
...[ke esokan hari nya]...
Istana kuantong sudah penuh dengan putri dan pangeran dari berbagai kerajaan, mereka bergumpul dan mengobrol bersama. Terlihat pula disana Xianmin sedang berbicara namun dengan gaya angkuh nya, karena mengingat jika dia adalah putri dari kekaisaran kuantong, kekaisaran besar kedua dari anming.
Dia mengangkat wajah begitu angkuh saat berbicara, dan sesekali memamer kan gelang berlian kualitas tinggi milik nya.
Dari kejauhan pula, terlihat Xianlie sedang berjalan bersama Qian'gu, dia melihat ke arah Xianmin dengan tatapan datar. Seperti nya mereka sedang menuju ke arah kanan dimana di daerah kanan istana adalah daerah istana kediaman milik Mujeng, karena anggota kerajaan memiliki kediaman masing-masing di dalam istana itu.
"Lihat lah adik mu," Ucap Xianlie malas pada Qian'gu.
Qian'gu menoleh, dia paham dengan kekesalan Xianlie."Dia masih kecil, jadi mungkin saja dia lupa jika ayah sedang sakit." Ucap Qian'gu masih membela Xianmin.
Xianlie menghela nafas, dia melirik Qian'gu dengan ujung mata lancip nya. "Kau lupa, jika aku lebih kecil dari nya sekarang! Lagi pula siapa yang mengadakan acara disaat raja nya sedang sakit? apakah mereka gila," Ucap Xianlie tajam.
"Xianlie! Berhenti menyalah kan ibu permaisuri, dia baik, dia ingin yang terbaik buat istana ini, berhentilah menyalah kan ibu!" Tegur Qian'gu tegas pada Xianlie. Dia sangat kesal disaat ada yang berani menyalah kan Mine ibu angkat nya.
Xianlie melihat Qian'gu dengan tatapan tidak percaya, dia menggeleng kan kepala tidak habis pikir karena Qian'gu menyentak diri nya.
"Kau tahu, sudah sangat salah membuat acara pada saat sang raja tidak mengijin kan! Dan satu lagi, Kakak tirani tidak pernah menyebut nama ku!" Ucap Xianlie penuh penekanan lalu pergi meninggal kan Qian'gu.
Dalam hubungan persaudaraan kerajaan, jika ada salah satu keluarga apa lagi itu adalah saudari laki-laki menyebut nama langsung dari saudari mereka, maka itu akan dianggap kebencian dan ketidak pengakuan. Qian'gu sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan, dia mengutuk diri nya sendiri lalu mengejar Xianlie yang sudah menjauh dari sana.
"Eng.. kau sudah menang dari ku! kau sudah merebut adik dari ku, awas saja aku akan membuat perhitungan padamu!" Gumam Qian'gu kesal sambil berlari mengejar Xianlie.
__ADS_1
"Adik, tunggu kakak. Kakak benar-benar minta maaf pada mu, kakak tidak bermaksut." Teriak Qian'gu keras sekali, Namun Xianlie tidak menoleh dan mendengar kan Qian'gu.
Para pelayan menepi lalu saling pandang melihat pangeran mahkota mereka sedang berlari mengejar Xianlie.
"Dasar anak angkat tidak tahu diri, dia sudah memperlakukan pangeran mahkota seperti itu, apakah dia tidak sadar dengan status rendahan nya!"
"Hey kenapa kau berbicara seperti itu?"
"Aku hanya kesal saja, dia baru saja dua hari disini tapi sudah berprilaku arogant"
"Diam lah, dia itu tidak serendah yang kau pikir kan! dia adalah jendral besar di kekaisaran anming. kau tahu kan jika kekaisaran anming berada di atas kekaisaran kuantong? jadi jangan meremeh kan nya, sekali pukul saja kau akan mati di buat nya! Lagian kita-kita ini lah yang rendahan, kita seorang pelayan sedang kan dia? dia adalah jendral besar kekaisaran anming dan putri pertama di kekaisaran kuantong!"
"Be-benar kah? tapi, rumor yang beredar mengatakan jika dia adalah seorang anak ****** di rumah bordir, raja kasihan pada nya lalu mengangkat nya sebagai putri utama."
"Oh astaga, aku salah menilai. Aku tidak tahu, aku pikir dia menggoda kaisar dan melakukan segala cara agar di angkat menjadi putri."
"Sudah lah, mari kita lakukan pekerjaan lagi."
"Hem baiklah."
***
"Adik, adik kakak mohon tolong maaf kan kakak. kakak benar-benar tidak sengaja." Qian'gu mencoba untuk meluluh kan adik nya kembali.
__ADS_1
Dia mengejar Xianlie dan bahkan tak terasa mereka sudah berada di depan kediaman raja. Terlihat disana terdapat dua prajurit yang sedang berjaga, Xianlie memberi tanda untuk membuka pintu pada Prajurit.
Dengan segera mereka membuka pintu itu lalu Xianlie masuk kedalam, namun disaat diri nya mulai masuk terdapat Qian'gu yang menarik lengan nya. Xianlie tidak bergeming dari tempat nya, dia masih berada didalam kediaman.
"Adik, kakak mohon. Kakak berjanji tidak akan lagi berbuat seperti itu, kakak minta maaf pada mu." Qian'gu memohon dengan memelas, sedang kan Xianlie dia sedang menatap malas pada Qian'gu.
"Lepas kan tangan ku, aku ingin masuk. Kau tunggu lah di luar." Perintah Xianlie tajam dan dingin, tiada kehangatan di setiap kalimat nya. Dia benar-benar sudah hilang rasa terhadap kakak nya ini, kakak yang selalu berprilaku baik dan sopan pada nya dulu. Ya walau pun sesekali pula Qian'gu memarahi nya karena telah berani menjelek-jelek kan Mine dan Xianmin.
Dengan perlahan tapi pasti, Qian'gu melepas cengkraman nya. Dia memandang sendu pada Xianlie, dia sangat menyesal karena berprilaku seperti itu pada Xianlie
"Kalau perlu jangan memanggil aku dengan sebutan (adik) lagi, aku muak mendengar nya!" Ucap Xianlie tajam
PRAKK' suara pintu tertutup dengan keras.
"Adik," Lirih Qian'gu menatap sendu pada pintu yang sudah tertutup, seolah harapan nya sudah hancur berkeping-keping.
Sementara itu, Xianlie sedang berjalan mendekat ke ranjang yang terdapat Mujeng sedang tertidur dengan pulas. Perlahan dia melepas sepatu nya dan naik di atas ranjang itu, dia mulai membaring kan tubuh nya disamping sang ayah. Entah apa yang membuat nya berprilaku seperti itu, dia menenggelam kan wajah nya di sela sela tangan sang ayah.
"Aku pikir tidak sakit, tidak tau nya sangat sakit." Gumam nya serau sambil menepuk-nepuk dada sang ayah.
"Satu rahasia yang selalu aku pendam, kau tahu pada saat kau memohon pada ku waktu itu, dan memanggil ku dengan sebutan (nak) aku sangat....bahagia. Seolah-olah aku sudah mendapat kan kembali apa yang telah hilang dari ku, aku mendapat kan nya kembali. Akhir nya kau menerima ku sebagai putri, walau harus melalui kematian." Dia berbicara dengan sendu, setiap nada kalimat nya memiliki arti tersendiri. Bahagia dan sedih bercampur satu.
"Cepat lah sadar, aku ingin melihat mu sehat kembali. Aku ingin mendengar kau kembali memanggil diri ku dengan sebutan (nak)."
__ADS_1
...BAGIAN 65 TELAH SELESAI, SEE YOU LATER...