REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 2 : Chapter 31 : MISI PENTING?


__ADS_3

...- 31 -...


...- sebuah ruangan yang dipenuhi buku-buku -...


Serangga berjalan menaiki tangga yang lumayan tinggi untuk mengambil sebuah buku yang dia ingin kan. Dia mengehal nafas begitu kasar, lalu menyeka keringat sebesar biji jagung di kening nya yang mulus.


Bola mata mau pun jari nya selalu bergerak mencari satu persatu buku yang dia ingin kan, namun tak kunjung ketemu dan berujung mamancing amarah Serangga.


"Dasar si kakak datar itu..... dia menghukum ku hanya karena aku belum menguasai satu tingkatan energi saja. Padahal kan aku ini anak kecil 5 tahun, yang begitu lucu dan menggemaskan. Bukti nya, kak Rijin selalu memuji ketampanan ku setiap saat."Monolog nya itu terdengar begitu narsis.


Dia melanjutkan pencarian nya dan tanpa sengaja menemukan sebuah buku bewarna merah dengan cover bahasa asing. Dia mengambil buku tersebut dan memandang begitu penasaran. Terlihat begitu bersih tanpa debu sedikit pun, dia begitu kagum lalu tidak bisa menunggu waktu lebih lama, dia membuka buku itu perlahan-perlahan.... dan timbul sebuah binaran di bola mata nya.


Jari-jari mungil nya meraba lembar dari buku itu. Betapa tergum diri nya, seolah tidak bisa memaling pandangan sedikit pun.


Terlihat seorang kumpulan dari seorang bangsa, sedang dilukis di lembar buku tersebut. Gaya rambut, bentuk wajah, bentuk mata, warna kulit putih seputih susu, Gigi putih tersusun rapi, tahi lalat dibawah mata, dan hidung yang tak mancung tapi tidak pesek, itu terlihat begitu mirip dengan nya.


Hati seorang anak kecil berusia 10 tahun itu, tiba-tiba menghangat dan merasa perasaan terharu. Jari-jari nya mulai bergerak membuka lembar ke dua, dan hal yang pertama dia lihat adalah, sebuah batu mustika yang dikatakan pada buku adalah sebuah tahta tetinggi bagi bangsa tersebut.


Serangga tidak henti-henti, membuka lembar demi lembar pada buku tersebut. Setiap Chapter membuat ekspresi wajah nya berubah-ubah.


"Aku tidak tahu jika di dunia ini ada bangsa yang sangat lah keren. Tapi, dimana keturunan ke sebelas? Jika dia tidak hilang, pasti dia akan menjadi raja, tahta tertinggi di kerajaan bangsa yang tertutup ini." Monolog nya memegang dagu, dan munduga-duga.

__ADS_1


Setelah berbicara, mata nya kembali memandang pada arah jendela yang memperlihat kan matahari yang hendak akan turun dan berpamit sapa pada rembulan.


Dengan cepat dia meletakan buku itu kembali, dan turun dari tangga. Dia menepuk tangan dari seupil debu yang menempel dijari-jari kecil nya. "Lanjutkan saja besok hari, lalu cari alasan untuk mengelabuhi kakak datar." Ucap nya parau dan kemudian berjalan keluar dari ruangan.


...- Senja berganti malam -...


Banyak hal yang harus dilakukan. dimulai dari membangun energi, menenang kan pikiran dikala tidur sepanjang malam, dan melakukan kegiatan positive.


Kota anming terlihat begitu cerah, tidak seperti biasa nya. Di bawah matahari pagi yang begitu menyehatkan, ribuan prajurit dan rombongan Bouchun beserta Eng sedang menuju kemedan pertempuran. Perlengkapan itu sangat lah lengkap, masing-masing prajurit maupun jendral menggunakan armor kualitas tertinggi. Mereka terlihat begitu gagah perkasa, garang tanpa gugatan.


Dibenak Bouchun, dia mengutuk keras Xianlie yang seenak jidat nya mengutus seorang yang tidak dia kenal untuk berperang bersama nya. Eng, selalu merasakan perasaan tidak nyaman, karena orang disamping nya itu selalu memperhatikan nya dengan kesal.


"Cih! mengapa ibu harus menikahi pria semacam ini! tidak menjanjikan." Bisik hati Eng mencela Bouchun.


"Kau mengatakan sesuatu." Ucap nya tidak bersahabat, penuh pengintimidasi.


"Tidak, kau salah dengar." Elak, Eng.


Bouchun memandang Eng mengangkat, seolah dia merasa jika Eng tidak memberi muka pada nya. Harga diri nya sebagai kaisar sudah tergores. Ego yang begitu besar, sulit untuk di endap kan. Angkuh pergerakan dan tajam perkataan selalu dia tunjukan pada, Eng.


"Adik dan kakak sama saja." Keluh Bouchun.

__ADS_1


Semua berjalan begitu rapi, dan sangat lah apik. Banyak sekali para keluarga berkumpul hanya ingin mengantar perjuangan suami atau pun ayah mereka di medan pertaruhan nyawa. Tak jarang ada yang menangis dan tak iklas atas kepergian paksa kepala keluarga mereka, ke medan petaruhan nyawa.


Suara tangis anak kecil, terdengar begitu memilukan seolah merasakan perasaan buruk untuk ayah mereka. Para prajurit yang memiliki keluarga sebenarnya enggan untuk pergi tugas wajib perang ini. Jika mereka tidak pergi kemedan perang, maka negara akan benar-benar menghukum batin mereka selama 7 keturunan.


Banyak nya dampak buruk yang ditimbulkan atas dua ego, kekaisaran besar ini. Mereka tidak pernah menyadari nya, seolah menutup mata dan telinga. Banyak sekali dan bahkan ribuan wanita hidup luntang-lantung, sampai-sampai rela menjadi wanita penghibur para lelaki kaya di salah satu rumah singgah yang cukup terkenal di kota anming.


...- sebuah desa dengan tingkat kemiskinan 99% -...


Terlihat begitu berbeda sekali, penampilan Xianlie dan Rijin.


Xianlie berpenampilan seperti seorang laki laki bangsawan, dan bahkan tidak terlihat celah sedikit pun jika dia adalah seorang wanita. Dada yang di lilit menggunakan satin sehingga membuat nya menjadi menipis selayak nya para pria.


Dia menggunakan pakaian merah berlukisan phoenix dan naga, dan tak lupa ada campuran putih yang begitu mengkilap seolah cocok apabila dipadukan dengan warna merah. Sebagian rambut bawah digerai, dan bagian atas di ikat menggunakan jepit phoenix yang biasa nya di pakai oleh para pria bangsawan kelas tinggi.


Wajah nya yang tampan dan cantik itu begitu mempesona mata.


Sementara Rijin, dia terlihat begitu peminim. Menggunakan baju bewarna hijau dengan bagian perut sedikit trawang. Rambut nya dia selampit kuda, dengan jepitan bintang bintang kecil. Hiasan nya tak begitu mencolok sehingga menimbulkan kesan manis dan tak bosan dipandang mata.


Raut wajah nya, terlihat tidak nyaman saat seseorang memandangi diri nya dengan begitu hormat.


Mereka sedang mengunjungi salah satu desa yang di kenal sebagai desa termiskin di kekaisaran ANMING. Ada sebuah alasan kuat bagi Xianlie untuk mengunjungi desa ini.

__ADS_1


Kala itu, Xianlie sedang merasakan perasaan yang dongkol. Dia melupakan ruang penyimpanan koin nya, yang sangat berharga di dalam ruang galaksi. Sementara waktu ini, dia tidak bisa masuk kedalam ruang galaksi karena pembatasan energi yang terlampau jauh. Tidak bisa masuk semau hati, harus melihat berapa jumlah tahun yang dihabiskan di ruang galaksi tersebut. Xianlie sudah menghabis kan waktu 2 tahun di dalam ruang galaksi dan membutuh kan jangka waktu minimal lima bulan untuk bisa masuk kembali, atau waktu yang diperlukan di dunia nyata adalah 24 jam.


...BAGIAN 31 TELAH BERAKHIR, SEE YOU AGAIN...


__ADS_2