REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 1 : Chapter 22 : PENGENALAN KARAKTER.


__ADS_3

...-22-...


...Foto yang didapat berasal dari pinterest!! Bukan foto saya pribadi, dan sudah diperkirakan jika setiap foto sangat sesuai dengan karakter masing masing....


..._____________________________________...


XIANLIE, sang pemeran utama. Gadis yang baik, sedikit tidak memiliki hati, cantik, pintar, cerdik, bukan seorang pemaaf, akan berprilaku bengis dihadapan musuh, licik, sedikit keras kepala. Dia berumur 14 tahun.


Xianlie digadang - gadang memiliki tingkatan energi seperti seorang monster, sehingga diri nya dibenci penduduk kekaisaran mau pun penghuni istana. Dia di fitnah telah membunuh adik nya sendiri, dan dijatuhi hukuman pancung oleh sang ayah, Mujeng.




RIJIN, pelayan setia Xianlie. gadis yang begitu lembut, pemalu, polos, baik hati, murah hati, murah senyum, cantik. Dia berumur sekitar, 19 tahunan.



ENG, kakak dari Xianlie. Memiliki sifat lembut, penyayang, tegas, penyabar, pintar, cerdik, rupawan. Dia memiliki wajah yang begitu memikat mata.



SERANGGA, anak yang memiliki keistimewaan yang unik. memiliki pribadi, pemalu, pencibir, cerdik, dan baik.



MUJENG, pemeran antagonis. Seorang kaisar dari kerajaan KUANTONG. Memiliki pribadi, keras kepala, sedikit baik, mudah disetir orang lain, garang, pintar.



BOUCHUN, tidak tahu saya malas menjelas kan nih karakter atu. Sebel.... jahat banget dia



MINE, pemaisuri Kerajaan KUANTONG.



DIANNE, pemaisuri kerajaan ANMING.


__ADS_1


BO ENG, anak dari pemaisuri Dianne.



XIANMIN, anak dari pemaisuri Mine.



GUJING, hewan spirit naga Xianlie. licik, bucin, baik, pemalu, garang, pintar, cerdas, cerdik. Berumur 10000 tahun lama nya.



JUNGSI, hewan spirit phoenix milik Xianlie. Memiliki Sifat garang, bringas, datar, bucin, pintar, cerdik, pandai mengatur strategi. berumur 200000 tahun.



MEILING, peran antagonis yang selalu ada.



🌹Kerajaan ANMING 🌹


Pandangan Eng terarah kesebuah rombongan istana yang sedang menunggu kedatang Xianlie. Dia menarik pergelangan tangan Xianlie, sehingga Xianlie dengan terpaksa menghentikan langkah kaki nya. Xianlie memandang Kesal pada Eng.


"Adik, berhentilah. Disana ada keberadaan Bouchun. Jika saja mereka tahu kau ada disini, maka mereka akan menghukum diri mu." Ujar Eng tidak memperboleh kan Xianlie kembali melangkah maju.


"Maju saja. Mereka tidak mengenali ku." Singkat Xianlie dan kemudian kembali melangkah kedepan.


Dengan terpaksa kaki itu melangkah menyusul pergerakan Xianlie. Dia mengeluarkan sebuah belati yang dia sembunyikan di lengan baju nya yang panjang.


Terlihat dari sana, Bouchun yang sudah jengah menunggu Xianlie yang tak kunjung kelihatan batang hidung nya. Dia terpaksa melakukan hal ini, jika tidak dia sudah lama pergi meninggal kan Xianlie keruangan pribadi nya yang begitu nyaman.


"Hahah, apakah kaisar ini sudah lama menunggu kedatangan ku?" Ujar Xianlie sinis terhadap Bouchun. Seketika, kuping Bouchun memanas saat mendengar kan hal tersebut. Dia tak menjawab karena di hati nya sudah mulai berbentukan amarah yang kapan saja bisa meledak. Namun dia berpikir jika dia masih memiliki tujuan dan masih memerlukan Xianlie di dalam rencana nya.


Eng melihat kearah, Xianlie. Dia berpikir begitu heran, mengapa sang adik dan ayah nya bisa saling mengenal seperti ini? apalagi, sang ayah terlihat begitu tak berani pada Xianlie. Apakah adik memiliki kelemahan Bouchuh sehingga Bouchun tunduk seperti ini?'pikir, Eng.


"Kau ini hanya seorang jendral! Tak pantas sekali kau membuat kami menunggu begitu lama disini! kau pikir kau ini seorang tuan putri?" Protes Bo eng jengkel. Dia begitu kesal dan membenci Xianlie yang sudah membuat nya menunggu begitu lama.


"Jendral besar, aku ralat sedikit." Sinis Xianlie penuh penekanan.


"Hentikan, pangeran. Pergilah dari sini." Tiba tiba saja, Bouchun mengusir Bo eng dari sana. Bouchun tidak bisa membiarkan sang putra berbicara lebih banyak lagi. Jika dia salah bicara, bisa saja Bouchun akan kehilangan sang penerusan masa depan nya.

__ADS_1


Yang sesungguh nya, dia sedang berada di pilihan yang sangat sulit. Dia mengira jika Xianlie memiliki tingkatan jauh kebih kuat dari milik Mujeng. Dan tentu nya dia sangat takut dan tak berani berkutik apa lagi sampai melawan Xianlie. Namun kenyataan nya, Xianlie masih berada di bawah Mujeng.


Dengan langkah kesal dan berat, Bo eng melangkah pergi dari sana. Tak lupa juga dia melirik kembali pada Xianlie dengan begitu sinis. Xianlie tak menanggapi dan masih memandang Bouchun dengan datar.


"Adik, apa yang terjadi pada saat kakak sedang tertidur panjang? banyak sekali perubahan yang tak disangka." Bisik hati Eng.


...-ruang persenjataan-...


Beralih ke sebuah ruangan yang di penuhi dengan perlatan perang lengkap. Xianlie, Eng, Bouchun, para jendral juga turut berada disana.


Tangan putih mulus milik Xianlie tergerak mengambil sebuah tombak yang tersusun begitu rapi di rak penyimpanan tombak. Pandangan analisi tertuju pada mata tombak yang terlihat masih bergerigit dan sedikit tumpul. Pandangan ketidak puasan itu terlontar pada Bouchun.


"Siapa si penempah ini? Mengapa ada seorang penempah amatir di kerajaan ANMING? Bawa dia dan hukum 100 kali pesutan kayu." Perintah Xianlie.


Dengan segera Bouchun memberi tanda pada prajurit nya agar bergerak melakukan perintah dari Xianlie.


Orang orang yang ada disana kebingungan sekaligus kaget dengan kekejaman Xianlie ini. Memiliki kesalahan kecil saja bisa membuat si pembuat kesalahan mati, apa lagi yang memiliki kesalahan besar?


"Ma-maaf nona, Apakah tak terlalu berat hukuman yang kau beri ini?" Tanya salah satu jendral yang ada disana.


"Kesalahan kecil? kesalah kecil itu bisa saja membawa dampak fatal bagi prajurit kerajaan! Buka mata mu lebar lebar!" Omel Xianlie penuh penekanan.


Mereka menunduk malu begitu pula mendengar omelan dari Xianlie. Sementara itu, Bouchun sedang sibuk memperhatikan sesosok pria bertopeng di samping Xianlie.


Dia terlihat begitu penasaran dan gatal untuk menanyakan hal ini pada Xianlie. "Siapa pemuda ini?" Tanya Bouchun menyelidik.


Xianlie baru teringat jika dia sedang bersama, Eng. Dia menghela nafas kasar lalu mengenal kan Eng pada Semua nya.


"Dia adalah kakak ku, dan kebetulan dia ingin menyusul ku ke istana. Sudah lebih baik lanjut kan saja perundingan ini." jelas Xianlie dan kemudian mengalihkan pembicaran.


Bouchun hanya mengangguk mengerti dan tak berniat bertanya lebih jauh lagi. Namun sesekali dia memandang ke arah Eng yang sedang berdiri begitu gagah dan perkasa nya.


"Adik nya saja memiliki energi yang besar.. Apalagi kakak nya." Batin salah satu jendral tertegun saat mengetahui jika pria dibalik topeng itu adalah kakak dari Xianlie.


"Apa rencana mu yang sebenar nya, adik. Ini terlihat begitu bahaya." Batin Eng penasaran dengan rencana sebenarnya dari Xianlie.


Dia memandang lekat ke arah Xianlie yang terus saja melanjutkan pembicaraan masalah perang itu. Terdengar begitu akurat sekali strategi yang di rancang oleh nya, sehingga Bouchun juga ikut terlarut di dalam Srategi tersebut.


...BAGIAN 22 TELAH BERAKHIR, SEE YOU AGAIN...


...Jangan lupa di like yang teman teman, agar author makin semangat update nya....

__ADS_1


__ADS_2