
...- 33 -...
Desiran angin berhembusan begitu dingin, setiap hembusan memiliki sebuah artikulasi yang berbeda ragam.
Kala itu, medan peperangan terlihat cukup sangat memprihatinkan. Banyak sekali para prajurit dari dua belah pihak bertumbangan atau bisa dibilang, kedua nya imbang dan sulit untuk menentukan siapa pemenang nya.
Eng dan Bouchun berpokus menghadapi Qian'gu dan pengawal pribadi nya. Mereka sangat kuat sehingga Bouchun sedikit kewalahan menghadapi Qian'gu.
Sementara Eng, dia terus melakukan pergerakan mengambang. Antara menyerang dan bertahan.
Suara teriakan terdengar sangat mengilukan. Dua suara besi terdengar saling beradu. Eng melakukan pergerakan menuju pada Qian'gu, dia melihat Qian'gu yang memiliki pandangan kosong tanpa semangat.
Dia melayang di udara lalu menendang Qian'gu, tapi dengan cepat Qian'gu mengelak dan membalas pergerakan Eng.
Qian'gu berputar ke udara, dan membalas melayang kan sebuah tendangan maut nya.
Bommmm
Suara hantaman berat yang berasal dari kaki Qian'gu, menyebab kan permukaan tanah retak dan berlubang sangat dalam. Eng melompat jauh dan terbang lalu dia mengeluarkan serangan tirani kepada Qian'gu.
"SUDAH CUKUP QIAN'GU... AKU MALAS MELAKUKAN PEPERANGAN KONYOL INI. SUDAH CUKUP SAMPAI DISINI! AKU AKAN MENGAKHIRI PEPERANGAN YANG TIADA HENTI." Teriak Eng begitu menggelegar.
Mata nya menyala terang, dia mengangkat kedua tangan nya ke atas lalu timbul sebuah cahaya terang yang terdapat percikan-percikan listrik di dalam cahaya itu.
Gemuruhan petir terdengar, awan menghitam dan semua prajurit berhenti berkelahi seolah berpokus pada langit yang terlihat sangat mencurigakan.
Qian'gu hendak bersiap dengan pedang nya. Di pedang itu berkobar sebuah api merah padam, wajah nya begitu murka dengan pandangan kosong yang tiba-tiba saja berubah merah melotot.
"HENTIKAN OMONG KOSONGMU! PEPERANGAN INI MEMILIKI SEBUAH TUJUAN YANG KUAT!! RAJA BODOH DI SAMPING MU ITU TELAH MELAKUKAN KESALAHAN FATAL SEHINGGA KAMI KEHILANGAN SESOSOK PUTRI YANG SANGAT BEHARGA... DIA PENYEBAB NYA, KALIAN SEMUA PENYEBAB NYA."
Teriak Qian'gu bergetar dengan sangat menggelegar. Badan nya bergetar dengan tangan menggenggam erat pedang ditangannya.
"PERSETAN! AKU TIDAK PERNAH MELAKUKAN HAL ITU! DIA SUDAH MEMFITNAH KU... DIA MENGHANCURKAN HUBUNGAN PERSAHABATAN HANYA KARENA SATU HASUTAN DARI WANITA ****** ITU." Sambar Bouchun murka di iringi dengan suara petir yang menyambar.
Eng terlihat begitu datar dengan keadaan masih mengambang di udara. Pandangan nya menghitam dengan pemikiran yang sibuk mencaci maki.
__ADS_1
Dia menggigit bibir bawah nya lalu menetes satu butir air mata. Hati nya sangat sakit sehingga tidak mampu berkata lagi.
"Kau pikir, KAU PIKIR KAU TIDAK BERSALAH DALAM HAL ITU? KALIAN LAH PENYEBAB SEMUA NYA!!...... JIKA SAJA.... KALIAN TIDAK MENGGUNJING NYA SETIAP SAAT, MAKA DIA TIDAK AKAN MENDERITA SEPERTI SEKARANG. DIA SUDAH MENJADI MILIK KU... KALIAN TIDAK BERHAK LAGI UNTUK MENCARI MUKA PADA NYA." Nada Eng terdengar begitu mendominan. Dia bergetar menahan amarah yang sangat tertahan...
"A'apa maksut mu! APA YANG KAU KATAKAN!" Qian'gu emosi. Amarah nya benar-benar terpancing lalu melompat keudara dan menebaskan pedang itu kepada Eng yang masih bersikap tenang dan santai.
Tak lama pula, Eng melepaskan tirani nya sehingga dua serangan itu beradu dan saling melakukan pertahanan.
BOMMMM
Antara Eng dan Qian'gu sedang melakukan pertahanan, mereka saling mengerah kan seluruh kekuatan mereka.
Qian'gu mengerat kan gigi nya, rahang kokoh itu tampak mengerat karena emosi yang memuncak.
"Aku memang adalah seorang yang begitu naif, tapi kau.... kau lah yang lebih naif disini. Tidak bisa membedakan yang mana tuduhan dan kebenaran. Sehingga membuat nyawa nya melayang! Dimana kau pada saat itu? apakah kau menghentikan orang-orang itu membunuh diri nya! katakan!" Ucapan Eng terdengar penuh penekanan
GLEK
"apa yang kau katakan! dia siapa? dia apa yang kau maksut." Qian'gu terlihat begitu tidak sabar menuntut jawaban.
Bouchun telah berhasil melumpuh kan pengawal pribadi Qian'gu, yang begitu lincah dan memanipulasi pergerakan. Dia melihat pada Eng dan Qian'gu yang sedang bersitegang. Pandangan nya perlahan menghitam lalu menyalur kan sebuah silau padam dan mengarahkan silau itu pada kedua orang yang sedang bersitegang tersebut.
"Kalian berdua sudah membuat harga diri ku tumbang! Jika aku menghabisi kakak nya, apakah sang adik tidak akan marah karena hal ini? Aku pikir dia tidak akan marah, kalau mengingat jika dia tidak memiliki hati." Gumam nya menekan dan terdengar begitu penuh racun.
Bouchun melompat ke udara, lalu menyerang kedua orang yang terlihat belum menyadari pergerakan diri nya. Eng dan Qian'gu masih berpokus ke dalam percakapan panas itu, mereka saling memicing dan masing masing mengeluarkan darah segar dari mulut mereka.
"Siapa kau? mengapa kau menutup wajah mu menggunakan topeng sialan itu? jangan menjadi seorang pengecut, cepat lepas kan." Tegas Qian'gu.
Mata Eng tanpa sengaja memicing kearah samping, yang terlihat Bouchun sedang mengarahkan serangan pada nya. kelopak mata nya terbuka sangat lebar, "sialan! jika energi milik nya bertabrakan dengan energi milik ku, maka ketiga energi ini akan meledak dan membunuh ku." Bisik hati Eng waspada.
Dia menodorong tangan nya lalu melepas kan energi tersebut. Eng berputar di udara lalu mendarat sangat sempurna
"Ck, jangan menghindar kau!" Pekik Qian'gu.
"Bouchun... seperti nya kau sedang belajar menjadi seorang penghianat!" Tegas Eng.
__ADS_1
"Cih! aku hanya sedang menguji kepekaan dari utusan gadis jendral ku!" Ucap nya mengejek.
"Mata mu picak! Aku sedang melawan seorang musuh dasar sialan!"
"Berhentilah bersandiwara!"
"Kami sedang tidak bersandiwara."
Mereka bertiga bersitegang dengan sebuah hawa pembunuh. Qian'gu benar-benar tidak bisa menerima ini semua. Semua nya begitu tidak jelas, di otak nya selalu berputar tentang seorang (dia) yang dikatakan oleh Eng. siapa (dia) itu?' pikir nya.
"Aku harus membunuh mu!" Ucap Qian'gu tajam mengarah pada, Eng.
Secepat kilat, Qian'gu mengarah kan pedang kobaran api itu pada, Eng. Seperti biasa, Eng menghindar begitu cepat dengan melompat ke udara.
Tidak, Tidak bisa berhenti. Pedang itu terus bergerak dan mengarah pada Bouchun yang masih cengo tidak mengerti keadaan. Qian'gu membesarkan mata nya, mendapati pedang yang tidak mau berhenti.
Bouchun baru menyadari hal itu pada detik-detik terakhir sebelum pedang itu mengenai leher nya. "TIDAK.... " pekik Bouchun berusaha menghindar.
SLAHHHH
Sebuah benda bulatan mengelinding sempurna di tanah yang sudah bermandikan sebuah cairan merah.
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Eng, melotot kan mata nya. Dia berkesimpuh di tanah dengan pandangan yang begitu lesu.
"Tidak." singkat nya terdengar begitu parau
"SIALAN... ADIK PASTI AKAN MEMARAHI KU... KUNCI UTAMA NYA SUDAH MENINGGAL." Pekik Eng begitu pasrah memegang kepala dengan kedua tangan nya.
Qian'gu mengangkat alis, tidak mengerti ucapan dari pria dihadapan nya.
__ADS_1
...BAGIAN 33 TELAH SELESAI, SEE YOU AGAIN ...