REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 3 : Chapter 54 : Flashback kisah Xianlie #5


__ADS_3

BRUKK


Xianmin jatuh ke lantai, dia tidak sadarkan diri.


Perlahan muncul Xianlie dari belakang, dengan wajah datar dan sikap dingin.


"Apa yang akan kau lakukan,!" Gumam Xianlie begitu datar.


Perlahan pandangan nya jatuh pada Mujeng, pandangan kasih sayang sepenuh nya hilang dari mata nya.


"Begitu menyusah kan," Umpat nya


"Kenapa kau harus terkena racun api! kau tidak sayang dengan hidup mu!" Sambung nya sambil memeriksa suhu tubuh sang ayah.


Perkataan yang dingin, namun perlakuan yang begitu lembut. Diri nya mengangkat Perlahan kepala ayah nya lalu membaring kan ke atas paha nya yang mungil.


Dia mengelap peluh di kening ayah nya, lalu menghela nafas berat.


"Apakah setelah aku mengorban kan diri, kau akan sayang pada ku?"


"Hahah, apa yang aku pikir kan! pasti tidak akan!"


Huh!


"Hanya energi lima dasar yang bisa menyelamat kan mu, tapi.. setelah diri ku melepas energi lima dasar, kemungkinan besar diri ku akan lenyap. Tapi kau akan selamat, aku akan mati dengan tenang jika kau telah selamat,"


Nada bicara nya terdengar getir, jujur saja dia begitu sakit saat menyaksikan kondisi ayah nya seperti itu. manusia yang tidak pernah menganggap nya ada, manusia yang selalu acuh pada nya...namun Xinalie masih tetap menganggap orang tua dan bahkan menyanyangi ayah nya melebihi nyawa nya sendiri


Dia menggigit bibir bawah nya, menahan sesak didada.


Lalu mengangkat tangan dan perlahan sebuah cahaya timbul di telapak tangan nya.


Cahaya itu perlahan mengeluarkan warna yang berbeda, dia menyalurkan energi itu pada Mujeng.


"Bertahan lah."


Seru nya dan kemudian mengelus pucuk kepala Mujeng sehingga sedikit mengurangi ekspresi kesakitan.


OHUKK UHUKK


Darah menyembur dari mulut Xianlie, dia terjatuh ke lantai dengan keadaan yang sangat lemah dan nafas tidak teratur


Pandangan Xianlie dengan perlahan mengarah pada Mujeng, tubuh Mujeng perlahan bersinar lalu terangkat ke atas.


Xianlie tersenyum bahagia di sela-sela sakit nya, penderitaan yang selama ini dia tanggung akan lepas saat ini juga.


"Tuan..." Teriak Gujing dan Jungsi secara bersamaan


Mereka sangat panik melihat keadaan Xianlie yang begitu mengenaskan, perlahan tubuh Xianlie memudar dan dia memiliki pandangan yang kosong seolah tiada jiwa pada raga nya.


"Jungsi, kita harus membawa tuan jauh dari sini."


"Baiklah, kita bawa tuan ke kediaman dengan teleportasi."....

__ADS_1


.............


"Aku sudah tenang," Gumam Xianlie.


"Tenang apa! kau mengapa terlalu gegabah!" Protes Jungsi sambil menetes kan air mata nya.


"Maaf Tuan.. aku minta maaf pada mu."


"A-apa yang kalian katakan, jangan minta maaf.. justru kalian harus senang karena orang yang aku sayangi sudah selamat,"


Jungsi dan Gujing tak kuasa menahan luka di hati mereka, mereka memeluk Xianlie dengan erat.


"Gujing, ini tidak bisa dibiar kan. kita harus menyelamatkan Tuan."


"Baiklah, tidak masalah berapa tahun kita tertidur,, asal kan tuan selamat.."


Mereka berdua mulai berdiri dan mrngangkat tangan mereka sehingga mengambang, keluar sebuah cahaya merah dari tangan mereka lalu energi itu beransur-ransur menutupi tubuh Xianlie.


Xianlie tidak berdaya, dia belum sadar jika dua orang ini sedang berkorban diri untuk nya.


Perlahan tubuh Xianlie terangkat, dia bersinar didalam gelap nya ruangan.


"Kenapa..." Gumam Xianlie tidak berdaya sambil melihat pada Gujing dan Jungsi


Mata yang berkaca-kaca itu perlahan menetes kan air mata nya, "tidak boleh.." Kata nya lagi.


Gujing dan Jungsi tersenyu lembut, lalu mereka jatuh kelantai


"Seperti ini.. sudah membuat kami bahagia.." Gumam Jungsi sambil terbaring tidak berdaya dan tangan terlulai layu


"Tuan...setelah kepergian kami... jangan pernah mencoba untuk menarik energi... itu lagi.. berjanjilah," Lirih Jungsi membuat janji pada Xianlie


"Kenapa kalian sangat keras kepala... tidak seharus nya kalian mengorban kan diri demi ku..aku hanya orang rendahan ini, tidak pantas mendapat pengorbanan yang berharga dari kalian."


Dia menangis sejadi-jadi nya sambil terbaring masih tidak kuasa bangun.Gujing dan Jungsi perlahan-lahan memudar dan separuh kaki mereka menghilang, hancur lebur menjadi partikel semakin kecil...


"Jangan pergi... aku mohon... berjanjilah pada ku.." Teriak Xianlie dengan suara serak dan butiran air mata terus saja membasahi pipi nya


"JANGAN PERGI...." Teriak nya menyaksikan tubuh dari dua orang yang selalu menemani nya, kini hancur lebur dan menghilang...


"Jangan pergi.." Ucap nya lagi monoton


"Mengapa... hiks hahah mengapa ini selalu terjadi pada ku, mengapa... hiks.. hiks."


"mengapa" Kata-kata ini lah yang sering dia ucap kan, namun dia selalu tidak mendapat jawaban atas pertanyaan nya ini


...[ke esokan hari nya]...


Keadaan kaisar sudah terdengar sampai ketelinga masyarakat kekaisaran Kuantong.


Kala itu, istana kuantong sedang ramai akan rumor yang tidak mengenakan.


Sedang riyuh sekali di kediaman Xianmin, terdengar suara tangisan dari Mine. Dia memeluk Xianmin dengan sangat erat.

__ADS_1


"Kau sangat mulia nak, kau mengorban kan seluruh energi mu sehingga titik meridian mu hancur," Ucap nya terdengar pilu.


"Ini demi ayah ibu, jika aku tidak melakukan ini... maka ayah.. ayah tidak akan selamat..hiks," Perkataan Xianmin ini terdengar begitu memprihatinkan di telinga kasim yang sedang berada disana.


Dua ibu dan anak itu berusaha cukup keras, sehingga membuat kasim kepercayaan Mujeng terpancing dengan omongan mereka.


"Aku tidak menyangka ini, tapi jika kaisar mengetahui hal ini.. dia pasti akan sangat sedih."


Mine menoleh pada kasim itu.. raut wajah kalut dia perlihat kan


"Sial, budak rendahan ini.. apa jangan-jangan akan merahasia kan ini dari kaisar! aku harus bertindak,"


"Apa yang kau katakan, kaisar harus tau akan hal ini! jika sampai diri nya tidak tahu, maka dia akan sedih kita merahasia kan rahasia besar ini!"Ucap Mine mendesak


"Kau benar, jika kaisar mengetahui ini lewat mulut orang yang berbeda, maka dia akan..."


"*kena kau!"


"Ingin bermain-main dengan ibu ku yang pintar? tidak akan bisa*!"


**


Xianlie sedang berjalan begitu angkuh sambil menyeret seorang pelayan yang sudah lunglai tidak sadar kan diri.


Dia berpenampilan begitu gagah, dengan baju merah dan rambut panjang hitam legam di kuncir kuda.


Wajah tanpa make up, terlihat sangat natural. Diri nya memandang tajam pada para pelayan yang sedang berbisik tentang hal yang buruk bagi Xianlie


Dia diam sejenak melihat pada para pelayan yang masih belum sadar jika terdapat Xianlie di belakang mereka.


"Kau tahu, putri Xianmin sudah begitu memurah hati mengorban kan kekuatan nya hanya demi keselamatan kaisar."


"Benar, aku sangat prihatin dan tersentuh dengan kebaikan Putri Xianmin."


"Huhh, seharus nya putri Xianlie harus bisa seperti putri Xianmin! bukan kah diri nya memiliki energi besar?"


"benar, aku ingat jika ada salah satu peramal mengatakan jika putri Xianmin akan membawa bencana besar bagi kekaisaran kuantong!"


Xianlie benar-benar tidak tahan lagi dengan omong kosong mereka, Xianlie maju lalu menghempas tubuh pelayan yang dia seret tadi sehingga terlempar ke arah para pelayan yang sedang berbisik tentang nya.


Mereka menoleh begitu maget, seolah jiwa mereka akan keluar dari raga nya.


"Ck ck ck! para anjing peliharaan ini, seharus nya jangan menggonggong terlalu banyak!"


"Tidak tuan putri, kami bisa menjelaskan nya."


Mereka histeris lalu berlutut bahkan mereka sampai bersujut karena tidak ingin mati ditangan Xianlie.


Xianlie menunjukan Ekspresi datar, lalu dengan diam-diam mengumpul kan energi ditangan nya.


SLASHHHHH


ARKKKKKKHHH

__ADS_1


_and_


...BAGIAN 54 TELAH SELESAI, SEE YOU...


__ADS_2