REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 1 : Chapter 30 : HAL TAK TERDUGA


__ADS_3

...- 30 -...


Wanita itu tidak mau terima, dia melangkah mendekat ke arah Rijin lalu menunjuk Rijin dengan kasar. Rijin terkejut mendapati perlakuan tersebut.


Eng melihat keterkejutan dari Rijin, dia maju lalu membelakangi tubuh Rijin. "Maaf nona, apa yang akan hendak kau lakukan." Ujar Eng begitu datar.


Sang wanita tertegun melihat sesosok pria gagah didepan nya itu, wajah nya memerah dan menutup mulut nya menggunakan tangan. "Pria, kau tidak boleh ikut campur. ini masalah wanita." Ucap nya malu-malu


Rijin mengerucut kan bibir nya melihat sikap yang sangat cepat berubah, "Kacang hijau!." Bisik hati Rijin.


"Siapa pria tampan ini? kau mengenal nya?." Tanya wanita tersebut pada Rijin, "Hey pria tampan, jadilah gigolo ku, tinggal bersama ku akan membuat hidup mu terjamin." Ucap nya penuh godaan.


"Dia bukan kacang hijau, tapi dia ulat bulu." Bisik hati Rijin lagi.


"Maaf? Tapi perkataan mu ini sangat kasar. Kau... berasal dari bangsawan lu bukan?." Ucap Eng tidak bersahabat


"Ya, keluarga lu sangat menjanjikan, dan aku adalah nona ke empat kediaman lu, itu akan membuat hidup mu terjamin sebagai gigolo ku."Ucap nya kembali menggoda. Terdengar begitu menggelikan.


Kentara sekali raut kekesalan pada Eng, ingin sekali dia meremas mulut yang telah berbicara kasar itu. "Kuperingat kan, jangan menawari diri ku menjadi gigolo lagi." Protes Eng.


"Ayo lah tuan, aku sangat tertarik pada mu. Jangan malu malu begitu, wah kulit ini begitu mulus dan mempesona." Goda nya dengan mata berbinar dan hendak menyentuh lengan Eng.


Bruakk


"Akhhhh" Teriak wanita itu kesakitan.


"Nona... "


"Adik... "


"......"


Xianlie muncul bak seorang pahlawan kesiangan. Dia berjalan begitu gagah dengan pakaian satin berkualitas tinggi. Kentara sekali aura yang terasa mengelilingi tubuh nya.

__ADS_1


"Persetan... siapa yang berani menendang diri ku." Protes wanita itu bangun, bertolak pinggang yang sakit karena hantaman tiang tumpul.


"Aku! Apa yang akan kau lakukan." Jawab Xianlie memicing.


Sang wanita itu membuka lebar kelopak mata nya, aura yang mengelilingi Xianlie sangat kental dirasa. "Si-sialan." Maki nya, walau sedikit takut.


"Seperti yang telah dikatakan oleh Rijin. Kau adalah seorang ulat bulu! Menyingkir lah dari kakak ku, atau tidak aku akan mematah kan leher mu itu." Tegas Xianlie. "Berapa bintang kebangsawanan mu itu? Sepuluh, atau sebelas? Ah aku tahu, hanya berbintang empat bukan? Benar begitu." Lanjut Xianlie penuh akan racun.


"Kau... memang nya kenapa hanya berbintang empat? Setidak nya aku adalah seorang bangsawan, sementara kau?." Ucap nya berniat membalikan serangan Xianlie.


"Cih, kau pikir aku bodoh. Setidak nya beri aku sedikit muka, sangat disayang kan ekspektasi mu itu tidak benar. Kami bertiga adalah bangsawan kelas 10, dan itu jauh di atas mu!" Ucap Xianlie tidak mau kalah. Kentara sikap kekanak-kanakan nya mulai muncul.


Rijin menutup mulut nya, menggunakan dua tangan nya. Dia menatap punggung tinggi Eng dengan wajah kebingungan.


Sementara Eng, dia terus memandangi wajah sang adik solah tidak pernah merasa puas. Senyuman nya terukir begitu indah.


"Bo-bohong!! Mana ada seorang bangsawan bintang sepuluh membuka toko pakaian yang kecil ini!" Bantah nya masih tidak percaya.


"Kau tidak percaya? Baik lah, tidak lama lagi kau akan tahu yang sebenarnya. Bersiap lah! Kalian berdua, seret dia dan tendang keluar dari dalam toko ini. Aku tidak ingin melihat wajah nya lagi." Anjam Xianlie, lalu menyuruh kedua pekerja untuk menyeret wanita itu keluar.


"Hey-hey jangan menyentuhku, dasar rakyat rendahan! lihat saja, aku akan membuat perhitungan pada mu." Pekik wanita itu meronta.


Xianlie menghela nafas kasar, lalu mengelap peluh dikening nya. Dia melihat pada Rijin yang sedang menatap juga pada nya.


"Nona, kau sudah selesai berlatih?." Tanya Rijin begitu senang.


"Ya, setidak nya sudah jauh melampaui kakak ku ini, benar begitu?" Ucap Xianlie melontarkan senyuman pada sang kakak.


Eng maju selangkah, lalu memeluk Xianlie begitu erat. Xianlie tertegun dan membantu. Sementara Rijin, dia menduga jika Eng sangat merindukan sang adik sehingga berprilaku seperti itu.


"Maaf." Ucap eng pelan begitu parau.


Senyum kecil muncul di bibir Xianlie, dia membalas memeluk Eng. "Ya, aku mengerti." Ucap nya.

__ADS_1


...- pertengahan kota -...


Suasana begitu ramai, banyak sekali orang berlalu lalang dan sekedar singgah pada setiap toko aksesoris maupun makanan. Rijin melihat pada Xianlie yang terus saja sibuk pada selembar kertas di tangan nya.


Eng menyadari pandangan Rijin, dia juga tertular melihat pada sang adik yang nampak setia memandangi selembar kertas ditangan nya.


"Adik, ada apa?." Tanya Eng, melihat sedikit keseriusan diwajah Xianlie.


"Tidak, hanya saja timbul beberapa masalah di istana saat aku berlatih satu pekan ini. Sedikit merepotkan tapi juga tidak begitu sulit." Jawab Xianlie mengehal nafas.


"Lalu, mengapa nona menghela nafas?." Tanya Rijin.


"Aku bisa saja menyelesaikan ini, tapi disayang kan jika aku harus turun kemedan perang besok. Dan kedua hal ini harus selesai dalam satu hari, aku tidak yakin bisa." Jelas Xianlie, menduga-duga waktu yang akan dihabis kan.


Peperangan ini tidak semudah yang dibayang kan, walau pun mujeng tidak bersedia turun tapi dia sudah mengirim pangeran mahkota yang bergelar jendral besar sekarang.


Nama nya Qian'gu, dia anak selir utama yang dijadikan seorang pangeran mahkota karena alasan laki-laki satu-satu nya. Selir utama meninggal setelah Qian'gu berumur 7 tahun, dan sekarang dia sudah beranjak 22 tahun.


Qian'gu digadang-gadang memiliki tingkatan energi sebesar tingkat kaisar. Tingkatan ini sangat sulit untuk dihadapi, dan ditakutkan jika kekaisaran ANMING akan kehilangan banyak prajurit.


Qian'gu, pangeran mahkota dan jendral besar di kekaisaran KUANTONG. Tidak mengenal belas kasih, berhati dingin dan tidak punya perasaan. Memiliki tekanan dan dorongan begitu kuat, dan sulit menentukan jalan hidup nya sendiri. Suka mengikuti arus jalan kehidupan, dan berpatokan pada perkataan Pemaisuri mine sebagai langkah pergerakan.



Kembali pada titik awal


"Kalau begitu, bagaimana aku saja yang akan turun kemedan perang? Aku sudah cukup kuat menghadapi semua prajurit kuantong." Tawar Eng.


Xianlie berpikir sejenak, dan berpikir bahwasal nya tidak buruk juga mengirim sang kakak untuk masuk kedalam medan peperangan. Dan memegang dagu nya sambil berpikir.


"Boleh-boleh saja, itu bukan ide yang buruk." Ucap Xianlie.


Eng tersenyum puas, dan kemudian merangkul kedua bahu wanita yang ada disamping nya. Rijin terpelonjak atas sikap yang dia dapat kan.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang kita harus meraya kan hari bahagia ini. Mari kita pergi ke kedai perjamuan dan makan besar disana." Ajak Eng tanpa menerima sebuah penolakan, (mutlak).


...BAGIAN 30 TELAH SELESAI, SEE YOU AGAIN...


__ADS_2