REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 2 : chapter 45 : KEJADIAN ANEH


__ADS_3

Kini, ditengah-tengah halaman luas istana dibawah deraian hujan yang lumayan lebat, Mujeng memeluk Xianlie dengan sangat erat, enggan ingin melepas kan. Xianlie hanya diam tanpa membalas pelukan itu, dan kemudian bergerak sedikit


"Tolong... lepas kan aku." Pinta nya begitu pelan.


Mujeng mendengar itu dengan segera melepas pelukan nya, "Nak, apakah kau akan memaaf kan ayah?" Tanya diri nya.


"Hmm ya," Singkat Xianlie dengan parau.


Mujeng membulat kan mata nya, dengan bahagia. "benarkah... terimakasih nak." Ucap nya begitu bahagia dan lega.


"Tapi, aku tidak bisa melupakan kejadian itu untuk selama nya. Dengan pulang ke istana KUANTONG, hanya akan menambah luka dan kebencian ku, pulang lah tanpa aku!" Pinta Xianlie, dengan nada suara datar.


Mujeng terkejut dan membesarkan kedua mata nya, Xianlie menyadari akan hal itu. "Tidak apa, aku...kemungkinan akan mengunjungi mu kesana, tenang saja." Ucap nya tentu menyadari keterkejutan alami dari Mujeng.


Mujeng tersenyum puas, lalu mengangguk setuju. "Terima kasih." Ucap nya dengan tulus.


"Cih, jika aku tidak bilang begini bagaimana kau akan pergi dari sini! dasar orang tua begitu tidak pengertian, begitu picik! memang nya kau pikir aku akan memaafkan diri mu? tidak akan!" Teriak Xianlie dalam hati.


Dia tersenyum pada Mujeng, "Masuklah, Keringkan dulu diri mu dan istirahat lah sejenak sebelum pulang kembali ke kekaisaran KUANTONG." Suruh Xianlie.


...- 5 jam berjalan begitu cepat -...


Hari sudah menggelap, dan para pasukan Mujeng sudah pulang kembali ke kekaisaran mereka. Xianlie dan Rijin memutuskan akan pulang kembali ke kediaman phoenix, Eng terlihat menghentikan dan menyuruh mereka berdua untuk tetap tinggal di istana, namun Xianlie bersikekeh untuk tetap pulang di kediaman nya.


"Aku akan meminta 10 prajurit berjaga dikediaman mu." Ucap Eng mengambil keputusan sepihak.


"Untuk apa? untuk bermain dengan nyamuk maksut mu?" Ucap Xianlie bermaksut menolak.


"Ini demi...


Eng menghentikan ucapan nya, dia menyadari sekuat apa sang adik sekarang, dengan mengirim 10 prajurit sama saja seperti mengirim beban bagi Xianlie.


"Cih, walau pun kau sangat kuat tapi apa salah nya ditemani 10 prajurit! Seorang kaisar agung sekali pun pasti akan ditemani puluhan prajurit apabila sedang berpegian." Ucap Eng ketus.


"Aih, tidak usah! kau begitu menyebal kan!" Tolak Xianlie mentah-mentah.


"Tapi kenapa?" Ucap Eng menanyakan alasan atas penolakan Xianlie.

__ADS_1


"Aku sudah memiliki calon penjaga untuk kediaman ku, tidak perlu menyuruh prajurit istana untuk pergi ke kediaman." Jawab nya datar, lalu berjalan mengarah pada kereta kuda yang sedang menunggu.


"Hisss mengapa kau begitu tidak berterima kasih dasar," Gumam Eng memanyun kan bibir nya.


Xianlie mulai menaiki kereta kuda lalu melihat Rijin yang sedang duduk manis menunggu diri nya, dia tersenyum pada Rijin, "Apa kau lapar?" Tanya Xianlie.


"Sedikit." Jawab Rijin.


"Baiklah, kita akan pulang sebentar lagi." Ucap Xianlie lagi, lalu menyuruh sang kusir untuk menjalan kan kereta nya.


Dengan segera kereta itu bejalan, dan hanya menyisakan tapak ban dan kuda saja di permukaan tanah. Eng melihat dari kejauhan, dia sangat senang melihat sang adik yang akhir nya bisa lepas dari rencana balas dendam itu.


"Untunglah." Ucap nya, nyaris berbisik.


"Yang mulia," Panggil sang penasehat kerajaan dari belakang.


Eng melirik dengan ujung mata nya, dia mengerut kan alis dan segera berbalik. "Kenapa kau disini? siapa yang menjaga kamar itu?" Tanya Eng begitu mendesak pada sang penasehat.


Si penasehat itu tersenyum getir, lalu dengan perlahan menyeka keringat sebesar biji jagung di kening nya. "Tenang saja yang mulia, pangeran tidak akan kabur dari kamar nya. Para kesatria bayang sudah menjaga kamar itu." Jawab si penasehat begitu kaku.


"Huhhh, Tapi, mengapa kau sangat aneh? apa yang terjadi?" Tanya Eng menyelidik.


"Kenapa?" Tanya Eng penasaran


"Putri bungsu sudah lama di asing kan di hutan môguì, tidak diketahui apakah beliau masih hidup atau tidak...


Belum sempat dia melanjut kan ucapan nya, Eng dengan kasar merentak kerah baju si penasehat itu.


"Apa maksut mu!" Ucap Eng tajam, dengan aura sedikit pekat.


Uhuk uhuk uhuk


"Yang mulia jangan salah sangka atas ucapan ku, kami sudah mengerah kan para pendekar untuk mencari keberadaan Putri bungsu, tapi mereka malah tidak mendapat kan hasil nya, nihil!" Jelas si penasehat terburu-buru, takut jika Eng akan menghabisi nya.


"Ya ampun, matilah aku" Teriak nya dalam hati.


Eng perlahan melepaskan cengkraman nya, lalu mendorong si penasehat dengan kasar.

__ADS_1


dia menatap si penasehat dengan tajam dan menyelidik, "Apa yang terjadi?" Bisik hati nya bertanya-tanya.


"Putri sekarang ada disini! putri Xianlie!" Ucap nya begitu tajam.


Si penasehat nampak kebingungan, dia menggaruk tengkuk nya dan melihat kekiri dan keatas. Dia berusaha mengingat, siapa putri Xianlie ini. "Hehe yang mulia, putri Xianlie itu siapa?" Tanya nya seperti orang bodoh yang tidak tahu apapun.


Eng semakin kesal, mata coklat terang itu menatap si penasehat dengan begitu mengutuk. Si penasehat berkeringat panas dingin dan perlahan mundur kebelakang. "yang mulia ampuni nyawa ku, aku masih ingin melihat rupa cicit ku." Ucap nya ringgih.


"Hentikan omong kosong mu! Putri Xianlie adalah jendral besar saat ini! jendral Xianlie! ingat lah dasar bodoh." Maki Eng.


Si penasehat semakin dibuat bingung dan ketar-ketir, dia berpikir apakah sang kaisar ini sedang berhalusinasi atau sedang bercanda? di ingatan nya, tidak pernah ada satu pun gadis yang menjadi jendral di kekaisaran ANMING. Dia sangat gugup melihat Eng yang masih mendesak nya untuk menjawab.


"Maaf kan hamba nya mulia, huhuhu saya ini memang bodoh tidak mengerti ucapan yang mulia. Tapi saya benar-benar tidak tahu jika di kekaisaran kita ini memiliki seorang gadis yang memimpin kejendralan besar. Tidak pernah ada jendral besar di kekaisaran ini!" Ucap nya berkesimpuh di lantai dan menjelaskan kesah nya.


Eng membesarkan kedua mata, dia terus berpikir dan berpikir...


"Jangan-Jangan." Gumam nya sangat curiga.


...- kediaman phoenix -...


Xianlie dan Rijin hendak turun dari kereta, mereka akhir nya memasuki kediaman dan berjalan dengan lunlai. Benar saja, mereka tidak memiliki waktu beristirahat sepanjang hari ini.


Xianlie melihat kearah Rijin yang sedang memijit tangan nya, dia tersenyum kecil saat melihat ekspresi wajah Rijin yang sangat lucu bagi nya.


"Lelah? duduk lah dulu, aku akan membuat teh lotus untuk mu." Suruh Xianlie.


"Ah mana bisa begitu, nona. Aku adalah pelayan mu, mana bisa kau sebagai majikan melayani diri ku!" Tolak Rijin tidak enak hati.


"Shutt, kau bicara apa? jika kau berbicara seperti itu lagi, aku tidak akan mau berbicara pada mu!" ancam Xianlie kesal, dan memicing pada Rijin.


Rijin menciut, dengan terpaksa diri nya duduk kembali.


"Nah patuh lah, ok! Jadilah anak baik, dan tetap diam disini." Ucap Xianlie melembut dengan senyum usil diwajah nya.


Pipi Rijin merona, dia menunduk malu. "Baiklah," Ucap nya pelan.


- and -

__ADS_1


...BAGIAN 45 TELAH SELESAI, HAPPY READING...


__ADS_2