
Dengan persiapan yang ada, Xianlie pergi menuju kekaisaran kuantong. Diri nya menggunakan sebuah jubah jendral, dan kereta kuda besar. Dia memang akan pergi dengan status jendral besar nya, entah apa yang akan diri nya rencana kan setelah sampai di kekaisaran Kuantong.
Tidak lupa pula, dia membawa dua pelayan di kediaman Phoenix dan beberapa pakaian kualitas paling tingggi bersama nya. Hal itu sengaja dia lakukan, hanya untuk memanas-manasi Xianmin nanti.
"Nona, apakah anda haus?" Tanya salah satu pelayan yang berada didalam kereta, mereka sengaja berada didalam karena perintah dari Xianlie.
"Belum, nanti saja. kalau kalian haus minum lah, tidak usah menunggu mu," Ucap Xianlie menyuruh mereka untuk minum terlebih dahulu.
Dua pelayan itu saling memandang lalu dengan ragu mereka menjawab," Baik nona," Jawab mereka.
Saat sejak itu, keadaan kereta begitu hening. Xianlie dan dua pelayan itu satu pun tidak berbicara, sungguh perjalanan yang membosan kan. Dengan mengisi kebosanan, Xianlie lebih memilih untuk masuk kedalam dunia galaksi nya dan bertemu dengan Gujing dan Jungsi.
Dia mulai memejam kan mata dan bersandar di sandaran, dia terlihat seperti sedang tertidur.
"Eh, nona tertidur," Bisik salah satu pelayan pada teman nya.
"Shutt, diam. jangan Berisik," Sahut sang teman tak kalah berbisik dan hampir tak terdengar.
**
Xianlie muncul di depan kastil besar nya, dia disambut oleh ratusan kupu-kupu putih yang beterbangan ria. Xianlie sangat senang melihat itu, dia sudah rindu dengan dunia galaksi nya. Dia sangat rindu dunia ini, nafas nya begitu segar saat menghirup udara murni yang berada di galaksi.
Dia melangkah maju masuk kedalam kastil yang sudah lama bermutasi menjadi lebih besar dan megah, perlahan pintu terbuka otomatis seolah-olah pintu itu sedang mempersilah kan Xianlie untuk masuk kedalam.
Hal yang pertama dia lihat iyalah, sebuah ruangan yang begitu megah. Banyak sekali sebuah pernak-pernik yang begitu langka dan mahal, dan bahkan di dinding-dinding bangunan itu terdapat banyak sekali batu-batu energi yang berkilauan.
Dia melangkah masuk menuju arah kiri, di sebuah ruangan yang bernuansa merah dengan dihiasi berbagai perhiasan. Di sepanjang langkah Xianlie, selalu beralasan sebuah batu energi dan berlian yang berkilauan. Batu energi dan berlian adalah batu yang begitu mahal di kalangan para bangsawan, mereka terbiasa menjadikan batu-batu itu sebagai pernak-pernik perhiasan. Semakin tinggi kualitas nya semakin mahal harga nya.
__ADS_1
"Mengapa tidak membawa kan mereka perhiasan saja! Xianmin sangat suka perhiasan, apalagi Mine.. dia sangat rakus akan perhiasan! Aku harus menjilat dulu, lalu menjatuh kan!" Gumam Xianlie sambil terus saja mengambil satu pasang kalung batu energi alam kualitas tinggi.
Tidak lupa pula, dia mengambil sebuah gelang berlian merah dengan sebuah energi putih didalam nya. Dia tersenyum sinis lalu dengan cepat memasukan gelang itu kedalam kantong putih dan terus melangkah memilih-milih perhiasan.
Hal itu dia lakukan begitu lama, dan sampai itu berakhir dia masih sempat pula pergi kedalam ruang senjata dan mencoba memilih-milih senjata disana.
Dia mengambil sebuah pedang bulu naga merah, lalu memasang pada sampul nya dan memasukan kedalan ruang penyimpanan. Pedang bulu naga merah itu, akan diri nya berikan pada sang kakak Qian'gu sebagai oleh-oleh kecil.
Dan beralih pada ruangan obat, dia mengambil sebuah botol giok putih dengan berisikan obat kehidupan. Obat itu akan dia berikan pada Mujeng yang sedang sakit.
"Aku sengaja melakukan ini, mana mungkin aku membiarkan mu mati dengan mudah!" Gumam Xianlie tajam sambil melempar botol giok itu kedalam ruang penyimpanan.
Akhir nya, Xianlie sudah selesai dengan kesibukan nya itu. Dia melangkah keluar dari kastil lalu secara tidak sengaja bertemu dengan Gujing dan Jungsi yang sedang melakukan semedi.
Niat Xianlie masuk kedalam galaksi adalah untuk bertemu mereka berdua, tapi melihat mereka berdua sedang melakukan semedi, Xianlie memilih untuk mengurung kan niat nya.
Xianlie lebih memilih diam-diam pergi lalu kembali pada dunia normal. Waktu hanya berjalan dua menit saja, perjalanan masih panjang. Dan Xianlie harus bersabar menunggu agar cepat sampai ke tujuan.
**
Dua jam berlalu, mereka sudah masuk kedalam kawasan kekaisaran kuantong. Dan kini mereka sedang melintasi pusat kota kuantong yang begitu ramai dari hiruk pikuk para rakyat.
Xianlie mengintip pada celah-celah jendela kereta, dia melihat pemandangan yang sudah jauh berubah...
Namun, dia begitu kenal tempat ini. Tempat dimana dia terbiasa berlarian dan mengacau, tempat dimana dia sedang membuly rakyat yang tidak patuh. Huh, Xianlie sangat merindukan nya, namun bukan bearti diri nya akan mengulang kebodohan yang sama!
Para penduduk yang lewat, sedang menepi saat melihat kereta yang terdapat bendera kekaisaran anming. Mereka berbisik dan bingung mengapa kereta kekaisaran anming bisa masuk kedalam kawasan Kekaisaran kuantong,? apa lagi ini adalah pusat kota!
__ADS_1
Namun, Xianlie sama sekali tidak memperdulikan. Dia terus menyuruh sang kusir agar tetap menjalan kan kereta kuda itu.
Sudah hampir dekat di depan gerbang kerajaan, hanya tinggal 10 langkah tapak kuda saja. Dua pelayan membuka jendela dengan lebar lalu mengintip dengan sangat penasaran.
Mereka sangat kagum melihat kemegahan kerajaan kuantong, hmm meski kerajaan anming jauh lebih megah, akan tetapi kerajaan kuantong memiliki desain yang bagus dan mengagum kan.
Kereta kuda milik Xianlie berhenti, di depan terdapat sejumlah prajurit bintang tinggi lalu disusul dengan kedatangan Qian'gu.
Qian'gu berjalan mendekat kearah kereta kuda milik Xianlie, lalu mengetuk pintu kereta.
TOK TOK TOK
"Ad, ah maksut ku jendral boleh kah kau membuka pintu nya?" Tanya Qian'gu, hampir salah bicara menyebut Xianlie adik di depan semua orang.
Pintu perlahan terbuka, Qian'gu tersenyum saat melihat nya.. namun senyuman kembali pudar saat dia melihat seorang pelayan lah yang keluar pertama kali menyapa diri nya.
"Dimana jendral Xianlie?" Tanya Qian'gu dengan nada dingin.
Pelayan yang sedang dia tanyai hanya diam mematung akibat rasa takut dengan aura mengintimidasi dari Qian'gu. Lalu muncul lah pelayan kedua, dan menjawab pertanyaan Qian'gu.
"Maaf sebelum nya tuan, nona kami tidak ingin keluar di luar gerbang. Harap kau mengerti," Ucap pelayan itu tanpa mengurangi rasa sopan.
Qian'gu harus kecewa lagi karena tidak bisa menjadi yang pertama menyambut Xianlie, padahal di dalam gerbang sudah ada penyambutan dari yang lain nya. Dia benar-benar ingin jadi yang pertama menyambut adik nya, namun Xianlie tidak ingin turun di luar gerbang.
"Akan tetapi, nona menyuruh anda masuk kedalam kereta," Sambung pelayan itu lagi, sehingga membuat Qian'gu dengan cepat memuncul kan senyuman diwajah nya.
_and_
__ADS_1
...BAGIAN 61 TELAH SELESAI, SEE YOU LATER...