REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 3 : chapter 69 : hukuman


__ADS_3

Di istana matahari, tempat kediaman Mujeng. Xianmin sedang berkesimpuh di samping ranjang sambil menangis tersedu-sedu.


Sementara Mujeng, dia dengan setia mengelus rambut sang putri dengan lembut.


"Ayah, aku sangat mengkhawatir kan diri mu. Kenapa kau bisa sakit selama itu? kau tahu, aku hampir saja tidak bisa tidur sepanjang malam karena selalu mencemaskan mu." Ujar Xianmin terus tersedu-sedu dengan air mata membasahi pipi nya.


"Ayah sudah tidak apa-apa, kau tenang lah nak." Ucap Mujeng tersenyum hangat pada Xianmin.


Xianmin memandang sendu kearah Mujeng, dia meneteskan airmata nya dengan wajah memelas.


Aku mengharapkan kematianmu!


...****************...


Dikediaman, Xianlie sedang duduk dikursi santai dibawah pohon persik. Dua pelayan setia nya yang dia bawa dari kekaisaran anming dengan setia berdiri disamping Xianlie sambil memijat punggung Xianlie.


Xianlie hanya menikmati pijatan dari dua pelayan nya itu, dia memejamkan mata dengan melipat kedua tangan didada.


"Nona, dua hari lagi adalah hari peresmian mu sebagai putri utama. Kau pasti senang bukan." Celetuk salah satu pelayan nya.


"Biasa saja, tidak ada yang pantas untung disenangi disini." Jawab Xianlie.


Kedua pelayan nya saling melihat, lalu mereka memutuskan untuk terus memijit tanpa banyak bertanya itu dan ini.


Dibenak Xianlie, dia terus memikirkan bagaimana kabar Rijin saat ini,, sedang apakah Rijin saat ini, apakah Rijin sudah makan atau belum. Hufff! Xianlie tak henti memikirkan tentang Rijin, dia bingung apakah sebaiknya dia pulang dulu untuk melihat kabar Rijin di kekaisaran anming? tapi dua hari lagi adalah hari pelantikan nya, lalu dia harus bagaimana!


Dia terus duduk bersandar memejamkan mata. Sampai tak terasa terdengar suara langkah kaki mendekat kearah nya.


Kedua pelayan Xianlie menunduk hormat setelah melihat siapa orang yang sedang mendekat kearah Xianlie, lalu mereka pergi begitu saja seolah-olah ada yang sedang memerintah mereka.


Xianlie tahu, namun dia tidak membuka mata nya dan terus terpejam hanyut dalam rasa kantuk. Orang itu maju semakin mendekati Xianlie.


"Adik," Panggil seorang pria yang rupanya itu adalah Qian'gu.


Xianlie tidak menjawab maupun membuka mata, dia terus memejamkan mata menyandar pada sandaran kursi.


"Adik aku tahu jika kau masih marah pada kakak. Kakak mohon, maafkan lah kakak,, kakak tidak sengaja membentak mu tadi." Ujar Qian'gu memohon pada Xianlie, dia berjongkok menyamaratakan tinggi nya dengan Xianlie yang sedang terduduk.

__ADS_1


"Kau mau aku maafkan?" Tanya Xianlie setelah sekian lama nya terdiam.


"Ten-tentu saja kakak mau,"


"Tapi ada syarat nya," Ujar Xianlie masih memejamkan mata.


"Apa syarat nya?" Tanya Qian'gu.


"Tulis kata permohonan maaf sebanyak 100 bab, tanpa terkecuali!!" Jawab Xianlie datar terus memejamkan mata seolah tidak ingin melihat Qian'gu yang berada didepan nya.


Qian'gu terdiam, dia masih memikirkan kata 100 bab itu. "Baiklah, kakak akan menulisnya sekarang untuk mu. Tunggu saja, kakak akan segera datang membawa nya." Jawab Qian'gu dengan segera beranjak dari sana karena tidak ingin membuang-buang waktu.


Xianlie tersenyum tipis lalu dengan samar-samar dia memandang kakak nya yang sudah menjauh.


"Menyingkirlah dari ku untuk beberapa waktu." Ucap nya pelan.


Angin di siang hari itu menyerpa wajah cantik nya, dia memejamkan mata tanpa rasa takut jika ada orang jahat disekeliling. Rasa nyaman dan tenang mulai terasa dibawah pohon persik yang rindang itu, dia semakin terbenam dalam rasa kantuk.


...****************...


Dua hari berlalu


Istana kuantong sedang ramai dengan para rakyat dari berbagai kalangan.


Di altar kekuasaan, balkon tempat para tahta kerajaan biasanya berdiri memberi maklumat pada sang rakyat.


Mujeng, Xianmin, Mine maupun Xianlie sedang berada disana menghadap pada rakyat-rakyat yang sedang mendongak melihat pada mereka.


Xianlie menekuk wajah nya, namun menjadi datar sesaat. Karena dia mengenang kembali masa-masa para rakyat bergumpul memberi sorakan penghinaan pada nya, saat sebelum diri nya dipenggal oleh sang ayah.


Dia melihat pada rakyat-rakyat dan bangsawan yang tak terlalu asing bagi nya, mereka-mereka itu lah yang menyoraki paling keras saat dia dijatuhi hukuman mati. Dia ingat betul lalu memandang dengan tajam.


"Hey siapa gadis cantik yang ada disana? mengapa tatapan nya seakan-akan ingin membunuh."


"Gadis diatas sana sangat cantik, siapa dia? apakah anggota kerajaan?"


Para rakyat berbisik dengan penasaran. Seperti biasa, para anjing-anjing ini selalu tertarik dengan sesuatu yang cantik! Tak terdapat rasa suka pada Xianlie terhadap rakyat yang ada di kekaisaran kuantong ini! bagi nya mereka semua adalah anjing yang rakus!

__ADS_1


"Rakyat ku yang terhormat, disini aku akan menyampai kan sesuatu yang penting pada kalian. Seperti yang kalian ketahui, jika kekaisaran anming dan kekaisaran kuantong memiliki perseteruan yang hebat. Namun, setelah kekaisaran anming memiliki masa kepemimpinan baru,, kedua kekaisaran ini akan menjalin kerja sama kembali dan memulai perdamaian. Kabar yang sangat bagus untuk kita semua, kita harus bahagia atas keberhasilan ini,, sudah sekian lama peperangan terjadi dan akhirnya itu telah usai... aku sangat senang dan bahagia." Jelas Mujeng kuat dan menggelegar.


Semua mata yang tertuju pada nya terbuka dengan lebar, mereka terkejut jika dua kerajaan yang selama ini berseteru akhirnya berdamai dan tidak akan berperang lagi. Mereka melompat dengan girang turut merasakan bahagia nya.


"Satu hal lagi," Lanjut Mujeng sehingga semua mata kembali tertuju pada nya.


"Sebagai simbol perdamaian, kekaisaran anming telah mengirim jendral besar mereka yang bernama....Xianlie untuk menjadi putri pertama kekaisaran kuantong." Jelas Mujeng lagi dengan nada menipis di sebagian kalimat.


Semua nya shock, mereka semua menoleh pada Mujeng,, termasuk Mine dan Xianmin. Bagaimana bisa khaisar menyebut nama (itu) kembali, bagaimana bisa!


"Ayah, apakah kau baru saja salah bicara?" Tanya Xianmin berbisik.


"Tidak! ini kenyataan nya. kebetulan sekali nama dari jendral besar kekaisaran anming bernama Xianlie. Maju lah nak." Ucap Mujeng lalu menyuruh Xianlie maju kedepan.


"Jadi...gadis itu adalah putri utama yang bernama Xianlie? mengapa kebetulan sekali!"


"Apakah khaisar dengan sengaja memberi nama gadis itu dengan sebutan Xianlie? tapi mengapa khaisar melakukan hal itu?"


"Dia telah menghukum mati putri Xianlie, jadi apakah dia sedang menyesal sekarang?"


Semua nya berbisik, semua anggota kerajaan terdiam tanpa mau melarang mereka berbisik tentang anggota kerajaan lagi. Termasuk Xianlie, dia hanya diam dengan ekspresi datar nya.


Xianmin dan Mine saling menoleh, mereka saling membatin dengan bertanya-tanya.


Kenapa ayah mengungkit nama gadis sialan itu lagi!! apakah sekarang dia sedang menyesal, dasar pria tua sialan yang tidak tahu diri.


Xianmin melirik tajam kearah sang ayah. Hati nya kesal dan ingin sekali segera menyelesaikan ini semua. Dia ingin orang yang dikehendaki mati ditangan nya!


"Xianlie, majulah nak." Suruh Mujeng pada Xianlie.


Xianlie hanya menoleh, lalu dia maju tanpa menjawab sepatah katapun.


"Halo semua nya, senang bisa berpatisipasi dalam perdamaian antara dua kekaisaran ini. Aku merasa terhormat karena diberi kepercayaan menjadi seorang putri utama di kekaisaran kuantong. Senang bisa bertemu dengan kalian, aku putri utama Xianlie memberi salam untuk semuanya. Semoga kebahagian selalu menyertai kita semua." Ucap Xianlie begitu anggun dan tersenyum pada semua nya.


PROK PROK PROK PROK.


Suara tepuk tangan maupun sorak sorai terdengar memenuhi kerajaan kuantong, semua nya turut senang dengan kehadiran Xianlie di kekaisaran kuantong. Jika ini bersangkutan dengan perdamaian mengapa tidak?' pikir para rakyat kuantong.

__ADS_1


...BAGIAN 89 TELAH SELESAI, SEE YOU...


__ADS_2