REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
?


__ADS_3

Setelah dirasa lamanya waktu berjalan. Kini, kereta yang ditumpangi oleh Xianlie sudah berada ditengah-tengah pasar kota.


Pemandangan ini, pemandangan yang sangat dirindukan oleh Xianlie. Dia melihat seluruh penduduk disana, dengan gembira dia mengeluarkan kepalanya dan merasakan angin-angin yang berhembus dipasar kota.


"Bau bebek asap, tercium sangat jelas." Bisiknya, sembari memejamkan mata.


Gujing dan Jungsi saling bertemu pandang, mereka sungguh keheranan dengan tingkah Xianlie. Tidak biasanya tuan mereka itu berprilaku bahagia dan ceria, apa yang terjadi padanya?


Apakah keajaiban dari langit sudah menghampiri tuan? Di-dia, sungguh berbeda.


Jungsi membatin, melihat Xianlie tertegun. Tidak bisa mereka berdua, menyingkirkan pandangan mereka itu dari Xianlie, dan bahkan mulut mereka terbuka dengan lebar sekali.


Hal itu tidak luput dari pandangan kedua pelayan yang sedang duduk didepan mereka. Para pelayan itu saling berbisik melihat wajah keterkejutan dari dua pria tampan dihadapan mereka itu.


"Ekspresi mereka sangat lucu." Bisik salah satu dengan pipi bersemu.


"Sepertinya mereka sangat menyayangi nona kita." Sahut salah dua tak kalam bersemunya.


Mereka cekikikan melihat tingkah ketiga orang itu, sedangkan Xianlie dia memasukan kepalanya kembali dan melihat pada Gujing dan Jungsi.


"Kalian kenapa?" Tanya Xianlie kebingungan.


Dengan cepat keduanya bergeleng, "Tidak, kami tidak apa-apa." Jawab mereka cepat.


Xianlie mengangkat satu alisnya dan mulai duduk dengan bersandar. Dia pejamkan matanya dengan senyum yang tak pernah pudar.


"Jangan heran melihat ke sesenang ini," Ucap Xianlie


"Karena sebentar lagi, aku akan bertemu dengan Rijin. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya." Lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Tapi kau baru saja pergi 4 hari." Ucap Jungsi memicing.


Xianlie membuka matanya, dan melihat Jungsi dengan kesal. "4 hari itu lama! Tidak tahu apa-apa jangan bicara!" Ketus Xianlie.


"Ck ck ck, kasihan sekali." Ucap Gujing lagi sudah malas untuk meladeni tuannya ini.


Kereta terus berjalan, meski didalam kereta itu sudah terdengar suara perdebatan antara manusia yang ada disana. Bahkan suara pukulan terdengar, begitu renyah saat terdengar oleh telinga.


Tak terasa, kereta mulai memasuki area istana anming. Seperti biasa, dengan penjagaan yang ketat dan keadaan sekitar yang lumayan ramai.


Kereta berhenti tepat didepan gerbang, dan para penjaga menyilangkan dua tombak milik mereka. Xianlie mengintip dari jendela dan melihat pada dua prajurit tersebut.


"Hy buka gerbangnya," Suru salah dua pelayan Xianlie.


Dengan cepat pula, para penjaga membuka gerbang setelah mengetahui siapa yang berada didalam kereta tersebut.


"Selamat datang kembali jendral." Sapa para prajurit begitu bahagia.


Disebuah perpustakaan istana, Rijin sedang berjalan melewati lorong demi lorong buku yang ada disana. Dia celingak-celinguk melihat buku yang tersusun begitu rapi.


"Buku disini sangat banyak, aku harus membaca yang mana?" Monolognya bingung, memegang dagu lalu mengarahkan tangan kembali, mengambil sebuah buku yang memiliki cover seperti wanita dengan ciumannya.


Seketika saja, wajah Rijin bersemu melihat penampakan Cover tersebut.


"A-a-apa ini?" Monolognya masih dengan wajah bersemu.


Tiba-tiba saja, sebuah tangan kekar milik seorang pria memegang buku yang sedang dipegang oleh Rijin. Sontak Rijin menoleh pada pemilik tangan itu, dan kemudian matanya membesar saat melihat sesosok Eng dengan wajah tampannya.


"Kau suka baca ini?" Tanya Eng, disertai dengan senyum nakal.

__ADS_1


Rijin mundur sedikit lalu melepas buku itu dari tangannya.


"Ti-ti-tidak yang mulia." Bantah Rijin menunduk, masih dengan pipi bersemunya.


Eng masih tersenyum begitu nakal, dan perlahan-lahan maju mendekat kearah Rijin


"Jika kau suka, kita bisa mempraktekkan itu." Celetuknya disertai dengan kekehan serak ala kaisar tirani.


Suara seraknya terdengar begitu menggoda, menggelitik gendang telinga Rijin. Wanita mana yang tidak malu mendengar ucapan seperti ini. Wajah Rijim Semakin memerah lalu dengan cepat dia menutup wajah merahnya itu dengan kedua telapak tangan.


"Saya tidak suka, yang mulia. Huaaaaa."


...**AND_...


Hahahha, hy guys.


Sebelumnya, aku selaku penulis karya REINKARNASI XIANLIE,, ingin mengucapkan seribu-ribu terima kasih untuk kalian 💖💖


Setiap Like, komenan, gift dan vote, itu sangat bearti buat aku. Aku sangat menghargai itu.


Terima kasih, untuk kalian yang selalu setia buat stay di karya aku. Ya walaupun, aku ini adalah Author yang jarang banget up nya. Tapi kalian masih mau bertahan disini.


Sangat disayangkan, perjalanan karya ((REINKARNASI XIANLIE)) sudah selesai. Karena cerita ini hanya berfokus pada kisah perjalanan Xianlie dan balas dendamnya.


Kemungkinan, aku akan membuat karya yang bersangkutan dengan kisah cinta Rijin dan Eng. Tidak lupa dengan perjalanan Xianlie.


Aku sangat mengharapkan kehadiran untuk para readers, yang selalu setia. Eyakkk 😋


Salam hangat, risa.

__ADS_1


...TAMAT**_...


__ADS_2