
"Akan tetapi, obat kehidupan ini memerlukan darah dari seorang anak kandung perempuan. Pangeran mahkota adalah seorang laki-laki, jadi putri kedualah yang harus memberikan darah nya,, hanya setetes saja." Jelas Xianlie.
"Tidak! mengapa harus menggunakan darah?" Tolak Mine.
Gawat!
Xianmin berdiri dan hendak ingin pergi dari sana, namun langkah nya dicegat oleh Qian'gu.
"Mengapa tidak mau? ini juga demi kesehatan ayah khaisar kan?" Tanya Qian'gu memicing pada Xianmin.
"Benar putri kedua, ini hanya demi kesehatan ayah khaisar. mengapa kau panik seperti itu?" Sahut Xianlie dengan nada sindiran nya.
"Aku tidak panik, tapi... aku hanya tidak ingin memberikan darahku." Hardik Xianmin pada Xianlie.
"Pangeran mahkota, jangan halangi langkah putri kedua! lebih baik kau menyingkir." Perintah Mine pada Qian'gu.
Mujeng benar-bebar tidak mengerti apa yang sebenar nya terjadi, mengapa putri nya sendiri menolak untuk memberi setetes darah pada nya?
Qian'gu menunduk bertarung dengan pikiran nya sendiri, dia begitu kecewa pada ibu dan adik yang selama ini begitu dia sayangi.
Dia mengangkat pandangan nya kembali, lalu melihat Mine dengan tajam. Mine menelan air ludah nya melihat hawa pekat yang dikeluarkan oleh Qian'gu.
"Mengapa ibu panik? Apakah ibu takut jika ayah mengetahui bahwa putri kedua bukanlah anak kandung ayah?" Celetuk Qian'gu yang tanpa sadar mengatakan hal tersebut.
DEG
"QIAN'GU! JAGA UCAPAN MU." Hardik Mujeng dengan suara menggelegar.
Ruangan kini menjadi mencekam, terdapat perang dingin diantara orang-orang yang ada disana.
Wajah Xianmin semakin pucat pasi, dia gelagapan dan terus memberontak agar bisa lepas dari cengkraman Qian'gu.
Namun Qian'gu memegang tangan Xianmin dengan erat, dia memandang tajam kearah Xianmin.
"Katakan mengapa kau tidak mau memberi darah mu pada ayah? hanya setetes saja? apakah kau sudah tahu dengan identitas mu." Ujar Qian'gu lagi begitu tajam melekit ke hati.
"Qian'gu, kau semakin kurang ajar! akan aku tunjukan batasannya pada mu!" Teriak Mine berjalan menuju Qian'gu hendak melayangkan satu tamparan.
__ADS_1
Namum.. tangan nya dicekat dengan kuat oleh Qian'gu, "Tidak akan bisa, ibu." Kata Qian'gu lagi begitu tajam.
"Pangeran mahkota, apa yang sedang terjadi pada mu? mengapa kau mengatakan hal yang tidak masuk diakal seperti itu." Mujeng berkata dengan lirih, dia memandang Qian'gu dengan kecewa.
Xianlie hanya diam ditempat, menikmati kekacauan yang sedang berlangsung didepan mata nya. Dengan hanya membuat pancingan diawal bisa menuai hasil yang sangat memuaskan. Dirinya tidak usah bersusah payah membuktikan pada Mujeng jika Xianmin bukanlah darah daging nya, karena ada Qian'gu yang mewakili diri nya untuk bertempur.
"Qian'gu, lepaskan tangan ibu! Kau sangat kurang ajar!" Hardik Mine lagi mencoba melepaskan pergelangan tangannya dari genggaman Qian'gu.
"Kalau begitu, tolong berikan setetes darah mu untuk ayah! buktikan jika kau memang anak kandung ayah, darah daging ayah!" Kata Qian'gu lagi dengan tajam.
"TIDAK MAU!" Teriak Xianmin.
"Pangeran mahkota, sebaiknya kau tidak memaksa adikmu. Biarkan dia, ayah tidak apa-apa." Ucap Mujeng mencoba melerai anak dan istri nya tersebut.
Xianlie hanya bisa mendengus kesal, dia memandang tajam kearah Xianmin lalu dia maju dan menyentak tangan Xianmin.
Slaashhhh
Dia menoreh tangan Xianmin menggunakan belati sehingga menimbul kan darah yang keluar cukup deras.
Mata Xianmin membesar, dia tidak menyangka jika Xianlie akan dengan berani melukai diri nya.
"Serahkan belati itu! jangan pernah kau gunakan darah itu! apa kau mengerti." Teriak Mine lagi.
Apakah mereka tidak sadar, dengan berprilaku seperti ini sama saja akan menimbulkan kecurigaan. Mereka terus memberontak seolah baru saja diciduk sedang mencuri sesuatu.
Kekecewaan dihati Mujeng semakin membesar, dia melihat pada Xianmin dan juga Mine.
"Aku akan memasukan darah mu pada kapsul orang tua, hanya tinggal darah ayah saja dan itu bisa membuktikan apakah kalian memiliki hubungan darah atau tidak." Jelas Xianlie berjalan menuju Mujeng.
"Tolong berikan darah mu pada ku, secepat nya." Sambung Xianlie lagi.
Mujeng menatap ling-lung pada Xianlie lalu mengulurkan tangan nya kearah Xianlie. Xianlie mengerti lalu memberi sedikit goresan dikulit Mujeng.
Darah Mujeng hendak keluar kepermukaan kulit, dan darah itu akan digunakan oleh Xianlie untuk dia gunakan pada kapsul orang tua.
"Tidak Khaisar, dia berbohong. Tolong jangan pernah mempercayai gadis ular itu!" Mine memohon dan bersujut kelantai, dia memandang sendu kearah Mujeng.
__ADS_1
"Ayah, apakah kau tidak percaya pada putri mu sendiri? kau tidak menyayangi aku lagi? Hikss mengapa kau begitu tega, kau sangat tega." Xianmin jatuh berkesimpuh dilantai dengan air mata berderai membasahi pipinya.
Mujeng memandang simpati pada Xianmin, dia mendekat kearah Xianmin dan memurus kepala Xianmin.
"Jangan takut nak, ayah tahu jika kau adalah anak ayah. Hasil akan menunjukan jika kita memiliki hubungan darah, jangan takut." Ucap Mujeng
Cih!
Xianlie tersenyum devil pada saat melihat hasil yang keluar dari kapsul orang tua tersebut.
Seperti dugaan ku,
Batin Xianlie melihat kearah Xianmin dengan tajam.
"Buka mata kalian lebar-lebar," Ucap Xianlie tajam lalu melempar hasil yang menunjukan ketidak cocokkan pada kapsul orang tua. Kapsul itu berubah menjadi hitam pekat sedikit hangus tanda jika kedua darah yang diteteskan sama sekali tidak cocok.
DEG DEG DEG
Mujeng dan Qian'gu menatap dengan tidak percaya, mereka jatuh terduduk kelantai menatap hasil dari kapsul tersebut.
"Tidak mungkin," Lirih Mujeng.
Xianmin dan Mine saling lihat. Timbul dendam dihati Xianmin untuk Xianlie, dia memandang tajam kearah Xianlie.
Akan aku habisi kau!
Benak Xianmin menggenggam erat jari jemari nya.
"HAHAHAH, LALU MENGAPA JIKA XIANMIN BUKAN ANAK KHAISAR? KHAISAR, JANGAN LUPA JIKA XIANMIN LAH YANG MENYELAMATKAN NYAWA MU DENGAN MEMBERI SELURUH KEKUATAN NYA! JANGAN BERPRILAKU SEPERTI TIDAK BISA BERHUTANG BUDI!" Mine berteriak menggelegar seperti orang yang sudah kehilangan akal sehat nya.
Mujeng hanya diam masih begitu shock setelah mengetahui fakta yang sangat menyakitkan itu.
"Bagaimana bisa kau begitu percaya diri mengatakan jika Xianminlah yang telah memberi kekuatan nya pada kaisar? Apa buktinya?" Tanya Xianlie tiba-tiba terbesit begitu saja pertanyaan seperti ini di otak nya.
Dia tahu betul jika bukan Xianminlah yang memberi kekuatan itu pada Mujeng, akan tetapi diri nya! Dia hampir kehilangan nyawa karena hal tersebut.
Xianmin diam menatap lantai dengan perasaan kalut, dia sangat panik bagaimana bisa dia melewati keadaan yang begitu membahayakan untuk nya? Dia lihat sebuah belati yang tergeletak tak jauh dari nya, lalu dengan cepat dia mengambil belati itu.
__ADS_1
...BAGIAN 71 TELAH SELESAI, SEE YOU...