
...-25-...
GLEKK
Pria itu melihat pada Xianlie, dia begitu panik sampai tak terasa dia berlutut dengan pandangan yang begitu getir.
Eng terkejut dibuat nya, dia terperangah mengapa pria ini tiba tiba saja berlutut.
"Mengapa kau berlutut? Ada apa?." Bingung, Eng.
Dia mengangkat pandangan nya
Mata nya memicing melihat Xianlie yang sedang duduk dengan kondisi mata tertutup.
"B-bukan kah, nona baru sa-saja berbicara?." Lirih nya.
Eng, mengerut kan alis nya. Dia melihat bergantian pada Xianlie. "Adik ku hanya diam saja, sejak dia duduk di kursi itu. Mungkin kau hanya sedang berhalusinasi kan?" Kata Eng terkekeh mendengar kekonyolan pria asing ini.
Sementara Xianlie, dia hanya mendengar dengan gaya yang masih terlihat begitu anggun, Duduk disofa dan tertidur begitu cantik.
"Pria ini begitu bodoh! hanya orang yang memiliki niat buruk lah, yang bisa terpengaruh dengan ilusi ku. Sudah terpampang begitu nyata niat buruk pria cunguk ini." Bisik hati Xianlie tersenyum mengembang.
Tak lama, Xianlie kembali membuka mata nya. Dia melihat ke arah Eng yang sedang kebingungan.
"Hari sudah ingin menggelap, sebaik nya ikut aku untuk melihat kamar peristirahatan..." Ajak Xianlie menekan kalimat, peristirahatan.
GLEKK
mata pria itu lagi lagi membesar dan takut pada aura Xianlie yang begitu besar. Dia melihat pada punggung Xianlie, lalu menunduk kebawah seketika seolah punggung Xianlie sedang mengintimidasi diri nya.
"Wanita ini memiliki aura yang berbeda, apakah jangan - jangan diri nya ini." Batin pria itu menduga duga.
__ADS_1
Setelah menunjukan kamar, mereka akhir nya beristirahat dan sampai waktu nya dipertengahan malam yang begitu sunyi, terdengar suara krasak krusuk pada kediaman. saat itu, kediaman begitu sepi dan gelap. Hanya ada tiga orang disana, dan itu pun dua orang pria dan satu wanita.
Sebuah bayang hitam melewati sebuah ruangan yang gelap dengan sedikit nya pecahayaan. Suara langkah kaki yang begitu rapi, seolah mereka tak berjalan tapi melain kan sedang terbang tanpa menapak
Sekelebat bayangan itu memasuki kamar Xianlie.
Klakkkk
Suara pintu terbuka terdengar begitu samar. terlihat 2 orang berpakaian hitam, yang terlihat seperti seorang ninja kerajaan. Mereka berjalan dengan mengendap menuju tempat Xianlie tertidur.
Perlahan memperlihat kan Xianlie yang sedang tertidur cantik bak seorang dewi. Cahaya bulan menyertai hangat wajah nya.
Dua orang itu masih mendekat kearah Xianlie. perlahan mereka mengeluarkan sebuah satin berlipat dan tanpa berlama lama mereka membekap Xianlie menggunakan kain itu.
"Hmppp." Pekik Xianlie setelah dirasa, ada seseorang yang telah membekap nya. Dia mencoba untuk melawan, namun siapa yang menduga jika di satin tersebut terdapat bubuk pembius yang biasa nya digunakan para tabib untuk melakukan operasi.
Xianlie lunglai tak sadar kan diri, lalu kedua orang asing itu mengangkat tubuh Xianlie, sampai saat nya mereka melarikan diri dari sebuah jendela yang terbuka.
Hanya tinggal sebuah sisa, satin yang tak sengaja ditinggal kan. Ruangan itu kini begitu sepi, hanya di isi sebuah angin malam yang berhembus begitu dingin tanpa kehangatan.
Xianlie sedang di ikat disebuah kursi lusuh, ditengah ruangan yang begitu asing. Mata nya ditutup menggunakan kain, dan tangan nya di ikat kebelakang. Di depan nya terlihat dua orang pria menggunakan pakaian serba hitam dengan wajah di bungkus kain satin awan hitam, di perbukitan bua susu.
Salah satu nya nampak membawa ember berisikan air, lalu menuang kan air itu pada Xianlie yang belum sadarkan diri.
BYURRRR
"Kiyaaaaa" Teriak Xianlie terbangun.
"Si-siapa kalian... cepat lepas kan aku." Teriak Xianlie histeris.
"Hahahah, Tadi kau begitu beromong besar. Tapi sekarang, kau berprilaku seperti tikus yang ingin di mangsa." Terdengar tertawaan dari salah satu pria.
__ADS_1
"K-kau... Jadi kau adalah pria itu! Dasar tidak tahu berterimakasih, padahal kakak ku sudah susah susah menolong diri mu!." Geram xianlie sedikit memekik.
Dengan kasar mereka membuka penutup mata Xianlie, lalu menampar pipi Xianlie sehingga terhuyung kesamping.
Xianlie melotot kan mata nya, menahan kesal. Mau meraba pun susah, karena tangan nya masih dalam kondisi terikat.
"Jalan* ini, selalu mencari kesalahan ku. Dan sekarang, aku sudah menunjukan wajah asli diri ku, apa yang akan kau lakukan? apakah kau akan mengadu pada kakak mu, lalu menangis memohon perlindungan?." Ejek mereka pada, Xianlie.
"para cunguk ini, berani sekali dia menampar ku." Bisik hati Xianlie, begitu kesal.
Pria itu kembali pada Xianlie, dia menarik rambut Xianlie dengan sangat kasar. Mata nya melotot, mengeluarkan unek unek kekesalan.
"Tadi nya aku hanya ingin memanfaat kan kalian, agar bisa masuk ke istana dan bertemu dengan jendral besar kekaisaran ANMING. Tapi tak disangka, jika kau membuat masalah dengan ku sehingga niat ku ini ku urung kan hanya untuk membunuh mu secara langsung." Ujar nya begitu sinis. Dia terus menarik rambut Xianlie, sehingga Xianlie mengerut kan kening menahan sakit di kulit kepala nya
"Si-siapa yang menyuruh mu. Mengapa kau ingin menghabisi jendral besar." Pekik Xianlie.
"DIAM KAU... Tapi, jika memberi tahu mu itu bukan tindakan yang buruk. Mengingat jika kau akan segera mati dan pergi keneraka." maki nya mendorong kasar kepala Xianlie.
"Aku, aku adalah utusan Raja Mujeng. Kami disini berniat untuk menumpas semua pendekar yang ada... dan kekaisaran ANMING akan berada di tangan raja kami, Mujeng." Jelas nya dengan suara lantang, diiringi dengan suara tawa yang begitu menggelegar. Dia menghadap arah belakang, dan terus menjelaskan.
"Jika kekaisaran ANMING berada di tangan kami Maka, kekaisaran KUANTONG akan bertambah berkuasa." Sambung nya tersenyum memiring.
"Tu-tuan...di-dia sudah lepas." Ujar sang anak buah menunjuk Xianlie yang rupa nya sudah terlepas dari tali tambang yang sangat tebal.
"Cih, mana mung..... kau.......! mengapa kau bisa lepas?."Ujar nya yang berawalan remeh, kini begitu terkejut melihat Xianlie yang sudah berdiri mengeluarkan aura yang begitu menakutkan.
"Persetan... kau sudah berani menampar dan menarik rambut ku. Aku menginginkan tangan itu, segera!" Ujar Xianlie terdengar begitu urgen. Dia melangkah maju kearah mereka berdua.
"Mau apa kau? Ka-kau pikir aku akan mundur dan mengalah pada gadis sialan seperti mu ini? Tidak akan!" Tegas nya.
"Maaf? Aku bisa saja meminta kepala mu! Tapi itu tidak akan ku lakukan, mengingat jika aku harus membiar kan mu tetap hidup. Untuk mengirim mu pada mujeng...." Ujar Xianlie begitu mengintimidasi dan menekan.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan? bagaimana bisa kau mengirim kami kembali ke, kekaisaran KUANTONG, disaat kami akan mengirim mu keneraka?"Ejek nya tersenyum getir.
...BAGIAN 25 TELAH BERAKHIR, SEE YOU AGAIN....