.


Dari dalam ruangan itu terlihat begitu kacau, Rijin mengelap peluh dikening mulus nya itu. Xianlie menyadari kekalutan Rijin, "Fyuhhh." Rijin menghela nafas lalu membungkuk hendak ingin mengambil pakaian yang tergeletak di lantai.


Xianlie menghalangi, dia tidak akan membiarkan Xianlie menyentuh barang yang sudah dia anggap sampah. "Jangan, biarkan saja." Henti Xianlie pada Rijin, "Kalian, tolong buang saja atau tidak berikan pada orang lain. jangan jual lagi baju-baju yang sudah berjatuhan dilantai." Perintah Xianlie pada para karyawan.

__ADS_1


"Nona, ini..


"Tidak apa, kita bisa membuat model pakaian yang jauh lebih bagus dari ini."


"Kalian, tolong kerja sama nya ya."


"Baiklah, nona." Jawab serentak kelima karyawan wanita.


Xianlie tersenyum, dan kemudian menyeret Rijin pergi bersama nya. Rijin mengikut begitu patuh, dia sebenar nya bingung dendak kemana kah Xianlie akan membawa nya.


"Kita akan kemana nona?" Tanya Rijin penasaran."Aku akan membeli toko-toko itu sekarang, sudah waktu nya aku membuktikan pada dunia jika kau bukan orang yang bisa diremeh kan. Aku berjanji akan membuat nama mu dikenal di berbagai sudut kekaisaran ANMING,"


Rijin tertegun dia masih tak bicara dan mencoba mencerna perkataan Xianlie barusan, "Apa." Gumam Rijin pelan dengan pandangan bingung.


"Bingung? Tidak usah terlalu banyak berpikir, aku akan membuat semua toko-toko itu atas nama diri mu. Aku akan membuat nama mu melejit dalam satu hari! Besok, besok nama mu pasti akan tersebar di manca kekaisara."


"Aku berjanji akan membuat meiling malu menghadapi diri mu!" Batin Xianlie membulat kan tekat nya.


Xianlie sedang bernegoisasi kepada pengurus pembangunan, ruangan begitu hening hanya menyisakan bunyi dari lembaran kertas yang sedang dibuka.


Dia memilih banyak sekali dari bangunan yang berada di buku yang sedang dia buka, jari nya mulai menunjuk salah satu dari bangunan yang ada di buku itu.


"Apakah aku bisa membeli lima bangunan dari setiap daerah kekaisaran ANMING?" Tanya Xianlie dengan begitu polos nya.


Pria yang berada didepan nya sedikit terkejut karena baru pertama diri nya mendapat kan pelanggan yang begitu royal seperti Xianlie. Dia melihat pada bangunan yang ditunjuk oleh Xianlie.


"Ta-tapi, bangunan ini adalah bangunan terbesar dari para bangunan yang lain nya. Dan hanya terdapat tiga bangunan saja dari setiap daerah ANMING."


"Apakah tidak apa? jika kau setuju, hari ini juga aku akan mengatas nama kan bangunan itu pada mu." Tawar pria itu tersenyum dengan mengharap.


"Baiklah, aku setuju." Jawab Xianlie, lalu mengulur kan tangan ingin berjabat pada pria didepan nya.


Pria itu membalas jabatan Xianlie lalu semua urusan terselesaikan saat itu juga, "Baiklah, kita akan urus pembiayaan mau pun nama dari plakat tanah dan bangunan yang akan nona beli." Ucap pria itu lagi

__ADS_1


Xianlie memberi satu ikat lembaran, yang dimana dari satu lembaran itu bernilai 1000 keping emas. Sang pria tertawa puas saat melihat se ikat lembaran yang begitu berharga itu, begitu mengembang dan berbunga-bunga


Sedang kan Xianlie, dia sibuk melihat-lihat kembali bangunan yang ada disana.


"Nona, jika boleh tau atas nama siapa yang akan dipasang diplakat properti ini?" Tanya pria itu memecah keheningan Xianlie.


"Rijin." Singkat Xianlie tanpa menoleh.


Pria itu mengangguk mengerti, dia menulis nama Rijin di plakat giok menggunakan tinta lotus emas. Tinta lotus emas tidak bisa dihilangkan dengan apapun, terkecuali plakat Giok itu pecah.


"Baiklah nona Rijin, ini sudah selesai dan secara resmi menjadi milik mu."Ucap pria itu tersenyum seperti orang bodoh.


"Namaku bukan Rijin!" Ucap Xianlie ketus.


"Bukan?"


"......" Hening tanpa jawaban.


"Hahaha, maaf kan aku. Aku salah mengira jika nona adalah (Rijin)," Ucap nya dengan canggung.


Xianlie hanya bisa memaklumi itu, dia kemudian kembali melihat pada lembaran buku berikut nya. Dia terlihat tertarik dengan isi lembaran itu, dan itu pun tidak luput dari pandangan si pria di depan Xianlie


"Nona, itu adalah jasa pekerja dari kami. apakah kau tertarik dengan itu? jika kau tertarik kami bisa memberikan dengan gratis, karena kau adalah salah satu pelanggan royal milik kami, maka kami akan memberi kepuasan untuk mu." Tawar pria itu, Xianlie menoleh lalu berpikir.


"Boleh juga, kirim 10 orang dari setiap bangunan. Masalah gaji kau bisa lepas kendali, aku akan mengambil alih dan membayar pekerjaan mereka." Ucap Xianlie setuju.


"Baiklah, kau memang pelanggan kaya-raya."


"Jangan menjilat!"


_and_


...BAGIAN 49 TELAH SELESAI, SEE YOU...

__ADS_1


__ADS_2