
Di sebuah ruangan besar, terlihat begitu mewah dengan pencahayaan yang cukup. Eng dan Xianlie duduk di sofa sembari memakan sebuah camilan di meja. terlihat pula disana, Eng sedang menekuk wajah nya.
Xianlie begitu bingung melihat tingkah laku kakak nya itu, tadi dia tersenyum bahagia karena melihat Xianlie mengunjungi nya, dan sekarang dia sedang melamun dengan wajah di tekuk.
Xianlie menjetik kan jari di depan wajah Eng, sambil dengan siulan yang menyusul. "Apa yang kau lamunkan?" Tanya Xianlie
Eng segera sadar dari lamunan nya, dia melihat Xianlie seperti orang yang bodoh. "Ah, tidak-tidak, kakak tidak melamun." Jawab nya cepat.
Xianlie menghirup nafas perlahan lalu membuang nya, dia menjatuh kan pandangan pada tumpukan kertas di atas meja. Sungguh diri nya sangat kasian pada sang kakak, harus bekerja siang dan malam dan melupakan istirahat nya.
"Aku akan mengisi nya untuk mu," Ucap Xianlie berdiri dari kursi nya lalu berjalan menuju meja kerja milik Eng.
Eng terperanjat, dia bingung mengapa Xianlie ingin melakukan hal itu. Dengan segera Eng berdiri dan melarang niat baik Xianlie.
"Adik, apa yang kau lakukan? kakak bisa melakukan ini, kau tidak usah terlalu menyusahkan diri," Ucap nya melarang niat Xianlie.
Xianlie tidak mendengar kan, diri nya terus mempersatu kan pantat pada kursi lalu memeriksa satu persatu kertas yang ada disana. Jika tidak keras kepala, maka bukan Xianlie nama nya.
"Adik... kakak bisa melakukan nya," Lirih Eng sudah pasrah pada Xianlie.
"Duduk yang diam disana! jangan banyak keluhan, aku disini memiliki niat baik agar kau bisa beristirahat! tidak ada salah nya duduk menikmati waktu luang," Xianlie mengomel dengan mata dan tangan yang terus berfokus pada kertas-kertas laporan keistanaan.
Eng mendengus lalu diri nya duduk kembali di kursi dengan tangan menopang kepala nya, dia melihat sang adik dengan lekat. "Kakak tahu, tapi...jika kau melihat laporan-laporan itu maka kau tidak akan bisa menahan___" Belum sempat Eng menyelesai kan kalimat nya, tiba-tiba saja Xianlie menggerbak meja dan melempar kertas ke lantai.
"Sial, mereka berani bermain-main rupa nya!" Ucap Xianlie murka, dia begitu kesal sambil terus melanjut kan memeriksa yang lain nya.
"Aku sudah bilang, tapi kau tidak mau dengar," Eng berbicara mengejek, padahal diri nya saja belum sempat menyelesai kan kalimat nya.
Xianlie berdecak kesal, dia memeriksa laporan yang lain dengan mata galaksi nya. Untuk sekedar memastikan apakah laporan ini palsu atau asli, dia bahkan sampai membakar setiap laporan palsu dan akan memberi cap kekaisaran pada laporan yang asli.
__ADS_1
Dia melakukan dengan berulang-ulang, sampai kertas yang menumpuk tadi habis tanpa sisa. Eng begitu kagum melihat kegesitan Xianlie dalam bekerja, bahkan diri nya sendiri tidak akan bisa secepat itu.
"Lalu, mau kita apakah orang-orang itu?" Tanya Eng memegang dagu nya karena bingung, akan dia apakan orang orang yang telah berkhianat agar memberi efek jera pada mereka?
"Telanjangi di depan umum, lalu suruh para prajurit untuk membawa mereka berkeliling kota anming, jika sudah puas mempermalukan mereka...bunuh secara perlahan di depan hadapan seluruh petinggi-petinggi kekaisaran anming! mereka semua harus tahu, apa kibat nya jika berani bermain-main dengan kekaisaran!" Ucap Xianlie tanpa ekspresi, dan nada yang penuh akan racun berbisa disana. Setiap kalimat, mampu membuat sang pendengar menjadi merinding.
"Tapi.. bukan kah itu terlalu kejam," Eng ingin menolak usulan Xianlie, dia merasa jika hal itu terlalu kejam jika harus dilakukan.
Ck!
"Kau ingin kekaisaran ini hancur! dengan membiarkan mereka, sama saja kau menghancurkan kekaisaran ini secara beransur!" Xianlie berbicara dengan menekan dan mendesak, dia kesal mengapa kakak nya ini begitu baik sehingga tidak tega menjatuh kan hukuman kepada orang yang seharus nya di hukum.
"Pokok nya aku tidak mau tau, kau harus melakukan sesuai perkataan ku! Jika tidak..."
"Baiklah-baiklah, besok aku akan melakukan seperti mau mu! Begitu kan?" Ucap Eng pasrah lalu menekan dua kalimat akhir.
"Nah, begitu lebih baik!"
BRAKKK
Xianlie terkejut, dia dengan cepat melihat pada Eng, "Ada apa?" Kaget Xianlie.
"Tidak boleh! pokok nya tidak boleh, nanti kau tidak akan pulang-pulang lagi setelah pergi kesana! itu hanya siasat Mujeng untuk menahan mu disana," Eng berbicara dengan keras dan kekeh untuk tetap tidak memperboleh kan Xianlie untuk pergi ke kekaisaran kuantong.
"huh! Dia sedang sakit, dia mengirim dua prajurit untuk menemui ku," Jawab Xianlie.
"Apa! dia mengirim dua prajurit di kekaisaran ku! sungguh berani sekali, lain kali aku akan menyuruh 1000 prajurit untuk berjaga di perbatasan!" Eng semakin kesal mendengar nya, dia bahkan sampai membanting gelas teh di meja.
PRANKKK
__ADS_1
Xianlie memejam kan mata saat mendengar benda keras itu, dia menghela nafas lalu berdiri dari kursi nya. "Terserah kau mengijinkan atau tidak, aku akan tetap pergi. Lagi pula, siapa yang berani menahan ku disana?" Ucap Xianlie.
"Tapi... jika kau tidak pulang?" Eng mulai memelan kan nada bicara nya, dia memandang Xianlie dengan memelas.
"Tenang saja, aku hanya akan tinggal beberapa hari. Mana mungkin aku mau meninggal kan Rijin sendirian? lagi pula aku akan pergi sebagai status jendral besar ku," Ucap Xianlie berusaha meyakin kan.
"Rijin akan tinggal?" Tanya Eng kembali.
"Ya! dan tugas mu untuk menjaga nya, aku tidak mau tahu... kau harus terus memastikan keadaan Rijin agar tetap aman." Xianlie berbicara sambil melangkah keluar dari ruangan itu, di iringi dengan pandangan Eng yang terus mengarah pada punggung Xianlie.
"Bagaimana jika Qian'gu mengambil kesempatan dan menghasut adik agar tinggal disana? oh tidak-tidak ini tidak bisa di biar kan! tapi, tapi bagaimana cara nya melarang adik? aku tidak akan bisa melarang nya," Eng berbicara dengan Frustasi sambil mengacak-acak rambut nya.
Sementara itu, Xianlie sedang berjalan menuruni anak tangga lalu tidak sengaja diri nya melihat seorang pria dan wanita yang hendak ingin memasuki ruangan Eng.
"Cih, Meiling!" Timbul seringaian di bibir mungil nya sambil melihat Meiling yang sudah mulai menurun kan pandangan. Mungkin Meiling sudah mengingat bahwa gadis yang dia tantang itu adalah seorang jendral besar di kekaisaran anming. Namun di hati nya selalu saja melontar kan sumpah serapah untuk Xianlie. Namun dia tidak tahu, jika Xianlie bisa mendengar kata hati nya.
"Salam untuk mu jendral besar," Ucap Fenglei memberi hormat nya.
"Hmm, salam untuk mu," Jawab Xianlie sambil melihat tajam ke arah Meiling.
"Kau ingin bertemu kaisar?" Tanya Xianlie
"be-benar jendral besar, apakah yang mulia ada disana?"
"Ya, aku baru saja bertemu dengan nya, membincang kan sesuatu yang penting. kau bisa menemui nya sekarang." Xianlie berbicara penuh penekanan, sambil melirik kearah Meiling yang sudah mengepal kan tangan nya.
"Sial! gadis ini.. gadis ini ingin mati!," Meiling begitu kesal, dia ingin sekali menghajar Xianlie dan melontar kan bogeman mentah di wajah Xianlie
_and_
__ADS_1
...BAGIAN 60 TELAH SELESAI, SEE YOU LATER...