
...- 38 -...
"Lepaskan aku!" Pekik Serangga sekuat tenaga, lalu dia menggigit tangan pria itu sehingga berdarah.
"Anak haram ini!."
Pria itu mengumpat, lalu melepaskan cekikan nya . Ini adalah kesempatan bagus bagi Serangga untuk melarikan diri dan bersembunyi ditempat yang aman
Dia berlari secepat yang dia bisa, dan dengan segera dia masuk pada gang yang agak sempit dan menyusup pada sela sela lubang tikus
Lubang itu terlihat agak dalam dan tidak diketahui, dimana akhir lubang tersebut. Serangga terus mengikuti dimana lubang itu tertuju, dia merangkak sangat cepat dengan jantung yang berdegup kencang.
"Dasar pria jahat, kalian semua jahat." Seru Serangga menetes kan air mata nya.
Dia bisa merasakan rasa sakit di leher nya, dan tak jarang dia menghela nafas akibat cekikan yang terlalu kencang dari pria tadi.
"HEY MAU LARI KEMANA KAU? KEMARILAH, AKU TIDAK AKAN MENYAKITI MU." Teriak pria itu yang rupanya juga ikut masuk kedalam lubang tikus. Serangga semakin panik dan mempercepat rangkakan nya.
"Bagaimana ini, walau bagaimana pun aku harus mendapat kan nya, jika tidak ayah akan mencabut otoritas ku sebagai tuan muda ing." Gumam nya kesal.
...- tengah kota -...
Di selang-seling, desas-desus kabar yang sebenarnya kurang menyenangkan bagi kekaisaran ANMING, Xianlie dan Rijin sedang melewati pertengahan masyarakat yang sedang melakukan upacara penghormatan dimana semua nya memakai pakaian bewarna putih. Itu sangat wajib dilakukan apa bila ada anggota kerajaan yang telah tiada, sebagai rasa penghormatan terakhir mereka.
Rijin sedang celingak-celinguk melihat beberapa orang yang melintas di dekat nya, menggunakan pakaian putih tanpa hiasan. Sedangkan Xianlie, dia hanya melihat pada satu titik, yaitu arah depan yang menunjukan menara tinggi menjulang berkibar bendera putih (tanda menyerah/berakhir) di kekaisaran ANMING. Mata nya menyipit dengan pikiran yang terus bersitegang tanpa henti.
"Nona, siapa yang telah meninggal?" Tanya Rijin begitu polos nya.
"Kau bertanya pada ku? gadis konyol." Jawab Xianlie tersenyum kecut.
Rijin memanyun kan bibir nya, lalu kembali menjatuh kan pandangan ke arah sekitar.
__ADS_1
"Apakah pangeran telah selesai melakukan perang. Aku harap dia akan baik-baik saja." Monolog nya terdengar begitu pelan.
Xianlie melirik Rijin dengan ujung mata runcing nya, senyuman kecil terukir dibibir nya tatkala melihat kekawatiran Rijin terhadap, Eng. Begitu lucu dan polos tingkah gadis 19 tahun ini, sehingga Xianlie tidak bisa membenci apa lagi menjauh sehingga rasa takut terbentuk didalam diri Xianlie, jika suatu saat rahasia atau kesalah pahaman akan membuat Rijin menjauh dari nya.
"Dia tidak selemah itu, sehingga mati konyol di medan peperangan." Cetus Xianlie ketus.
"Enggg, nona mendengar gumaman ku! Padahal aku nyaris berbisik." Protes nya dengan wajah cemberut.
Xianlie menggeleng pasrah dan terus berjalan. Meski tak tau akan kemana langkah kaki itu menuntun, dia tetap berjalan dan mengikuti apa kata hati nya. Rijin mengikuti dari belakang dengan pemikiran bingung, sebenarnya ingin kemana sang nona ini.
...- Tempat yang tidak terduga -...
Tap
Tap
Tap
"Sial, ini masalah besar! Bagaimana lubang bajingan ini bisa menuntun ku masuk kedalam kerajaan ANMING!" Umpat pria itu begitu kesal, dan terus melanjut kan mengejar Serangga karena dia berpikir sangat rugi jika harus melewat kan kesempatan yang ada didepan mata walau resiko yang sangat besar apa bila gagal.
Sampai tak terasa mereka berlari, tak sengaja ada dua prajurit yang sedang berpatroli di dekat Serangga berlari. Tanpa berlama-lama, Serangga dengan segera mencari perlindungan dan berlari ke arah mereka.
"Hey paman, bisa kah kau tolong aku?." Ucap Serangga dengan nafas tersengal-sengal.
Mereka terlihat bingung dan melihat pada Serangga dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Tak lama terdengar teriakan dari pria tadi memanggil-manggil serangga.
"Adik, adik....mengapa kau lari?" Tanya diri nya dengan nafas tak kalah tersengal.
Permainan baru yang dia main kan sangat epic sehingga serangga tidak bisa berkata-kata lagi.
__ADS_1
"Ada apa ini!" Tegas prajurit bertanya pada pria itu.
"Tolong, dia adalah orang jahat! dia ingin membunuh ku." Pekik Serangga segera berlindung di belakang para prajurit dengan rasa takut yang begitu besar.
Kedua prajurit itu saling pandang, lalu menjatuh kan pandangan lagi ke arah pria yang sedang berdiri di depan mereka. Pandangan mereka terlihat sangat menyelidik, di mulai dari melihat mimik wajah dan tingkah laku.
"Adik apa yang kau lakukan, kakak tau jika kakak salah. Baiklah kakak akan membeli kan mu gula-gula, bagaimana." Ucap nya begitu memohon.
Serangga menyipit kan mata nya, lalu melihat kembali pada dua prajurit yang begitu tinggi . "Dia berbohong." Ucap serangga, parau.
"Hentikan perlakuan konyol ini! Bawa adik mu dan keluar dari sini, kalian telah mengganggu pekerjaan kami." Tegas prajurit itu kembali berjalan maju tanpa mau mendengar kan jeritan Serangga.
"Tidak.... tolong aku, aku mohon." Teriak Serangga pada prajurit yang sudah mulai menjauh. Mata nya kembali tertuju pada pria itu.
"Hmppp." Pria itu menutup mulut serangga dan melihat kekanan dan kekiri. "Diam! atau tidak aku akan menghabisi mu saat ini juga." Dia berbisik dengan nada ancaman. Serangga tidak tahu lagi, ingin mencari bantuan siapa, dia hanya bisa pasrah dan sekuat tenaga memperlambat pergerakan pria itu dengan segala cara.
"Diam!" Lagi dan lagi, pria itu mencubit lengan Serangga sehingga membiru. Serangga menjerit dalam diam dan hanya bisa merasakan rasa sakit itu.
Pria it membawa serangga keluar melewati gerbang, sementara itu para pelayan yang berlalu-lalang disana hanya melihat mereka begitu curiga tanpa mau ikut campur tangan. Jalani masalah mu sendiri' benak mereka.
"Hmpph." Serangga terus menjerit dan memberontak, namun apa daya tubuh nya sangat mungil dan sulit untuk lolos dari pria dewasa itu.
Pria itu terus berjalan tanpa memperdulikan orang-orang yang melihat aneh kepada nya. Kekejaman dan rasa tamak telah membuta kan mata dan menutup pintu hati nya, dia tidak memperdulikan anak 5 tahun seperti serangga mengalami hal yang sebenar nya tidak seharus nya di alami.
Langkah kaki pria itu tertuju kearah gerbang utama kerajaan ANMING. Mata nya terus berpokus kearah Serangga yang selalu saja memberontak. "Diam!" Suruh nya.
- AND -
...BAGIAN 38 TELAH SELESAI, SILAH KAN TINGGAL KAN JEJAK...
...SEE YOU AGAIN...
__ADS_1