
Xianlie dan Rijin, sedang berjalan menaiki pentas yang akan menjadi hiburan untuk para pengunjung di toko tersebut. Semua mata tak lagi fokus pada makanan, namun malah fokus pada Xianlie dan juga Rijin yang nampak menyapa mereka begitu ramah.
"Aku sangat senang dengan kedatangan kalian, aku begitu menghargai antusias dari kalian untuk datang kemari. Aku adalah adik dari Nona Rijin, dengan ini tidak mau membawa-bawa status ku sebagai jendral besar, ingin menyampai kan pesan kakak ku," Jelas Xianlie tersenyum kecil pada semua orang yang ada disana,
"Adik?" Pipi Rijin memerah karena merasa tersentuh, Xianlie menganggap diri nya adik. Rupa nya diri nya itu sangat spesial bagi Xianlie.
"Bahwa yang kalian makan saat ini, tidak usah membayar nya. Ini semua gratis atas perintah dari Nona Rijin, untuk pembelian pertama sebagai perayaan pembukaan toko," Sambung Xianlie lagi sambil menoleh pada Rijin.
Semua orang sangat senang memdengar nya, mereka memuji kebaikan hati Rijin dan mengagung-agung kan Rijin. Rijin tersipu untuk keseratus kali nya, dia benar-benar tidak biasa menjadi pusat perhatian.
"Sangat dermawan sekali, sungguh dua beradik yang diberkati oleh dewi."
"Ternyata yang dirumor kan tentang jendral besar itu sangat salah! dia sangat penyayang dan bahkan rela menjadi perantara kakak nya,"
"Huh sungguh keluarga yang sempurna, aku sangat iri,"
Sungguh kekaguman yang tiada tara, mereka berbisik seolah mereka lah yang merasakan keren nya. Rijin tersenyum bangga mendengar pujian untuk Xianlie, dia memandang Xianlie seolah menggambar kan bahwa dia adalah (nona) ku.
"Baiklah, selamat menikmati. Kakak ku lelah, kami harus pergi." Ucap Xianlie mengakhiri pembicaraan.
Mereka pergi ditengah-tengah orang yang sedang berbisik kagum pada mereka, jujur saja Xianlie sangat bahagia karena semua orang sudah mulai mengenal Rijin dan mengagumi Rijin. Sangat cepat, Rijin bahkan tidak percaya jika sekarang nama nya sedang hangat-hangat nya dibicarakan penduduk anming.
Mereka berjalan kembali menuju pasar, lagi dan lagi mereka menjadi pusat perhatian. Sebenar nya ini adalah tujuan yang sangat disengajakan oleh Xianlie, dia ingin semua orang tahu bahwa ada Rijin... Rijin yang akan diri nya jodoh kan kepada kakak nya sebagai tantangan dari Meiling.
Dia akan membuat Rijin berada di puncak dahulu baru semua orang akan menerima dan mengagumi disaat Rijin sudah resmi menjadi permaisuri kekaisaran anming. Jika tidak seperti itu, semua orang akan selalu mencari kesalahan Rijin disaat Rijin tidak menjadi apapun. Namun sekarang, Rijin sudah resmi tercatat sebagai bangsawan bintang 10, siapa yang berani menantang nya? bahkan meiling saja yang sudah berani menantang Xianlie tidak akan bisa karena Meiling hanya seorang bangsawan bintang 7.
Xianlie tertawa kencang untuk nasib Meiling, suruh siapa dia berani bermain kepada seorang adik yang sangat posesif pada kakak nya. Dengan satu permintaan saja, pasti sang kakak akan mengabul kan permintaan Xianlie, sungguh miris bukan? Menantang adik dari pria yang dia sukai, bukan kah itu nama nya menggali lubang untuk diri sendiri?
__ADS_1
"Kita akan pergi ke istana, aku ingin menemui kakak." Ucap Xianlie mengajak Rijin untuk pergi ke istana. Rijin sedikit menoleh pada Xianlie lalu menekuk wajah nya.
"Nona, aku...
Rijin terlihat sangat gugup, diri nya menjadi tidak enak hati setelah mengetahui jika Xianlie sudah menjodohkan diri nya bersama Eng. Sebenar nya diri nya ingin menolak, namun dia memutus kan untuk tetap menerima karena diri nya berpikir belum tentu juga jika Eng akan memilih nya nanti.
"Tidak apa, kakak tidak akan memakan mu," Jawab Xianlie terkekeh seolah mengerti ke gugupan Rijin.
"Ah nona berhenti menggoda ku, kau keterlaluan." Rijin menyembunyikan wajah nya yang sudah mulai merona. Sungguh hari yang begitu melelahkan untuk Rijin karena tidak henti selalu di goda oleh Xianlie
"Haiyo Rijin, kau malu ya? wah wajah nya memerah, seperti nya ada orang yang sedang jatuh cinta." Goda Xianlie lagi berusaha mengintip wajah Rijin
Rijin memekik didalam hati, diri nya menutup wajah menggunakan kedua tangan nya. Sungguh malu sekali diri nya dibuat oleh Xianlie, huh sangat menyebal kan.
"hahaha, baiklah aku hanya sedang bercanda saja." Akhir nya Xianlie menyerah dan mulai berhenti untuk menggoda Rijin, dia bergeleng kepala melihat tingkah lucu dari Rijin
Mereka berjalan mengarah depan sambil terus bercengkerama ria, namun langkah Rijin dan Xianlie terhenti tatkala ada dua orang pria misterius mencegat mereka dari depan.
Xianlie mengangkat alis kebingungan, sama hal nya dengan Rijin. Xianlie mendengus karena lagi-lagi ada yang mengganggu diri nya, tidak bisa kah hari-hari nya berjalan dengan bebas. Seperti menghabiskan waktu dengan bersantai misal nya, dan tidak ada konflik dalam sehari saja sudah cukup bagi Xianlie. Jika saja diri nya bertemu dengan sang Author sialan yang sudah se enak hati nya mempermainkan hidup Xianlie, Xianlie mungkin akan memukuli author itu.
Kembali ke cerita 🤫
"Ada masalah apa?" Ketus Xianlie membuka pertanyaan.
"Ka-kami adalah utusan Kaisar Mujeng," Jawab mereka ragu tidak berani menatap Xianlie secara langsung.
Rijin membesarkan kelopak mata nya, dia begitu terkejut karena mendengar jika rakyat Kuantong dengan berani menyelinap masuk kedalam kekaisaran anming. Sama hal nya dengan Xianlie, namun dia masih bisa mempertahan kan ekspresi datar nya.
__ADS_1
"Mengapa dia (Mujeng) mengutus kalian? Ada urusan apa!" Tanya Xianlie lagi dengan nada malas.
Sebenar nya dua orang itu enggan ingin memberi tahu, namun apa boleh buat ini adalah perintah dari kaisar mereka dan mereka tidak boleh melanggar apa lagi sampai tidak menyelesai kan tugas.
"Be-beliau sakit." Lirih salah satu nya.
"Lalu?," Xianlie menjawab dengan singkat dan nada tidak perduli, dia menatap pada dua orang itu seolah sedang mengintimidasi mereka.
Dua orang itu kembali gelagapan dan takut jika Xianlie menolak untuk menjumpai kaisar mereka. "Nona, kondisi kaisar benar-benar sekarat. beliau tidak henti nya memanggil nama nona." Ucap mereka lagi dengan mata memohon.
"Huh! dulu aku juga pernah hampir sekarat, tapi ayah tidak pernah perduli pada ku! dia bahkan senang-senang saja bermain bersama anak haram nya!" Batin Xianlie sinis, namun diri nya kembali tersadar saat menyelesai kan kalimat akhir
"Anak haram! ah aku ingat, bagaimana aku datang saja dulu kesana. seperti nya akan ada permainan yang seru, hahaha, Xianmin tunggu aku.. aku akan datang!"
Dua orang itu masih setia berada di posisi mereka, mereka menunggu jawaban dari Xianlie dengan hati yang gugup karena takut akan penolakan.
"Baiklah," Hanya satu kata.. hanya satu kata ini mereka berdua bisa memiliki senyum yang begitu bahagia. sedang kan Rijin, dia melihat pada Xianlie dengan tatapan sedih.
"Nona..." Panggil Rijin lirih.
Xianlie mulai mendekat kan wajah ke arah Rijin, dia mendekat mulut nya ketelinga Rijin. "Tenang saja, aku tidak akan selama nya berada disana," Bisik Xianlie sambil tertawa renyah.
Senyuman mulai muncul diwajah Rijin, walau bagaimana pun dia akan selalu mendukung keputusan Xianlie. Tapi untuk satu ini...seperti nya dia harus memikir kan nya dua kali. seperti yang sudah dia ketahui dari cerita yang sudah diceritakan oleh Xianlie pada diri nya, Hidup Xianlie tidak lah mudah, Xianlie hidup dengan penuh pilih kasih dari ayah nya!
"Kalian pulang lah! Kalian tahu jika aku adalah jendral besar di kekaisaran anming ini, sewaktu-waktu aku bisa menangkap kalian dan menjatuh kan hukuman.. jadi pergi lah dengan segera sebelum aku berubah pikiran!" Ancam Xianlie dengan nada tidak bersahabat.
"Ba-baiklah nona," Jawab mereka gugup lalu berlari terbirit-birit.
__ADS_1
_and_
...BAGIAN 59 TELAH SELESAI, SEE YOU...