
MAAF UNTUK SEMUANYA KARENA HIATUS REINKARNASI TERLALU LAMA, PARA READERS SEKALIAN JADI LUPA ALUR CERITA NYA. MAAF YA SEKALI LAGI.
MUMPUNG UDAH MAU PUASA, AUTHOR MINTA MAAF SEBESAR BESAR NYA YA BAGI READERS AUTHOR YANG MUSLIM DAN MUSLIMAH. YANG SEMANGAT JALANIN IBADAH PUASA NYA.
...🧕🧔🧕🧔🧕🧔🧕🧔🧕🧔🧕🧔🧕🧕...
Cerita dimulai....
...----------------...
Xianlie, Gujing dan Jungsi berjalan mengarah pada acara yang sedang diadakan oleh Mine dan Xianmin. Tidak luput pandangan kagum, iri, dan penasaran,, untuk mereka.
Namun bukan Xianlie nama nya jika mengurusi pandangan itu, dia terus berjalan menuju Xianmin dan teman-teman nya.
"Xianmin, itu..." Ucap salah satu wanita yang terlihat seperti tuan putri itu.
Xianmin menoleh pada arah yang dilihat oleh teman nya, kening nya mengerut dengan pandangan yang begitu sinis
Mau apa si anjing itu kemari!
Benak Xianmin dengan senyum tipis nya, dia berbalik badan melihat menantang pada Xianlie.
Siapa dua pria tampan itu, mengapa mereka bisa bersama gadis sialan ini!
Xianlie mendekat pada Xianmin dengan ditemani oleh dua pengikut setia nya, wajah ketiga nya terlihat tidak bersahabat dengan memandang tajam bak elang memburu mangsa.
Hati Xianmin berdetak agak cepat melihat aura yang dikeluarkan oleh ketiga nya, dia menelan air ludah nya sendiri.
"Ayah mu sudah sadar, cepat jenguk dia!" Ucap Xianlie dengan nada memerintah.
"A-apa... ay-ayah sudah sadar?" Ucap Xianmin gagu dengan nada sedikit meninggi. Semua mata menuju pada nya, sementara Xianmin tersadar begitu dia melihat pandangan dari pangeran dan putri lain nya.
"Ada apa Xianmin? mengapa kau terlihat kaget seperti itu? apakah ada masalah?" Tanya Xianlie sedikit menekan.
__ADS_1
"Bukan urusan mu! minggirlah jangan halangi jalan ku." Jawab Xianmin kasar menabrak tubuh Xianlie sehingga Xianlie sedikit termundur.
"Hey, bukan kah itu sikap yang tidak sopan?"
"Dia kasar sekali,"
"Apakah dia tidak rahu keramah tamahan."
Para putri dan pangeran kerajan lain berbisik tidak habis pikir dengan sifat putri kekaisaran kuantong ini, mereka tidak menyukai semacam sifat ketidak sopanan ini.
Timbul senyum tipis dibibir Xianlie, dia mengusap usap bahu nya yang ditabrak tadi oleh Xianmin.
"Apakah aku boleh membunuh nya,?" Tanya Jungsi pelan dengan tangan yang sudah gatal ingin mencakar kulit wajah Xianmin.
"Boleh, tapi belum saat nya." Jawab Xianlie sinis. Namun kesinisan wajah nya memudar saat diri nya melihat kearah para putri dan pangeran kerajaan Tetangg.
"Maaf atas ketidak nyamanan nya, silahkan nikmati dulu jamuan disini. Permaisuri Mine akan segera hadir untuk menyambut kalian, jadi silahkan nikmati saja ya." Ucap Xianlie ramah pada semua nya.
Cih!
Batin Xianlie muak dengan sikap ramah tamah ini, dia tahu jika sikap nya adalah palsu. Maka dari itu dia sangat jengah pada sesuatu yang palsu, apalagi yang melakukan adalah diri nya sendiri.
"Baiklah aku pergi dulu," Pamit Xianlie segera pergi dari sana.
***
Beralih pada Kekaisaran Anming, keadaan kekaisaran anming sedang ramai sekarang. Para petinggi yang sudah berani bermain main pada kekaisaran sedang di seret oleh prajurit dengan keadaan tanpa baju atau bisa dibilang telanjang. (menggunakan kolor)
Mereka benar benar dipermalukan, rambut panjang mereka yang diketahui sebagai simbol kehormatan kini sudah dipotong habis sehingga akar akar nya. Eng benar benar menepati janji nya itu pada sang adik.
"MAAFKAN AKU YANG MULIA, KASIHANI KELUARGA KU DILUAR SANA. AKU BERJANJI TIDAK AKAN MENGULANGI KESALAHAN INI, AKU MOHON." Teriak seorang pria paruh baya berbadan gembul dan berpipi jabi. dia bersujut memohon pada Eng.
"TOLONG AMPUNI NYAWA KAMI YANG MULIA." Semua pelanggar berbicara dengan serempak membela hidup mereka.
__ADS_1
Para penjahat negara ini berjumlah 6 orang, dan masing masing kejahatan sudah banyak dilakukan oleh mereka.
"Ck ck ck, aku kasihan pada kalian!" Ucap Eng dengan nada terselit ejekan.
"Karena kalian tidak memiliki otak, maka dari itu aku kasihan." Sambung Eng lagi begitu sinis sambil duduk di tandu nya itu. Sangat sombong sekali dia, ah tidak tidak... ini nama nya pesona seorang raja.
Ke enam orang itu tidak berani berkutik dan masih dalam posisi bersujut, diiringi dengan sorak-sorai para penduduk yang sebal dan geram pada mereka.
"Kau.... wali kota anming barat. Aku dengar dengar sudah banyak sekali anak gadis orang yang kau culik lalu kau nikahi, jika sudah bosan kau membunuh mereka! rupanya kau ini seorang maniak ya!" Sindir Eng membuka lembar demi lembar kertas yang sudah disiapkan oleh Xianlie pada saat itu.
"Kau walikota anming timur, aku tahu jika keadaan rakyat kota timur tidak lah baik. Mereka kesulitan dalam ekonomi, lalu mengapa kau masih meminta mereka untuk membayar pajak? Kau menyelundupkan senjata dari negara musuh masuk kedalam kekaisaran anming dan menyebar senjata itu pada kontra kekaisaran anming. Hukuman mati saja tidak akan cukup untuk mu!" Ucap Eng tegas dengan pandangan datar.
"MOHON AMPUN YANG MULIA," ucap wali kota anming timur dengan keras, terdengar suara getaran dinada bicaranya. Diyakinkan dia sedang takut saat ini.
"Permohonan ditolak." Singkat Eng masih setia memandang pada kertas.
Mereka semua hanya bisa menangis dalam diam, melawan pun tidak akan bisa mereka lakukan. Apa lagi mereka baru saja dipermalukan dengan diarak keliling kota disaat kondisi mereka seperti itu, mereka hanya bisa menunduk malu.
"Baiklah ini menarik... sekarang beralih pada salah satu jendral, kejahatan nya terdengar gila. Kau adalah dalang dalam penjualan organ anak anak, pencucian koin kekaisaran, penggelapan senjata, dalang terbentuk nya perkumpulan kontra kekaisaran anming, memperkosa sedikit nya 30 orang gadis desa pada setiap bulan, bahkan pernah menjual wanita janda korban peperangan sebagai budak."
"Wawww terdengar gila, kau memang pantas untuk disiksa sejuta tahun." Ucap Eng merasa tak mampu bicara lagi dengan kejahatan pria didepan nya ini.
"Saya tidak bersalah yang mulia." Bantah nya tegas dengan tampang tidak merasa bersalah sama sekali.
"Jangan mengeles, kau ini selain suka buat kejahatan kau juga suka berbohong. Jika saja jendral besar sedang ada disini, maka tamat riwayat mu!" Ujar tegas Eng menatap tajam pada jendral penjahat itu.
"Ah sudahlah, aku muak membaca kejahatan kalian. Langsung saja masukan mereka ke kandang srigala kelaparan, biarkan para srigala itu yang bekerja." Titah Eng pada prajurit yang setia selalu berdiri disamping nya.
"TIDAK... TIDAK YANG MULIA, TOLONG AMPUNI NYAWAKU. AKU AKAN BERTAUBAT, TOLONG AMPUNI NYAWA KU YANG MULIA." Ke enam orang itu menangis histeris pada saat mereka diseret oleh para prajurit menuju penjara besi para srigala kelaparan.
Semua penduduk bersorak sorai puas melihat hukuman untuk mereka, semua nya bertepuk tangan dengan gembira seolah mereka sedang menyaksikan sebuah opera.
...BAGIAN 67 TELAH SELESAI, SEE YOU LATER...
__ADS_1