REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 3 : Chapter 56 : Flashback off


__ADS_3

...[Flashback off]...


Xianlie terbaring di tempat tidur nya, keringat mengalir cukup deras. Sementara Jungsi, dia tidak henti mengomel atas keras kepala Xianlie. Bagaiamana bisa, bukan kah sudah di ingat kan sebelum nya jika jangan sesekali menarik energi yang sudah ditransper pada orang lain! Itu akan sangat berbahaya bagi sang penyalur, dan bahkan akan menyebab kan kerusakan pada titik meridian


Ah benar juga, itu sudah 11 tahun berlalu, mungkin saja Xianlie akan lupa. Namun Jungsi tidak mau tau, dia mengomel dan mengomel sampai diri nya merasa puas baru bisa dia berhenti.


"Jungsi, kau ini selalu mengomel! aku kan sudah minta maaf, lalu apa lagi!" Ketus Xianlie pada Jungsi.


Jungsi memicing pada Xianlie, dia mendekat kan wajah ke arah Xianlie. Namun Xianlie tidak menanggapi dan menoleh ke arah langit-langit rumah.


"Berhenti berprilaku seperti anjing!" Cetus Xianlie datar.


Bommm


Jungsi terbatuk-batuk saat mendengar jika Xianlie mengatai nya se ekor anjing, huh! yang benar saja, dia itu seorang Phoenix yang sangat terhormat! dewa-dewi langit begitu menghormati nya, dan sekarang dia sedang di ejek oleh Xianlie?


Hahah, dia tidak akan bisa berbuat apapun. Sebetul nya, dia juga agak takut mengomel pada Xianlie,, ditakut kan jika Xianlie akan memukul bokong nya lalu berkata


"Akan ku kirim kau ke neraka!"


Huh... sangat menyebal kan bagi Jungsi, diri nya selalu saja mendapat omelan, sedang kan Gujing justru selalu aman dan bahkan dimanja setiap saat.


Huhuhu aku cemburu!


"Kau yang membuat kenakalan, tapi kau masih menyalah kan aku mengomel pada mu! Cih, sangat menyebal kan!" Ketus Jungsi


Xianlie menyipit kan mata nya, dia mengela nafas cukup berat lalu kembali mengangkat pandangan pada langit-langit rumah. Pandangan yang tadi nya sendu, kini berubah begitu datar.


Jungsi menyadari perubahan kilat Xianlie, dia merasakan perasaan yang sungguh tidak mengenakan hati. Dengan mengumpul kan keberanian diri nya mencoba untuk memecah kan keheningan


"Tuan, ada apa?" Tanya Jungsi ragu


"Tidak ada," Balas Xianlie begitu singkat.


Jungsi menyeringit ngeri melihat perubahan pada Xianlie, tapi jujur ini bukan lah perasaan yang asing untuk Jungsi, Xianlie akan selalu mengeluarkan aura hitam ini jika diri nya sedang bersedih. Sudah makanan sehari-hari bagi Jungsi dulu, disaat Xianlie bersedih saat Mujeng selalu saja mengacuh kan diri nya.

__ADS_1


"Apa, jangan-jangan.. kau, memikir kan balas dendam?" Tanya Jungsi sedikit ragu, dia menggaruk tengkuk nya sambil menunggu jawaban dari Xianlie.


Huh!


"Rijin melarang ku untuk membalas dendam," jawab Xianlie sedikit melembut saat mengucap kan nama Rijin.


"Lalu.. kau akan berbuat sesuai perkataan nona Rijin? hahaha, tidak aku sadari jika ada yang bisa menaklukan diri mu! kalau begitu, aku kelak akan berlindung di belakang nona Rijin agar kau tidak memarahi aku setiap saat," Celoteh Jungsi tanpa sadar telah memancing kembali emosi Xianlie,


Jungsi tersadar akan apa yang dia katakan, dia menutup mulut dengan tangan dan berharap jika tadi hanya lah sebuah bisikan hati. Akhhh, walau pun bisikan hati, Xianlie akan tetap mengetahui itu!


"Mati aku..." Bisik hati nya.


"Kau sudah terlalu berani setelah berpisah dari ku cukup lama, besok pergi ke afrika dan tidak usah kerja dengan ku lagi!"


"huhuhuh aku mengaku salah, tolong ampuni aku tuan!"


TIDAKKKKKK


...[dapur kediaman phoenix]...


"Dimana? aku tidak melihat wadah disini," Gumam Gujing bingung.


KREATT... suara pintu terbuka, Gujing menoleh begitu waspada. Perlahan memperlihat kan Rijin yang sedang masuk dengan senyum dan senandungan ria.


Seperti nya, suasana hati nya sedang sangat baik. Gujing sempat ingin menyerang namun dia teringat jika ada salah satu wanita yang disebut oleh Xianlie, terdengar begitu penting dan penuh kasih sayang.


Rijin tidak sengaja melirik pada Gujing yang sedang berdiri di samping kiri, dia mengeluarkan ekspresi kaget yang tidak terlalu berlebihan namun juga dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi.


"Siapa kau!" Tanya Xianlie mundur perlahan


Gujing menggaruk tengkuk nya, dia bingung bagaimana menjelas kan ini pada Rijin.


"Jangan takut, aku adalah orang dari tuan Xianlie, dia.. dia sedang dalam keadaan tidak baik. aku kesini ingin mengambil air hangat untuk mengompres kening nya," Ucap Gujing berusaha menjelas kan dengan begitu hati-hati.


Rijin membola, dia sangat terkejut mendengar jika Xianlie sedang berada didalam kondisi yang tidak sehat. Ekspresi waspada nya itu perlahan berubah menjadi kalut, dia dengan gelagapan mengambil air hangat yang sudah biasa dia letakan pada bawah pemanggangan besar lalu menuang kan dalam wadah kecil.

__ADS_1


Gujing cukup terpana dengan kecekatan Rijin, dia tidak menyangka jika wanita di depan nya akan melupakan pemikiran takut dan kemudian merubah dalam perasaan khawatir yang mendalam.


"Apa yang terjadi, tadi sore dia baik-baik saja," Kata Rijin kalut sambil berlalu pergi meninggal kan Gujing disana.


"Hey, khawatir boleh.. tapi mengapa kau berprilaku seolah tidak ada orang disini! huh, aku sangat kesal," Protes Gujing lalu menyusul langkah Rijin yang sudah menjauh.


***


Rijin dengan cepat memasuki kamar Xianlie, nafas nya terhenga-henga takut hal yang berbahaya akan terjadi pada Xianlie.


"Nona.. kau.. kau, mengapa." Ucap Rijin mulai meneteskan air mata saat melihat kondisi Xianlie yang begitu layu tidak seperti biasa nya. Wajah Xianlie memerah dengan bibir yang sangat pucat.


Dek


Xianlie melihat itu sangat kesal, bagaimana Rijin bisa tahu dan melihat kondisi nya sekarang! Hanya satu orang yang patut di persalahkan, yaitu Gujing! Xianlie memicing pada Gujing dengan pandangan pembunuh


"Tidak, aku baik-baik saja. Jungsi, menyingkir lah Rijin mau duduk disini!" Ujar Xianlie, masih sempat diri nya mengusir Jungsi dari samping nya.


Jungsi dengan terpaksa harus menyingkir lalu berdiri disamping Gujing, wajah mereka merengut dengan mulut memanyun.


"Tidak.. tadi kau baik-baik saja! mengapa sampai seperti ini? apa yang telah terjadi," Desak Rijin, lalu dengan cepat diri nya mengompres kening Xianlie dengan kain yang sudah dibasahi air hangat.


"Aku.. aku hanya latihan saja." Elak Xianlie


"Ck, nona... tidak baik memaksa kan diri! lihat lah kondisi mu sekarang, kau sungguh membuat ku cemas! jantung ku hampir ingin lepas saat mendengar kondisi mu seperti itu, tapi kau selalu saja tidak memikirkan perasaan ku!" Omel Rijin


Xianlie tidak berani menjawab, dia diam seribu bahasa sambil mengamati pergerakan Rijin yang sangat cekatan mengurus diri nya.


Gujing dan Jungsi tertawa dengan mengejek, hahaha baru kali ini mereka melihat Xianlie tidak berani berkutik dihadapan seseorang. menarik.


"Akan ku bunuh kalian!" Batin Xianlie melakukan sulih suara pada Gujing dan Jungsi.


"Huhuhu...kami tidak berani, tuan,"


_and_

__ADS_1


...BAGIAN 56 TELAH SELESAI, SEE YOU...


__ADS_2