REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 1 : Chapter 26 : KEKACAUAN DI KERAJAAN, KUANTONG


__ADS_3

...-26-...


"Bukan kah, kalian dikirim untuk sekedar memata matai? benar begitu?" Tanya Xianlie, penuh akan keseriusan dinada bicara nya.


"Bagaimana, bagaimana kau tau? siapa kau.." Pria itu sungguh terkejut dan tak pernah menduga jika Xianlie mengetahui misi mereka yang sebenar nya.


Xianlie duduk kembali di kursi itu, dan mengangkat kaki nya. Pandangan malas dia tujukan pada dua pria yang ada di depan nya.


"Hanya menduga-duga, siapa sangka jika dugaan itu benar." Penuh akan racun dinada bicara nya.


"Ck, dengan kau mengetahui rencana kami, kami tetap tidak akan mengubah niat kami untuk menghabisi diri mu! Gadis seperti mu jika tidak dihabisi bisa menjadi penghalang buat kami." Tegas nya, melotot dengan gigi yang menggerigit.


Xianlie kembali bangkit dari duduk nya, lalu berbalik arah belakang. Dia melipat kedua tangan nya, dan melihat pada pantulan bayangan seseorang di sebuah vas lusuh.


Senyuman sinis perlahan terukir, "Apakah kakak tidak akan masuk didalam permainan ini?" Tanya nya, begitu memancing.


Dan ternyata bayangan itu mulai muncul dan menghampiri ketiganya. kedua pria asing itu menoleh pada arah suara grasak-grusuk di belakang mereka. mereka begitu terkejut saat melihat sesosok pria berbadan kekar menggunakan topeng hitam berlukiskan merah sedang mengarah pada mereka dengan Aura yang begitu pekat sehingga mereka hampir terjatuh dan memuntahkan darah


"Ternyata aku sudah begitu Naif, percaya pada kalian! sekelompok badjingan ini harus segera dihapuskan dari dunia." Sinis Eng tak percaya pada mereka telah membohongi dirinya.


" Salah siapa kau masuk dalam jebakan ku, aku belum pernah menemukan seseorang yang begitu bodoh seperti dirimu. hahaha lihat saja adikmu ini! dia tadi Bicara besar dan sekarang dia seperti seekor tikus yang takut dengan seekor kucing." makinya dengan sengaja menyebut-nyebut nama Xianlie.


Xianlie kembali berbalik arah kepada mereka. dia memandang mereka dengan pandangan yang begitu tajam, bibirnya berdecis dan matanya menyipit. tangannya berlipat dan kemudian segera berbicara


" Inilah akibat dari kebaikanmu itu kakak, terkadang menjadi baik itu sangat merepotkan ya. Huff, aku harap kau bisa menuntaskan ini sebagai penebusan kesalahanmu itu." Katanya penuh akan racun.


Mereka menjadi lebih berhati-hati dengan persediaan senjata lengkap di tangan, maupun yang menempel di tubuh mereka. ada sebuah kunai besar yang menempel di punggung mereka, sehingga membuat Eng menjadi salah fokus dan timbul sebuah senyuman di bibirnya.


" Oh Ternyata kalian adalah ninja bayangan, dari salah satu kerajaan! Menarik, Kalau boleh tahu dari mana sanak-saudara ini berasal, biar aku mudah untuk mengembalikan sanak saudara ini ke tempat pengasalan." Kata-kata itu penuh akan pengejekan.

__ADS_1


" Persetan! jangan kau mengejek kami maupun kerajaan kami. Lebih baik kami kehilangan nyawa daripada mendengarkan seseorang menjatuhkan harga diri ke kaisaran kami. matilah kau badjingan!" pekiknya dengan amarah yang begitu besar


" Jangan banyak bicara! Kakak cepat Habisi mereka. Oh ya Sisakan pria si penipu ini jangan bunuh dia, akan tetapi potong kedua kaki dan tangan nya. Aku ingin melihat apakah dia masih bisa sombong atau tidak." suruh si Xianlie begitu datar kepada kakaknya, Eng.


" Boleh-boleh saja, tampaknya ini akan sangat menyenangkan." ujarnya setuju dan kemudian mulai mendekat kearah dua Ninja kerajaan itu.


Xianlie keluar dari sana dan enggan ingin melihat pertarungan." tidak bagus untukku jika berurusan dengan darah, malam-malam begini. lebih baik menyerahkan urusan ini kepada kakak dan membiarkan dia membalaskan dendam." bisik hati Xianlie.


...-malam berganti pagi-...


Di ke kaisaran kuantong, tepatnya di depan sebuah bangunan kerajaan di sisi kiri bangunan utama. terlihat dua orang pelayan wanita sedang berjalan sembari berbicara dan bercanda tawa, namun pandangan mereka tertuju ke sebuah tiang tinggi menjulang yang terletak di bagian pusat pengumuman dekrit ke kaisaran. Pupil mata mereka membesar dan terjatuh, terduduk di tanah dengan telapak tangan mencekam dengan erat.


"GYAAAA." Pekik mereka begitu histeris.


" Mayat siapa itu, Siapapun tolong. Huaaaa."


" Pakaian itu, seperti ninja ke kaisaran. tetapi siapa penyebabnya! Kenapa dia meninggal dan tergantung di sana." pekiknya begitu panik.


Satu-persatu pelayan maupun prajurit datang ke tempat itu melihat sesosok mayat yang sedang digantung. sebuah kebetulan, Xianmin beserta rombongan nya melintasi tempat itu. Dia terlihat begitu penasaran dan melihat dari kejauhan.


" Putri, apakah kita lebih baik tidak menuju ke sana. Tidak baik bagi Putri sepertimu melihat mayat tersebut!." Kata salah satu pelayan begitu sopan.


" Tidak ada yang mau melihat ke sana, Cepet terus kan perjalanannya." tegas Xianmin


Di saat ingin pergi melangkah, pergi menjauh dari sana, rombongan itu tak sengaja mendengar suara samar rintihan seorang pria. mereka berhenti seketika tatkala mendengar suara yang begitu aneh itu.


Xianmin, penasaran dan mengintip pada arah suara. terlihat semak semak bunga lily yang lumayan tinggi, xianmin mengarahkan pandangan kesana.


Satu detik

__ADS_1


Dua detik


Tiga detik


Pupil mata nya mengecil, melihat seorang pria yang termutilasi tangan dan kaki nya. Dia terjatuh dan berprilaku seperti sudah gila. Para pelayan dan seorang kasim panik saat melihat sang putri sersungkur begitu terpuruk.


Mereka dengan penasaran mengintip pada arah yang baru saja, dilihat oleh sang putri.


"P-prajurit... Ce-cepat kemari, ada satu pria yang telah hidup." Pekik si kasim memanggil prajurit untuk datang kesana.


Xianmin masih terpojok dengan pemandangan yang baru saja dia lihat. Dia pernah menyaksikan hal mengerikan sebelum nya.


Hal yang pertama, dia menyaksikan pemenggalan Xianlie secara langsung. Namun Xianlie adalah saudari yang sangat dia benci, sehingga melihat darah Xianlie tidak akan membuat nya begitu terpuruk.


"A-ayah, dimana ayah. ayah......" Panggil Xianmin menangis begitu histeris, memanggil sang ayah yang tak berada di depan mata nya.


...-tak jauh dari kerajaan kuantong-...


" Apakah ini tidak terlalu merepotkan, kau tidak memiliki dendam dengan ke kaisaran kuantong, tapi kau bersusah payah mengantarkan kedua jasad itu kemari." ujar Eng.


" mereka sudah berani mengirim, Jadi mereka harus berani mengambil resiko itu. Aku tidak suka ada yang bermain-main di belakangku, Apalagi itu di lakukan oleh ke kaisaran sangat tidak aku sukai." jelas Xianlie begitu datar.


Eng, begitu kebingungan. Mengapa sang adik bisa tidak memiliki rasa suka terhadap ke kaisaran kuantong. " alasannya?" tanya Eng, memberanikan diri.


" alasannya cukup sederhana, ya memang karena aku tidak suka." jawab Xianlie singkat, lalu melangkah maju meninggalkan Eng di belakang nya.


Eng, memiringkan kepalanya lalu bertanya-tanya di dalam hati. ah adikku ini, rupanya nya adalah seorang maniak pembenci' pikir Eng.


...BAGIAN 26 TELAH SELESAI, SILAHKAN TINGGAL KAN JEJAK...

__ADS_1


__ADS_2