REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 4 : Chapter 72 : hukuman?


__ADS_3

"MATI SAJA KAU GADIS PEMBAWA SIAL!!!!" Teriak Xianmin naik pitam menodong belati kearah Xianlie.


"Xianmin.......


Qian'gu dan Mujeng menatap begitu kaget melihat Xianmin menodong sebuah belati keperut Xianlie. Inging menolong juga sangat mustahil mereka lakukan, karena mereka masih dalam keadaan duduk apalagi perasaan mereka benar-benar kacau kali ini.


Xianlie memandang santai kearah Xianmin, dia mengibaskan lengan baju besar nya sehingga menimbulkan angin besar yang mengarah langsung menuju Xianmin.


BOMMMM!!


Xianmin terombang-ambing oleh angin lalu tubuhnya jatuh menghantam keras kesebuah kursi tahta milik Qian'gu.


BRUKKK!!


UHUK UHUK UHUK!!


Xianmin memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, dia memegang perut dengan kesakitan.


"Putri kedua, kau tidak apa-apa?" Mine berjalan menghampiri Xianmin dengan panik.


"Apa yang kau lakukan! Xianmin adalah putri kedua, berani sekali kau menyerang dirinya!" Hardik Mine melototkan mata dengan perasaan geram.


"Jika aku tidak menyerangnya, maka dia akan menusukku dengan belati itu." Jawab Xianlie begitu tenang lalu membungkuk mengambil belati yang tergeletak dibawah.


Dia melihat pada Mujeng, terbesit perasaan sedih dihati nya. Dia bisa merasakan perasaan sakit yang dialami oleh ayahnya. Perasaan dibohongi, dikhianati, dan ditusuk dari belakang! Xianlie bisa merasakannya dengan jelas.


"Dengan belati ini juga... seseorang dengan tega membunuh anak perempuannya sendiri." Ucap Xianlie datar mengarahkan pandangan itu kearah Belati yang sedang dia pegang.


Tatapan kosong bercampur kepedihan terlihat dinetranya itu. Tangan dengan erat memegang belati yang pernah menjadi saksi penderitaan fitnahan yang pernah dia tanggung.


Mujeng melihat Shock kearah Xianlie, mau tidak percayapun sangat sulit dia lakukan. Karena semua kejahatan dan kebejatan permaisuri nya ini sudah mulai muncul satu-persatu. Rahang nya lemah tidak bisa berkata apapun, dia terisak dalam kesedihan.


"OMONG KOSONG! KAU SEDANG MEMFITNAH DIRIKU! AKU TIDAK PERNAH MEMBUNUH PUTRI KETIGA." Pekik Mine frustasi dengan mata merah terbuka begitu lebar.


"Aku tidak menyebut namamu, Permaisuri Mine." Jawab Xianlie menekan dua kalimat akhir.

__ADS_1


DEG!


Buliran keringat mulai membasahi keningnya, apakah dia sudah salah bicara sekarang? Dia benar-benar mati kutu dan tak bisa berbuat apapun!


"Hiks....apa dosaku sehingga kalian tega mempermainkan aku seperti ini! Aku begitu tulus menyayangi kalian, tapi justru air susu dibayar dengan air tuba. Kalian berkhianat padaku!" Mujeng benar-benar berada dalam posisi terendahnya. Dia begitu kecewa terhadap istri dan anak yang pernah dia sayangi ini! (pernah).


"Hahahahh, uhuk uhuk," Xianmin tertawa dengan jahat dan sesekali terbatuk-batuk mengeluarkan darah.


"Jangan berprilaku seolah kaulah yang paling tersakiti khaisar Mujeng!"


Deg Deg


Hati Mujeng berdebar sangat kencang saat mendengar sang putri berani memanggilnya dengan sebutan nama langsung!


Timbul luka dihatinya. Dia mencoba mengingat-ingat, apakah dirinya pernah menyakiti Xianmin atau tidak? Akan tetapi, dirinya bahkan tak tahu hal yang tak menyenangkan apa yang dia perbuat pada Xianmin.


"Apa salah ayah pada mu nak?" Tanya Mujeng lirih...


"Cih! dasar Munafik! Apakah kau tidak bisa mengingat jika kau pernah membunuh seorang Jendral yang bernama guan-guan? Dia adalah ayahku! Ayahku yang kau bunuh karena tragedi saat kejadian yang terjadi pada permaisuri dahulu! Ibuku menderita karena ulahmu! Aku membencimu untuk seluruh kehidupanku!" Pekik Xianmin dengan mata yang sudah sembab, dia menangis sejadi-jadi nya dengan terus menatap Mujeng penuh dendam.


Belati yang ada ditangan Xianlie terjatuh begitu saja. Xianlie menatap dengan kosong kearah Xianmin. Ya! Dia mengingat kembali masa yang pernah merenggut nyawa ibunya, dia ingat itu kembali. Perasaan nya mulai runtuh saat itu juga, dia benar-benar terluka.


"Dia.... DIA MEMANG PANTAS UNTUK DIBUNUH! DIA ADALAH SEORANG PENJAHAT! KARENA AYAHMU, AKU KEHILANGAN IBUKU! AYAHMU MEMANG PANTAS DIBUNUH, DAN KALIAN JUGA." Pekik Xianlie mulai meneteskan air mata begitu deras dan memandang benci kearah Xianmin dan Mine.


"Kau, ternyata kau adalah istri dari pria bajingan itu! Dasar wanita pembohong! Kau datang padaku dengan identitas palsumu, dan menyatakan cinta palsumu itu! Kau memang pantas mati!" Mujeng bicara dengan tajam, dia memandang penuh amarah yang membara. Hawa pekat mulai muncul, sehingga Mine dan Xianmin terbatuk-batuk memuntahkan seteguk darah.


"Tidak khaisar, Xianmin hanya sedang mengacau. Dia tidak serius mengatakan itu." Mine mencoba untuk membujuk Mujeng, dia berlutut dengan menyatukan kedua telapak tangannya. Wajah nya memelas dengan airmata yang terus mengalir.


Tidak ada pengampunan lagi! Mujeng maju dengan langkah beratnya, dia memegang leher Mine dengan erat lalu mencekik nya sehingga tubuh Mine terangkat keatas.


"Kha...isar, to... lo.. ng am.. pu.. ni aku." Ucap Mine dengan nada tercekat dan terus memberontak.


"Mujeng, lepaskan ibuku! Apa yang kau lakukan!" Xianmin berteriak pada Mujeng sambil menangis terisak-isak.


Dia melihat pada Qian'gu yang sedang duduk terkulai lesu seolah tak terdapat semangat didalam dirinya.

__ADS_1


"Kakak aku mohon tolong bujuk ayah mu untuk melepaskan ibu, ibu sedang kesakitan." Mohon Xianmin menyatukan kedua telapak tangannya.


"Dia pantas mati, kalian berdua." Jawab Qian'gu dingin dengan terus menunduk begitu lesu.


"Tidak! Tidak sekarang! Aku ingin dia mati sama percis yang dialami oleh putri mahkota! Sama percis." Tukas Xianlie masih dengan tatapan yang kosong melihat pada belati yang sedang tergeletak didekat kakinya.


Tidak munafik, dia menginginkan kematian sama pada Mine dengan yang pernah dia alami sebelumnya! Mujeng menoleh pada putri kandung satu-satu nya ini, dan melepaskan Mine begitu saja sehingga Mine terjatuh menghantam lantai dengan keras.


BRUKK!


Tubuh Mine terkulai lemah, sambil memegang lehernya yang sudah mulai memerah kebiruan. Dia bisa merasakan napas yang hanya melalui lubang-lubang kecil sebesar lubang jarum.


"Ibu," Panggil Xianmin khawatir menghampiri ibunya.


Mine menatap kesal kearah Xianmin, dia mendorong tubuh Xianmin dengan kasar sehingga Xianmin terjatuh kebelakang.


"Menyingkirlah kau anak sialan yang tidak tahu diuntung! Karena kau, semuanya menjadi sia-sia! Kau pantas mati!" Ucap Mine menyumpah-serapahi sang putri.


JEDER......


Bagai tersambar petir disiang bolong, Xianmin mematung mendengar ucapan sang ibu yang berusaha dia bela ini.


"Bagaimana bisa kau mengatakan ini ibu?" Lirih Xianmin mematung Shock.


"Hiks... hiks, khaisar tolong ampuni aku. Aku benar-benar menyesal karena menuruti kemauan anak ini! dia memaksa ku untuk membalas dendam atas nama ayahnya, aku benar-benar terpaksa." Tukas Mine lagi masih memohon menyatukan dua telapak tangan nya lalu bersujut membenturkan kening pada lantai. Dia mencoba untuk menarik simpati sang khaisar, namun apakah masih bisa sama?


"Aku tidak pernah....


"Diam! Sudah cukup kau membuat hidup ibu menderita!" Bentak Mine melerai perkataan Xianmin!


Xianmin kembali diam mematung melihat pada darah daging nya sendiri yang bahkan tak bisa membela dirinya saat dalam masalah! Justru orang yang sangat ingin dia tolong kini hanya membela diri nya sendiri dan melimpahkan semua masalah kepadanya.


"Bawa orang ini kelapangan eksekusi." Satu perintah ini melayang di bibir Xianlie. Terdengar dingin dan tidak bisa menerima penolakan!


...BAGIAN 72 TELAH SELESAI, SEE YOU...

__ADS_1


__ADS_2