
...- 39 -...
"Diam." Suruh nya pada Serangga, dan terus memperhatikan arah mulut Serangga agar tidak terulang kembali kejadian yang baru saja terjadi.
BRUKKK
Pria itu mundur tiga langkah ke belakang, setelah menghantam seseorang di depan nya.
"Hahh, adik, mengapa kau disini." Gegas Rijin terkejut lalu menghampiri Serangga.
"Haiis siapa pengganggu ini!" Kesal sang pria.
Pada 5 menit yang lalu, Xianlie dan Rijin sedang berjalan menuju istana ANMING. Namun Xianlie tidak sengaja merasakan aura batu mustika milik Serangga, di dekat kerajaan ANMING. Dia semakin mempercepat langkah nya, untuk memastikan jika hal itu hanya perasaan nya saja.
Setelah benar-benar memastikan, ternyata perasaan itu nyata, Serangga benar-benar berada di kerajaan ANMING, bahkan sedang dalam tawanan seorang pria asing. Dia semakin maju, menuju pada pria asing itu lalu dengan sengaja menjadikan tubuh nya sebagai tembok penghadang.
"Kakak..... huaaa dari mana saja kau." Tangis Serangga pecah melihat kehadiran Rijin yang sudah lama dia rindukan.
Rijin menenang kan Serangga lalu membawa nya ketempat yang agak jauh dari Xianlie dan pria asing tersebut.
"Hey mau kau bawa kemana dia! kau ingin menculik nya ya!." Tuduh pria itu kesal.
"Jaga mulut mu!" Tegas Xianlie tajam dengan pandangan datar. dia semakin memajukan langkah nya. Nyaris saja pedang itu keluar dari sampul nya, atau tidak kepala pria itu akan benar-benar terpisah dari pangkal nya.
"Cih, ka-kau pikir aku akan takut dengan gadis kecil seperti mu." Ucap nya gagu namun remeh.
Xianlie menarik alis, lalu berhenti seketika tatkala merasakan kedatangan para prajurit yang menuju pada arah luar gerbang.
Benar saja, tak lama datang tiga orang prajurit yang sedang memakai pakaian putih namun tak luput dari tombak di tangan mereka. Xianlie memicing, lagi dan lagi dia dibuat keheranan mengapa mereka mengunakan pakaian putih,? "Chien...bhun.. pein.." Panggil Xianlie begitu akrab, dan hafal nama dari ketiga prajurit itu.
Mereka menoleh pada Xianlie, lalu terkejut dan tanpa berlama-lama mereka berlari menghampiti Xianlie. "Jendral...." Panggil mereka
"Je-jendral! Gadis ini jendral?" Gumam pria tadi begitu menyesal mengapa dia menyia-nyia kan muka dihadapan jendral kecil ini. Tentu saja, karena dia sudah mendapat kan rumor jika jendral besar di kekaisaran ANMING merupakan seorang gadis kecil yang berusia 15 tahun.
"Jendral.. dari mana saja kau..
__ADS_1
"Shutttt... Tangkap dia!"Suruh Xianlie memotong pembicaraan para prajurit dan menyuruh menangkap pria tadi, yang hendak berniat kabur dari sana.
"Hehehe, jendral... tolong ampuni saya, saya hanya sedang bercanda tadi." Ucap nya membela diri.
"Haiss diam, jendral sudah berkata A maka ini benar! Ayo saudara kita tangkap orang ini!." Ucap salah satu prajurit lain nya mangajak dua prajurit lain nya, menangkap pria tersebut.
"Baik lah, saudara. Jangan ampuni dia!" Akhir nya mereka bekerja sama menangkap pria itu, ada yang memegang kedua kaki dan ada yang memegang masing-masing kedua tangan menghadap telentang.
"JENDRAL AMPUNI NYAWA KU...." Pekik pria itu memohon ampun.
"Kepala mu! Kau sudah menyakiti rubah kecil ku, maka kau harus merasakan akibat nya." Gumam Xianlie agak kesal, lalu memijat kedua pelipis mata nya. "Baru saja pulang kemari, kepala ku sudah dibuat pusing saja." Gumam nya lagi, menghela nafas.
Dia berjalan masuk kedalam istana dan melihat beberapa prajurit sedang berkumpul dan nampak membicarakan sesuatu, pandangan mereka jatuh pada Xianlie yang sedang masuk melangkah ke arah bangunan utama kerajaan.
"Jendral.... " Panggil mereka lalu berlari menghampiri Xianlie.
Xianlie mengangguk, lalu mereka berjalan dibelakang Xianlie."Dimana kaisar?" Tanya Xianlie.
Mereka saling pandang, dan memutuskan untuk tidak menjawab.
"Siapa yang meninggal, mengapa semua nya menggunakan pakaian putih?" Tanya Xianlie kembali.
PLAKKK
"Jendral, am'ampuni kami." Mohon mereka.
"Begini kah sopan santun kalian? aku bertanya, mengapa tidak ada yang menjawab!"Tegas Xianlie.
Xianlie menekan pinggang lalu menunjuk satu persatu prajurit yang ada disana. "Kalian, ayo sekarang jawab aku! kalian masih menghargai ku sebagai jendral atau tidak!" Ucap Xianlie mendesak.
"Tentu saja, jendral! Kau adalah jendral kami yang terbaik, kau....
"Aihhhh, berhentilah menjilat! jika kalian benar-benar menghormati ku, sekarang jawab pertanyaan ku, siapa yang telah meninggal di istana ini." Tanya Xianlie kembali.
"Anu, hemmm itu... kaisar telah gugur dimedan peperangan."
__ADS_1
"Hahhhh"
Pupil mata nya seketika saja mengecil, dia merubah sikap yang awal nya tenang kini menjadi tidak tenang dan sulit berpokus. Pandangan mata nya, melihat kekanan dan kekiri
"Dan, dan pangeran tirani juga sudah kembali. Dia menjadi kaisar yang baru." Lanjut para prajurit semakin membuat Xianlie tidak bisa berkata-kata.
Xianlie berlari menuju gedung utama, dan tidak memperdulikan lagi para prajurit tersebut.
"Jendral... anda mau kemana?" Panggil mereka.
...- Gedung utama -...
Banyak sekali para petinggi yang berada di gedung utama tersebut. Sementara Eng, dia sedang duduk disinggasana yang sebenarnya tidak dia ingin kan sama sekali. Eng sedang menatap datar pada para petua yang sedang berbicara dan memberikan usulan terhadap diri nya, itu terdengar sangat tidak bijak, karena masing-masing dari petua hanya mementingkan klan masing-masing.
"Apakah hanya itu!" Tanya Eng begitu bosan dan malas.
"Tentu saja, yang mulia. Ini adalah pendapat yang sangat bagus, jika mengingat klan mogui sangat besar dan berkuasa." Ucap salah satu petua klan mogui, yang merupakan para klan pendatang.
"Ganti!" Titah nya.
"Tapi mengapa yang mulia? Ini adalah kesempatan yang bagus. Klan kami sudah dua dekade berjaya pada dua kerajaan." Ucap nya lagi berusaha meyakinkan, Eng.
Eng tidak menjawab, dan mau tidak mau petua mogui itu harus mundur dan bergantian pada petua lain nya.
Salah satu petua dari klan zien, maju menghadap Eng, lalu tak lupa dia membawa sebuah batu giok darah spirit best ditangan nya. Tujuan nya terlihat sangat jelas!
"Yang mulia, ini adalah batu giok asli yang di ciptakan oleh 100 tetesan darah spirit. Ambil ini jika yang mulia berkenan, sebagai hadiah penghormatan dari saya." Tutur nya begitu sopan dan memuja-muja.
"Hemmm, berikan itu pada kasim." Suruh Eng begitu malas.
Sedang kan petua itu hanya tersenyum kecut lalu memberikan batu giok itu kepada kasim. "Hati-hati! ini sangat mahal." Ucap nya memperingati kasim itu.
Petua itu kembali pada posisi awal, dia sedang bersiap ingin berpidato dihadapan Eng, namun lagi-lagi niatan nya itu harus kembali terpotong karena pintu tiba-tiba saja terbuka lebar.
"JENDRAL BESAR SIAP MEMASUKI RUANGAN." Teriak kasim..
__ADS_1
Semua orang berdiri, menunggu kedatangan Xianlie. Bahkan Eng sedang berdiri sambil menunggu kejadian rumit yang akan terjadi selepas ini.
...BAGIAN 39 TELAH SELESAI, SEE YOU AGAIN ...