REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 3 : chapter 58 : Kuasa baru untuk Rijin, siapa yang akan mengganggu nya?


__ADS_3

Istana kuantong, di ruangan kerja milik Mujeng. Mujeng sedang duduk di kursi kebesaran nya dan dengan setia selalu membaca setiap kertas yang menumpuk dimeja kerja, dia terlihat sangat serius dikala itu.


Namun tiba-tiba saja kening nya menyeringit dan dia memegang kepala nya yang berdenyut. Mulai muncul sebuah ingatan di kepala nya, selalu terbayang seorang gadis cantik yang sedang menatap tajam ke arah nya.


"Xianlie," Gumam Mujeng mulai teringat akan sesuatu.


...[kembali pada kekaisaran ANMING]...


Tiba-tiba saja, sebagian besar rakyat yang tinggal di kekaisaran anming mengalami sakit kepala serentak. Satu hal yang mereka sebut saat sakit kepala itu mulai reda, dan semua nya menyebut kan hal yang sama.


"Jendral.."


Ya! mereka mulai mengingat hal yang sudah mereka lupakan. Sangat hebat bukan, melupakan orang selama beberapa hari dan tiba-tiba mengingat kembali seolah mengalami amnesia sementara.


Xianlie dan Rijin memutus kan untuk turun ke pasar, mereka meninggal kan Gujing dan Jungsi di kediaman. Hal itu sengaja dilakukan, mengingat jika mereka adalah makhluk spesial. Langit memburu mereka, karena kabur dan memilih menemani sang pewaris tahta.


Tidak lupa, 10 pelayan ikut dibelakang mereka dengan berjalan begitu rapi dan menunduk begitu anggun sedang kan 10 lagi lebih memilih untuk tinggal karena harus menjaga kediaman milik Rijin. Mereka terlihat seperti pelayan kelas tinggi, pakaian mereka saja terbuat dari satin berkualitas sedang. Satin dengan kualitas sedang itu sangat mahal harga nya, mungkin untuk para bangsawan bintang 3 tidak akan mampu membeli pakaian satin berkualitas sedang.


Dan seorang pelayan saja menggunakan pakaiana yang mahal, banyak sekali orang-orang yang melihat pada mereka. ada yang iri dan ada yang takjub.


"Sangat beruntung mereka mendapat kan junjungan yang begitu kaya, lihat saja pakaian mereka.. aku saja yang bangsawan bintang 4 hanya bisa membeli satu pakaian satin kualitas rendah, dan sekarang para pelayan itu menggunakan pakaian berbahan satin berkualitas sedang.. huh aku sangat iri," Sungut wanita yang berdiri di tepi pada teman nya sambil terus memandangi dua orang dan 10 orang di depan nya.


"Pantas saja, lihat lah didepan mereka! dua orang wanita yang sangat cantik, yang satu cantik dan yang satu sempurna. ah tidak, tidak...dua-dua nya begitu mempesona,"


****


Dari kejauhan ada segerombolan orang yang sedang mengantri di depan toko yang sangat besar, mereka sesekali bertengkar dan beradu omongan yang pedas. Hanya demi masuk kedalam toko itu, mereka sampai berbuat yang memalukan.

__ADS_1


"Nona," Panggil Rijin, Xianlie menoleh lalu mengangguk seolah mengerti apa maksut pandangan Rijin pada nya


"Ayo kesana, aku harap kau akan suka dengan toko makanan itu..." Ajak Xianlie


"Apa pun pemberian mu, aku akan senang," Timpal Rijin tersenyum.


Dua orang gadis ini tidak luput dari pandangan setiap orang yang berlalu lalang, setiap ada penduduk kecil yang mendekat mereka akan menjauh seolah orang di depan nya itu berbahaya dan tidak boleh di dekati.


Tapi masalah nya, Xianlie dan Rijin sama sekali tidak memandang status. Mau itu bangsawan, rakyat biasa.. itu sama saja bagi mereka. Mereka sama-sama manusia,' itu lah yang dipirkan Rijin. Sementara Xianlie dia sama sekali tidak memandang siapa pun, sekali pun itu dewa.. jika mengusik nya akan hancur lebur...


Mereka hampir sampai di dekat toko itu, sekarang tidak ada lagi yang mengantri, semua nya sudah masuk dan mendapat bagian mereka.


Disaat hendak ingin masuk, Rijin tidak sengaja melirik sebuah kertas yang berlukis kan wanita cantik. "dia mirip dengan ku," Cicit Rijin agak terkejut melihat nya.


Xianlie menyadari itu, dia tersenyum kecil. "Ini adalah gambar mu sendiri, aku sengaja meletakan lukisan mu di luar agar semua orang tahu jika kau adalah pemilik toko ini," Celetuk Xianlie tersenyum bangga


Rijin menganga mendengar ucapan Xianlie, para pelayan tertawa riang saat melihat keterkejutan alami yang di alami oleh Rijin. Rijin memandang bergantian lukisan nya dan juga Xianlie, pipi nya memerah menahan malu saat memikirkan setiap orang yang datang akan melihat lukisan nya.. huh dia sangat benci menjadi pusat perhatian orang.


Xianlie tertawa dengan reaksi yang di keluarkan Rijin, dia menarik nafas lalu membuang nya.


"Lepas kertas itu," suruh Xianlie pada para pelayan


"Baik nona," Mereka menjawab dan kedua dari mereka memilih untuk melepas, tidak mungkin kan jika melepas sebuah kertas saja harus butuh sepuluh orang?


Rijin tersenyum girang, dia memegang tangan Xianlie dengan senyum mengembang.


"Taruh itu didalam, pastikan jika lukisan itu akan bisa dilihat dengan jelas oleh para pengunjung." Perintah Xianlie lagi pada para pelayan, sehingga senyuman indah di wajah Rijin perlahan luntur dan berubah menjadi memelas.

__ADS_1


"Nona... kau mempermain kan ku!" Kesal Rijin, namun tidak berani meninggikan suara 😂. lagi pula, Xianlie ini adalah bos nya.


Dia masuk dengan langkah kesal, dan meninggal kan Xianlie di belakang nya. Dan para pelayan itu melihat pada Xianlie lalu Xianlie melambai kan tangan memberi kode perintah (masuk) pada mereka.


"Rijin... kau ini sangat lucu apa bila malu-malu," Gumam Xianlie gemas dengan kelakuan Rijin.


Dia masuk kedalam menyusul ketertinggalan diri nya, setelah masuk dia bisa mencium setiap aroma-aroma harum makanan yang sedang di pesan oleh para pengunjung. Dia melihat pada tempat yang bernuansa segar, jika berlama-lama pun orang akan betah di dalam toko itu.


Semua orang yang sedang hanyut kedalam setiap pesanan mereka, kemudian mengalihkan pandangan pada wanita yang sedang berjalan bersama sepuluh para pelayan. Dan mereka juga melihat pada para pelayan itu yang sedang memasang kembali lukisan yang awal nya terletak di luar toko.


Mereka memperhatikan bergantian lukisan itu dengan Rijin, dan kemudian mereka sadar jika wanita cantik yang sedang mereka pandang adalah pemilik toko yang super besar ini.


"Wah, tidak disangka sang pemilik langsung datang kemari. Rupa nya dia jauh lebih cantik dari pada yang ada di lukisan, aku mengagumi nya,"


"Walau pun aku benci mengatakan ini, tapi dia sangat luar biasa."


Hiruk pikuk suara yang sedang membicarakan Rijin terdengar cukup jelas, pipi Rijin memerah mendengar setiap pujian yang di lontar kan pada nya. Di belakang terlihat Xianlie yang sedang menyusul langkah Rijin, kali ini benar-benar ramai.. semua orang juga dibuat terpana dengan kemuculan Xianlie, dan terlihat tiga orang pria sedang berdiri dan mendekat pada Xianlie.


"Je-jendral besar, anda di-disini?" Salah satu dari tiga orang itu berbicara dengat gugup, orang-orang mendengar perkataan pria itu, lagi dan lagi ruangan sangat riyuh.


"Chien...bhun.. pein, kenapa bolos dari latihan!" Ucap Xianlie tajam.


Mereka bertiga merasakan bulu tengkuk mereka merinding, mereka memandang pada Xianlie dengan pandangan memelas.


"Huhuhu jendral besar, maaf kan kami... entah mengapa beberapa hari ini kami tidak bisa mengingat diri mu, dan kami baru ingat pada mu siang tadi. Kami keluar hanya sedang menenang kan pikiran," Ucap Bhun mencari-cari alasan.


Xianlie menghela nafas lalu melihat pada mereka bertiga, "yasudah, cepat habis kan makanan kalian! lalu pulang ke istana dan melakukan pelatihan!" Titah Xianlie,"

__ADS_1


"SIAP,"


...BAGIAN 58 TELAH SELESAI, SEE YOU ...


__ADS_2