REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 3 : Chapter 55 : Flashback kisah Xianlie #6


__ADS_3

Semua yang dia lakukan sia-sia, pengorbanan dan kasih sayang nya tidak terbalaskan. Apa yang harus dia lakukan, tentu saja harus memberontak dan menjadi diri sendiri tanpa lagi memperdulikan kasih sayang siapa pun


Semua nya sudah pergi dari nya, bahkan dua orang yang selalu ada untuk nya pergi menghilang karena pengorbanan yang sangat memiluk kan


Di reluh hati yang paling terdalam, dia sangat terluka dan hancur lebur. Namun dia menutupi nya dengan sikap angkuh dan arogant. dia menyiksa setiap budak yang tidak patuh, dia menghukum setiap rakyat yang berani macam-macam pada nya.


Namun, kaisar tidak akan tinggal diam melihat sikap Xianlie. Kaisar berulang-ulang kali mengingat kan, namun jawaban nya tetap sama. monoton.


"Tidak,"


huh! Dia tidak ambil pusing, jika ada yang tidak patuh ya bunuh saja! toh mereka tidak patuh, lalu mengapa atasan tidak boleh menghukum!


Xianmin dan Mine selalu saja mengambil kesempatan emas untuk menjatuh kan Xianlie, mereka datang setiap saat pada Mujeng. menjilat apa yang bisa mereka jilat, Xianlie terkadang ingin muntah karena melihat prilaku memalukan dari mereka


Bukan kah itu memang sudah menjadi sifat mereka, lagian Xianlie tidak terlalu memperdulikan siapa pun yang berkata omong kosong. tapi harus menghukum nya.


Pernah waktu itu Xianlie dengan diam menyelinap masuk kedalam dapur istana, dia memasukan hal menjijikan pada makanan yang akan di antar kan pada Xianmin dan juga Mine


Semua makanan itu lalu diantar kan oleh pelayan pada kediaman Xianmin dan juga Mine.


Suara yang sudah lama di tunggu-tunggu oleh Xianlie akhir nya terdengar


GYHAAAAAAAA


Xianlie sangat puas mendengar nya, dia tersenyum sambil menyesap secangkir teh.


...[Tepat disaat Xianlie berumur 19]...


Banyak hal yang dia lalui, banyak kenakalan dan banyak nya hukuman. Suka duka sudah iya lalui, dan sekarang dia sudah genap berumur 19 tahun.


"Hey bahkan aku belum mendapat kan pengakuan sampai saat ini!"


Seperti itu kata-kata yang berputar di kepala Xianlie, terpikir setiap saat sehingga kepala nya pusing. Dia tidak lagi memperdulikan Mujeng, dia berusaha membuat tempat sendiri untuk nya. Dia membangun pertahanan nya sendiri, setiap rakyat yang melihat nya selalu terduduk tidak mampu menatap.


Saat subuh menjelang ke pagi, Xianlie memutuskan jalan-jalan santai di taman ke istanaan. Dia terlihat begitu cantik, baju putih bercorak bunga lily, hiasan ringan. sempurna.


Namun pandangan nya masih saja tidak ada perubahan, selalu saja dingin.


Dia berjalan ke arah samping perkarangan bunga lotus yang terdapat di kolam kemurnian. Tak sengaja diri nya mendengar samar-samar suara tangisan gadis kecil, diri nya berjalan begitu penasaran sambil mengendap-endap


"Ibu.. aku mohon..tolong hentikan niat jahat mu ini!" Mohon gadis kecil itu pada Mine


Hey bagaimana bisa Mine berprilaku kasar pada putri nya, Xianlie menyerngit kan kening lalu bersembunyi di belakang tembok penghalang


"Mine ini sangat kasar!" Gumam Xianlie dingin.


Dia memutus kan untuk terus menguping pembicaraan ibu dan anak itu.


"Diam! jika saja kau tidak mencoba membocor kan rencana ibu.. maka ibu tidak akan berbuat begini pada mu!"


"Apa, apa yang akan ibu lakukan.. hiks.. ibu mau apa.. hiks,"


"Sialan kau anak durhaka,"

__ADS_1


PLAKK


Gadis kecil itu tersungkur ketanah, dia memegang pipi yang sudah memanas akibat tamparan dari sang ibu. Tidak lupa diri nya selalu saja berada dalam isak tangis yang memiluk kan.


"Ibu.. sakit.." Ujar nya nyaris tercekat.


Mine berjongkok lalu mencengkram erat dagu sang putri, mata nya melotot dan mulai kehilangan rasa kasihan nya. Pikiran nya sudah di kuasai akan rasa marah dan ambisi.


"Mau menggagal kan rencana ku? Mati saja!" Ucap Mine nyaris berbisik.


Xianlie membola, dia tidak percaya jika Mine akan sekejam ini! Bagaimana bisa dia tega menghabisi putri kandung sendiri hanya demi rencana nya itu! Sangat disayang kan, mengapa Mine ini memiliki otak tumpul


"Ck, Mine kau sudah dirasuki oleh iblis! se ekor induk singa saja tidak akan membunuh anak nya terkeculi anak nya dalam keadaan cacat, itu pun dalam keadaan baru lahir! Dan kau.. kau mau membunuh anak mu sendiri disaat anak mu mencoba menyadarkan kan ke jalan yang benar? sangat jahat sekali Mine ini!" Gumam Xianlie jengkel.


"Tidak bisa dibiarkan!"


Xianlie keluar dari persembunyian nya, dia melangkah cepat lalu menendang tubuh Mine yang hendak ingin menikam putri nya.


BRUKK


Mine terjatuh dengan terlentang, sebilah pisau yang dia pegang tadi terjatuh tidak jauh dari nya.


"MINE!" Panggil Xianlie murka


Mine membesarkan kedua kelopak mata nya, dia sangat terkejut dengan kedatangan Xianlie


"Tidak.. bagaimana bisa ada orang di tempat yang biasa nya sepi? apa lagi..


"Ck, diam kau anak haram! ini bukan urusan mu!" Pekik Mine mencoba menghilangkan ketakutan nya.


"Kau sudah keterlaluan Mine... dengan membunuh mu maka dunia ku akan aman!" Xianlie berteriak lagi, lalu melepas kan serangan ke arah Mine.


BOMMMM


Serangan meleset, Mine berhasil menghindar. Seringaian jahat mulai muncul, dia mengambil sebilah pisau tadi lalu dengan cepat menikam kan pada putri nya.


Akhhhhhhhhhhhh


Darah bersimbahan, Xianlie yang awal nya dipenuhi kemarahan kini tersadar setelah melihat gadis kecil di depan nya.


Dia terjatuh ke lantai lalu memegang gadis kecil itu... Tangan nya bergetar hebat saat merasa dingin nya cairan merah yang selalu mengalir.


"Mine... apa yang kau lakukan!" Gumam Xianlie, air mata perlahan menetes dengan kekosongan.


"Ck, siapa suruh ikut campur dengan masalah ku!" Bisik hati Mine begitu sinis.


"TOLONG.... TOLONG... SIAPA PUN TOLONG... PUTRI KU TELAH DIHABISI OLEH NYA TOLONG AKU..."


"Tidak.. apa, apa yang kau lakukan!"


Mine menunjukan seringaian nya, lalu menggosok mata dengan debu sehingga merasa pedih dan mengeluarkan air mata.


"TOLONG AKU.. AKU MOHON.. SIAPA PUN!"

__ADS_1


"Tidak.. dia menggunakan pengeras suara dari energi milik nya! Apa niat nya itu."


...[lapangan eksekusi]...


"Terkutuk lah perbuatan mu! monster ini harus segera dimusnah kan," Teriak Mujeng naik pitam. suara teriakan nya di sandingi oleh gemuruh petir yang menyambar...


"Yang mulia, ini adalah waktu yang tepat untuk membunuh putri Xianlie." jelas petua utama, mereka sudah bersiap mengeluarkan energi pengikat jiwa. energi pengikat jiwa ialah sebuah energi yang mengikat jiwa seseorang yang sudah mati sehingga jiwa nya tak akan tenang sampai kapan pun


"JANGAN SEKALI KALIAN MENYEBUT NYA SEORANG PUTRI! PUTRI XIANLIE SUDAH MATI, DIA HANYA SEORANG MONSTER! CEPAT HABISI DIA!" titah Mujeng dengan suara menggelegar.


Awan menghitam, petir petir bersambaran. para petua sudah bersiap dengan energi pengikat jiwa nya. secara bersamaan, mereka mengarahkan energi pengikat jiwa kearah Xianlie...


Xianlie memberontak saat merasakan rasa sakit yang amat teramat pedih, setiap tulang nya terasa remuk bagai serpihan kaca. bukan hanya tubuh nya yang sakit, hati nya juga sangat sakit dan pedih,, rasa nya bagai tercabik dan terbelah dua


Air mata Xianlie menetes seketika, urat tangan nya muncul saat mencoba terus memberontak...


"AAAAAAA, LEPASKAN AKU SIALAN! AKAN KU HABISI KALIAN, LEPAS KAN AKU!" pekik Xianlie kesakitan, perlahan mata nya terarah kepada sang ayah yang sedang memandang tajam diri nya..


Hati nya terluka saat melihat orang yang dia sayangi, melihat diri nya seperti itu.


"AYAH, AKU TIDAK BERSALAH. AKU TIDAK MEMBUNUH ADIK, AKU TIDAK PERNAH MELAKUKAN HAL ITU, AYAH. PERCAYALAH PADA KU." pekik Xianlie menangis sambil meringis kesakitan


"Jangan dengar kan dia yang mulia, dia hanya seorang monster yang berdalih menjadi putri Xianlie." Ujar selir mine terhadap Mujeng. dia mencoba begitu keras meyakin kan sang suami


"HABISI DIA! AKU TIDAK MAU MELIHAT WAJAH NYA LAGI. DIA TELAH MEMBUNUH PUTRI KU, AKU TIDAK MAU MELIHAT NYA LAGI"


HIAKKKKKKKKKKKKKK


SLANGKKKKKKK


Kepala Xianlie melayang keudara, darah bercucuran kemana mana. Mujeng sedang duduk tersengkur sambil melihat tangan nya yang dipenuhi darah Xianlie. Dia menangis tersedu sedu.


"Dia sudah tiada, dan aku lah yang menghabisi nya. dia sudah tiada." gumam Mujeng dengan air mata yang terus saja bercucuran...


Para petua datang menghampiri Mujeng, mereka membawa sebuah peti giok yang berisikan jiwa Xianlie. mereka meletakan peti jiwa itu ketanah tempat Mujeng sedang terduduk, meratapi tangan yang sudah bersimbah darah itu


"Yang mulia, monster itu sudah berhasil dilenyap kan. tapi anda harus membuang peti jiwa ini kesebuah tempat terpencil yang jarang terjamah oleh manusia, jika tidak monster ini akan bangkit kembali dan menghancur kan istana KUANTONG." jelas petua pada Mujeng, dengan perlahan Mujeng melihat peti jiwa itu


"Siap kan kereta, kita harus segera membuang jiwa monster ini." titah Mujeng pada seluruh bawahan nya


...-ruangan paviliun kediaman-...


"Apakah rencana kita benar benar sudah berhasil?" Bisik selir mine kepada sang putri xianmin


"Ya, setidak nya penghalang kita sudah berkurang satu." balas xianmin pada sang ibu...


Senyuman mereka terukir begitu sinis saat melihat kepala Xianlie dibawa oleh prajurit untuk dibuang kelaut..


Dan kini, nama Xianlie seolah redup di istana KUANTONG. nama hanya tinggal kenangan, namun jeritan Xialie masih membekas dipikiran Mujeng,, di hati kecil nya selalu terdapat perasaan tak yakin dengan apa yang dia lakukan.


"Apakah yang ku lakukan ini benar,?" tutur nya yang berada ditempat gelap tanpa pencahayaan lilin sedikit pun. dia mengurung diri nya sembari menenang kan diri agar tak selalu terpikir sang putri yang sudah dia habisi


_and_

__ADS_1


...BAGIAN 55 TELAH SELESAI, SEE YOU...


__ADS_2