
...- 28 -...
...- kediaman Phoenix -...
Rijin dan Serangga berada di dalam kediaman Phoenix. Mereka sedang tertidur disebuah ruangan megah dengan interior kerajaan barat. Tentu saja, karena Xianlie sangat suka budaya barat.
Tidur mereka begitu pulas, sampai tak terasa ada sebuah tapak kaki mendekat dari luar. Mereka masih saja tertidur dengan santai, dengan keadaan saling berpelukan.
Huhhh terlihat seperti anak dan ibu, sangat manis.
cklekk
"Rijin.... kau....." Sapa Xianlie tersenyum mengembang. Namun, senyuman nya mulai padam tatkala melihat Rijin dan Serangga tidur bersama.
"Rubah kecil ini!." Gumam Xianlie memicing.
Dia mendekat kearah katil megah itu, dan menggoyang goyang tubuh Rijin,"Riji.. bangunlah! Aku sudah disini." Panggil Xianlie.
Rijin terganggu dan sedikit bergerak. Dia membuka mata nya perlahan lalu mengerjab ngerjab karena cahaya ruangan yang lumayan terang. Dia mengusak mata nya lalu bangun terduduk, melihat kesekitar.
"Aku mendengar suara nona.. dimana dia?" Monolog Rijin pada diri nya.
"Aku disini, menoleh lah lebih cepat." Ketus Xianlie membuang muka, dan melipat kedua tangan nya itu.
"Nona... Kau, kau sudah kembali. Hahaha aku sangat merindukan mu, akhir nya aku bisa melihat wajah mu kembali."Senang Rijin dengan cepat turun dari katil, lalu memeluk Xianlie begitu erat.
"Aku juga. Apakah luka mu sudah lebih baik?." Tanya Xianlie berawalan senyum kini memudar dan bergantian rasa khawatir, sembari menunggu jawaban Rijin.
"Sudah, bahkan ini tak meninggal kan bekas sedikit pun."
"Benar kah? syukur lah kalau begitu."
Mendengar ribut-ribut itu, Serangga segera terbangun dan terduduk. Dia mengucek ngucek mata nya, dan memandangi kesegala arah.
"Kakak, kau dimana." Panggil nya.
"Serangga, kakak disini. Lihat lah siapa yang datang." Jawab Rijin begitu senang.
Serangga menoleh pada Rijin, dan kemudian sebuah senyuman terukir di bibir mungil nya. "Kakak datar, kau sudah kembali." Ujar nya senang dengan menyebut Xianlie datar. Rijin terkekeh saat Serangga dengan berani memberi gelar pada nona nya ini.
"Maaf? datar, kau bilang aku datar? Dasar rubah kecil!." ketus Xianlie.
"Hahaha, dia tidak berubah. Masih saja datar." Tawa Serangga.
Ruangan itu begitu terdengar ramai. Xianlie, Rijin dan serangga memutuskan untuk keluar dari kamar, dan berniat untuk merayakan pertemuan ini dengan sebuah sajian hotpot panas dan sup lotus.
__ADS_1
Namun terlupa oleh Xianlie jika diri nya baru saja datang kemari dengan sesosok pria yang sekarang sudah menjadi kakak nya. Eng, sedang berdiri di depan pintu kamar dengan keadaan masih memakai topeng.
Rijin terkejut, dengan cepat dia melindungi Serangga di belakang nya.
"Jangan takut, dia adalah orang yang kita kenali." Ucap Xianlie.
"Ki-kita mengenal nya? Apa benar." Ucap Rijin sedikit paru. Pandangan nya tertuju arah wajah yang masih menempel topeng itu.
"Jangan buat dia penasaran sehingga ingin mati, cepat buka topeng mu!"
"Ah tidak, nona terlalu berlebihan." Ucap Rijin setengah paru, menunduk begitu malu.
Dari balik topeng itu, Eng tersenyum melihat sosok Rijin. Rasa penasaran nya selama ini sudah terbayarkan, setelah melihat Rijin yang begitu rupawan dan anggun.
"Baik lah, jika tidak melepas nya maka akan ada orang yang mati penasaran." Bicara nya penuh nada mengejek.
"Tidak..." Gumam Rijin tertunduk malu.
Eng, sudah akan melepas topeng yang selalu setia menempel diwajah nya selama 2 hari terakhir. Perlahan memperlihat kan wajah yang begitu rupawan, kulit putih dan mulus seperti tak pernah merasakan sengatan dari matahari. Gigi putih tersusun rapi, terlihat tatkala dia memasang senyum menawan di wajah nya.
Rijin terperangah dan perlahan mengenali sosok yang sekarang berdiri dihadapan nya. Iris mata nya selalu memandangi wajah pria yang membalas menatap. "Pa-pangeran... kau." Ucap Rijin tanpa sadar menaikan oktaf suara nya
Dia terjatuh kelantai, dengan keadaan berlutut. Xianlie, Eng, maupun Serangga terkejut melihat prilaku Xianlie yang begitu menghormati sesosok pangeran di hadapan nya.
"Salam hamba yang mulia pangeran." Sapa nya dengan tergesa-gesa.
Rijin hanya diam dan wajah nya merona, disaat Eng sudah mau repot-repot menolong diri nya.
"Te-terima kasih, yang mulia pangeran." Ucap Rijin parau.
"Rijin... jika kau melakukan hal ini lagi, maka jangan salah kan aku untuk marah pada mu!! Hilangkan lah rasa gila menghormati, didalam diri mu! Dengar tidak."Xianlie begitu tidak menyukai tindakan Rijin barusan. Dia menganggap jika hal itu tidak pantas dilakukan oleh Rijin, mengingat jika Rijin adalah seorang pelayan wanita yang sudah dianggap Xianlie sebagai kakak kandung.
"Maafkan aku nona, aku hanya kaget saja tiba-tiba muncul pangeran Eng dihadapan ku." Lirih Rijin malu, dengan wajah memerah.
"Benar Rijin, lain kali jangan berprilaku seperti itu saat bertemu dengan diri ku. Kau sudah bersama adik ku selama 11 tahun lama nya, dan adik ku sudah menganggap diri mu sebagai kakak kandung." Ucap Eng tersenyum begitu manis.
Rijin tertegun lalu menunduk begitu cepat, "Baiklah pangeran." Ucap nya.
Serangga bingung melihat itu semua, dia menggaruk tengkuk nya lalu berkata, "Apakah kita tidak jadi makan Hotpot nya?" Ucap nya begitu bingung.
6 pasang mata melihat pada nya, mereka tertawa mendengar celotehan Serangga.
"Hahaha, baiklah. Kita akan segera pergi ke ruang makan." Ajak Rijin.
"Anak siapa ini! Apakah Rijin sudah memiliki anak!."
__ADS_1
...- Ruang makan kediaman Phoenix -...
Eng dan serangga sedang duduk bersama di meja makan, yang terlihat masih begitu kosong tanpa hidangan. Eng tak henti-henti melihat kearah Serangga yang sedang memandangi kagum kearah nya.
"Ada apa?." Tanya Eng tersenyum pada Serangga.
Serangga bergeleng begitu cepat lalu mengerjab-ngerjab kan mata nya.
"Kakak, ini siapa?." Tanya Eng.
"Aku adalah kakak dari Kak Xianlie, senang bisa berjumpa dengan mu."
"Tapi, kau ini siapa? Apakah kau ini anak dari Rijin?." Tanya Eng mengambil kesempatan disaat Xianlie dan Rijin tidak berada disana.
Serangga berpikir cukup keras lalu mengingat jika diri nya ini siapa, entah lah sejak saat dia mengonsumsi buah terlarang yang ada pada alam galaksi, dia menjadi mudah pelupa dan akan ingat jika satu jam pertanyaa terakhir.
"Entah lah, aku tidak mengingat nya." Singkat Serangga mengangkat dua bahu.
Eng mengerucut kan bibir nya lalu memandang sebal kearah Serangga karena tak kunjung memberi jawaban yang ingin dia dengar.
Perlahan muncul Rijin dengan membawa nakas besar di tangan nya. Eng, tentu tidak akan diam saja dan beranjak membantu Rijin mengangkat hidangan itu agar diletakan kemeja makan.
"Biar aku bantu." Ucap Eng mengambil nakas di tangan Rijin.
"Ah tidak usah pangeran. Saya bisa melakukan nya." Ucap Rijin menolak dengan malu malu.
"Tidak apa."
Rijin akhir nya membiarkan Eng mengangkat nakas itu menuju meja makan. Dia hanya mengikuti dari arah belakang sambil tersenyum puas melihat semua hidangan nya hari ini.
Separuh hidangan sudah tergeletak ditengah tengah meja. Dan kini hanya akan menunggu Xianlie membawa hidangan penutup saja.
Xianlie keluar dengan nakas tak kalah besar dengan kepunyaan Rijin. Eng hendak ingin membantu namun Xianlie melirik bertanya pada nya, sehingga Eng mengurungkan niat nya itu.
Xianlie meletakan satu persatu hidangan dimeja makan.
Dan kini meja makan yang awal nya kosong, sekarang sudah penuh akan hidangan yang sangat banyak. Eng, dan serangga bingung melihat hidangan di depan mereka.
"Apakah kalian ingin menjamu satu penduduk kekaisaran?" Lirih, Eng.
Dimulai dari, Kue tar, salmon panggang, daging sapi dalam saus tiram, kepiting rebus, mie jenggot naga, bubur biji teratai, kebab udang, jamur shiitake dengan kacang pinus, burung puyuh, murai, pegar, tumis kerang, abalone dengan bunga osmanthus, otot rusa dengan jamur putih, cumi-cumi dan gulungan mallard, karang, akar teratai, lumut layak makan, rebung, teripang, kerang, dan belut.
Makanan yang segar, kering, dan dijadikan manisan, dari buah delima, loquats, leci, lengkeng, buah persik, ginkgo, ceri, kumquat, melon, plum, tebu, chestnut air, kacang mete, almond, dan kenari; kesemek kenari, acar rempah-rempah dan rumput laut, gulungan mochi degan pasta wijen, pancake berisi, segala macam pangsit gurih dan manis, roti bunga kristal plum, jelly hawthorn, krim custard nanas, tomat manis, bubur daun teratai, puding jujube, semua digabungkan dengan teh terbaik dari masing-masing daerah ...
Sial, mereka belum tahu jika Xianlie menyimpan semua bahan makanan di ruang penyimpanan, karena Xianlie sangat amat teramat menyukai makanan. Semua jenis ada pada nya.
__ADS_1
Rijin awal nya juga bingung, mengapa Xianlie bisa memiliki lebih banyak, namun dia lebih baik tidak banyak bertanya dan lanjut memasak.
...BAGIAN 28 TELAH BERAKHIR, SEE YOU AGAIN...