REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 4 : Chapter 74 : Penderitaan Mine.


__ADS_3

Terbesit rasa sakit dihati Mine. Dia melotot mendengar ucapan pedas yang dilontarkan oleh Mujeng. Kelopak mata itu seolah tak kuasa lagi menampung airmata yang sedang tergenang.


"Hmppp" Mine berusaha untuk berucap, akan tetapi kain yang bertengger dimulutnya itu seolah mengunci ucapannya.


"Apa yang akan kau katakan? katakanlah, aku akan mendengarkannya." Tanya Mujeng memajukan wajah dan telinganya seolah sedang menunggu Mine untuk mengatakan sesuatu.


"Hmpppp" Teriak mine lagi berusaha untuk bicara.


Mujeng tersenyum sinis dan berjalan mundur, dia mendekat kearah Xianlie dan Qian'gu yang sedang menatap penuh kedingan kearah Mine.


"Kau tidak bisa berkata apapun bukan? Maka jangan bicara! Tetaplah disitu dan nikmati siksaan yang akan kami berikan padamu." Sambung Mujeng tersenyum sinis menatap benci pada wanita yang pernah menjadi istri kesayangannya ini.


Semua penduduk berbisik lebih pelan kali ini, mereka selalu melontarkan cibiran mereka untuk Mine. Seorang wanita pengkhianat yang memang pantas untuk diperlakukan dengan hina, dan rasa sakit yang pernah dia berikan pada orang lain.


Xianlie hanya diam mematung melihat pada wanita yang akhirnya akan dihukum ini. Hatinya tenang, dia tenang akhirnya dendamnya akan terbalaskan. Tapi dirinya selalu merasa kurang, akan tetapi apa yang membuat sesuatu yang menjagal dihati nya?


Dia melihat pada Qian'gu, dengan tatapan mengambang. Tak ada orang yang tahu tentang apa yang sekarang sedang dipikirkan oleh Xianlie. Qian'gu membalas tatapan sang adik, dia melihat penuh tanda tanya pada Xianlie. Seolah mengatakan, 'ada apa adik?'.


Xianlie paham dengan tatapan Qian'gu. Namun dia tidak menjawab, dia kembali memaling dan melihat pada arah tanah.


Mine tidak boleh mati!


Batin Xianlie mengangkat pandangan melihat pada sang ayah yang kali ini sudah bersiap dengan kekuatan pengikat jiwanya.


Xianlie maju, dia memegang tangan Mujeng. Mujeng menatap pada Xianlie, seolah sedang menanyakan maksut Xianlie yang memegang tangan kanan nya.


"Jangan hukum dia seperti itu! Aku tidak mengijinkan." Ujar Xianlie bergeleng-geleng.

__ADS_1


Mujeng dan Qian'gu saling lihat dengan wajah kebingungan. "Ada apa nak,? kau ingin memberi hukuman seperti apa padanya?" Tanya Mujeng lembut pada sang putri.


"Potong kedua tangan dan kakinya, Buat dia tidak bisa bicara dengan cara memotong lidahnya. Cekoki dia dengan menggunakan minyak mayat, yang berakibat tubuhnya akan merentan perlahan-lahan. Jika semua itu sudah dilakukan, masukan dia kedalam penjara yang sama dengan penjara Xianmin." Ucap Xianlie datar sambil melihat tajam pada Mine.


Rupanya hukuman semacam inilah yang dimaksut oleh Xianlie. Dia tidak ingin membuat Mine mati dengan mudah dan tak merasakan sakit lagi. Dia ingin membuat mantan ibu tirinya ini bisa merasakan sakit yang amat teramat dalam sampai lubuk hatinya.


"Baiklah, seperti maumu. Wanita itu akan segera dieksekusi seperti yang kau katakan." Jawab Qian'gu mengalihkan pandangan pada Mine dan diakhiri dengan senyum devil miliknya.


Para penduduk bisa merasakan jika bulu tengkuk mereka sedang berdiri kali ini, mereka sedang menyaksikan kekejaman yang sedang dilakukan oleh Algojo kepada para penghianat didepan mereka.


...****************...


Disebuah lorong gelap, para prajurit berjalan menyeret tubuh buntung milik Mine masuk kedalam penjara. Masih dalam keadaan mulut terikat yang sudah dipenuhi dengan darah. Lidah Mine sempat dipotong oleh Mujeng langsung, dan kini diikat menggunakan kain dengan permukaan kasar yang sudah dicampur oleh perasan air jeruk.


Mine bisa merasakan sakit itu dengan sangat jelas, dia hanya bisa berteriak dalam hati sambil meneteskan airmata yang deras.


"Terima hukumanmu ini dasar wanita penjahat! Kau sudah melakukan banyak dosa, maka nikmatilah karmamu ini!" Cibir salah satu prajurit begitu sinis dan tertawa atas penderitaan yang dialami oleh Mine.


Mereka tertawa cekikikan melihat Mine yang awalnya sombong dan arogan kini berkahir dengan sangat mengenaskan.


Mine hanya bisa diam dan menyumpah serapahi mereka didalam hati, mau melakukan sesuatupun tidak bisa untuknya. Dia sudah buntung dan bisu, dia sudah menjadi orang cacat dan bahkan akan dimasukan kedalam penjara.


Sungguh pembalasan dendam yang sadis. Dia sudah melakukan hal curang kepada Xianlie dan kini Xianlie mengembalikan 10 kali kesadisan pada Mine.


Xianlie sudah menang, tidak ada niat balas dendam lagi dihatinya. Dia sudah lepas dari perasaan itu.


Para prajurit berhenti pada pintu sel keseratus yang dimana didalam sel itu terdapat Xianmin yang sedang termenung diam memeluk lutut nya dengan pandangan kosong.

__ADS_1


Prajurit membuka kunci sel dan membuka pintu sel tersebut. Mereka melempar tubuh buntung Mine dengan kasar masuk kedalam satu sel yang sama dengan Xianmin. Xianmin masih termenung, namun fokus nya terganggu saat tak sengaja melihat pada seonggok daging manusia yang dilempar dengan kasar oleh prajurit kedepan nya langsung.


Xianmin dengan segera melihat prajurit dan tak sengaja pula dia melirik kearah samping.


Xianmin melotot begitu Shock melihat tubuh sang ibu yang kini sudah menjadi buntung. Dengan cepat dia mendekati tubuh ibunya dan memegang ibu nya dengan tangan bergetar.


"Ibu..." Panggil Xianmin bergetar dan mulai terisak dalam tangisnya.


"Apa yang kalian lakukan pada Ibuku! Berani sekali kalian!" Pekik Xianmin sambil terus terisak didalam tangis yang sendu melihat sesosok ibu yang begitu dia sayangi kini menjadi cacat dengan sangat mengerikan.


"Ini adalah balasan atas dosa yang kalian perbuat sendiri. Tanyakan pada diri kalian, mengapa hal ini bisa terjadi!" Jawab salah satu prajurit lalu menutup pintu sel kembali.


BRUKKK


mereka mengunci pintu sel itu lalu berlenggang keluar dari penjara.


Xianmin kembali melihat sang ibu yang kini sudah dalam keadaan yang begitu mengerikan. Air matanya tidak pernah absen tertetes membasahi pipinya. Dia mulai larut dalam isak tangis dan mulai membaringkan diri disamping ibunya.


"Ibu... mengapa ini bisa terjadi pada kita! Apakah salah kita membalas dendam untuk ayah. Hiks... aku tidak mengerti mengapa mereka bisa berbuat tidak adil pada kita." Tukas Xianmin menangis tersedu-sedu menutup mata dengan punggung tangannya.


"Aku tidak tahu harus berbuat apa! Maukah ibu selalu berada disisi Xianmin? Kita akan hidup berdua didalam penjara ini tanpa gangguan lagi. Kita akan hidup berdua dengan bahagia. Menghabiskan waktu dengan bersenang-senang."


Xianmin memeluk tubuh ibunya, dan memejamkan mata. Sengatan angin yang dingin menyapa kulit Xianmin, seorang gadis yang biasanya hidup bergelimang harta ini kini bisa merasakan hidup dengan rendah didalam penjara kerajaan. Dia hanya bisa menelan air liur nya, merasakan penderitaan.


"Berjanjilah selalu berada disisi Xianmin." Ucapnya lirih.


...BAGIAN 74 TELAH USAI, SEE YOU LATER...

__ADS_1


__ADS_2