REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 3 : Chapter 51 : Flashback Kisah Xianlie #2


__ADS_3

Xianlie berjalan di taman kerajaan, dengan kumparan bunga indah itu seolah menyambut setiap langkah nya.


Pandangan kosong dan kaki yang yang terus saja melangkah, hati yang lama sudah kosong dan mati.


Dia menekuk wajah nya, saat tak sengaja berpapasan dengan sang ayah dan para bahawan ayah nya.


"Salam untuk ayah." Ucap Xianlie hormat dan menunduk.


"......." Hening tanpa jawaban.


Xianlie lagi-lagi harus makan hati dan begitu sedih karena sang ayah mengacuh kan diri nya, ini sudah 11 tahun berlalu tapi sang ayah masih saja menyalah kan Xianlie atas kejadian tersebut.


Dari arah kanan, tiba-tiba saja muncul Xianmin bersamaan dengan para pelayan nya.


Dia menimbul kan senyuman terbaik nya pada Mujeng.


"Salam pada ayah kaisar." Sapa Xianmin tersenyum manis.


"Salam untuk mu juga nak." Jawab Mujeng begitu lembut.


"......" Xianlie.


Merasa di acuh kan, Xianlie berlalu pergi dari sana.


Xianmin menyadari itu lalu menimbul seringaian jahat nya.


"Oh kakak, kau ingin pergi kemana? bergabung lah bersama ku dan ayah." Tawar Xianmin pada Xianlie dengan suara mendayu-dayu.


Xianlie berhenti lalu melirik ke belakang, dia tersenyum manis pada mujeng dan berkata


"Tidak usah, adik. Kakak sudah biasa seperti ini." Jawab Xianlie dengan nada menyindir.


Seketika saja Mujeng mengerut kan wajah nya, hati nya begitu sakit saat mendengar sang putri berkata seperti itu.


Begitu menusuk dan menampar diri nya, sehingga pandangan sendu mulai muncul.


"Cih, ingin mencari perhatian ayah rupanya!" Batin Xianmin tersenyum jahat.


"Baiklah, Xianlie pamit dulu." Sambung nya dan kemudian berjalan menjauh dari sana.


[Setahun berlalu]


Sedang berlangsung pesta di kerajaan kuantong, pesta berjalan dengan sangat meriah.


Banyak sekali para tamu undangan yang menghadiri pesta tersebut.


Xianlie sedang duduk paling belakang, dengan wajah nya yang selalu di tekuk.


Dia menyanggah dagu nya dengan tangan sambil melihat kearah Mujeng yang sedang bercanda gurau bersama Meiling dan Mine.


"Mereka sangat bahagia..." Gumam nya lirih.


"Apakah aku bisa seperti itu suatu saat nanti? bercanda gurau dengan ayah, berbincang sepanjang hari... hahahah tapi itu tidak akan pernah, dia sangat membenci diri ku! Mungkin saja aku akan seperti ini untuk selama nya, begitu menyedih kan dan memalukan." Monolog nya dengan nada sendu dan tatapan kosong.


BOMMMMM... tiba-tiba terdengar suara keras yang mengejut kan semua orang.

__ADS_1


Xianlie menoleh pada arah suara dan mencari keberadaan sang ayah.


"Ayah... di-dia baik-baik saja, untung lah." Ucap nya lega.


Disaat seperti ini, dia masih sempat memikirkan tentang keselamatan orang yang bahkan tidak menganggap diri nya ada.


Para penjahat mulai berdatangan, mereka menyerang orang-orang yang ada disana.


Mujeng begitu murka melihat keberanian pemberontak itu.


Kyaaa.. suara teriakan terdengar dimana-mana, tidak jauh dari Xianlie terlihat Xianmin yang sedang berusaha melawan para penjahat.


Xianlie mencoba meyakin kan diri untuk membiarkan itu, namun hati kecil nya selalu mendorong untuk menyelamatkan Xianmin.


"Ck!" Decak Xianlie.


Dia maju dengan langkah lugas mengambil pedang yang tergeletak ditanah, dengan mahir dia melompat dan menyerang pria yang sedang bertarung dengan Xianmin.


"Xianmin, cepat mundur biar aku yang akan menghadapi nya." Teriak Xianlie terus menahan serangan dari musuh.


"Ck, kau pikir aku ini adalah wanita lemah? Cepat enyah lah dari sini, biar aku yang akan menghabisi nya." Sentak Xianmin berprilaku keras kepala.


"Dasar... sulit untuk diatur!" Maki Xianlie dalam hati, dia sangat jengkel dengan kebodohan Xianmin.


Sudah sangat jelas jika Xianmin bukan lawan sepadan untuk penjahat itu.


PRANKKK


SLAHHH


Mereka memutuskan untuk bertarung bertiga, Xianmin tidak ingin kalah dari Xianlie.


Xianlie jauh lebih unggul dari nya, dan kemudian terbesit sebuah pemikiran jahat.


"Jangan salah kan aku kejam pada mu!" Batin Xianmin tersenyum jahat.


Dia mendorong Xianlie, Xianlie yang belum mempersiap kan diri terhuyung ke depan dan kemudian tangan nya berhasil mengenai mata dari pedang tajam sang musuh.


Slasss.... Xianlie memekik didalam hati, rasa sakit itu begitu membuat nya emosi.


"Xianmin apa yang kau lakukan!" Pekik Xianlie murka.


"Kau pantas mendapat kan nya!!" Maki Xianmin


"Jangan banyak omong kau!" Tiba-tiba saja sang penjahat semakin menyerang Xianlie dengan membabi buta, betapa kesal nya Xianlie.


Seperti nya penjahat itu, benar-benar akan membangunkan harimau yang sedang tertidur.


Xianlie dengan secepat kilat melompat dengan pedang ditangan nya, dia mengunus kan pedang itu ke arah dada si penjahat.


SUAKKK... mata penjahat itu terbelalak karena belum percaya jika gadis didepan nya bisa membunuh nya hanya dengan satu gerakan sederhana.


"I-ni ti-dak mung-kin." Kata-kata terakhir nya lalu tumbang ke tanah.


"Sialan, karena pria ini energi ku keluar tanpa sadar." Sesal nya, padahal diri nya sudah berusaha untuk menahan energi dalam-dalam dan tidak menggunakan energi tersebut.

__ADS_1


Darah mulai mengalir deras di tangan nya, keningnya menyeringit karena rasa pedih tertiup oleh angin malam.


"Xianmin, nak apakah kau baik-baik saja?" Teriak Mine begitu khawatir melihat keadaan anak nya.


Mujeng berlari dengan panik, dia melihat pada Xianlie dan juga Xianmin, dia terkejut melihat darah yang mengalir deras ditangan Xianlie.


Timbul sebuah rasa cemas dihati nya.


Xianmin menyadari rasa cemas Mujeng, dia meremas tangan sekuat mungkin.


Namun tiba-tiba sebuah seringaian muncul di wajah nya.


"Huaaaa ibu, aku sangat takut...aku takut ibu hiks.. hiks, tolong jauh kan mayat itu dari ku, aku mohon." Ucap Xianmin histeris dengan menangis.


"Drama sekali." Batin Xianlie dengan pandangan malas.


Mujeng yang hendak ingin melangkah pada Xianlie mengurungkan niat nya lalu dengan cepat meraih Xianmin dan memeluk Xianmin guna menenang kan nya.


"Sudah, shutttt ayah ada disini." Ucap nya menenang kan Xianmin.


"Walau pun luka ditangan Xianlie cukup parah, tapi dia tidak mengeluarkan reaksi apapun. Sedang kan Xianmin dia begitu histeris, sangat adil bagi ku untuk mengurus Xianmin Terlebih dahulu." Batin Mujeng, lalu berjalan menjauh bersamaan Xianmin dan Mine


Dibelakang nya, Xianlie tertawa dengan getir, rasa pedih mulai menjalar dihati nya.


Dia jatuh terduduk ditanah dengan pandangan yang begitu kosong.


"Lagi... lagi dan lagi." Gumam nya sendu.


"Kenapa rasa nya begitu sakit! apakah ada sebuah paku yang menghantam dada ku!" Gumam nya lagi tanpa dirasa sebuah air mata mulai menetes.


"Tuan..." Panggil Gujing dan Jungsi begitu cemas, lalu berlutut begitu sedih menghadap Xianlie.


"Apa yang kau lakukan! Mengapa kau selalu menahan energi mu, kau bisa saja memusnahkan semua nya! jangan menyiksa diri mu lagi." Ucap Jungsi begitu kesal dengan kebodohan Xianlie.


"Hahahahha." Xianlie tertawa dengan mengusap darah ditangan nya, dia memperhatikan jari yang terdapat darah nya sendiri


"Tuan." Panggil Gujing lirih.


"Gujing, Jungsi.. apakah aku salah menarik perhatian nya? mengapa tidak sedikit pun rasa belas kasih nya untuk ku? Aku putri nya, kesayangan nya... apakah salah aku ingin lebih dan menuntut hak ku?" Ucap Xianlie dengan wajah tersenyum kosong seolah tak terdapat jiwa didalam raga nya.


Gujing dan Jungsi saling pandang dan tidak bisa menjawab pertanyaan Xianlie.


"Seperti nya aku memang tidak pantas." Sambung nya lagi, yang kali ini dengan ekspresi sedih.


"Dia begitu membenci ku, tapi aku begitu menyayangi nya dan mengharap balasan dari kasih sayang ku. Apakah dia akan memberi nya." Tanya nya pada Jungsi.


Setiap ucapan nya tertengar begitu memilukan hati, Gujing dan jungsi sangat marah dan emosional mendangar hal tersebut.


"Sudah saat nya diri ku, menghidup kan racun api ditubuh Mujeng!! manusia laknat itu harus di habisi!" Batin Jungsi begitu murka, darah nya mendidih menahan emosi yang sudah lama menumpuk.


"Mujeng.... aku akan membuat mu membayar ini semua!" Batin Gujing tak kalah emosi nya sampai tak terasa diri nya meremas belati tajam sehingga tangan nya terluka dan mengeluarkan darah segar.


_and_


...BAGIAN 51 TELAH SELESAI, SEE YOU...

__ADS_1


__ADS_2