
Wanita itu keluar dengan langkah yang begitu kesal, dia memperhatikan kebelakang dengan pandangan tajam dan mengutuk. Harga diri nya sudah dicoreng, ego yang begitu tinggi seolah tidak membiarkan diri nya kalah dari Xianlie yang sudah membuat nya kesusahan.
Di perjalanan dia tidak sengaja menabrak seseorang.
AOUUU... Dia tersungkur di tanah, lalu melihat sikut nya yang mengalami lecet kecil.
"Hissss, siapa...
Ucapan nya terpotong setelah melihat siapa orang yang telah bertabrakan dengan nya, dia dengan segera memperbaiki sikap dan kemudian berdiri seolah tidak terjadi apapun.
"Kau yang menabrak ku, tapi kau yang marah!" Rupa nya orang yang bertabrakan dengan wanita itu adalah meiling bersama dua pelayan nya. Meiling menatap kesal kepada wanita itu karena dia menganggap jika wanita ini sudah mengotori gaun nya.
"Nona meiling, maaf aku tidak tahu itu kau." Ucap nya canggung sambil menggaruk tengkuk. Yang tadi nya berprilaku liar dan arogan kini diri nya berprilaku sangat anggun dan polos didepan hadapan Meiling. sudah bisa ditebak mengapa wanita didepan itu begitu menghormati Meiling, Meiling adalah anak jendral Fenglei yang memiliki posisi penting di kekaisaran ANMING.
Dia berhasil menjilat pada Eng dan kemudian mendapat kan posisi jendral tingkat 7, maka dari itu sang wanita menjadi sungkan apalagi mengingat jika meiling ini adalah gadis yang kejam yang suka menindas bangsawan bintang rendah
"Cih! rakyat rendahan ini!" Bisik hati nya begitu sinis.
"ganti rugi pakaian ku! kau sudah mengotori nya!" Ucap tajam Meiling lalu mengulurkan tangan kepada wanita didepan nya.
Wanita itu terdiam, sementara Meiling dia tersenyum jahat setelah melihat ketidak berdayaan wanita di depan nya.
"Sampah!" Maki nya dalam hati.
Wanita itu mengangkat pandangan nya dan kemudian "Baiklah!" Ucap nya dengan yakin.
"Aku bisa memanfaatkan nona meiling untuk menghajar wanita sialan tadi! tidak perduli berapa banyak uang yang akan di keluar kan." Bisik hati nya merencanakan rencana jahat untuk Xianlie dan Rijin.
Meiling mengangkat alis nya, dia menatap wanita di depan nya dengan menyelidik. "Gadis ini!" Kesal Meiling.
"Baiklah, ganti sekarang!" Tegas Meiling.
"Baiklah, kita akan pergi ke pakaian toko itu. Pakaian disana sangat bagus dan terbuat dari satin yang sangat berkualitas." Tawar wanita itu.
Meiling melihat ke arah toko pakaian yang berada agak jauh didepan nya. Toko itu terus dimasuki oleh para pengunjung, dan Meiling terlihat lumayan tertarik.
"Tapi...
"Tapi apa?" Tanya Meiling ketus melihat ekspresi wajah yang berubah dari gadis didepan nya.
"Aku mendengar dengan sekilas, pemilik dari toko itu sangat sombong! bahkan dia menyebut nama mu dan menjelek-jelekan diri mu, aku sangat kesal lalu pergi dari toko itu. Sampai kesal nya, aku tidak memperhatikan jalan dan menabrak diri mu."Ucap nya penuh kebohongan, dengan raut wajah murung yang sengaja dibuat-buat.
Meiling menggenggam tangan begitu erat, bibir nya mengerut dan pandangan nya menajam. "Siapa yang berani berbicara dibelakang ku! akan ku jatuh kan harga diri nya!" Pekik nya mulai marah.
"Kena kau." Bisik wanita itu tertawa begitu puas.
"Ayo, mari kita lihat seperti apa orang rendahan yang berani berbicara tentang ku dari belakang." Ajak Meiling melangkah kesal dengan disusul oleh dua pelayan nya.
__ADS_1
Sementara itu, sang wanita tadi tertawa dengan jahat karena berhasil mengadu domba Meiling dengan Xianlie dan Rijin.
Dia menyusul langkah meiling dengan berjalan sedikit jingkrak.
Beralih pada dalam toko pakaian Rijin, terlihat disana Rijin dan para karyawan wanita nya sedang melayani pelanggan. Sementara Xianlie, dia sedang berada di ruang tunggu di toko tersebut.
Rijin tersenyum begitu hangat pada pengunjung nya, dan kemudian tiba-tiba saja pintu terbuka dengan kasar dan memperlihat kan Meiling dengan ekspresi marah.
"No-nona meiling," seru wanita yang berada di samping Rijin. Rijin menoleh pada wanita disamping nya dengan wajah kebingungan.
"Siapa dia?" Tanya Rijin sedikit berbisik.
"Shuttt diam lah, jangan buat masalah dengan nya." Suruh wanita itu yang terlihat seperti gadis yang perhatian
Meiling masuk dengan langkah congkak dan pandangan terangkat, dia mengarahkan pandangan kesekitar. Tangan nya mengambil satu persatu pakaian yang sedang tergantung rapi lalu menjatuh kan nya kelantai, dia melakukan itu secara berulang-ulang.
"Pakaian murahan ini ingin kau jual dengan harga tinggi! sangat picik!" Maki nya.
Rijin mengerut kan kening melihat kelakuan meiling, dia maju dan kemudian menahan baju yang hendak ingin di ambil oleh Meiling.
"Jaga sikap mu nona! jika tidak ingin membeli, silah kan tinggal kan toko ini!" Tegas Rijin.
Meiling memicing pada Rijin, "mungkin kah dia yang dimaksut oleh wanita tadi!" Bisik hati Meiling.
"Jika aku tidak ingin pergi? apa yang akan kau lakukan! mengusir ku? cih, tidak akan bisa! aku bisa meratakan toko kecil mu hanya dalam satu detik, jadi jangan macam-macam dengan ku!!" Ancam Meiling tajam pada Rijin.
Rijin menyipit kan mata nya, sebenarnya apa yang telah terjadi' itu lah yang sedang dipikirkan oleh Rijin.
"Jangan meninggikan suara saat bicara pada ku, atau tidak..
"Atau apa?" Tanya Xianlie tiba-tiba saja datang dengan raut suram nya. Pandangan tajam seperti mata anak panah itu dia tujukan pada gadis yang tidak begitu asing.
"Haiyo, kini timbul satu jalan* lagi yang membuat mata ku sakit." Umpat Meiling begitu kasar.
"Wanita ini... tidak begitu asing dimata ku. Ah aku ingat, dia adalah anak Fenglei." Bisik hati Xianlie berusaha mengingat-ingat
"Apakah Fenglei tidak bisa mendidik putri nya, huhh sangat rendahan!" Gumam Xianlie mengurut pelipis mata nya.
Meiling dengan cepat mengarah kan pandangan pada Xianlie, "Jangan menyebut nama ayah ku secara langsung! dasar rakyat rendahan!" Maki Meiling.
"Apakah dia lupa pada ku? tidak mungkin kan jika dia memiliki ingatan yang buruk?" Bisik hati Xianlie
"Nona.." Panggil Rijin dengan tatapan bingung.
Xianlie cukup tau apa yang kini sedang dipikirkan Rijin, dia menghela nafas berat dan kemudian membuang muka pada Meiling.
"Pergi dari sini!" Usir Xianlie dengan nada rendah.
__ADS_1
"Jika aku tidak mau?" Tanya Meiling dengan nada penuh memancing emosi, ingin sekali Xianlie memukul wanita yang begitu menyebal kan ini.
Xianlie maju satu langkah dan melipat tangan kebelakang, sudah cukup diri nya bersabar menghadapi gadis didepan nya, kini dia ingin mengakhiri drama yang begitu menyusah kan.
"Aku tau, rasa sabar tidak memiliki batasan... tapi aku Xianlie, sekarang akan membatasi rasa sabar ku. Pergi dari sini jika kau tidak menginginkan hal yang buruk akan terjadi pada mu!" Ucap Xianlie mengingat kan Meiling agar tidak lagi memancing kesabaran nya.
Xianlie benar-benar tidak bisa hidup dengan tenang, selalu saja ada malasah yang datang tanpa henti, apa lagi masalah itu sama sekali tidak penting dan begitu konyol. Meiling tidak mendengarkan peringatan Xianlie, dia malah memandang Xianlie dengan menantang.
"Aku bukan wanita lemah yang kau pikir kan, aku bisa saja membunuh mu dan merusak wajah jelek mu ini!" Tegas Meiling melotot kan mata nya, dan perlahan maju mendekati Xianlie.
"Salah siapa kau membicara kan ku dari belakang, kau akan menerima akibat nya." Ucap Meiling hampir berbisik pada Xianlie.
"Hey Meiling, siapa yang membicara kan mu dari belakang? Kau ini sedang berhalusinasi ya?!" Kesal Xianlie merasa aneh, dia saja tidak pernah mengingat Meiling pada saat terakhir bertemu, apa lagi membicarakan dari belakang.
"jangan mengelak lagi! Aku akan membunuh mu! hukum tidak berlaku pada ku." Teriak nya memuncul kan elemen api merah dari tangan nya
Semua pengunjung yang menonton kini berhamburan keluar karena takut Meiling akan melepaskan serangan itu pada mereka.
"Gawat, api itu bisa saja membakar toko ini." batin Xianlie.
"Nona, jika kau merasa tersinggung dengan perlakuan kami, tolong maaf kan kami. Tolong jangan berprilaku seperti ini!" Pinta Rijin memohon.
Xianlie mengelik pada Rijin, mengapa Rijin memohon pada Meiling, itu membuat Xianlie menjadi kesal dan sangat ingin menghabisi Meiling.
"Untuk apa memohon pada nya, wanita ini jika dibiarkan akan menjadi-jadi, apa perlu aku menyuruh ayah bodoh mu itu untuk mengajari diri mu." Maki Xianlie.
"Dasar rendahan, berhenti menyebut nama ayah ku." Murka Meiling lalu melepaskan serangan api nya pada Xianlie.
Xianlie menepis api itu kearah kanan yang begitu jauh dari bahan kain, dia berdecak kesal lalu kembali melihat pada Meiling yang berniat ingin melepaskan serangan bertubi-tubi.
Xianlie bergerak cepat lalu mengeluarkan energi pekat nya, dia melepaskan serangan berat kepada Meiling. Meiling terpojok, belum sempat diri nya melepas serangan, Xianlie terlebih dahulu menyerang Meiling sehingga terhuyung kebelakang.
UHUK UHUK... Dia memuntah kan seteguk darah segar, dia memegangi perut nya karena rasa sakit yang mejalar ke tulang.
"Tidak disangka, jika kau juga seorang Zhànshì. Bagus... aku mendapat kan lawan yang setara dengan ku." Ucap nya masih bisa sombong.
"Kau begitu kasihan," Ucap Xianlie.
"Kasihan? seharus nya kau yang mengasihi diri mu sendiri! Aku Meiling nona besar dari kediaman ei, akan membunuh diri mu! Ayah ku adalah jendral terhormat di kerajaan ANMING, dan dia adalah kepercayaan kaisar tirani! Bisa saja aku menikah dengan nya dan menjatuhi hukuman mati pada kalian berdua!!!" Ucap Meiling dengan memencak-mencak lalu dengan pede diri nya mengatakan jika dia akan menikah dengan Eng, kakak Xianlie.
Xianlie dan Rijin saling memandang, Tanpa sadar mereka tersenyum canggung dan remeh.
"Hahahaha, perut ku keram." Teriak Xianlie dalam hati.
"Nona ini sangat lucu," Batin Rijin bergeleng-geleng kan kepala nya.
"Ouh benarkah?" Tanya Xianlie dengan nada terkejut dan menutup mulut nya dengan tangan.
__ADS_1
- and -
...BAGIAN 48 TELAH SELESAI, SEE YOU...